My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 53


__ADS_3

Tevy yang melihat jika pelayan yang ada dimansionnya Denzel membawakan makanan kedalam kamarnya Denzel pun, dia juga masih diam saja tanpa berbicara sama sekali dan hanya memperhatikan saja.


Sedangkan Denzel dia langsung saja mendorong troli makanan itu supaya bisa lebih dekat dengan ranjang tempat Tevy tiduran.


" Ayo Tevy, kamu harus makan dulu ",, kata Denzel kepada Tevy.


Tevy lalu mencoba duduk dari tidurannya, dan Denzel yang melihatnya dia langsung saja membantu Tevy untuk menyiapkan bantal dipunggung badannya Tevy supaya Tevy lebih nyaman saja dalam duduknya.


" Ini makanan yang sangat baik sekali untuk kamu Tevy, aku suapin ya ",, kata Denzel lagi dan masih menggunakan kata aku kepada Tevy.


Tevy tetap masih mode diam terus daritadi, serta Tevy juga menurut-menurut saja dengan apa kata Denzel.


Dan Tevy dia lalu membuka mulutnya ketika Denzel menyodorkan satu sendok makanan kepadanya.


Dengan telaten, Denzel menyuapi Tevy, namun ketika baru lima sendok masuk kedalam mulutnya Tevy, sama seperti sebelumnya kemarin ketika masih ada dipanti.


Tiba-tiba Tevy langsung berlari kearah kamar mandi, dan memuntahkan semua makanan itu dengan cukup parah, itulah mengapa Tevy selama dua minggu belakangan ini dia sampai tidak kuat untuk berbuat apa-apa.


Denzel cukup terkejut dengan Tevy yang tiba-tiba turun dari atas ranjang dan berlari menuju kedalam kamar mandi, langsung muntah-muntah seperti itu.


Denzel yang melihatnya dia langsung saja semakin khawatir sekali dengan keadaannya Tevy.


Dan Denzel langsung juga mendekati Tevy yang sedang memuntahkan semua makanan yang tadi masuk kedalam mulutnya.


Walau sedikit jijik, namun Denzel tetap tahan, karena rasa cintanya dan rasa khawatirnya lebih besar kepada Tevy.


" Tevy kamu kenapa??, kenapa kamu muntah-muntah seperti ini??, apa selama dua minggu ini kamu sering muntah-muntah begini jika makan?? ",, tanya Denzel dengan panjang lebar kepada Tevy.


Dan Tevy dia hanya bisa mengangguk lemas saja kepada Denzel, sambil bersandar didinding kamar mandi, dengan sambil memejamkan matanya, karena dia merasa pusing sekali dikepalanya.


" Apa sudah selesai??, kalau sudah kita kembali keranjang ",, kata Denzel kepada Tevy, dan Tevy dia hanya mengangguk pelan saja kepada Denzel.

__ADS_1


Denzel yang melihat anggukannya Tevy, tanpa menunggu lama dia langsung saja menggendong Tevy menuju keranjang lagi.


Ketika sudah sampai diranjang, Denzel lalu menyodorkan minuman yang tadi sudah koki mansionnya buatkan khusus untuk Tevy, yang katanya sangat bagus untuk ibu hamil.


Tanpa diduga oleh Denzel, Tevy langsung menghabiskan satu gelas minuman itu, dan Tevy merasakan jika minuman itu seperti bisa menetralisir rasa mual yang tadi dirasakannya.


Tevy yang sudah menghabiskan satu gelas minuman itu, dia langsung saja memberikan gelas kosongnya kepada Denzel, dan langsung juga merebahkan badannya diranjang lagi.


" Apa kamu tidak mau makan lagi Tevy?? ",, tanya Denzel kepada Tevy.


Dan Tevy dia hanya menggelengkan kepalanya sambil menutup matanya.


" Ya sudah tidurlah kalau begitu ",, jawab Denzel kepada Tevy, sambil mengusap lembut rambut kepalanya Tevy.


Sedangkan Denzel yang belum makan, dia lalu mendorong troli makanan itu menuju kemeja dekat dengan shofa untuk memakan makanannya disitu.


Sambil makan, Denzel juga sambil membuka laptopnya, dan Denzel tidak tahu saja, jika Tevy memperhatikannya terus daritadi dalam diamnya.


Biasanya Denzel jika membuka laptop, dia akan mengerjakan pekerjaannya, namun kali ini dia membuka laptop, hanya cuma ingin browsing seputar wanita hamil dan semua tentang kehamilan.


