My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 197


__ADS_3

Jika diSwedia sedang pada mengadakan pesta meriah untuk Denzel dan Tevy.


Berbeda lagi diNegara Barbados sana.


Walau siaran tentang Princess Moana disiarkan ditelevisi secara live yang disiarkan diseluruh saluran televisi yang ada didunia, namun Vince yang ada diBarbados sana dia tidak sempat menonton televisi sebab dia sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya.


Jika diSwedia tempat diadakannya pesta resepsi pernikahan Denzel dan Tevy lagi sekitar jam tujuh malam, berarti diBarbados tempat Vince berada masih jam satu siang.


Sebab Negara Swedia lebih cepat enam jam dari Negara Barbados.


Vince yang larut dalam pekerjaannya tiba-tiba saja dia merasakan lapar diperutnya, dan dia lalu memutuskan untuk makan siang dulu seadanya yang ada didalam rumah tempatnya tinggal sekarang.


Didalam rumah itu cuma ada mie instan yang semalam para teman-temannya beli.


Dan Vince yang malas keluar rumah dia memilih membuat mie instan itu untuk dirinya saja, sebab kedua temannya sedang berada diproyek untuk bekerja.


Vince yang sudah selesai makan dia memilih untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan lagi pekerjaannya.


Vince akhirnya tertidur hingga waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, karena mendengar suara berisik yang sedikit gaduh yang disebabkan oleh kedatangan dari kedua teman-temannya yang baru saja pulang itu.


Hari itu Vince memang tidak mengunjungi proyek, karena dia belum menyelesaikan skema gambar yang sedang dibuatnya sejak kemarin.


" Kalian sudah pada pulang?? ",, kata Vince kepada kedua temannya.


" Apakah kedatangan kami membuatmu terbangun Vince?? ",, tanya dari Liam kepada Vince.


" Tidak apa ",, jawab Vince kepada Liam sambil berusaha duduk dari rebahannya.


" Jika masih capek istirahatlah, kami tahu semalam kamu tidak tidur sama sekali Vince ",, kata Abram juga kepada Vince.


" Tidak apa-apa, aku juga sudah lebih dari cukup beristirahatnya, baiklah aku mau mandi dulu kalau begitu ",, kata Vince kepada Liam dan juga Abram.


Abram dan Liam pun mereka berdua hanya mengangguk saja kepada Vince.


Abram dan Liam mereka sudah berteman dengan Vince sudah cukup lama sekali, sejak pertama kali mereka masuk kerja diPerusahaan yang sama.


Mereka bertiga seumuran, namun diantara mereka bertiga yang sudah menikah adalah cuma Abram saja.


Abram sudah mempunyai seorang istri dan anak perempuan yang masih berumur dua tahunan.

__ADS_1


Sedang Liam dia sudah mempunyai seorang tunangan dan akan segera menikah jika dia sudah pulang dari Barbados nanti.


Namun berbeda dengan Vince, dia yang jomblo sendiri, jangankan tunangan, kekasihpun dia belum punya.


Vince yang sudah masuk kedalam kamarnya, dia langsung saja mandi sore didalam kamar mandi yang ada didalam kamar sekaligus merilaxkan otaknya yang masih sedikit tegang karena terlalu banyak berfikir.


Sedangkan kita berpindah tempat, tepatnya dirumah yang cukup mewah yaitu rumah milik Delania.


Mamah Clara yang ingin memanggil Khafita yang sedang berada didalam kamar, dia langsung saja masuk saja seperti biasanya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Apakah kamu tidak bosan Nak cuma melamun saja seperti ini setiap hari?? ",, tanya Mamah Clara kepada Khafita sambil berjalan mendekati Khafita yang sedang melamun didepan jendela kaca yang sangat besar itu.


" Apakah ada hal lain yang bisa Fita kerjakan selain ini Mah?? ",, tanya Khafita kepada Mamah Clara.


" Apakah kamu masih mencintai Nak Cryill??, kenapa kamu selalu memandangi fotonya setiap hari?? ",, tanya dari Mamah Clara ketika sudah sampai disampingnya Khafita.


" Masih Mah, tapi Fita sadar diri Mah, siapalah Khafita??, apakah pantas bersanding dengan Cryill dari Keluarga Maverick yang sangat terpandang diNegara kita itu?? ",, jawab Khafita kepada Mamahnya.


" Lebih baik Fita mundur daripada harus melihat Keluarga Cryill dipermalukan jika mempunyai menantu yang cacat seperti Fita ",, lanjut lagi perkataan dari Khafita kepada Mamahnya.


" Tapi sakit dikaki kamu masih bisa disembuhkan sayang, kamu jangan bilang seperti itu?? ",, kata Mamah Clara sambil duduk dikursi yang ada disamping Khafita.


