
Beralih keTevy, Tevy entah kenapa semalaman dia tidak bisa tidur sama sekali hingga jam tiga pagi, dan ketika bangun tidur dipaginya Tevy merasakan badannya sedikit kurang sehat.
" Kenapa kepalaku rasanya pusing sekali ",, kata Tevy ketika dia mencoba untuk bangun dari tidurnya.
" Aaaahh sakit sekali kepalaku ",, kata Tevy lagi sambil memegangi kepalanya yang teramat sakit sekali itu.
Mamah Orlin yang penasaran kenapa Tevy belum bangun ketika waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi dan Tevy juga tidak ikut sarapan tadi, Mamah Orlin lalu mencoba mendatangi kamarnya Tevy.
Sebab biasanya Tevy jam setengah tuju dia sudah bangun, dan sedang membantunya membersihkan panti atau membantu yang lainnya.
Mamah Orlin yang sudah sampai didepan kamarnya Tevy pun, dia langsung saja mengetuk pintu kamarnya Tevy.
Dan Tevy yang mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar, dia langsung saja mempersilahkan masuk orang tersebut.
" Tevy, kamu kenapa Nak?? ",, tanya Mamah Orlin ketika sudah membuka pintu kamarnya Tevy dan melihat Tevy seperti sedang kesakitan sambil memegangi kepalanya.
" Kepala Tevy sangat pusing sekali Mah, dartadi Tevy sudah mencoba untuk bangun, tapi tidak kuat ",, jawab Tevy sambil menahan rasa sakit dikepalanya.
" Ya sudah, kamu istirahat saja ya didalam kamar, nanti Mamah akan bawakan makanan untuk kamu, sekalian obatnya juga ",, kata Mamah Orlin kepada Tevy.
Dan Tevy dia hanya mengangguk pelan saja kepada Mamah Orlin.
" Sebentar Mamah keluar dulu ya Tevy ",, kata Mamah Orlin lagi kepada Tevy.
Dan setelahnya Mamah Orlin langsung saja berlalu keluar dari dalam kamarnya Tevy untuk mengambil makanan dan juga obat untuk meringankan sakit kepalanya Tevy.
Beberapa menit kemudian, Mamah Orlin sudah kembali lagi kedalam kamarnya Tevy sambil membawa sepiring makanan dan juga obat untuk Tevy.
" Ini kamu makan dulu ya Tevy, setelah itu minumlah obatnya ",, kata Mamah Orlin kepada Tevy, sambil memberikan makanan dan obat yang dibawanya tadi.
Tevy langsung menerima makanan itu, dan dia langsung saja memakan makanan itu, namun baru tiga kali suapan, Tevy merasakan mual sekali diperutnya.
" Kamu kenapa Nak?? ",, tanya Mamah Orlin kepada Tevy yang melihat Tevy seperti sedang ingin muntah.
" Mungkin masuk angin Mah, karena semalam Tevy tidak bisa tidur, dan baru bisa tidurpun sekitar jam tiga pagi ",, jawab Tevy kepada Mamah Orlin.
__ADS_1
" Mamah buatkan bubur dulu ya kalau begitu, nanti mau tidak mau kamu harus paksakan makan dan meminum obatnya ya Nak, supaya bisa kembali sehat lagi badannya ",, kata Mamah Orlin kepada Tevy.
Dan Tevy hanya mengangguk lemas saja kepada Mamah Orlin.
Mamah Orlin setelah berkata seperti itu kepada Tevy, dia lalu keluar dari dalam kamarnya Tevy untuk menuju kedalam dapur untuk membuatkan bubur hangat untuk Tevy.
Sedangkan Tevy sendiri dia memilih memejamkan matanya, sebab sekarang tidak cuma kepalanya saja yang sakit, melainkan badannya juga yang panas dan serta perutnya merasa mual sekali.
Setengah jam sudah Tevy memejamkan matanya, dan dia terbangun karena Mamah Orlin sengaja membangunkannya untuk memakan bubur yang tadi sudah dibuatkan untuknya itu.
" Mamah suapin ya ",, kata Mamah Orlin kepada Tevy.
Dan Tevy hanya mengangguk saja dengan wajahnya yang pucat itu.
Sambil menyuapi Tevy, Mamah Orlin juga sambil menanyai Tevy.
" Semalaman kamu tidak bisa tidur kenapa Nak, apa yang kamu fikirkan??, apa kamu memikirkan suami kamu itu??, jika iya pulanglah dan kembalilah kepadanya ",, kata Mamah Orlin kepada Tevy.
