
Sepanjang perjalanan pulang, Milka menuju kerumahnya, dia terus memikirkan keadaannya Tevy, walau Milka sangat mengetahui sekali jika sahabatnya itu sangat jago sekali beladiri, tetap saja rasa khawatir untuk Tevy, sangat Milka rasakan.
" Oh ya kenapa tidak aku coba telefon saja siTevynya, bodohnya aku ",, kata Milka dengan tiba-tiba ketika dia baru saja teringat jika dia bisa menelfon Tevy.
Bunyi ponsel berdering dengan sangat kencang sekali, namun tiada orang yang mengetahuinya, sebab sang empunya ponsel, dia tidak sedang berada didalam apartemen.
Karena ponselnya Tevy tertinggal diatas ranjang kamarnya sedangkan Tevynya sendiri dia sedang berada didalam mansionnya Denzel.
" Ko tidak diangkat juga sih sama Tevy, Tevy sebenarnya sedang apa dia, membuatku semakin khawatir saja ",, kata Milka sambil berbicara sendiri ketika panggilan telefonnya yang keempat kalinya tidak diangkat juga.
" Atau jangan-jangan Tevy dia diculik sama mucikari yang Tevy bicarakan kemarin itu??!! ",, kata Milka sambil terus berbicara sendiri didalam taksi yang ditumpanginya, hingga membuat sopir taksi meliriknya dari kaca spion yang ada ditengah mobil.
" Kalau pun iya, apa yang harus aku lakukan, aku tidak boleh sembarangan bertindak, karena aku lihat dia begitu berkuasa sekali, terlihat dari para bodyguardnya yang berjaga didepan apartemennya Tevy ",, lanjut terus Milka berbicara sendiri dengan menunjukkan wajah kekhawatirannya yang semakin mendalam saja.
Dan setelahnya Milka lalu terdiam untuk berfikir bagaimana caranya dia bisa melihat Tevy lagi serta menyelematkan Tevy dari laki-laki yang dikira Milka seorang mucikari itu.
Sedangkan kita bergeser keCryill, Cryill begitu puas sekali dengan hasil dari kinerja orang yang sudah membantunya itu.
Orang itu tidak lain dan tidak bukan, ya sahabatnya Cryill sendiri.
" Aku tidak mau ikut campur dengan apa yang akan terjadi dengan kamu dan Kakak kamu itu Cryill, kamu jangan pernah libatkan aku, aku mau mengerjakan ini juga karena kamu suruh dan desak ",, kata orang itu kepada Cryill yang sedang tersenyum sendiri sambil terus melihat hasil kinerjanya.
Sebab sahabatnya Cryill sangat tahu bagaimana berkuasanya Denzel dan bagaimana marahnya Denzel Kakak dari sahabatnya itu.
" Tenang saja, aku tidak akan melibatkan kamu jika Kakak aku bertanya kepadaku ",, jawab santai Cryill kepada sahabatnya tanpa mengalihkan pandangannya kearah sahabatnya itu.
" Sudah sana pergi dari dalam studio aku, aku mau kerja lagi ",, usir dari sahabatnya Cryill kepada Cryill.
" Santai, aku juga akan segera pergi dari sini, dan ini hasil dari kerja kamu, thanks ya bro ",, kata Cryill dengan wajah tengil cerianya seperti biasanya sambil memberikan beberapa lembar uang yang jumlahnya cukup banyak sekali kepada sahabatnya.
Sahabatnya Cryill langsung saja menerima uang pemberiannya Cyrill dan sedangkan Cryill setelah itu dia langsung saja berlalu pergi meninggalkan tempat dari sahabatnya menuju kesebuah pantai.
Sebab Cryill dia ingin menikmati waktunya untuk bersantai sejenak dengan sambil mendengarkan demburan ombak air laut yang menenangkan itu.
Sedang kita bergeser juga keDenzel.
__ADS_1
Denzel yang saat ini sedang berada didalam kamar mandi, dia tersenyum sendiri sambil terus membersihkan darah yang menempel diwajah tampannya itu.
" Tidak aku sangka pukulannya Tevy sangat sakit sekali diwajahku ",, kata Denzel sambil bercermin sambil membersihkan darahnya, dan sambil juga tersenyum membayangkan ketangguhannya Tevy.
" Kecil badannya, tapi ada racun mematikan didalam dirinya, yang bisa membuatku seperti ini, dan kenapa hatiku pun tidak merasakan marah kepada Tevy, namun malah sebaliknya, aku semakin tertantang untuk menakhlukkannya ",, kata Denzel lagi sambil menatap pantulan dirinya didalam cermin yang ada didepannya.
Denzel setelah berkata seperti itu, dia lalu melepaskan semua baju yang menempel ditubuhnya, dan Denzel lalu mandi dibawah guyuran air shower yang mengalir deras itu.
Setelah selesai mandi, Denzel dia keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan bathrobenya saja, dan dia lalu melangkahkan kakinya menuju keruang walk in closetnya untuk berganti pakaian.
