My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 108


__ADS_3

Kita bahas Cryill lagi yuk....


Ayah Cedro dan juga Cryill yang baru saja keluar dari dalam ruang kerjanya Dokter Abilio.


Ayah Cedro, dia langsung saja berdiam diri sejenak sambil mengusap kasar wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.


Kakaknya Khafita sendiri, dia sudah ditelefon dan dihubungi oleh Ayah Cedro jika adiknya baru saja mengalami kecelakaan.


Tapi sayangnya Kakaknya Khafita yang bernama Delania itu tidak bisa langsung pulang, sebab pekerjaannya sedang sangat menumpuk sekali, dan dia bisanya pulang satu minggu lagi.


Delania sendiri dia sangat sedih sekali, ketika mendengar kabar tersebut dari Ayahnya, namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, selain hanya doa yang bisa dia panjatkan untuk kesembuhan dari adik tercintanya itu.


Delania dia berselisih umur sekitar tiga tahun dari Khafita, jika Khafita berumur sama seperti Cryill yaitu dua puluh tujuh tahun, sedangkan Delania dia berumur sekitar tiga puluh tahunan.


Namun sangat disayangkan sekali, Delania dia lebih memilih karirnya daripada urusan percintaannya, jadi sampai umur dia yang sudah menginjak kepala tiga, dia belum menikah serta belum mempunyai kekasih sama sekali.


Ayah Cedro yang sedang kalut seperti itu, karena bingung harus mengatakan bagaimana kepada Mamah Carla pun, tiba-tiba saja dia mendengar ponselnya yang ada didalam saku celananya berdering dan juga bergetar.


Dengan segera Ayah Cedro langsung saja mengambil ponselnya untuk melihat siapakah yang sedang menelfonnya.


Melihat nama anak pertamanya Delania, Ayah Cedro dia langsung saja mengangkat sambungan telefon tersebut.


" Halo Ayah?? ",, kata Delania kepada Ayahnya.


Sedangkan Cryill dia masih setia menemani Ayah Cedro sambil berdiri dengan jarak yang tidak terlalu dekat namun tidak terlalu jauh juga dengan Ayah Cedro.


" Halo Nak ",, jawab Ayah Cedro dengan suara lemasnya kepada Delania.


" Ayah bagaimana keadaan dari adik?? ",, tanya Delania kepada Ayah Cedro dengan suara yang sangat khawatir sekali.


Dan memang Delania dia memanggil Khafita dengan panggilan adik, serta Delania dia memiliki sifat yang sangat ngemong serta dewasa sekali.


Ayah Cedro yang mendengar pertanyaan dari Delania, dia reflek langsung saja mengeluarkan air matanya, dan langsung saja dengan segera mengusap air matanya yang menetes itu.

__ADS_1


" Adik kamu dia???....... dia.......... ",, kata Ayah Cedro dengan sedikit terbata-bata dan susah dalam menyampaikannya kepada Delania tentang keadaannya Khafita.


" Adik kenapa Ayah, adik Nia kenapa??? ",, tanya Delania lagi kepada Ayah Cedro dengan sangat tidak sabaran dan juga tambah khawatir lagi dengan keadaan dari adiknya yaitu Khafita.


Ayah Cedro dengan suara serak, sedih, lemas, dan sedikit terbata, dia langsung saja menjelaskan kepada Delania sama persis dengan apa yang tadi disampaikan oleh Dokter Abilio kepadanya, tentang apa yang dialami oleh Khafita.


Sungguh Delania, sangat syok, terkejut dan tidak menyangka jika sang adik tercintanya akan mengalami nasib yang sangat buruk sekali diumurnya yang masih sangat muda seperti itu, karena kecelakaan yang baru saja dialaminya itu.


" Aaa....a...apakah tidak ada jalan keluarnya Ayah untuk kesembuhannya adik?? ",, tanya Delania lagi kepada Ayah Cedro dengan terbata-bata juga, karena masih syok.


" Entahlah, kalaupun ada, pastinya akan membutuhkan waktu yang sangat lama sekali Nia untuk penyembuhannya ",, jawab Ayah Cedro kepada Delania.


" Nia akan mencoba tanyakan kepada beberapa rumah sakit terbaik yang ada disini Ayah, apakah mereka bisa menangani masalah seperti adik ",, kata Delania lagi kepada Ayah Cedro.


