
Pagi pun datang, sekitar pukul sembilan pagi Mamah Qiara dan Papah Carlson pun baru saja sampai dimansionnya Denzel.
Ketika Mamah Qiara dan Papah Carlson datang, mereka langsung saja disambut ramah oleh semua pekerja mansionnya Vicktor, termasuk Hendy dan juga Faine.
" Denzel dan Cryill dimana mereka berdua Hendy?? ",, tanya Mamah Qiara kepada Hendy yang sedang menunduk patuh kepada Nyonya besar dan Tuan besarnya itu.
" Tuan Denzel dan Tuan Cryill mereka masih didalam kamar mereka masing-masing Nyonya ",, jawab Hendy kepada Mamah Qiara.
" Disini sepertinya banyak barang yang berubah dan seperti tidak rapi seperti biasanya, apa kemarin terjadi sesuatu didalam mansion ini Hendy?? ",, tanya Papah Carlson kepada Hendy sambil mengamati didalam mansion.
" Benar Tuan, kemarin mansion ini diserang mendadak oleh musuh bisnisnya Tuan Denzel, dan Tuan Denzel dia terluka cukup lumayan didadanya karena terkena pisau ",, jawab Hendy kepada Papah Carlson.
Mamah Qiara dia langsung saja terkejut dan sedikit histeris mendengar anak sulungnya terluka seperti itu.
" Terus bagaimana keadaan dari Denzel Hendy?? ",, tanya Mamah Qiara lagi kepada Hendy.
" Sudah ditangani oleh Dokter Hugo Nyonya ",, jawab Hendy kepada Mamah Qiara.
" Apakah kamu tahu siapa dalang dari kekacauan ini?? ",, tanya Papah Carlson lagi kepada Hendy.
" Tahu Tuan ",, jawab Hendy kepada Papah Carlson.
" Nanti kamu jelaskan kepadaku, sekarang saya mau melihat Denzel dulu ",, jawab Papah Carlson kepada Hendy.
" Mari saya antar Tuan ",, jawab Hendy lagi kepada Papah Carlon.
Dan mereka bertiga yaitu Papah Carlson, Hendy dan juga Mamah Qiara langsung saja berlalu menuju kelantai dua lantai dimana kamarnya Cryill dan Denzel berada.
Yang pertama mereka tuju adalah kamarnya Denzel terlebih dahulu.
Ketika Hendy mengetuk pintunya dan mendengar suara masuk dari dalam kamarnya Denzel, Hendy langsung saja membukakan pintu tersebut untuk Papah Carlson dan juga Mamah Qiara.
" Kalau begitu saya permisi dulu Tuan, Nyonya ",, pamit dari Hendy kepada Papah Carlson dan juga Mamah Qiara ketika mereka sudah masuk kedalam kamarnya Denzel.
Papah Carlson dan Mamah Qiara hanya mengangguk saja kepada Hendy.
Denzel yang melihat kedua orang tuanya masuk kedalam kamarnya, dia dibuat sangat terkejut sekali dengan kunjungan mendadak dari kedua orang tuanya itu.
Sebab Denzel belum bisa menemukan Tevy, jadi Denzel takut ketahuan jika Denzel tidak menikah dengan Tevy.
__ADS_1
" Mamah, Papah ",, kata Denzel kepada kedua orang tuanya dengan menampilkan wajah terkejutnya itu.
" Kenapa terkejut!!??, salah siapa dari semalam ditelefon Mamah bukannya diangkat malah dimatikan, dan sekalinya Mamah telefon lagi, nomor kamu sudah tidak aktif, dasar kamu ya ",, jawab Mamah Qiara dengan nada yang sedikit gemas kepada Denzel.
" Ada apa dengan wajah kamu itu Denzel??, sepertinya sedang ketakutan seperti itu?? ",, tanya Papah Carlson kepada Denzel.
" Tidak, Denzel tidak ketakutan, cuma terkejut saja ada Mamah sama Papah disini ",, jawab Denzel dengan santai kepada Papahnya.
" Terus maksudnya??, kamu tidak suka begitu jika ada Mamah sama Papah disini??!! ",, tanya Papah Carlson lagi kepada Denzel.
" Ya bukan seperti itu juga Papah, terserah Papah sajalah ",, jawab Denzel kepada Papahnya dengan nada juteknya seperti biasanya.
Papah Carlson dia lalu mendekat kearahnya Denzel ketika mendengar jawabannya Denzel yang jutek seperti itu, dan disaat sudah berada disampingnya Denzel yang sedang duduk bersandar disandaran ranjang itu, Papah Carlson langsung saja menjewer telinganya Denzel dengan cukup kencang sekali.
" Aduuuuhhh!!, kenapa Papah menjewer telinga Denzel ",, kata Denzel kepada Papah Carlson sambil mengusap telinganya yang tadi dijewer oleh Papah Carlson.
" Itu hukuman untuk kamu karena sudah membuat berita pernikahan palsu kamu itu yang juga sudah tersebar dimana-mana ",, jawab Papah Carlson kepada Denzel.
" Papah sudah tahu?? ",, tanya Denzel kepada Papah Carlson.
