My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 93


__ADS_3

Melihat sambungan telefonnya Ayah Marson sudah terputus, Mamah Jovanka pun, dia dengan segera langsung saja bertanya kepada Ayah Marson, sebab Ayah Marson dia membawa-bawa namanya Tevy didalam percakapannya tadi.


" Ayah ada apa??, kenapa Ayah membawa-bawa nama Tevy segala?? ",, tanya Mamah Jovanka kepada Ayah Marson.


" Tadi siTian Mah yang menelfon Ayah, kata Tian tadi dia katanya sudah bisa melihat telapak kakinya Tevy Mah, dan memang benar jika telapak kakinya Tevy ada tanda lahir berbentuk bulan sabit setengah lingkaran seperti pisang Mah ",, jawab Ayah Marson kepada Mamah Jovanka.


Gantian Mamah Jovanka yang berteriak terkejut ketika mendengar perkataannya Ayah Marson.


" Apa Ayah dan Tian tidak sedang membohongi Mamah?? ",, tanya Mamah Jovanka dengan sambil menampilkan wajah terkejutnya itu.


" Tadi memang begitu Mah yang disampaikan oleh Tian kepada Ayah ",, jawab Ayah Marson lagi kepada Mamah Jovanka.


" Dan katanya Tian lagi, jika besok siTevy dia sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter ",, lanjut lagi perkataannya Ayah Marson kepada Mamah Jovanka.


" Kalau begitu lebih baik kita kesana sekarang Yah, Mamah ingin menunggui Tevy, biarlah jam istirahat Mamah berkurang sedikit, yang penting Mamah bisa terus bersama Tevy ",, kata Mamah Jovanka dengan nada yang sangat semangat sekali kepada Ayah Marson.


" Iya Mah, kalau begitu ayo kita segera bersiap-siap, dan Mamah juga jangan lupa memakai pakaian yang tebal, karena udara sudah mulai dingin ",, kata Ayah Marson kepada Mamah Jovanka.


Mamah Jovanka dia langsung saja mengangguk dengan semangat dan Mamah Jovanka juga langsung saja berlalu turun dari atas ranjang untuk bersiap-siap pergi kerumah sakit saat itu juga.


Walau jam sudah menunjukkan pukul dua belas lewat, tetap saja tidak menyurutkan niat dari Mamah Jovanka dan Ayah Marson untuk tetap datang kerumah sakit saat itu juga.


Sedangkan Christian yang tadi sudah mengakhiri telefonnya dengan Ayah Marson pun, dia langsung saja masuk lagi kedalam ruang perawatannya Tevy.


Dan sungguh Christian ketika baru saja masuk kedalam ruang perawatannya Tevy, dia dibuat terbengong sampai mulut dia terbuka cukup lebar ketika melihat kelakuannya Denzel.


Sebab Denzel sudah hampir menghabiskan semua makanan yang ada diatas meja didepannya seorang diri saja.


" Tu...... Tuan Denzel yang makan ini semua?? ",, tanya Christian dengan nada yang sedikit tergagap sambil menunjuk semua makanan yang ada diatas meja itu sambil juga ingin duduk dishofa yang tadi didudukinnya.

__ADS_1


" Iya ",, jawab Denzel kepada Christian sambil meminum air putih yang tadi dibawakan oleh Christian juga.


" Apa memang sebegitu banyaknya ya porsi makan anda Tuan?? ",, tanya Christian kepada Denzel dengan nada yang sangat heran sekali.


" Ini semua gara-gara saya yang menggantikan Tevy mengidam Tuan Christian, sebelumnya saya juga merasa aneh dengan diri saya sendiri, yang tiba-tiba sering mual dan makannya pun tidak pernah merasa kenyang ",, cerita dari Denzel kepada Christian.


" Namun setelah mendengar penjelasan dari Dokter Khafita, sekarang saya jadi tahu, sebab itu adalah hal wajar karena ikatan dari seorang Ayah kepada babynya ",, lanjut lagi perkataannya Denzel kepada Christian.


" Iya sih, saya juga pernah mendengar akan hal itu, istrinya yang hamil, suaminya yang mengidam..... ",, jawab Christian kepada Denzel.


" Tapi saya tidak pernah melihat itu semua Tuan, baru kali ini saya menyaksikannya sendiri, yaitu anda Tuan Denzel ",, sambung lagi perkataannya Christian kepada Denzel.


