
Sedang kita geser kePangeran kita siapa lagi kalau bukan Christian.
Christian dan Milka setelah menghadiri pernikahan dari Cryill dan Causa tadi, mereka memilih untuk langsung pulang saja kerumah barunya Milka yang super mewah itu.
Didalam mobil tadi Christian terlibat perbincangan hangat dengan Milka.
" Tidak aku sangka Cryill yang nyeleneh itu akan menikah terlebih dulu dariku ",, kata Christian kepada Milka.
Milka langsung saja tertawa lucu ketika mendengar perkataan dari Christian.
" Kamu ini sembarangan saja jika berbicara ",, kata Milka kepada Christian.
" Tapi memang betul sih, aku kira jika Cryill akan menikah untuk beberapa tahun lagi, tahu-tahunya malah nikahnya duluan dia ",, lanjut lagi perkataan dari Milka kepada Chrstian.
" Rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera menikah denganmu sayang, seperti Cryill dan Causa tadi ",, kata Christian kepada Milka.
" Iya, dan semoga acara pernikahan kita dilancarkan oleh Tuhan ya sayang ",, jawab Milka kepada Christian.
" Aamiin ",, kata Cristian mengaamiinin perkataan dari Milka.
" Dan tadi kamu panggil aku apa Milka??, bisa diulangi lagi tidak, sepertinya tadi telingaku tidak mendengar?? ",, kata Christian kepada Milka sambil berpura-pura mengorek telinganya.
" Apaan sih ",, jawab Milka dengan malu-malu kepada Christian.
Christian pun langsung saja tertawa lucu ketika melihat wajah memerah dari Milka ketika digodanya seperti itu.
Setelah mobil yang Christian kendarai sampai dirumah barunya Milka, Christian dan Milka langsung saja turun dari dalam mobil dan langsung juga segera masuk kedalam rumah.
Mamah Odelia yang kebetulan sedang menonton televisi dia mendengar suara Christian berada diruang tamu, membuat Mamah Odelia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk mendekati Christian.
" Eh ada Nak Christian ",, kata Mamah Odelia kepada Christian ketika sudah sampai diruang tamu.
" Mamah, Mamah sehat?? ",, kata Christian kepada Mamah Odelia.
Dan Christian pun sudah memanggil Mamah Odelia dengan panggilan Mamah, karena permintaan dari Mamah Odelianya sendiri.
__ADS_1
" Sehat, yuk kita keruang keluarga saja, kenapa malah duduk diruang tamu ",, kata Mamah Odelia kepada Christian.
" Kamu Milka, jika Nak Christian datang, ajak dia keruang Keluarga saja, ini kan rumah dia, kenapa dia diperlakukan seperti tamu sih ",, omel dari Mamah Odelia kepada Milka.
" Tidak apa-apa Mah, tadi saya sendiri ko yang ingin duduk disini ",, sahut dari Christian yang merasa kasihan ketika Milka diomeli oleh Mamahnya.
Setelahnya mereka bertiga langsung saja berjalan menuju keruang Keluarga untuk berbincang sebentar.
Dirumah itu pun juga ada Ayah Iram yang baru saja pulang dari bekerjanya, ketika Ayah Iram yang baru saja keluar dari dalam kamar dan melihat Christian datang, dia pun langsung saja ikut bergabung dengan Christian, Mamah Odelia dan juga Milka.
Christian juga sudah memanggil Ayah Iram dengan panggilan Ayah, sama seperti Milka dan juga Vince.
Geser kemansion Denzel lagi, namun bukan ingin membahas Denzel dan Tevy, melainkan ingin membahas Mamah Qiara dan juga Papah Carlson.
Mamah Qiara dan juga Papah Carlson yang tadi baru saja sampai dimansion Denzel.
Mereka berdua langsung saja masuk kedalam kamar mereka untuk berganti baju sekaligus untuk beristirahat sama seperti yang lainnya.
" Aah rasanya kakiku capek sekali daritadi berdiri terus ",, kata Mamah Qiara sambil duduk dishofa yang ada didalam kamar.
" Tentu saja senanglah Pah, Causa anaknya baik, cantik pula dan dia juga sepertinya tidak wanita yang matrealistis yang bisanya memoroti uang Cryill saja ",, jawab Mamah Qiara kepada Papah Carlson yang sedang melepaskan kancing kemejanya.
" Iya, betul apa kata Mamah, Causa memang wanita yang baik, dan juga dari keluarga yang baik pula ",, jawab dari Papah Carlson kepada Mamah Qiara.
" Dan Papah lebih setuju jika Cryill dengan Causa daripada dengan Khafita ",, sambung lagi perkataan dari Papah Carlson kepada Mamah Qiara.
Perkataan dari Papah Carlson yang terkahir membuat Mamah Qiara menjadi sangat terkejut sekali ketika mendengarnya.
