
Sedangkan kita beralih sejenak kerumah sakit tempat Khafita dirawat.
Ketika pagi menjelang, Mamah Carla dan juga Ayah Cedro, mereka berdua sudah pada sibuk untuk bersiap-siap memindahkan Khafita kerumah sakit yang sudah disiapkan oleh Delania Kakaknya Khafita diluar Negeri sana.
" Nak, apa kamu tidak mau berfikir lagi untuk kedua kalinya sebelum terlambat, karena kita disana tidak sebentar saja Nak ",, kata Mamah Carla kepada Khafita.
" Jangan membuat Fita semakin sedih saja Mah dengan keputusan yang Fita ambil ini, Fita tidak mudah mengambil keputusan ini, ketika Fita sudah bisa menemukan laki-laki yang baik untuk Fita ",, jawab Khafita kepada Mamah Carla sambil meneteskan air matanya.
" Kalau kamu tahu jika Cryill dia laki-laki yang baik, kenapa kamu tinggalkan dia seperti ini Fita?? ",, tanya Ayah Cedro juga kepada Khafita.
" Sebab Fita merasa tidak pantas bersanding dengan Cryill Ayah, biarlah Cryill mencari wanita yang lebih sempurna dan lebih baik dari Fita yang lumpuh ini ",, jawab Khafita kepada Ayah Cedro.
" Tapi bukan seperti ini Nak caranya, bicarakanlah dengan baik-baik kepada Nak Cryill, dan katakanlah kepadanya jika kita ingin pindah keluar Negeri ",, nasihat dari Ayah Cedro lagi kepada Khafita.
" Fita tidak mau Ayah, Fita tidak tega melihat wajahnya dan Fita tidak mau melihat wajah sedihnya ketika mendengar Fita akan pindah keluar Negeri ",, jawab Khafita lagi kepada Ayah Cedro.
" Berjanjilah Ayah kepada Khafita, sembunyikan keberadaannya Fita dari orang-orang yang mengenal Khafita, terutama Cryill, Fita mohon Ayah ",, kata Khafita lagi kepada Ayah Cedro.
Sebelum menjawab perkataannya Khafita, Ayah Cedro langsung saling pandang dengan Mamah Carla.
Dan Mamah Carla langsung saja mengangguk kepada Ayah Cedro, sebab Mamah Carla juga tidak mempunyai pilihan lain.
Untuk urusan mendatang, biarlah difikirkan sambil berjalan saja, begitulah fikirnya Mamah Carla.
Melihat anggukan dari Mamah Carla tadi kepadanya, Ayah Cedro langsung saja menjawab perkataannya Khafita.
" Baiklah jika itu mau kamu Nak, yang terpenting kamu bahagia dan cepat pulih dari cidera kamu itu ",, jawab Ayah Cedro kepada Khafita sambil mengusap lembut rambut kepalanya Khafita.
" Terimakasih banyak Ayah, terimakasih Mamah ",, kata Khafita kepada kedua orang tuanya.
Ayah Cedro dan Mamah Carla mereka berdua hanya mengangguk dan tersenyum manis saja kepada Khafita.
" Sudah ya jangan bersedih lagi Fita, berdoa saja semoga kita ketika sudah pindah disana, ada perkembangan yang bagus untuk kamu ya ",, kata Ayah Cedro kepada Khafita sambil tersenyum menenangkan untuk Khafita.
__ADS_1
Khafita hanya mengangguk pelan sambil tersenyum tipis kepada Ayah Cedro.
" Sudah jam setengah delapan Nak, ayo kita bersiap-siap dulu, sebentar Ayah panggilkan Dokter dulu untuk mengeluarkanmu dari sini ",, kata Ayah Cedro lagi kepada Khafita.
Dan setelah itu Ayah Cedro langsung saja berlalu keluar dari dalam ruang perawatannya Khafita untuk menemui Dokter yang menangani Khafita.
Sedangkan Mamah Carla dia masih menemani Khafita didalam ruangan itu.
Setelah beberapa menit lamanya, akhirnya Ayah Cedro datang bersama beberapa Dokter dan petugas medis yang lainnya yang langsung masuk kedalam ruang perawatannya Khafita.
Ayah Cedro dan Mamah Carla langsung saja disuruh untuk menunggu diluar ruangan, ketika para petugas medis sedang mempersiapkan Khafita untuk keluar dari dalam ruangan itu.