" Tidak apalah biar saya saja Tuan Christian yang mengalami masa morning sickness dan mengidamnya, kasihan kalau Tevy yang merasakannya juga, sudah badan dia kecil seperti plankton, harus hamil kembar empat pula sekaligus seperti itu juga ",, kata Denzel kepada Christian sambil melihat kearahnya Tevy terus.


Begitupun dengan Christian dia juga mengalihkan pandangannya kearahnya Tevy sambil tersenyum manis, sebab Christian tidak menyangka adik yang selama ini sangat dirindukan oleh Mamahnya, sudah berada didepan mata dia sendiri.


Dan Christian juga tidak menyangka, jika Tevy yang dia yakinin adalah adik Princess Moananya, dia bisa tumbuh menjadi wanita yang sungguh sangat cantik sekali.


Dan perkataannya Christian langsung saja membuat Denzel langsung mengalihkan pandangannya kearahnya Christian.


Setelah itu Denzel langsung saja mengalihkan pandangannya kearah jam yang tergantung diam didinding itu.


" Tapi ini sudah jam dua belas malam lewat Tuan Christian?? ",, tanya Denzel kepada Christian ketika Denzel sudah melihat jam yang sedang berdetik itu.


" Iya tidak apalah, mudah saja bagi Ayah untuk keluar masuk dari dalam rumah sakit ini ",, jawab Christian kepada Denzel.


" Lagi pula Mamah sama Ayah, mereka ingin menunggui dan menemani Tevy malam ini juga Tuan Denzel, ketika tadi saya sudah menyampaikan jika ditelapak kakinya Tevy ada tanda lahirnya ",, lanjut lagi perkataannya Christian kepada Denzel.


" Iya terserah kalian saja, yang terpenting kalian tidak menggangu waktu istirahatnya Tevy ",, jawab Denzel kepada Christian.

__ADS_1


" Dan Tuan Denzel, bolehkah kami berkunjung kemansion anda?? ",, tanya Christian lagi kepada Denzel.


" Iya boleh ",, jawab Denzel kepada Christian, sambil mengeluarkan kartu namanya yang khusus ada alamat mansionnya.


" Itu alamat mansion saya Tuan Christian, silahkan kapan saja anda dan Tuan serta Nyonya Carrington ingin berkunjung kemansion saya ",, kata Denzel lagi kepada Christian sambil menyerahkan kartu namanya.


" Terimakasih Tuan Denzel, anda begitu baik sekali, sungguh saya sangat senang sekali, dan jika Tevy benar-benar adik kandung saya, saya akan menanamkan saham diPerusahaan anda sebesar lima puluh persen Tuan ",, kata Christian kepada Denzel sambil mengambil kartu namanya Christian.


" Itu jika benar kalau Tevy adik kandung anda??, kalau tidak bagaimana?? ",, tanya Denzel kepada Christian.


" Saya tetap akan menanamkan saham diPerusahaan anda Tuan, sebab anda begitu baik sekali kepada kami, dan mau membantu kami, walau hasilnya tidak seperti yang kami inginkan ",, jawab Christian kepada Denzel.


" Simpanlah saja uang anda itu Tuan Christian, saya lebih memilih Tevy daripada saham anda itu Tuan, karena bagi saya Tevy melebihi uang yang ada didunia ini, apalagi dia sedang mengandung anak saya, darah daging saya, dan itu langsung empat sekaligus ",, kata Denzel kepada Christian sambil menatap Tevy dengan tatapan yang penuh cinta.


Dan Christian bisa melihat sendiri, jika Denzel terlihat sangat mencintai Tevy dengan sangat dalam sekali.


Christian berjanji walau Tevy bukanlah adik kandungnya, dia tetap akan terus bekerjasama dengan Denzel, dan akan tetap menanamkan sahamnya kePerusahaannya Denzel.


Sebab fikir Christian, Denzel patut mendapatkan hal itu semua, dan Christian juga berfikir jika Denzel tidak seperti apa yang dibicarakan oleh para kalangan pembisnis.


Jika Denzel orangnya begini dan begitu yang sangat melekat sekali didalam dirinya Denzel.


Bagi Christian, jika Denzel adalah orangnya baik, namun tertutup dengan karakter dingin, angkuh, sombong dan kejamnya itu.


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲...


Yang menunggu hasil tes DNAnya keluar, sabar dongπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2