
Berbeda dengan Cryill, berbeda pula keadaannya untuk sipangeran tampan kita, yaitu Christian.
Setelah kepulangannya dari mansion Denzel kemarin, Christian yang sudah berada didalam kamar pribadinya sendiri, dia terus saja mencoba untuk menghubungi Milka, namun masih tidak ada tanggapan sama sekali.
Bahkan pesan yang dikirimkan oleh Christian pun tidak pernah Milka balas sama sekali.
Hingga waktu sudah berganti dan hari pun juga sudah berganti hari berikutnya, semua pesan-pesan yang dikirimkan Christian kepada Milka tidak pernah Milka balas sama sekali.
Ketika tadi setelah sarapan pagi, Christian sebelum berangkat kekantor, dia memutuskan untuk mendatangi rumah Milka yang sudah diberitahukan oleh alamatnya dari salah satu anak buahnya.
Namun sayang Christian yang sudah sampai disekitar rumahnya Milka, dia tidak berani untuk mengetuk pintunya, namun malah memandangi rumah Milka dari jarak jauh saja.
Dan ketika Christian sudah setengah jam mengamati rumah Milka, dan berharap jika Milka akan keluar walau sebentar saja, tapi sayang harapan dia tidak terkabul juga.
Christian lalu memutuskan untuk berangkat kekantor saja, dan akan kembali lagi untuk lain waktu saja.
Christian bukannya takut, Christian bukannya malu untuk mendatangi rumahnya Milka.
Namun yang ada didalam fikiran Christian, Christian takutnya jika Milka akan semakin menjauhinya ketika Milka melihatnya berada didepan pintu rumahnya.
Jadi sementara waktu Christian akan sering mengamati dari jarak jauh terlebih dahulu, dan jika waktunya sudah pas, dia akan langsung mengetuk pintu rumah Milka, sekalian juga hatinya Milka yang akan dia ketuk, supaya mau terbuka lebar untuknya.
Sedangkan Milka sendiri yang saat ini sudah mulai bisa menggerakkan badannya untuk berjalan, walau masih sedikit merasakan rasa sakit dipinggangnya, dia tiba-tiba saja ingin duduk santai didepan teras rumahnya untuk menghirup udara pagi.
Dan Christian yang baru lima menit pergi tadi, Milka akhirnya keluar juga dari dalam rumahnya.
Andai saja Christian masih mau bertahan lima menit saja, pastinya dia akan melihat Milka keluar dari dalam rumah kontrakannya itu.
" Aaah segarnya udara pagi ini ",, kata Milka ketika dia sudah duduk dikursi yang ada didepan teras rumahnya.
" Sungguh tidak berangkat kekantor dan berada didalam rumah terus membuatku suntuk, terlebih lagi selalu mendapatkan pesan dan telefon dari Tuan Christia, membuatku tambah suntuk ",, kata Milka sambil berbicara sendiri.
" Semakin suntuk ketika para teman-temanku selalu masih kepo dengan kejadian itu, sungguh aku tidak menyangka ternyata bisa sampai seviral itu beritanya ",, kata Milka sambil melihat kearah ponselnya.
Berita viralnya Milka pun kemarin, memang juga sempat menggemparkan kantornya Denzel tempat Milka bekerja.
Bahkan banyak dari mereka pada penasaran ada hubungan apa antara Milka yang notabennya anak orang biasa saja bisa mengenal seorang pangeran seperti Christian.|
__ADS_1
Serta banyak juga para teman wanitanya Milka yang iri dengan Milka yang bisa digendong oleh Christian seperti malam itu.
" Ini teman-temanku kenapa masih saja pada kepo sih dengan hubunganku dan Tuan Chris ",, kata Milka sambil membaca pesan yang baru saja dikirimkan oleh salah satu temannya keponselnya.
" Huh, beginilah salah satu yang tidak aku inginkan serta aku sukai jika berdekatan dengan orang kaya seperti Tuan Christian ",, kata Milka sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar, sambil juga menyandarkan punggungnya dikursi yang didudukinya.
" Tapi Tevy dia juga sekarang kaya, malahan dia sekarang anak dari Tuan Marson dan adik dari Tuan Christian, terus apakah aku harus menghindari Tevy juga?? ",, kata Milka dengan bingung sendiri ketika baru mengetahui kenyataan jika sahabat yang paling dekat dengannya ternyata masih ada keturunan Kerajaan.
