
Beberapa menit sebelum penyerangan itu terjadi.
" Bos sepertinya keadaan mulai sepi dan aman, mari kita laksanakan rencana kita untuk membunuh Tuan Denzel itu Bos ",, kata salah satu anak buah kepada Bosnya sambil terus mengamati mansionnya Denzel daritadi dari jarak jauh.
" Iya ayo, let's go ",, jawab sang Bos dengan nada santai sekali.
Anak buah itu langsung saja bergerak untuk melancarkan aksinya masuk kedalam mansionnya Denzel.
Sedangkan siBosnya itu dia terus mengamati anak buahnya sambil memantau kondisi, dan ketika keadaan sudah mulai kacau dia langsung saja menyusup masuk kedalam mansionnya Denzel, begitulah rencananya.
" Malam ini kamu harus aku bunuh Denzel kep4r4t!! cuiih ",, kata sang Bos itu dengan nada yang amat marah sekali.
Sedangkan sang anak buah yang ditugaskan untuk melakukan rencana tadi, dia sedang mulai bertanya kepada penjaga pintu gerbang mansionnya Denzel.
" Permisi Tuan, apakah ini benar mansionnya Tuan Denzel Maverick?? ",, tanya anak buah dari musuhnya Denzel kepada para penjaga mansionnya Denzel.
" Iya benar, anda siapa!! ",, tanya anak buahnya Denzel kepada musuh itu.
" Saya hanya cuma disuruh untuk mengantarkan paket ini saja Tuan, yang ditujukan untuk Tuan Denzel ",, jawab musuh itu dengan sangat tenang dan juga ramah sekali.
" Bawa sini, dan buka!!, kami harus memeriksanya terlebih dahulu ",, jawab salah satu dari dua anak buahnya Denzel kepada musuh tersebut.
" Oh tentu Tuan, silahkan ",, jawab simusuh itu kepada anak buahnya Denzel dengan ramah dan sambil ingin membuka sebuah box berukuran sedang yang sedang dibawanya itu.
Kedua anak buahnya Denzel mereka berdua langsung saja mendekat sambil sedikit menunduk untuk melihat isi paket tersebut.
Namun ketika kedua anak buahnya Denzel sedang lengah, .....
BuuuKkkkkk!!!
Tengkuk dari kedua anak buahnya Denzel langsung saja dipukul dari belakang dengan sangat keras sekali.
Kedua anak buahnya Denzel itu, langsung saja pingsan seketika, dan sedangkan simusuh langsung juga mengajak teman-temannya untuk masuk kedalam mansionnya Denzel.
Mereka yang sudah melewati pintu kecil yang ada sebelah pintu gerbang pun, langsung saja ketahuan oleh anak buahnya Denzel yang lainnya.
Namun para musuh langsung saja membuka box tadi yang ternyata berisi serbuk cabai yang akan membuat mata pedas serta panas, dan langsung melemparkannya kearah anak buahnya Denzel.
Seketika keadaan menjadi sangat rusuh dan tidak terkendali, sedangkan Denzel yang dipengaruhi alkohol, dia tidak mengetahui jika dimansionnya keadaannya sedang sangat kacau sekali, karena ada musuhnya yang berani menyusup kemansionnya.
__ADS_1
Dan ketika keadaan sudah mulai tidak terkondisikan, sang ketua tadi yang dipanggil Bos oleh anak buahnya, dia langsung saja menyusup dengan mudah untuk masuk kedalam mansionnya Denzel.
Dengan melewati para penjaga dan anak buahnya Denzel, akhirnya siBos itu bisa menemukan juga kamarnya siDenzel.
Ketika sudah membuka pintu kamarnya Denzel dengan kasar, siBos itu dia melihat Denzel sedang terkapar diatas ranjang.
Namun ketika Denzel mendengar pintu kamarnya dibuka dengan kasar seperti itu, dia langsung berusaha bangun dari tidurannya dengan wajah mabuknya.
" Eh siapa kamu?? ",, kata Denzel dengan nada khas orang mabuk.
