
Denzel yang kurang faham dengan perkataan dari situkang bersih-bersih itu, dia langsung saja bertanya kepada situkang bersih-bersih dengan sambil menunjukkan wajah kebingungannya.
" Maaf Tuan, apa maksudnya dengan istri saya yang sedang hamil?? ",, tanya Denzel kepada situkang bersih-bersih dengan menunjukkan wajah kebingungannya.
" Karena biasanya yang mau makan mangga muda seperti ini itu cuma ibu-ibu hamil muda saja Tuan, dan jika istri Tuan sedang hamil, berarti Tuanlah yang merasakan mengidamnya ",, jawab situkang bersih-bersih itu lagi kepada Denzel.
" Masa iya sih aku yang mengidam, tapi jika difikir-fikir aku seumur-umur memang tidak pernah makan mangga muda, tapi entah kenapa melihat mangga muda itu, rasanya aku sangat ingin memakannya ",, kata batinnya Denzel sambil sedikit berfikir.
" Tuan, apakah ini jadi saya ambilkan mangga mudanya?? ",, tanya situkang bersih-bersih itu kepada Denzel, karena Denzel malah asik melamun sendiri.
" Eh jadi dong Tuan ",, jawab Denzel dengan sedikit terkejut kepada situkang bersih-bersih itu.
" Baiklah tunggu sebentar kalau begitu Tuan ",, jawab situkang bersih-bersih itu lagi kepada Denzel.
Dan Denzel hanya mengangguk saja kepada situkang bersih-bersih itu.
Setelahnya situkang bersih-bersih itu, dia langsung saja naik keatas pohon mangga untuk mengambilkan mangga muda yang sudah cukup tua untuk Denzel sebanyak tiga buah.
Dan Denzel yang melihat dari bawah, dia semakin tidak sabar saja ingin segera menikmati mangga muda itu.
Ketika situkang bersih-bersih itu sudah mengambil buah mangga seperti keinginannya Denzel, dia langsung saja turun lagi kebawah sambil membawa tiga buah mangga sekaligus.
" Ini Tuan, buah mangga mudanya ",, kata situkang bersih-bersih kepada Denzel, sambil memberikan tiga buah mangga yang diambilnya tadi untuk Denzel.
Denzel menerimanya dengan wajah yang sangat senang sekali.
Namun sebelum situkang bersih-bersih itu pergi, Denzel memberikan beberapa lembar uang kepada situkang bersih-bersih sebagai tanda terimakasihnya karena sudah diambilkan mangga mudanya itu.
Tidak ada yang mau menegur ketika situkang bersih-bersih tadi sedang mengambil mangga muda diatas pohon mangga, walau semua orang mengalihkan pandangan mereka kearahnya Denzel dan situkang bersih-bersih.
Dan kalaupun ada yang menegur, Denzel dengan berani dia akan menghadapi orang tersebut.
Setelah mendapatkan tiga buah mangga itu yang masih ada rantingnya, jadi Denzel cukup mudah ketika membawanya.
Denzel langsung saja membawanya kedalam ruang perawatannya Tevy.
__ADS_1
Dan Tevy ketika ditinggal oleh Denzel tadi, dia perasaannya menjadi tidak tenang, bahkan untuk dia buat memejamkan matanya pun sangat susah sekali.
Karena entah kenapa Tevy takut, jika Denzel akan bermain jalan9 dibelakangnya, sebab Tevy rasanya tidak rela sekali.
Sepanjang berjalan menuju keruang perawatannya Tevy, setiap pengunjung rumah sakit, hampir semuanya, mereka mengalihkan pandangan mereka kearahnya Denzel yang sedang menenteng tiga buah mangga muda yang sangat menggiurkan sekali bagi yang suka asam.
Denzel yang tahu jika dia dilihat oleh semua orang, dia berpura-pura tidak tahu, dan cuek saja sambil terus melanjutkan langkah kakinya itu.
Dan disaat sudah sampai didepan ruang perawatannya Tevy, Denzel langsung saja membuka pintu perawatannya Tevy dengan wajah yang tersenyum manis kepada Tevy.
Cryill yang melihat pintu terbuka, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah orang yang membuka pintu itu.
Alangkah terkejutnya Cryill ketika dia melihat Kakaknya masuk sambil membawa tiga buah mangga yang warnanya masih hijau segar seperti itu.
" Kakak, Kakak habis mencuri dimana??, jangan bilang jika Kakak tidak dikasih jatah sama Tevy akan melampiaskannya kemangga itu?? ",, kata Cryill kepada Denzel dengan sambil duduk dari rebahannya tadi.
