
Sedang kita geser keDenzel dan juga Tevy.
Setelah kepergian dari para tenaga medis tadi, Tevy lalu mencoba untuk duduk dari rebahannya.
Dan Derral yang melihatnya, dia langsung saja bertanya kepada Tevy.
" Kamu mau apa Tevy?? ",, tanya Denzel kepada Tevy.
" Mau kekamar mandi, mau cuci muka dan mau buang air kecil ",, jawab Tevy kepada Denzel.
Denzel tanpa komando, dia langsung saja membantu Tevy untuk turun dari atas brankarnya itu.
" Sudah aku bisa sendiri, lagi pula selang infusnya juga sudah dilepas juga ko ",, kata Tevy kepada Denzel.
Dan memang selang infusnya Tevy baru saja dilepas oleh Dokter Sandra tadi ketika dia sedang visit keruang perawatannya.
Denzel hanya tersenyum manis saja kepada Tevy, dan setelah itu dia hanya memperhatikan Tevy yang sedang berjalan menuju kedalam kamar mandi.
" Hati-hati Tevy didalam kamar mandinya ",, kata Denzel kepada Tevy sambil duduk dipinggir brankarnya Tevy.
Sambil menunggu Tevy selesai dari dalam kamar mandi, Denzel lalu mencoba membuka ponselnya yang dari semalam tidak dia buka sama sekali.
Sungguh Denzel sangat terkejut sekali, ketika dia mendapatkan notifikasi berita yang sedang sangat viral saat itu, yaitu beritanya Christian dan juga Milka sahabatnya Tevy.
" Ini sepertinya kejadiannya malam tadi deh ",, kata Denzel sambil terus ngescroll berita yang ada didalam ponselnya.
" Tevy pasti belum tahu akan hal ini, entahlah bagaimana reaksinya jika dia sudah tahu?? ",, kata Denzel sambil menutup ponselnya lagi.
Dan disaat Denzel sedang berbicara sendiri seperti itu, tiba-tiba saja pintu ruang perawatannya Tevy terbuka dari luar, dan pelakunya adalah Cryill.
" Pagi Kak ",, sapa hangat dan bersahaja dari Cryill namun terlihat nampak berbeda diwajahnya Cryill.
" Bagaimana keadaannya Khafita?? ",, tanya Denzel dengan tiba-tiba kepada Cryill yang sedang langsung duduk dishofa yang ada didalam situ.
Wajah dari Cryill yang tadi dibuat tersenyum, tiba-tiba saja senyum diwajahnya langsung pudar ketika mendengar pertanyaan dari Denzel.
" Kakak tahu?? ",, tanya Cryill kepada Denzel.
Dan Denzel hanya mengangguk saja kepada Cryill.
" Dia ............... ",, perkataannya Cryill langsung terputus ketika dia melihat Tevy baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
" Eeh ada Cryill, sudah lama Cryill datangnya?? ",, tanya Tevy kepada Cryill, ketika dia sudah keluar dari dalam kamar mandi langsung melihat Cryill sudah duduk dishofa yang ada disitu.
" Baru saja Tevy ",, jawab Cryill kepada Tevy sambil tersenyum yang dipaksakan.
Tevy hanya menjawab perkataannya Cryill dengan tersenyum saja.
__ADS_1
" Denzel, kamu ko tega kepadaku??!! ",, kata Tevy kepada Denzel, ketika dia sudah berada didepannya Denzel.
" Ada apa?? ",, tanya Denzel kepada Tevy dengan bingung.
" Kamu tidak membawakan pakaian ganti untukku, terus aku ini pulangnya harus memakai pakaian ini begitu??!! ",, kata Tevy kepada Denzel sambil menunjuk pakaian rumah sakit yang dipakainya.
" Iya ini siCryill kenapa kemarin hanya mengambilkan baju untukku saja, tidak juga untuk Tevy!! ",, kata Denzel malah memarahi Cryill.
" Lho.......!!, ko Kakak menyalahkan Cryill, Kakak tidak berpesan kepada Cryill, ya mana Cryill tahu ",, jawab Cryill kepada Denzel dengan sedikit tidak terima ketika dia disalahkan begitu oleh Denzel.
" Sudah-sudah jangan berantem ini masih pagi juga, bikin pusing saja ",, kata Tevy mencoba melerai Denzel dan juga Cryill sambil berjalan kearah shofa yang sedang diduduki oleh Cryill.
" Berarti kalau sudah siang, malam atau sore boleh dong Tevy jika mau berantem ",, kata Cryill kepada Tevy yang sudah duduk dishofa seberangnya sambil tertawa simpul.
Tevy hanya melirik sebal kearahnya Cryill saja ketika dia mendengar perkataannya Cryill.
Dan Cryill dia langsung saja tertawa lucu ketika melihat lirikannya Tevy tadi.
