My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 70


__ADS_3

Papah Carlson dia membutuhkan waktu untuk beberapa detik dalam mencerna semua perkataannya Cryill yang dicampur dengan bercandaan itu.


Dan ketika Papah Carlson sudah bisa berfikir dengan jernih semua perkataannya Cryill tadi, Papah Carlson langsung saja bertanya kepada Denzel.


" Apa benar yang dikatakan oleh Cryill Denzel, jika Tevy sedang hamil kembar empat sekaligus?? ",, tanya Papah Carlson kepada Denzel.


" Iya benar Pah ",, jawab singkat Denzel kepada Papahnya, sedang Tevy dia hanya terus diam sambil memperhatikan Papah Carlson yang sedang berbicara itu.


" Dan jika Papah tidak merestui hubunganku dengan Tevy, jangan harap Papah bisa melihat bahkan menyentuh keempat anak-anakku itu Pah!! ",, lanjut lagi perkataannya Denzel kepada Papah Carlson dengan nada yang sangat tegas sekali.


Papah Carlson yang sudah sangat mengetahui sifat dan karakternya Denzel pun, dia lalu mencoba mengalah, dan meyakinkan dirinya jika memang benar anak yang dikandung oleh Tevy adalah cucu kandungnya.


Namun didalam fikirannya Papah Carlson, Papah Carlson masih mempunyai tujuan untuk mengetes DNA semua anak-anaknya Tevy kelak jika mereka sudah pada lahir, tapi dengan cara sembunyi-sembunyi.


Supaya keraguan didalam hatinya bisa terbayarkan dengan lunas, karena Papah Carlson bukan tipe orang yang mudah percaya dengan orang lain, seperti Denzel.


Yang membuat Papah Carlson cukup yakin jika Tevy sedang hamil anaknya Denzel, karena Papah Carlson melihat sendiri Denzel dengan begitu bersungguh-sungguhnya dalam merawat dan menjaga Tevy, hingga dia berani melawannya.


Sebab tidak mungkin juga Denzel akan sembarangan bersikap seperti itu jika itu bukan darah dagingnya sendiri.


Dan Papah Carslon juga melihat ada cinta begitu besar dimatanya Denzel duntuk Tevy .


Menurunkan ego, dan tidak mau berlarut-larut bersitegang dengan Denzel, Papah Carlson lalu berjalan mendekati Denzel.


Dan Cryill yang ada disebelahnya Denzel pun, dia langsung berpindah posisi berdiri disamping Mamahnya yang ada disisi ranjang satunya.


" Maafkan Papah Denzel, Papah sekarang percaya jika anak yang dikandung Tevy adalah anak kamu, setelah dijelaskan oleh Mamah tadi ",, kata Papah Carlson kepada Denzel sambil menyentuh kedua pundaknya Denzel.


Setelah berkata seperti itu kepada Denzel, Papah Carlson langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Tevy yang daritadi terus menatapnya.


" Tevy, Nak, maafkan Papah ya, karena sempat meragukan anak yang sedang dikandung kamu, Papah sekarang percaya jika kamu sedang mengandung anaknya Denzel ",, kata Papah Carlson kepada Tevy dengan tulus sambil memegang tangannya Tevy.


Tevy dia bingung, mau menanggapi perkataannya Papah Carlson bagaimana, akhirnya yang hanya bisa dilakukan Tevy hanya diam saja sambil terus manatap wajah tuanya Papah Carlson.


Tevy melihat ada ketulusan dimatanya Papah Carlson, tapi Tevy tidak bisa membohongi hatinya, jika dirinya masih meragukan ketulusan dari Papah Carlson yang sudah baik dan meminta maaf kepadanya.

__ADS_1


" Sudah-sudah, iya Tevy maafkan Pah, asal Papah tidak memakan cabai dragon's breath dan pepper X lagi, itu lho cabai yang tingkat kepedasannya melebihi carolina reaper ",, bukan Tevy yang menjawab perkataannya Papah Carlson, melainkan yah siapa lagi kalau bukan Cryill.


Karena memang hanya Cryilllah yang berani seperti itu kepada Papah dan juga Kakaknya Denzel.


" Maksud anda apa Tuan Cryill??, apa hubungannya dengan memakan cabai?? ",, tanya Christian kepada Cryill dengan wajah bingungnya, yang masih berdiri tidak jauh disampingnya Mamah Qiara.


" Phe-Dha-Sss ",, jawab singkat Cryill kepada Christian.