" Sembarangan saja kamu kalau berbicara!!, mau Kakak timpuk dengan mangga yang masih keras ini??!! ",, kata Denzel kepada Cryill.
" Eeh jangan dong Kak, lha habisnya Kakak kenapa tumben membawa mangga muda seperti itu?? ",, tanya Cryill lagi kepada Denzel.
" Eh lah ko menyuruh ujung-ujungnya, tahu begitu tidak perlu tanya tadi aku ",, kata Cryill kepada Denzel.
" Berani membantah kamu ya!!, cepetan tidak kamu segera pergi beli piring sama pisau!! ",, kata Denzel lagi kepada Cryill dengan nada tegasnya.
" Iya-iya, kebiasaan deh!!, orang tampan selalu disuruh-suruh, kan aku mau istirahat supaya ketampananku bisa bertambah ",, kata Cryill kepada Denzel dengan sambil menampilkan wajah cemberutnya.
Walau cemberut, Cryill tetap beranjak berdiri dari duduknya untuk membelikan piring dan sendok seperti keinginannya Denzel.
" Cryill jangan lupa membeli bumbu cabe kering yang pedas ya ",, pesan Denzel lagi kepada Cryil sebelum Cryill berlalu pergi dari dalam ruang perawatannya Tevy.
" Iya ",, jawab Cryill lagi dengan bete kepada Denzel sambil berlalu pergi dari dalam ruang perawatannya Tevy.
Tinggallah Tevy dan Denzel berdua saja didalam ruangan itu.
Tadi Tevy ketika melihat Denzel masuk kedalam ruangannya pun, entah kenapa hatinya merasa senang dan tenang sekali.
__ADS_1
Namun Tevy juga bertanda tanya kepada dirinya sendiri, kenapa Denzel masuk sambil membawa mangga muda seperti itu.
" Is dóigh liom chomh sásta tú a fheiceáil ag teacht ar ais anseo "
" ( Rasanya aku sangat senang sekali melihatmu masuk lagi kesini ) ",, kata Tevy kepada Denzel ketika Cryill sudah berlalu perdi dalam situ sambil menggunakan Bahasa Irlandia.
" Má tá tú sásta mé a fheiceáil, an gciallaíonn sé sin gur féidir liom beathú cíche leat arís?? "
" ( Jika kamu senang melihatku, apa itu artinya aku boleh menyusu lagi denganmu?? ) ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil menggunakan Bahasa Irlandia juga dengan menampilkan wajah yang sangat menjengkelkan bagi Tevy.
Tevy sangat terkejut sekali ketika Denzel bisa berBahasa Irlandia juga, dan tadi Tevy berbicara sengaja menggunakan Bahasa Irlandia supaya Denzel tidak mengetahui artinya namun ternyata dia salah.
" Kan du prata iriska?? " ( Kamu bisa berbahasa Irlandia?? ) ",, tanya Tevy dan kali ini dia menggunakan Bahasa Swedia.
" Iya tentu saja tahu, sebab Papah dan Mamah mereka tinggal disana sudah lama ",, jawab Denzel kepada Tevy.
Dan Denzel setelah menjawab pertanyaannya Tevy, dia tiba-tiba langsung saja berdiri dari duduknya untuk ikut merebahkan lagi tubuhnya disampingnya Tevy.
" Eh kamu mau apa lagi Denzel?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.
" Rasanya aku ingin selalu mencium aroma tubuhmu Tevy, harum sekali ",, kata Denzel kepada Tevy sambil mengusap-usapkan wajahnya kedadanya Tevy.
" Eeh Denzel kamu kenapa sih??, kamu aneh tahu??!! ",, kata Tevy lagi kepada Denzel sambil menahan wajahnya Denzel.
" Aku tidak tahu Tevy apa yang terjadi pada tubuhku ini, rasanya aku ingin sekali memeluk kamu terus ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil menatap wajahnya Tevy.
" Dari awal aku mengenalmu, kamu sudah aneh, kenapa sekarang tambah aneh sekali sih ",, kata Tevy lagi kepda Denzel.
Namun Denzel dia tidak memperdulikan apa perkataanya Tevy, dan dia langsung saja memeluk Tevy lagi serta sambil menghirup aroma tubuhnya Tevy dengan santainya.
...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...
Bucin, gila, mengidamnya seorang Denzel sepertinya sama saja tidak ada bedanya😂😂😂
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
...***TBC***...