" Oh jadi sisuami jangan membuat istri yang sedang hamil tidak boleh stress, jangan banyak fikiran, harus dibuat bahagia, dan selalu perhatian serta selalu ada disampingnya ",, kata batinnya Denzel sambil mengangguk-ngangguk sediri dengan mulut yang penuh ketika membaca sebuah artikel didalam laptopnya.


Dan Tevy yang melihat Denzel seperti itu, entah kenapa dia tersenyum dalam diamnya. Sebab wajahnya Denzel terlihat lucu dimatanya.


Tevy setelah itu dia lalu mencoba memejamkan matanya lagi untuk tidur, dan sedangkan Denzel dia yang sudah selesai makan, dia langsung saja memanggil Faine menggunakan telefon kamarnya untuk mengambil troli makanannya.


" Faine, kamu harus menyediakan minuman yang seperti tadi untuk Tevy, karena dia sangat suka dengan minuman itu ",, kata Denzel kepada Faine yang sudah berada didepan kamarnya.


" Baik Tuan, nanti saya akan menyuruh koki yang ada disini untuk membuatkannya lagi ",, jawab Faine dengan ramah kepada Denzel.


Dan Denzel hanya mengangguk saja kepada Faine, setelah itu Faine langsung saja membawa troli makanan itu untuk dia bawa lagi kedapur.

__ADS_1


Setelah kepergian dari Faine, Denzel langsung saja masuk kedalam kamar mandi, untuk gosok gigi seperti rutinitasnya setiap akan tidur sambil menyiram muntahannya Tevy tadi.


" Beginikah rasanya menjadi suami siaga, tapi ko aku merasa seperti pembantu ya??, tapi tak apalah demi Tevy dan calon buah hatiku ",, kata Denzel sambil menyiram muntahannya Tevy, dan dia ternyata sama seperti bapak-bapak pada umunya yang sedang mengurus ibu hamil ( ngakak author bacanya ).


Dan ketika sudah selesai, Denzel langsung saja melangkahkan kakinya menuju keatas ranjang untuk menemani Tevy yang sudah memejamkan matanya.


Denzel yang sudah berada diatas ranjang, dia langsung saja membawa Tevy kedalam pelukannya untuk memberikan kehangatan dan kenyamanan kepada Tevy.


Dan Tevy dia masih sama seperti tadi hanya diam saja serta membiarkan saja ketika Denzel sedang memeluknya dengan erat.


Tevy tidak membalas pelukannya Denzel, dan juga dia tidak memberontak.


" Tidurlah yang nyenyak Tevy, aku akan selalu menjagamu dan anak kita ",, kata Denzel kepada Tevy sambil memeluk erat tubuhnya Tevy.


Ketika Denzel berkata seperti itu, entah kenapa dihatinya merasa sedikit menghangat, seperti menemukan kebahagiaan yang belum pernah dia rasakan dihidupnya.


Dan Tevy yang mendengar perkataannya Denzel, dia masih berfikir jika Denzel baik kepadanya, hanya karena dia sedang mengandung anaknya Denzel.


Dihatinya Tevy masih dipenuhi amarah untuk Denzel, jadi Tevy tidak bisa merasakan jika Denzel dia tulus perhatian kepadanya, sebab Denzel sudah jatuh cinta kepadanya dengan begitu dalam sekali.


Sedangkan kita berpindah tempat kekamarnya Cryill.


Cryill yang tadi ketika sudah selesai menelfon Mamahnya, dia fikirnya ingin tiduran sebentar sebelum makan malam, eh tapi dia malah tidur beneran.


Dan Cryill dia saat ini yang sudah tertidur tiba-tiba terbangun dari tidurnya, karena sedang bermimpi buruk.


" Sial, aku bermimpi rambut kepalaku sedang dibotakin sama bocah, dan Kak Denzel sama Tevy yang melihat aku tersiksa seperti itu, mereka hanya diam saja tidak membantuku malahan tertawa dengan begitu puasnya, jangan-jangan anak itu adalah anaknya Kak Denzel sama Tevy nanti?? ",, kata Cryill sambil berbicara sendiri dengan menampilkan wajah orang yang baru saja bermimpi buruk.


" Ini tidak bisa dibiarkan, enak saja dia akan menggunduli rambutku yang indah ini, tidak!!!, tidak boleh pokoknya, dan aku harus selalu waspada mulai saat ini ",, kata Cryill lagi dengan masih berbicara sendiri.


Begitulah Cryill ganteng-ganteng tapi kelebihan muatan diotaknya, anak dari Kakaknya saja belum lahir tapi Cryill sudah seperti mau persiapan perang, apa kabar nanti jika anaknya Denzel sudah besar.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2