Dan ketika sekitar lima belas menit lamanya, akhirnya brankar pasiennya Khafita didorong keluar oleh para Dokter dan petugas medis itu.
Ayah Cedro dan Mamah Carla langsung saja mendekati brankarnya Tevy.
Dan mereka semua langsung saja mendorong brankarnya Tevy menuju kemobil ambulance yang sudah disiapkan oleh rumah sakit untuk Khafita menuju kebandara.
Dan Ayah Cedro sudah merogoh kocek yang cukup dalam untuk membuat Khafita diperbolehkan naik keatas pesawat dalam keadaan seperti itu.
" Selamat tinggal Negaraku, selamat tinggal Cryill ",, kata batinnya Khafita sambil menolehkan kepalanya kearah jendela pesawat yang sudah mulai terbang, sambil juga meneteskan air matanya.
Dan Khafita sendiri ketika didalam pesawat itu dia juga ditemani oleh dua orang Dokter yang dari sejak awal menangani Khafita.
Semua tiket pulang pergi dari Dokter itu ditanggung sepenuhnya oleh Ayah Cedro.
Demi Khafita dan demi membuat Khafita tidak semakin terpuruk, Ayah Cedro rela jika hampir sebagian tabungannya terkuras hanya untuk kebahagiaannya Khafita.
" Maafkan aku Cryill, terimakasih atas beberapa jam yang kita lewati kemarin, jika kamu tidak berjodoh denganku, aku rela melepaskanmu dengan perempuan lain ",, kata batinnya Khafita lagi dengan dada yang serasa sangat sesak sekali, serta semakin deras saja air mata yang mengalir dari sudut matanya.
Mamah Carla yang melihat kesedihannya Khafita anaknya, dia hanya bisa diam saja, sambil diam-diam juga dia ikut meneteskan air matanya seperti Khafita.
Pesawat yang mereka naiki ketika lepas landas dari landasan Bandara ketika waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
__ADS_1
Dan Cryill yang masih berada didalam ruang perawatannya Tevy, dia tidak tahu, jika sang kekasih hati sudah pergi jauh sejauh-jauhnya darinya untuk waktu yang tidak bisa ditentukan dan juga cukup lama sekali.
Itulah jalan yang dipilih Khafita untuk hidupnya, walau berat tapi memang itu yang harus Khafita jalani.
Demi dirinya dan juga demi kebahagiaannya Cryill, begitulah yang difikirkan oleh Khafita.
Dan Khafita tidak tahu apakah Cryill akan terpuruk dengan kepergiaannya atau justru sebaliknya.
" Nak........... ",, panggil Mamah Carla akhirnya mencoba mendekati Khafita ketika dia sudah tidak tahan melihat air matanya Khafita yang mengalir terus menerus.
Dan Khafita langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Mamah Carla.
" Mamah ",, jawab Khafita kepada Mamah Carla dengan semakin menangis sejadi-jadinya.
Mamah Carla langsung saja memeluk Khafita dengan sayang untuk memberikan ketenangan supaya Khafita bisa ikhlas menerima semua jalan takdir yang dipilihnya seperti itu.
" Jangn bersedih Nak, jangan bersedih, Mamah nanti akan ikut sedih melihat kamu seperti ini ",, kata Mamah Carla kepada Khafita ketika dia sudah melepaskan pelukannya tadi sambil mengusap lembut air matanya Khafita.
" Cryill.............. ",, kata Khafita dengan nada yang sangat sedih sekali kepada Mamah Carla.
" Lupakan dia,.......... lupakan dia Nak,........ biarlah Nak Cryill melanjutkan hidupnya sendiri, dia bukan jodoh kamu Nak ",, kata Mamah Carla kepada Khafita.
Dan Mamah Carla bisa melihat sendiri jika Khafita juga begitu mencintai laki-laki yang bernama Cryill itu.
Khafita hanya diam saja tidak menjawab perkataan dari Mamahnya, dan dia lalu meminta Mamahnya untuk meninggalkannya sendirian lagi.
Mamah Carla pun langsung saja berlalu dari hadapannya Khafita untuk duduk lagi dikursi yang tadi dia dudukin.
Sedangkan Ayah Cedro sendiri dia sedang sibuk membahas bersama kedua Dokter tadi untuk kepindahannya Khafita kerumah sakit yang sudah Delania sediakan diNegara tempatnya bekerja.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1