My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 109


__ADS_3

Setelah kepergian dari para petugas medis itu, Ayah Cedro, Mamah Carla dan juga Cryill mereka bertiga masih pada setia berdiri diluar ruangannya Khafita dan melihat Khafita dari balik jendela kaca besar yang tembus pandang itu.


" Ayah??,....... apa tadi yang dikatakan oleh Dokter kepada Ayah?? ",, tanya Mamah Carla kepada Ayah Cedro.


Namun Ayah Cedro dia hanya diam saja sambil menunduk dihadapannya Mamah Carla, sebab Ayah Cedro dia bingung harus menjawab bagaimana kepada Mamah Carla.


" Ayah....!!!, kenapa Ayah hanya diam saja!!, jawab Mamah!! ",, kata Mamah Carla kepada Ayah Cedro dengan sambil mengguncangkan kedua tangannya Ayah Cedro dengan suara yang sedikit bernada tinggi.


Tapi tetap, Ayah Cedro dia mimilih kekeh untuk diam saja tidak menjawab perkataannya Mamah Carla, walau Mamah Carla sudah sedikit membentaknya.


Dan Cryill pun, dia hanya bisa diam saja sambil menampilkan wajah sedihnya sambil juga memperhatikan Mamah Carla yang terlihat sangat sedih sekali seperti itu.


Mamah Carla yang tidak mendapatkan tanggapan dari suaminya, Mamah Carla langsung saja beralih kepada Cryill yang berdiri tidak jauh dari mereka.


" Nak............. tolong katakan kepada Tante, apa yang sebenarnya terjadi dengan Khafita anak saya ",, kata Mamah Carla kepada Cryill dengan nada yang terdengar sangat pilu sekali ditelinga Cryill.


Dan Cryill yang melihat wajah sedihnya Mamah Carla, dia seperti melihat Mamahnya sendiri, yaitu Mamah Qiara kalau dia ataupun Kakaknya yaitu Denzel mengalami hal yang serupa seperti Khafita.


Jadi sekuat tenaga, Cryill mencoba menjelaskan kepada Mamah Carla, bagaimana kondisinya Khafita.


Dan sebelum menjelaskan kepada Mamah Carla, Cryill terlebih dahulu melihat kearahnya Ayah Cedro, dan Ayah Cedro langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Cryill.


Namun Cryill tidak memperdulikan gelengan kepalanya Ayah Cedro, sebab Cryill memilih jalan yang lain, yaitu tetap memberitahukan perihal yang sebenarnya keadaannya Khafita kepada Mamah Carla.


" Khafita dia .......... ",, kata Cryill kepada Mamah Carla dengan sedikit menjeda perkataannya.


" Khafita dia kenapa Nak, cepat tolong beritahu kepada Tante... ",, paksa dari Mamah Carla kepada Cryill.


Dan Cryill lalu berbalik badan untuk melihat keadaannya Khafita yang masih terbaring lemas diatas brankar rumah sakitnya dengan begitu banyak selang yang berada ditubuhnya, walau Khafia dia tidak dalam keadaan koma, namun tetap saja Khafita harus mendapatkan penanganan khusus.


Cryill yang sudah menatap kearahnya Khafita dari balik jendela, kekasih yang baru semalam dia pacari, dia langsung saja menjelaskan kepada Mamah Carla, Mamah kandungnya Khafita tentang apa yang sudah disampaikan oleh Dokter Abilio tadi kepadanya dan juga Ayah Cedro.

__ADS_1


Dada dari Mamah Carla tiba-tiba serasa sesak ketika dia sudah mendengar cerita dari Cryill.


Sedangkan Ayah Cedro, dia masih tidak kuasa menahan air matanya, sambil ikut menatap kearahnya Khafita dari balik jendela besar itu sambil juga memeluk dan merangkul tubuh tua sang istri tercinta.


Semuanya Cryill sampaikan kepada Mamah Carla, karena bagaimanapun juga keadaan dari putri tercintanya Mamah Carla berhak tahu akan kondisinya Khafita.


Ketika sudah mendengar semua perkataannya Cryill, Mamah Carla, langsung saja terduduk lemas dikursi tunggu yang ada didepan situ, dengan air mata yang terus mengalir dari matanya yang terlihat sangat pilu sekali.


" Khafita anakku ",, kata Mamah Carla sambil menyebut namanya Khafita dengan air mata yang terus mengalir dari matanya.


Sedangkan dirumah sakit tempat Khafita bekerja, semua rekan kerja, terutama Sandra yang tadi menelfon Khafita mereka semua merasa sangat sedih sekali, ketika mendengar kabar jika Dokter cantik teman mereka harus mengalami kecelakaan yang begitu tragis sekali ketika akan berangkat kerumah sakit.