" Kakak sama Papah itu kalau berbicara perkataannya sama saja seperti memakan cabai itu Tuan Christian, pedas dan mematikan, membuat yang memakan cabainya atau yang mendengar perkataannya Papah sama Kakak, bagaikan tertusuk beribu-ribu tusuk gigi ",, lanjut lagi perkataannya Cryill kepada Christian, dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu, termasuk Denzel dan juga Papah Carlson.


" Ko tusuk gigi Tuan Cryill, tusuk gigi kan kecil?? ",, tanya Christian lagi kepada Cryill.


" Yah kalau tusuk giginya sebesar tiang beton penyangga rumah sakit ini ya pastilah sakit Tuan Christian ",, jawab Cryill kepada Christian sambil tertawa lucu sekali.


" Dasar anak buaya, pintar juga mengelaknya ",, kata Mamah Qiara kepada Cryill, sambil memukul lengannya Cryill dengan sambil tertawa juga.


Semua orang kecuali Denzel langsung saja tertawa lucu ketika mendengar perkataannya Cryill, sebab Denzel sudah biasa mendengar ocehannya Cryill yang seperti itu.


Begitupun dengan Tevy, dia juga tersenyum kecil sambil melihat kearahnya Cryil..


" Oh ya Tuan Denzel, dan Tuan Carlson, sepertinya kami sudah cukup lama berada disini, kami mau permisi pulang dulu ",, kata Ayah Carlson dengan tiba-tiba kepada Denzel dan juga Papah Carlson sambil berdiri dari duduknya diikuti Mamah Jovanka dan juga Charles.


Denzel dan Papah Carlson mereka berdua langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Ayah Marson dan yang lainnya.


" Oh ya Tuan Marson, terimakasih sudah mau menjenguk istri saya disini ",, kata Denzel dengan ramah sambil mengajak berjabat tangan kepada Ayah Marson.


" Terimakasih Tuan Marson, atas kunjungan anda ",, kata Papah Carlson juga dengan ramah kepada Ayah Marson.


Begitupun dengan Charles dan juga Christian yang juga ikut berpamitan dengan Denzel serta Papah Carlson.


Tidak lupa mereka juga berpamitan dengan Cryill, Tevy dan juga Mamah Qiara juga.


" Nak, saya pulang dulu ya, kamu jaga diri dan kehamilan kamu baik-baik ya Nak ",, pamit Mamah Jovanka kepada Tevy sambil berdiri disamping brankarnya Tevy.


Tevy hanya tersenyum manis saja kepada Mamah Jovanka.

__ADS_1


" Kalau diijinkan, bolehkah kapan-kapan saya datang lagi kesini, menjenguk dan menemani kamu?? ",, tanya Mamah Jovanka kepada Tevy.


" Boleh ko tante ",, jawab Tevy dengan ramah kepada Mamah Jovanka.


" Saya mempunyai keinginan satu saja, maukah kamu mengabulkannya Nak?? ",, kata Mamah Jovanka lagi kepada Tevy.


" Boleh Tante ",, jawab Tevy lagi kepada Mamah Jovanka.


" Bolehkah tante memeluk kamu?? ",, kata Mamah Jovanka sambil menahan air matanya.


Tanpa banyak berbicara, Tevy hanya mengangguk saja sambil merentangkan sedikit tangannya, yang artinya boleh.


Mamah Jovanka langsung saja memeluk Tevy dengan sangat erat sekali, begitu pun dengan Tevy yang juga membalas pelukannya Mamah Jovanka.


" Pelukan ini, kenapa rasanya hangat dan nyaman sekali dihatiku, aku tidak pernah merasakan pelukan seperti ini seumur hidupku, bahkan pelukannya Mamah Orlin pun tidak seperti ini rasanya?? ",, kata batinnya Tevy ketika membalas pelukannya Mamah Jovanka.


" Terimakasih ya Nak ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy sambil mengusap lembut wajahnya Tevy dengan sayang ketika sudah melepaskan pelukannya tadi.


Tevy hanya mampu diam saja tidak tahu mau berkata apa, karena rasanya Tevy masih ingin lebih lama lagi dipeluk oleh Mamah Jovanka.


Semua apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Mamah Jovanka bersama Tevy, dilihat oleh semua orang yang ada disitu.


Ayah Marson, Charles dan juga Christian yang sudah pada berpamitan kepada semua orang, termasuk Tevy pun.


Mereka semua langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy, dan kembali kemansionnya Ayah Marson.


Ayah Marson dan Mamah Jovanka mereka tidak jadi untuk cek kesehatan mereka, karena ketika sudah melihat Tevy seperti itu, rasanya badan mereka sudah sangat sehat sekali.


...🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞...


Yuk, beri semangatnya dong readers😢😢


Author dari kemarin-kemarin g mood banget buat ngetik Bab, tapi tetap author paksainπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜œ


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2