" Lho Tevy kamu ko malah memilih duduk bersama Cryill, daripada bersamaku?? ",, kata Denzel kepada Tevy sambil turun dari atas brankarnya Tevy.
" Capek disitu terus, aku juga ingin menggerakkan badanku juga ",, jawab Tevy kepada Denzel.
" Kamu kesini tidak membawa makanan Cryill untuk kami?? ",, tanya Denzel kepada Cryill ketika dia sudah duduk disampingnya Tevy.
" Hehehe lupa Kak ",, jawab Cryill sambil tertawa garing karena merasa bersalah dan juga lupa.
Mendengar jawaban dan wajah yang seperti tidak berdosanya Cryill, Denzel langsung saja melempari Cryill dengan sandal yang dia pakai.
" Ya sudah sana beli makanan dulu, lapar ini perutku!! ",, perintah Denzel kepada Cryill.
" Uangnya Kak ",, goda Cryill kepada Denzel sambil menodongkan tangannya.
Denzel langsung saja melototkan matanya kepada Cryill, sedangkan Tevy dia hanya menikmati saja perdebatan dari Kakak beradik didepannya itu, sambil mengusap lembut perutnya yang sudah terlihat buncit sambil juga menyandarkan punggungnya kesandaran shofa.
Cryill langsung saja tertawa sambil langsung berdiri dari duduknya, ketika dia melihat mata Kakaknya seperti ini lepas dari tempatnya.
Namun ketika Cryill sudah membuka pintu ruang perawatannya Tevy, dia dikejutkan dengan kedatangan semua Keluarga Carrington yang baru saja sampai itu.
" Eeh Nak Cryill ",, kata Mamah Jovanka ketika dia berhadapan dengan Cryill persis dengan nada yang sedikit terkejut.
" Eeh Nyonya ",, kata Cryill juga kepada Mamah Jovanka.
Sedangkan Tevy dan Denzel yang mendengarnya, mereka langsung saja menolehkan kepala mereka kearah pintu.
" Silahkan masuk Tuan, Nyonya ",, kata Cryill kepada semua Keluarga Carrington.
" Nak Cryill sendiri mau kemana tadi?? ",, tanya Ayah Marson kepada Cryill.
__ADS_1
" Mau beli sarapan Tuan ",, jawab Cryill kepada Ayah Marson.
" Tidak perlu Nak, sini, kami sudah membawa banyak makanan untuk kita semua, karena kami tadi sengaja tidak sarapan dulu dirumah ",, kata Mamah Jovanka yang sudah duduk bergabung dengan Tevy dan juga Denzel.
Cryill langsung saja melangkahkan kakinya masuk lagi dan bergabung dengan mereka semua.
Mereka semua langsung saja memakan semua makanan yang jumlahnya cukup banyak itu bersama-sama.
Mamah Jovanka sengaja melebihi makanan yang dibawanya karena fikirnya supaya Denzel bisa menambah nantinya.
Namun diantara mereka semua, hanya satu orang saja yang tidak mau makan, dan orang itu adalah Christian.
Ayah Marson serta Mamah Jovanka yang melihatnya mereka berdua hanya membiarkannya saja.
Kecuali tidak dengan yang lain, mereka semua pada bingung dengan tingkahnya Christian yang memilih asik merebahkan badannya sambil memejamkan matanya dengan tangan yang dia taruh diatas dahinya.
" Kak Tian kenapa Mah?? ",, tanya Tevy kepada Mamah Jovanka.
" Dia sedang patah hati ",, jawab singkat dari Mamah Jovanka keapda Tevy.
" Kepada Poppy?? ",, tanya Tevy lagi kepada Mamah Jovanka.
" Bukan........, tapi kepada Milka?? ",, bukan Mamah Jovanka yang menjawab, melainkan Ayah Marson.
" Milka??, memangnya Milka kenapa Ayah?? ",, tanya Tevy kepada Ayah Marson.
" Karena Milka sudah mempunyai suami?? ",, jawab Ayah Marson kepada Tevy.
" Suami?? ",, ulang kata dari Tevy dengan bingung.
" Iya suami Nak, Milka sudah mempunyai suami kan?? ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy.
" Suami yang mana Mah?? ",, tanya Tevy lagi dan kali ini dia dibuat super-super bingung sekali.
Sedangkan yang lainnya mereka hanya mendengarkan saja perbincangan dari Tevy bersama Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka.
Begitupun dengan Christian yang berpura-pura menulikan telinganya ketika membahas suaminya Milka.
" Lho bukannya Nak Milka sudah mempunyai suami Nak?? ",, tanya balik dari Mamah Jovanka kepada Tevy.
" Belum Mah?? ",, jawab Tevy kepada Mamah Jovanka dan masih didengar oleh semua orang.
Dan Christian yang mendengar perkataannya Tevy itu, dia langsung saja menajamkan telinganya untuk mendengar jawaban lebih lanjut dari Tevy dengan posisi yang masih sama seperti tadi.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1