Dan mereka semua, teman sejawatnya Khafita sudah pada janjian ingin berbondong-bondong menjenguk Khafita yang masih terbaring lemas itu.


" Tuan, Tante...... ",, kata Cryill kepada kedua orang tuanya Khafita, yaitu Ayah Cedro dan mamah Carla.


Mamah Carla dan Ayah Cedro, mereka berdua langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Cryill.


" Bolehkah saya masuk dulu untuk menemui Khafita?? ",, tanya Cryill dan meminta persetujuan kepada Ayah Cedro dan Mamah Carla.


" Iya Nak, silahkan saja ",, jawab Ayah Cedro juga kepada Cryill.


" Terimakasih Tuan, Tante ",, jawab Cryill lagi kepada Ayah Cedro dan juga Mamah Carla.


Mamah Carla dan Ayah Cedro hanya mengangguk saja menanggapi perkataannya Cryill.


Dan setelah itu Cryill langsung saja berlalu masuk kedalam ruang perawatannya Khafita yang memang harus steril itu.


Cryill ketika sudah masuk kedalam ruang perawatannya Khafita, dia langsung saja duduk dikursi yang sudah disediakan disitu, disamping ranjangnya Khafita.


Dan Cryill langsung saja menggenggam tangan lemasnya Khafita ketika Cryill sudah duduk.

__ADS_1


" Selamat sore sayangku Khafita.... ",, sapa dari Cryill kepada Khafita dengan suara pelannya.


" Rencananya sore ini setelah pulang dari kantor, aku ingin mengajak kamu jalan-jalan kemana saja, tapi sayang takdir berkata lain kepada kita ",, sambung lagi perkataannya Cryill kepada Khafita sambil menatap wajahnya Khafita yang belum membuka matanya, karena efek bius pasca operasi tadi.


" Walau keadaan kamu seperti ini, aku berjanji aku akan selalu setia dengan kamu Khafita, percayalah denganku ",, lanjut lagi perkataannya Cryill sambil menundukkan kepalanya, karena tidak sadar Cryill reflek meneteskan air matanya ketika berkata seperti itu kepada Khafita.


" Jangan malu dengan keadaan kamu, aku akan tulus menerima keadaan kamu yang seperti ini, dan juga berjanji akan menemani kamu sampai kapan pun ",, kata Cryill lagi untuk Khafita sambil mencoba mendongakkan kepalanya menatap kearah wajah pucatnya Khafita.


" Maafkan aku yang tadi tidak sempat dan bisa mengantarkanmu berangkat kerumah sakit, sehingga akhirnya membuat kamu menjadi seperti ini ",, sambung terus perkataannya Cryill untuk Khafita yang sama sekali tidak bisa menjawab perkataannya sambil mengusap-usap terus tangannya Khafita.


" Ternyata kebahagiaan kita hanya semalam saja kita rasakan, karena kamu harus terbaring lemas seperti ini diatas brankar rumah sakit ",, sambung terus perkataannya Cryill.


" Andai aku tahu keadaannya akan begini, aku akan lebih memilih kamu dibandingkan dengan meetingku tadi ",, kata Cryill lagi dan lagi untuk Khafita.


Dan Ayah Cedro maupun Mamah Carla mereka berdua hanya bisa melihat saja apa yang dilakukan Cryill dari luar ruangan, tanpa tahu apa yang sedang dibicarakan oleh Cryill kepada anak mereka.


Tapi dari penglihatan mereka berdua, Cryill juga terlihat begitu terpukul ketika sedang mengajak berbicara dengan Khafita seperti itu.


Sebab Cryill duduknya menghadap kejendela besar yang tembus dari luar ruangannya Khafita.


" Aku akan sering menjenguk dan menungguimu disini, tunggulah aku, kalaupun aku pergi darimu, itu semata-mata karena aku hanya ingin pulang sejenak, apalagi nanti Kakak aku Denzel, bisa ngamuk jika tidak melihat atau tahu kabar dari adik tertampannya ini ",, kata Cryill lagi sambil tertawa kecil, sambil juga meneteskan air matanya.


Karena Cryill berbicara kepada Khafita, dia tertawa disela-sela menangisnya.


" Cepatlah sadar dan buka mata kamu lagi Khafita ",, kata Cryill untuk kesekian kalinya kepada Khafita.


Sungguh walau belum besar cintanya Cryill untuk Khafita, tapi Cryill ternyata sangat serius sekali dengan Khafita.


...🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱...


Itulah jalan yang dipilih oleh Cryill, jadi author hanya ngikut saja😂😂😂

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2