" Ya Nia, tolong usahakan ya Nak, Ayah sungguh sangat tidak tega sekali melihat keadaan dari adik kamu yang sedang seperti ini sekarang ",, jawab Ayah Cedro lagi kepada Delania anaknya.


Sedangkan Cryill dia masih diam saja sambil terus memperhatikan Ayah Cedro yang sedang menerima telefon.


Namun Cryill tidak mau melakukannya, karena takut mengganggu Ayah Cedro yang sedang menerima telefon.


Bahkan Ayah Cedro sendiri seperti tidak malu sama sekali ketika dia menerima telefon sambil menangis dan dilihat oleh semua orang yang berlalu lalang daritadi disitu.


" Secepatnya Nia akan kabari Ayah, sekarang Ayah jaga adik dulu ya Ayah ",, jawab Delania kepada Ayah Cedro.


" Iya Nak, dan kamu juga jaga diri baik-baik disana ya ",, pesan dari Ayah Cedro kepada Delania.


Dan selanjutnya sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga, ketika Ayah Cedro sudah mendengar jawaban dari Delania.


Ayah Cedro langsung saja memasukkan ponselnya kedalam saku celananya lagi, sambil mengusap sisa-sisa air matanya tadi.


Setelah itu dia langsung saja berjalan untuk mendekati Cryill yang masih setia menunggunya.


" Ayo Nak, kita kembali keruang operasi, sepertinya Khafita dia belum selesai dioperasi ",, ajak Ayah Cedro kepada Cryill.

__ADS_1


" Eh iya Tuan, mari ",, jawab Cryill kepada Ayah Cedro dengan nada yang sedikit terkejut.


Setelahnya mereka berdua langsung saja berlalu kembali kedepan ruang operasi.


Dan benar saja dari jauh mereka berdua yaitu Cryill dan Ayah Cedro masih melihat Mamah Carla duduk termenung sendirian dengan menampilkan raut wajah sedihnya dikursi tunggu yang ada didepan ruang operasi.


Ketika Ayah Cedro dan juga Cryill hampir saja sampai didepan ruang operasi, mereka melihat pintu ruang operasi terbuka, dan keluarlah brankarnya Khafita yang didorong keluar oleh para asisstan Dokter serta beberapa suster.


Ayah Cedro dan Cryill langsung saja bergegas untuk menghampiri brankarnya Khafita dan juga Mamah Carla yang sudah berdiri disamping brankarnya Khafita itu.


" Ayah ",, kata Mamah Carla ketika dia sudah melihat suaminya baru saja kembali dari ruangan Dokter.


" Maaf Dokter, anak saya mau dibawa kemana?? ",, tanya Ayah Cedro kepada asisstan Dokter itu yang pada sedang mendorong brankarnya Khafita yang masih belum sadarkan diri, dengan selang yang menempel diseluruh tubuhnya.


" Mau kami bawa keruang observasi terlebih dulu Tuan, untuk melihat perkembangan dari pasca operasi kakinya Nona Khafita, jika nanti sudah menunjukkan hal yang signifikan membaik, akan kami pindahkan lagi keruang perawatan biasa ",, jawab asisstan Dokter tersebut kepada Ayah Cedro dan masih didengar oleh Mamah Carla serta juga Cryill yang ada disitu.


" Baiklah, Dokter ",, jawab Ayah Cedro kepada asisstan Dokter itu.


Dan setelahnya brankarnya Khafita langsung saja didorong menuju keruang yang tadi sudah disebutkan.


Sesampainya disana, sayang sekali, hanya cuma satu orang saja yang boleh menjaga Khafita, dan jika ingin melihat keadaannya Khafita mereka harus bergantian masuknya.


" Terimakasih Dokter ",, kata dari Ayah Cedro, dan Mamah Carla kepada petugas medis itu yang tadi sudah mendorong brankarnya Khafita ketika Khafita sudah dipindahkan kedalam ruang observasi.


Dan para petugas medis itu langsung saja menjawab sama-sama sambil mengangguk dengan sopan kepada Ayah Cedro dan juga Mamah Carla.


Sedangkan Cryill dia hanya diam saja daritadi, dengan fikiran entah sedang tertuju kemana, namun wajah dia sangat terlihat sekali jika ada mendung diraut mukanya.


Cryill yang seperti itu tidak terlihat seperti Cryill yang biasanya yang selalu ceria, bahagia dan juga jahil.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2