" Dokter kemarin sudah menyatakan jika operasi yang terakhir itu berhasil sayang, kita cuma disuruh menunggu saja untuk melihat hasilnya, setelah itu kamu bisa melakukan terapi terus menerus sayang ",, kata Mamah Carla memberikan semangat kepada Khafita.


" Tapi semua itu masih abu-abu Mah, belum bisa kita prediksi kapan waktunya Fita sembuh ",, sahut Khafita kepada Mamah Carla dengan wajah yang seperti tidak punya gairah hidup.


" Sudahlah Nak jangan bersedih terus menerus, kita nikmati saja kehidupan ini dengan tenang, Mamah yakin dan percaya suatu saat kamu pasti bisa sembuh dan berjalan lagi seperti sedia kala ",, kata Mamah Carla terus menerus memberikan semangat kepada Khafita.


" Dan apakah kamu hari ini ingin ketaman lagi untuk melihat dunia luar seperti biasanya Khafita, sebab kemarin kamu sudah tidak ketaman kan?? ",, tanya dari Mamah Carla kepada Khafita.


" Iya Mah, Fita mau, dan tolong ambilkan Fita makeup dong Mah, sebab Fita tidak mau terlihat pucat wajahnya jika berada diluar ",, jawab Khafita kepada Mamah Carla.


Dan Mama Carla langsung saja mengambilkan makeup milik Khafita.


Singkat cerita Mamah Carla dan Khafita sudah berada ditaman yang biasa mereka datangi.


Disana seperti biasa, Khafita menyuruh Mamahnya untuk duduk sedikit menjauh darinya, sebab hanya seperti itulah yang bisa membuat Khafita sedikit tenang jika sendirian walau berada dikeramaian.


Ketika Khafita sedang melamun memandangi anak-anak yang sedang pada bermain, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang menghampirinya.

__ADS_1


Dan orang itu adalah Vince yang baru saja membeli sebuah makanan kaki lima yang ada disekitar taman tersebut.


" Bolehkah saya duduk disini?? ",, tanya Vince kepada Khafita sambil menunjuk kursi taman yang ada disebelah kursi rodanya Khafita.


Khafita masih sama seperti kemarin ketika pertama kali bertemu dengan Vince, hanya diam saja tidak menjawab perkataan dari Vince sama sekali.


Tanpa disuruh serta dipersilahkan pun Vince langsung saja duduk dikursi kosong tersebut.


" Apakah anda pernah mendengar??, jika akan ada pelangi setelah badai?? ",, kata Vince mencoba mengajak berbicara Khafita.


Khafita pun masih diam saja namun dia merespon perkataan dari Vince dengan mengangguk pelan.


" Begitulah roda kehidupan ",, kata Vince lagi kepada Khafita sambil memandang lurus kedepan.


" Jika saat ini kita berada diposisi yang paling terendah dalam hidup kita, percayalah dan yakin jika suatu saat ada masanya kita bisa bangkit dari keterpurukan itu, walau harus jatuh bangun dan merangkak dari nol lagi ",, sambung lagi perkataan dari Vince kepada Khafita.


" Apakah itu artinya orang seperti saya akan bisa merasakan pelangi kebahagiaan itu?? ",, sahut dari Khafita kepada Vince.


Vince yang mendengar Khafita menyahuti perkataannya, dan untuk pertama kalinya juga Vince bisa mendengar suara dari Khafita, Vince langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Khafita sambil tersenyum manis.


" Tidak ada hal yang tidak mungkin didunia ini Nona ",, jawab Vince kepada Khafita sambil tersenyum.


" Kalau seumpama anda ditakdirkan tidak bisa berjalan lagi, tapi cobalah untuk menikmati kehidupan anda saat ini yang belum tentu orang lain bisa merasakannya Nona ",, sambung lagi dari perkataan Vince kepada Khafita.


" Terpuruk dari keadaan bukanlah jalan keluar untuk menghadapi cobaan hidup, yang perlu kita lakukan adalah menghadapinya supaya kita bisa keluar dari masa keterpurukan itu ",, lanjut lagi perkataan dari Vince kepada Khafita.


Vince yang sedang berbicara seperti itu, tiba-tiba saja melihat uluran tangan dari Khafita, yang membuatnya sedikit bingung sambil menatap tangan Khafita.


" Khafita ",, kata Khafita memperkenalkan diri kepada Vince.


Vince yang mendengar Khafita memperkenalkan diri kepadanya, uluran tangan dari Khafita langsung saja disambut senang oleh Vince sambil memperkenalkan dirinya juga.


...πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„...


Mungkinkan perkenalan dari Khafita dan Vince akan berlanjut hingga kedepannya??πŸ€”.


Kita lihat dipart selanjutnya🀭.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2