" Iya Mah, Tevy memang semalaman kefikiran Denzel, tapi untuk sekarang Tevy belum mau menemuinya ",, jawab Tevy kepada Mamah Orlin sambil terus memaksakan mengunyah bubur yang disuapkan oleh Mamah Orlin.
" Tevy belum siap bercerita dengan Mamah, tolong mengerti Tevy Mah, dan jangan paksa Tevy untuk menceritakannya sekarang ",, kata Tevy kepada Mamah Irlin.
" Maafkan Mamah Nak, Mamah tidak bermaksud membuat kamu tambah sedih ",, kata Mamah Orlin kepada Tevy.
" Iya Mah Tevy mengerti ko, dan sudah ya Mah buburnya Tevy tidak kuat makan lagi ",, jawab Tevy kepada Mamah Orlin sambil menggenggam erat tangannya Mamah Orlin.
" Ya sudah kalau begitu, ini diminum dulu obatnya, dan kamu istirahat saja ya Nak ",, kata Mamah Orlin dengan penuh kasih sayang kepada Tevy.
Dan setelah Mamah Orlin pergi dari dalam kamarnya, serta Tevy juga sudah meminum obatnya, dia lalu mencoba memejamkan matanya, hingga akhirnya Tevy tertidur juga karena pengaruh obat yang diminumnya tadi.
Satu bulan lebih lima belas hari sudah Tevy berada didalam panti asuhan itu.
Selama dua minggu berturut-turut Tevy sering merasa sakit-sakitan, jika sembuh nanti kembali lagi sakit.
Begitu terus sampai membuat Mamah Orlin sangat khawatir sekali dengan keadaannya Tevy, sebab Tevy tidak mau dibawa kerumah sakit atau dipanggilkan Dokter.
__ADS_1
Hanya obat dari apotek yang sering diminum oleh Tevy yang bisa Mamah Orlin berikan kepada Tevy.
Dengan penuh kasih sayang, Mamah Orlin dia terus merawat Tevy.
Hingga tiba-tiba pada suatu ketika, ada seorang laki-laki yang langsung saja menerobos masuk kedalam kamarnya Tevy dan melihat Tevy sedang tiduran dengan wajahnya yang sangat pucat serta tubuh yang panas dan juga lemas sekali.
Laki-laki itu langsung saja menggendong Tevy menuju kedalam mobilnya bersama Mamah Orlin juga untuk menuju keklinik terdekat.
Sebab jika menuju kerumah sakit, jaraknya sungguh sangat jauh sekali untuk mereka tempuh.
Mobil yang dikendarai oleh laki-laki tadi akhirnya sudah sampai juga didepan klinik yang mereka tuju dengan menempuh jarak hanya sekitar lima belas menit saja.
Laki-laki tadi langsung saja menggendong tubuh lemasnya Tevy kedalam klinik tersebut.
" Cepat periksa dia, atau klinik ini saya hancurkan sekarang juga!! ",, kata laki-laki tadi sambil menggendong Tevy kepada suster atau perawat yang berjaga didepan meja respsionis.
Sang suster langsung saja membawa tubuh lemasnya Tevy yang sudah ditaruh diatas brankar pasien untuk dimasukan kedalam ruang pemeriksaan.
Laki-laki tadi yang membawa Tevy kedalam klinik, dia tetap kekeh ingin masuk kedalam ruang pemeriksaan itu walau sudah dilarang oleh Dokter dan suster yang ada disitu.
" Diam!!, dan cepat periksa keadaannya, jangan menghiraukan saya yang ada disini!! ",, kata laki-laki itu dengan sangat tegas sekali kepada Dokter yang memeriksa Tevy.
Dokter itu mau tidak mau dia akhirnya membiarkan saja laki-laki tadi terus berada didalam ruangan itu sambil melihatnya yang sedang memeriksa keadaannya Tevy.
Setelah beberapa menit Dokter tersebut memeriksa tubuhnya Tevy, Dokter itu langsung saja menyampaikan diagnosanya tentang sakitnya Tevy kepada laki-laki tersebut.
Dan perkataannya Dokter itu, membuat laki-laki yang mengantarkan Tevy tadi langsung diam seketika bak patung yang bernyawa, tanpa ada ekspresi tanpa ada jawaban sama sekali yang keluar dari mulutnya untuk menanggapi perkataannya sang Dokter kepadanya.
...πππππππππππππ...
Sabar...π
Jika penasaran, masih panjang kelanjutannyaπ
...π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»...
__ADS_1
...***TBC***...