Denzel dia tidak memakai bajunya seperti biasanya, hanya memakai celan4 kain pendeknya saja, sebab Denzel merasa lebih nyaman jika berada didalam kamar hanya bertelanjan9 dad4 seperti itu.
Denzel yang sudah keluar dari dalam walk in closet, dia lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi adiknya Cryill.
Cryill yang sedang bersantai ditepi pantai sambil memainkan ponselnya, dia sangat terkejut sekali ketika ada panggilan masuk keponselnya dengan nama Kakaknya yaitu Denzel.
Bahkan ponselnya Cryill sampai jatuh menimpa wajahnya ketika Cryill terkejut disaat melihat nama Kakaknya Denzel menghubunginya.
Denzel sengaja menghubungi Cryill, sebab dia ingin membuat perhitungan dengan sang adik sebelum Tevy bangun dari tidur cantiknya itu.
" Kak Denzel, Kakak menghubungiku, m***s aku ",, kata Cryill sambil melihat layar ponselnya yang ada panggilan masuk dari Denzel.
" Hiii serem, takut ah tidak mau angkat aku ",, kata Cryill lagi sambil melempar pelan ponselnya sedikit menjauh darinya ketika sambungan telefonnya masih terhubung.
Sedangkan Denzel, dia hanya menggelengkan kepalanya saja, ketika ketiga panggilan telefonnya diabaikan oleh Cryill.
Namun Cryill tidak tahu saja jika ponselnya sudah dipasangi alat pelacak oleh Denzel yang tidak diketahui olehnya.
Denzel lalu tersenyum sendiri ketika sedang mengecek posisinya Cyrill dimana, Denzel hanya tersenyum lucu saja, karena posisinya Cryill menunjukkan jika dia sedang berada disebuah pantai yang ada dikota mereka.
" Dasar anak itu, lihat saja apa yang akan aku perbuat kepadanya nanti jika dia pulang, karena sudah berani tidak mengangkat sambungan telefonku, dan tadi juga sudah berani mengintipku dengan Tevy didalam kamarku ini ",, kata Denzel sambil berbicara sendiri ketika dia mengecek posisinya Cryill berada.
Denzel tidak tahu saja, bukan dirinya yang akan berbuat sesuatu kepada Cryill, tapi Cryilllah yang akan berbuat sesuatu kepada Denzel, dan entah itu akan merugikannya atau malah sebaliknya, kita lihat saja jam terbang permainannya Cryill.
Denzel setelah berkata seperti itu, dia langsung saja menaruh ponselnya diatas meja dekat shofa yang ada didalam kamarnya, dan tidak memainkannya lagi.
__ADS_1
Denzel lebih memilih terus mengamati wajah catiknya Tevy daripada memainkan ponselnya itu.
Dan Denzel saat ini dia juga sudah duduk diatas ranjang sampingnya Tevy sambil mengusap lembut wajah cantiknya Tevy yang masih memejamkan matanya itu.
" **1*!! ",, kata Denzel dengan tiba-tiba ketika dia tidak sengaja melihat bibir ping tipisnya Tevy.
Sebab Denzel jadi teringat dengan ciuman yang dilakukan oleh Tevy tadi kepadanya.
Dan rasanya Denzel ingin sekali mengulanginya lagi dan lagi bersama Tevy, hingga tanpa sadar tangannya Denzel sudah mengusap lembut bibirnya Tevy.
Perlahan-lahan, Denzel mulai menundukkan badannya kearah wajahnya Tevy.
Hingga akhirnya wajahnya Denzel sudah berada didepan persis wajahnya Tevy.
Dan akhirnya cup.....
Denzel mengecup sekilas bibirnya Tevy sambil tersenyum senang sekali.
Setelahnya dia lalu beranjak berdiri dari atas ranjang menuju keatas balkon kamarnya sambil berbicara sendiri.
" Bisa 91l4 aku jika seperti ini terus berdekatan dengan Tevy, tapi aku juga rasanya tidak mau berjauhan dengannya ",, kata Denzel berbicara sendiri sambil mengacak rambutnya itu dengan sedikit frustasi.
Dan setelah meluapkan rasa frustasi dadakannya itu diatas balkon kamarnya, Denzel lalu memilih pergi kedalam bar mininya yang ada didalam mansionnya yang berada dilantai satu.
Didalam bar mini miliknya, Denzel menghabiskan waktunya sambil terus memikirkan Tevy, hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam.
Denzel setelah puas, dia lalu memutuskan untuk kembali masuk kedalam kamarnya lagi untuk melihat kondisinya Tevy yang sudah sadar belum dari pingsannya itu.
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
Maaf readers yang benar ini chapter 29nya, yang tadi sudah up itu untuk chapter 30π
Entah kenapa jadi eror begini Novelku, huft auto review ulangπ’
...π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»...
__ADS_1
...***TBC***...