Dan ketika Milka sedang suntuk serta bingung seperti itu, tiba-tiba saja ponsel yang dia taruh diatas meja sampingnya pun berdering dengan cukup kencang sekali.
Milka langsung saja mengambil ponselnya untuk melihat siapakah yang sudah menelfonnya itu.
Ketika tertera nama Tevy dipanggilan masuk diponselnya, Milka langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu.
" Halo Tevy ",, kata Milka ketika sudah mengangkat sambungan telefon dari Tevy.
" Halo juga Milka ",, jawab Tevy juga kepada Milka.
" Ada apa kamu menelfonku Tevy, oh ya maafkan aku ya karena aku tidak bisa menjenguk kamu ",, kata Milka kepada Tevy.
" Kamu ada-ada saja Tevy ",, jawab Milka kepada Tevy sambil tertawa kecil.
" Oh ya kamu sekarang ada dirumah tidak Milka, karena aku gantian yang mau datang untuk menjenguk kamu ",, kata Tevy kepada Milka.
" Iya aku dirumah Tevy, baiklah akan aku tunggu kedatangan kamu ",, jawab Milka kepada Tevy.
" Ok setengah jam aku akan sampai dirumah kamu ya Milka?? ",, kata Tevy kepada Milka.
" Baiklah ",, jawab Milka lagi kepada Tevy.
Dan setelah itu sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.
Setengah jam kemudian, akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Tevy pun sampai juga didepan rumah kontrakannya Milka.
Mamah Odelia yang sedang menonton televisi dia seperti mendengar suara deru mesin mobil berhenti tepat didepan rumahnya.
Mamah Odelia yang penasaran, dia lalu beranjak bangun dari duduknya untuk melihat mobil milik siapa yang berhenti tepat didepan rumah kontrakannya.
__ADS_1
Ketika Mamah Odelia sudah membuka pintu depan rumahnya, Mamah Odelia dibuat terkejut ketika ada setidaknya tiga mobil mewah berhenti tepat didepan rumahnya.
Dan semakin terkejut pula ketika Mamah Odelia melihat Tevylah yang turun dari dalam mobil itu, bersama laki-laki tampan yang menggandeng mesra pinggangnya Tevy.
Serta Mamah Odelia juga melihat kearah perutnya Tevy yang sudah terlihat besar, padahal baru hamil sekitar jalan ketiga bulan.
" Tevy!!??? ",, kata Mamah Odelia dengan nada yang sangat terkejut sekali.
" Selamat siang Mamah ",, kata Tevy dengan ramah kepada Mamah Odelia sambil tersenyum manis ketika sudah berada didepannya Mamah Odelia.
Sedangkan Denzel sendiri, dia hanya tersenyum tipis sambil mengangguk formal saja kepada Mamah Odelia.
" Oh emm, ayo masuk-ayo masuk dulu Tevy ",, kata Mamah Odelia seperti orang bingung saja.
Tevy dan Denzel mereka berdua langsung saja masuk kedalam ruang tamu rumah kontrakannya Milka.
Dan mereka berdua juga langsung saja duduk ketika sudah dipersilahkan duduk tadi oleh Mamah Odelia.
" Sebentar Mamah panggilkan Milka dulu ya Tevy ",, kata Mamah Odelia kepada Tevy.
Dan Tevy hanya mengangguk saja kepada Mamah Odelia.
Mamah Odelia selanjutnya dia langsung saja memanggilkan Milka untuk segera keluar dari dalam kamarnya untuk menemui Tevy.
Dan ketika Milka sudah sampai diruang tamu rumahnya, dia langsung saja terkejut karena ternyata Tevy datangnya tidak sendirian melainkan bersama Denzel.
Yang biasanya Mamah Odelia dan juga Milka akan santai dalam berbincang dengan Tevy, sekarang mereka berdua menjadi sedikit malu, takut serta tidak nyaman karena ada Denzel diantara mereka.
Dan Mamah Odelia sendiri masih belum bisa menghilangkan rasa terkejutnya itu, sebab Milka tidak bercerita dengannya terlebih dahulu tadi, jika Tevy akan datang berkunjung kerumah mereka dalam keadaan yang seperti saat ini.
Sungguh kehadiran Denzel, dimana-mana selalu membuat semua orang sering merasa tidak nyaman akan kehadirannya.
Namun jika Denzel hanya berdua saja dengan Tevy, dia akan seperti kucing penurut yang ingin selalu dielus-elus bulunya.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1