My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 130


__ADS_3

Pagi pun menjelang hampir semua orang sudah pada bangun dari tidur lelap mereka.


Begitupun dengan Denzel, sebenarnya Denzel dia sudah bangun sejak pukul empat pagi tadi.


Tapi berhubung hari masih gelap, Denzel yang dari semalam tidur dikursi samping brankarnya Tevy pun, lalu memilih ikut merebahkan badannya bersama Tevy dibrankar sebelahnya Tevy.


Tevy yang masih tertidur dengan sangat lelap sekali, dia sedikit tidak menyadari jika Denzel ikut merebahkan badannya disampingnya.


Dan Denzel yang sudah merebahkan badannya disampingnya Tevy, dia lalu mengusap-usap dan menyapa hangat calon keempat babynya itu dengan penuh sayang serta perhatian.


Namun semakin lama ketika Denzel merasa nyaman ketika tidur disampingnya Tevy, membuat matanya menjadi terlelap lagi, hingga sekarang waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


Dan Tevy serta Denzel terbangun pun, itu juga karena ada Dokter Sandra beserta para asisstannya visit keruang perawatannya Tevy.


" Selamat pagi Tuan dan Nyonya Maverick ",, sapa hangat dari Dokter Sandra kepada Tevy dan juga Denzel tadi ketika mereka sedang masih terlelap tidur.


Dan tadi ketika Dokter Sandra beserta para asisstannya sudah masuk kedalam ruang perawatannya Tevy, mereka semua melihat Denzel sedang memeluk mesra Tevy.


Tevy dan Denzel yang terganggu dengan suara ribut didalam ruang perawatannya Tevy, mereka berdua lalu berusaha mencoba untuk membuka matanya.


Dan ketika Denzel serta Tevy sudah membuka matanya, mereka langsung melihat sudah banyak para tenaga medis yang sedang berdiri mengerumuni mereka dengan bibir yang tersenyum ramah.


" Mohon maaf Tuan Denzel, Nyonya Tevy akan kami periksa dulu ya keadaannya ",, kata Dokter Sandra kepada Denzel dengan nada ramahnya.


Denzel hanya mengangguk saja kepada Dokter Sandra, dan setelah itu Denzel lalu memilih melangkahkan kakinya menuju kedalam kamar mandi.


Sedangkan Tevy, dia lalu mencoba membuka matanya lebih lebar lagi supaya dia bisa lebih memperhatikan setiap perkataan dan pemeriksaan dari Dokter Sandra.


Setelah beberapa menit memeriksa Tevy, dan melakukan prosedur cek up sesuai standart, akhirnya pemeriksaannya Tevy pun sudah selesai dikerjakan oleh Dokter Sandra.


Dan Denzel pun juga sudah keluar dari dalam kamar mandi sejak tadi, karena dia tadi cuma ingin mencuci muka saja.


" Iyaps, semuanya baik, semuanya normal, janinnya pun tumbuh dengan sehat Nyonya, Tuan ",, kata Dokter Sandra kepada Tevy dan juga Denzel.


Denzel dan Tevy mereka berdua masih diam saja sambil terus mendengarkan Dokter Sandra berbicara.

__ADS_1


" Dan hari ini Nyonya Tevy sudah saya perbolehkan pulang Tuan, nanti saya akan berikan surat yang menyatakan jika Nyonya Tevy sudah sehat, ditunggu saja ya Nyonya suratnya, dan nanti suratnya akan diantarkan oleh asisstan saya kesini ",, kata Dokter Sandra lagi kepada Tevy dan juga Denzel dengan ramah.


" Baik Dokter terimakasih ",, kata Tevy kepada Dokter Sandra sambil tersenyum.


Sedangkan Denzel hanya tersenyum formal saja sambil mengangguk kepada semua petugas medis itu.


" Kalau begitu kami permisi dulu ya Nyonya, Tuan ",, pamit dari Dokter Sandra kepada Tevy dan juga Denzel.


Denzel dan Tevy hanya mengangguk saja kepada para petugas medis itu sambil tersenyum tipis.


Dan setelahnya Dokter Sandra beserta para asisstannya, langsung saja berlalu pergi dari dalam ruang perawatannya Tevy menuju kedalam ruang pasien yang lainnya.


Sedangkan dipagi yang sama ditempat yang berbeda, lebih tepatnya dimansion megah miliknya Ayah Marson.