" Iya kami sudah tahu Nak, memangnya kamu bisa sepintar ini dari siapa, jika tidak menurun dari kami ",, bukan Papah Carlson yang menjawab, melainkan Mamah Qiara.
" Iya Mah, dan Pah tolong Denzel untuk mengerahkan semua anak buah Papah untuk mencari keberadaannya Tevy ",, kata Denzel kepada Papah Carlson.
" Apa kamu mencintainya??, jika tidak untuk apa Papah membantumu mencarinya ",, jawab santai dari Papah Carlson kepada Denzel sambil berjalan kearah jendela kamarnya Denzel yang belum dibuka gordennya itu.
" Ciee elah anak Mamah karatan ini sedang jatuh cinta rupanya ",, goda Mamah Qiara dengan tiba-tiba kepada Denzel.
Membuat Denzel langsung saja melirik sebal kearah Mamahnya.
Sebab sifat dan watak dari Mamahnya sebelas dua belas dengan Cryill adiknya.
Dan jika Denzel berjalan berdua dengan Mamahnya, dia sering dikira adiknya Mamah Qiara, bahkan lebih parahnya lagi ada yang mengira jika Denzel adalah selingkuhannya Mamah Qiara, atau Denzel doyannya dengan tante-tante dan masih banyak lainnya.
Karena Mamah Qiara dia sangat pandai sekali merawat wajah dan juga tubuhnya, jadi diumurnya yang sudah lima puluh tahun, Mamah Qiara masih terlihat seperti berumur empat puluh tahunan.
" Kamu tidak bisa menjawabnya kan ",, kata Papah Carlson lagi ketika melihat Denzel hanya diam saja.
Padahal aslinya Papah Carlson sudah bisa menebak jika Denzel putra sulungnya itu sedang jatuh cinta dengan gadis yang bernama Tevy.
__ADS_1
Dan dengan diam-diam juga Papah Carlson sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaannya Tevy yang sangat sulit ditemukan.
Papah Carlson sebenarnya juga sangat penasaran sekali dengan Tevy, sebab Tevy bisa membuat anak sulungnya yaitu Denzel sampai tergila-gila kepadanya.
Papah Carlson sudah mencari semua data-data dan semua foto-fotonya Tevy didalam komputer, namun Papah Carlson tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari orang suruhannya itu.
Sebab semua data-datanya Tevy sudah Tevy hack dengan sangat rapi sekali.
Dan itu membuat Papah Carlson semakin penasaran saja, siapa itu Tevy dan kenapa semua data-datanya tidak bisa diambil didalam komuputer.
Apalagi ditambah semua rekan bisnisnya mengetahuinya jika Denzel sudah menikah dengan Tevy.
Alhasil Papah Carlson harus segera menemukan Tevy, dan membuat Tevy menjadi istri sesungguhnya untuk Denzel.
Supaya nama baiknya tidak tercoreng dikalangan pembisnis, jika ketahuan Denzel tidak beneran menikah dengan Tevy.
Dan Papah Carlson juga takut dianggap cuma ingin menaikkan popularitasnya saja dengan cara membuat berita tentang pernikahan palsu anak pertamanya yaitu Denzel.
Walau cuma berada didesa wajar saja jika Tevy sangat sulit ditemukan keberadaannya, sebab Tevy tidak pernah keluar sama sekali dari dalam panti asuhan.
Tevy menghabiskan waktunya setiap harinya didalam panti asuhan bersama anak-anak panti dan tidak pergi kemana-kemana.
Sebab Tevy sangat tahu, jika dia keluar satu langkah saja dari dalam panti asuhan, itu sangat riskan sekali dan juga memudahkan anak buahnya Denzel bisa menemukannya.
Dan jika barang-barang kebutuhan pribadinya habis, Tevy akan menitip dengan Mamah Orlin ketika Mamah Orlin pergi belanja kepasar.
" Fikirkan dulu, apakah kamu mencintainya atau tidak, nanti setelah tahu jawabannya beritahu kepada Papah, dan Papah lalu akan putuskan mau membantumu atau tidak ",, jawab Papah Carlson lagi kepada Denzel.
Dan setelah itu Papah Carlson langsung berlalu keluar dari dalam kamarnya Denzel untuk melihat putra keduanya yaitu Cryill.
Tinggallah Mamah Qiara saja berdua bersama Denzel didalam kamar itu.
" Cantik tidak sih gadis itu??, hingga membuat Denzelnya Mamah yang wajahnya seperti kerupuk belum digoreng bisa menjadi kerupuk basah terkena air??, lembek ",, kata aneh dari Mamah Qiara kepada Denzel sama seperti Cryill dengan diselingi suara tawa yang menyebalkan didengar oleh telinganya Denzel.
" Dia seperti minyak goreng panas Mah, jika Denzel berada didekatnya bisa langsung mengembang ",, jawab Denzel dengan nada super juteknya kepada Mamahnya.
Mamah Qiara langsung saja tertawa lepas ketika melihat wajah juteknya Denzel seperti itu sambil menjawab pertanyaannya tadi.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
...***TBC***...