" Papah tahu tentang Khafita dan Cryill?? ",, tanya Mamah Qiara kepada Papah Carlson sambil menunjukkan wajah keterkejutannya.
" Papah tahu semuanya apa yang terjadi dengan Cryill dan Khafita, namun Papah memilih diam saja ",, jawab Papah Carlson kepada Mamah Qiara.
" Akan tetapi jika Cryill sampai memilih Khafita untuk dinikahinya, baru Papah akan bertindak, sebab Papah tidak mau jika Cryill mempunyai istri yang cacat yang pastinya tidak akan bisa memberikannya kepuasan lahir dan batin ",, sambung lagi perkataan dari Papah Carlson kepada Mamah Qiara.
Terdengar menyakitkan perkataan dari Papah Carlson, akan tetapi memang seperti itulah sifat dari Papah Carlson.
__ADS_1
" Tapi untungnya Cryill dan Khafita tidak berjodoh, jadi Papah sedikit senang, karena Papah tidak perlu bertengkar dulu dengan Cryill ",, lanjut lagi perktaan dari Papah Carlson kepada Mamah Qiara.
Sungguh Mamah Qiara tidak terlalu terkejut juga ketika mendengar perkataan dari suaminya itu.
Sebab bagaimanapun juga Mamah Qiara sangat tahu sekali, jika sang suami akan selalu memantau kedua anak-anak mereka dengan sangat baik walau mereka sudah pada dewasa dari para orang suruhannya.
" Jika seumpama Cryill berjodohnya dengan Khafita, bukan dengan Causa, apakah Papah malu juga mempunyai menantu seperti Khafita?? ",, tanya Mamah Qiara kepada Papah Carlson.
" Jika Khafita cacat seperti sekarang, tentu saja Papah akan malu sama semua kolega Papah dan rekan bisnis Papah Mah, tapi jika dia sudah bisa berjalan seperti sedia kala, pastinya Papah tidak akan malu, karena Khafita juga dari keluarga baik-baik ",, jawab dari Papah Carlson kepada Mamah Qiara.
" Walau Khafita bisa sembuh, tapi akan sampai kapan Cryill harus menunggu kesembuhan itu, pastinya Papah akan menyuruh Cryill untuk memutuskan Khafita ",, sambung lagi perkataan dari Papah Carlson kepada Mamah Qiara.
" Sebab Papah tidak mau membuat Cryill termakan usia untuk mengurusi Khafita yang cacat itu Mah, dan untung saja pada waktu itu Mamah menantang Cryill untuk menikahi Causa ",, kata Papah Carlson lagi kepada Mamah Qiara.
Hanya Mamah Qiara yang tahu seberapa kerasnya sifat dari Papah Carlson.
Jadi ketika Papah Carlson berbicara seperti itu tentang Khafita dan Cryill, Mamah Qiara sudah tidak terkejut lagi.
" Sebenarnya Papah juga tahu, jika Cryill tidak mencintai Causa, dan Cryill hanya menggoda Causa saja, akan tetapi untuk melupakan Khafita Papah menyetujui saja pernikahan ini supaya Cryill bisa segera melupakan Khafita ",, kata Papah Carlson lagi dan lagi kepada Mamah Qiara yang hanya diam saja daritadi.
" Sekarang Papah bisa tenang, sebab yang dinikahi Cryill bukanlah Khafita melainkan Causa ",, sahut dari Mamah Qiara kepada Papah Carlson.
" Iya Mamah benar, dan Cryill harus bisa menerima Causa sebagai istrinya, jika Cryill sampai mempermainkan Causa atau pernikahannya, Papah tidak akan segan-segan untuk memberikan hukuman kepadanya ",, jawab Papah Carlson kepada Mamah Qiara.
Setelahnya Papah Carlson memilih untuk melangkahkan kakinya menuju kedalam kamar mandi.
Sedang Mamah Qiara sendiri sepeninggalan dari Papah Carlson, dia langsung termenung sejenak untuk memikirkan percintaan dari Cryill.
" Untung saja kamu memilih Causa Nak, jika tidak pastilah akan ada perdebatan antara kamu dan Papah kamu ",, kata Mamah Qiara untuk Cryill yang sedang asik naik pesawat dengan Causa.
" Walau Mamah tahu jika kamu masih ada sedikit cinta untuk Kahfita, tapi kamu bukan tipe laki-laki yang terpuruk dengan satu perempuan, itulah mengapa kamu mau melanjutkan saja sandiwaramu itu dengan Causa yang akhirnya membuat kalian berdua berjodoh seperti sekarang ",, kata Mamah Qiara lagi untuk Cryill.
" Semoga pernikahan kalian berdua langgeng hingga maut yang memisahkan ",, doa tulus dari Mamah Qiara untuk pernikahan Cryill dan Causa.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
...***TBC***...