Saat ini Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka mereka berdua sedang bersiap-siap untuk datang kerumah sakit.


Ayah Marson dan Mamah jovanka, mereka berdua sedikit kesiangan bangunnya karena semalam tidur mereka yang terlarut malam sekali.


" Ayo Ayah, ini sudah jam tujuh pagi, kita mau sampai dirumah sakit jam berapa ini?? ",, kata Mamah Jovanka kepada Ayah Marson yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


Sedangkan Mamah Jovanka, dia sudah selesai mandi serta berganti baju, dan saat ini Mamah Jovanka sedang berhias didepan meja riasnya.


Ketika Mamah Jovanka sedang sibuk mamakai bedaknya, tiba-tiba saja telinga dia mendengar suara pintu kamarnya diketuk dari luar.


Mamah Jovanka pun langsung saja berdiri dari duduknya untuk segera membukakan pintu kamarnya.


Dan ketika pintu sudah dibuka oleh Mamah Jovanka, ternyata yang mengetuk pintu kamarnya adalah Charles yang baru saja datang bersama anak dan juga istrinya yang sedang menunggu diruang Keluarga.


" Charles kamu sudah datang??, ini Mamah sama Ayah kesiangan bangunnya?? '',, kata Mamah Jovanka kepada Charles.


" Iya ayo Mah cepetan, ini sudah jam tujuh lebih, takutnya nanti dijalan macet, dan Tevy sama Denzel mereka bisa menunggu kita kelamaan nanti ",, jawab Charles kepada Mamah Jovanka.


" Itu adik kamu bagaimana??, sudah bangun belum?? ",, tanya Mamah Jovanka kepada Charles.


" Tidak tahu Mah, nanti akan Charles lihat, sudah sekarang cepetan ya Mah, itu Natalie sama Nia sudah menunggu diruang keluarga ",, kata Charles lagi kepada Mamah Jovanka.

__ADS_1


" Mamah ini sudah siap, itu Ayah kamu sedang berganti baju, sudah sekarang kamu lihat siTian dulu yang sedang patah hati, nanti kita berkumpul diruang keluarga ",, jawab Mamah Jovanka kepada Charles.


" Ko patah hati??, memangnya siTian kenapa Mah??, sedih ya karena Poppy sedang dipenjara?? ",, tanya Charles kepada Mamah Jovanka.


" Aduh......bukan itu??, sudah Mamah jelaskan nanti saja ",, jawab Mamah Jovanka kepada Charles.


" Ok ",, kata Charles kepada Mamah Jovanka.


Dan setelah itu Charles langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Mamah Jovanka menuju kedalam kamarnya Christian yang ada dilantai dua.


Charles yang sudah sampai didepan kamarnya Christian, dia langsung saja mengetuk pintunya.


Dan ketika pintu sudah dibuka oleh Christian, Charles dibuat sedikit terkejut ketika melihat wajah berantakan dari Christian yang ada lingkaran mata panda, dan juga rambut serta wajah yang tidak seperti Christian biasanya.


" Apa kamu benar Christian?? ",, tanya Charles kepada Chrstian.


" Iya, ada apa Kak?? ",, tanya Christian dengan suara lemasnya sambil bersandar dipintu.


Ya, wajar saja jika Christian seperti itu, sebab semalam dia tidak bisa tidur, karena setiap kali Christian mencoba memejamkan matanya, selalu terbayang wajahnya Milka yang sedang tersenyum manis dan senang kepada Vince semalam.


Serta perasaan hati yang sedang sakit dari Christian, ketika dia teringat waktu Milka digendong mesra oleh Vince.


Itulah mengapa pagi itu Christian terlihat sangat menyeramkan sekali wajahnya ketika bangun tidur pagi itu.


Sebab semalam Christian dia baru bisa tidur dijam setengah enam pagi tadi.


" Itu Mamah sama Ayah menyuruh kamu untuk segera bersiap-siap dan kita akan segera kerumah sakit, cepetan!!!, mau Ayah semakin marah sama kamu Tian ",, kata Charles kepada Christian.


" Iya ",, jawab Christian dengan singkat kepada Charles, sambil berlalu masuk kedalam kamarnya dengan jalan yang sedikit lemas.


Charles sang Kakak yang melihat adiknya seperti tidak bersemangat seperti itu, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya saja dan setelah itu sebelum dia berlalu dari depan kamarnya Christian, Charles menutup pintu kamarnya Christian terlebih dahulu dari luar.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2