" Ternyata membunuh kamu saat ini mudah sekali Denzel, lihatlah dirimu yang saat ini sedang dipengaruhi alkohol ",, jawab siBos itu dengan nada mengejek dan sombongnya kepada Denzel.
" Oh rupanya kamu sicupu Olius, hah ",, kata Denzel juga dengan nada mengek juga ketika dia mencoba membuka matanya dengan lebar.
" Cuiih!!, jangan sombong kamu Denzel, malam ini kamu harus mati ditanganku, karena kamu aku harus merugi puluhan miliar ",, kata orang yang dipanggil Olius itu kepada Denzel dengan nada yang amat sangat marah sekali.
Denzel sebelum menjawab perkataannya Olius dia tiba-tiba tertawa dengan sangat keras sekali, membuat Olius menjadi tambah marah saja.
" Bukan aku yang membuat kamu merugi, tapi kamu sendiri ",, jawab Denzel kepada Olius sambil tersenyum miring.
" Sudah tahu akan mengirim barang-barang penting dan juga mahal, kenapa pengawalannya sangat minim sekali, ya aku bajak saja dan aku ambil dong, itu kamu yang mempermudah jalanku Olius ",, lanjut lagi perkataannya Denzel kepada Olius dengan nada mengejek Olius.
" Kamu jangan banyak bicara seperti itu Denzel, ciaaaaaaattttt ",, kata Olius sambil berjalan ingin menyerang Denzel.
Walau dalam keadaan mabuk, Denzel masih bisa mengelak dari semua serangan dari Olius.
Dan ketika Denzel melihat Olius mengeluarkan senjata api yang ada dibalik jaketnya, Denzel langsung saja melemparkan sebuah benda dan langsung mengenai tangannya Olius.
Alhasil terlemparlah senjata api yang dipegang oleh Olius.
Denzel dan Olius mereka berdua lalu berkelahi dengan tangan kosong, namun siapa diduga lagi oleh Denzel, Olius mengeluarkan pisau lipatnya dari balik sepatu bootsnya.
Satu, dua dan ketiga kali Denzel bisa menghindar dari pisau lipat yang diarahkan ketubuhnya oleh Olius.
Namun dalam keadaan yang terpengaruh alkohol, akhirnya Denzel terkena juga goresan pisau did4da sampai perutnya yang cukup memanjang, sebab Denzel pada saat itu dia hanya bertelangjang d4da dan darah segar langsung saja keluar dari bekas goresan itu.
Olius langsung saja tertawa dengan sangat puas sekali, ketika dia bisa menggores tubuhnya Denzel dengan cukup panjang serta cukup dalam seperti itu.
" Hahahahahaha!!!!! ",, tawa menggelegar dari Olius ketika bisa melukai Denzel.
__ADS_1
Sedangkan Denzel dia langsung saja meringis kesakitan sambil menahan rasa sakit ditubuhnya itu.
" Rasakan itu Denzel, kamu malam ini harus mati ditanganku!! ",, kata Olius lagi kepada Denzel.
Olius setelah berkata seperti itu dia langsung saja berjalan mendekati Denzel yang sedang sangat kesakitan sekali.
Dan ketika sudah dekat dengan Denzel........
Braaaakkkkkk ......!!!!!
Cryill yang pada saat itu juga berada didalam mansion pun, dia juga tidak mengetahui dengan apa yang terjadi diluar mansion, sebab dia sedang mendengarkan musik yang cukup kencang didalam kamarnya.
Namun ketika saat itu Cryill sedang ingin mengambil minum didapur, dia mendengar suara perkelahian didalam kamar sang Kakak.
Dengan gerakan kaki perlahan Cryill langsung saja berjalan menuju kearah kamar Kakaknya.
Cryill sangat terkejut sekali, ketika dia sudah sampai didepan pintu kamarnya Denzel, dia melihat Kakaknya sedang terluka seperti itu.
Denzel pun yang melihat Cryill mengintip dibalik pintu kamarnya, dia hanya diam saja berpura-pura tidak tahu.
Untung saja posisi Olius sedang membelakangi pintu, jadinya Olius tidak mengetahui jika ada Cryill disitu.
Cryill yang melihat Olius ingin membunuh Kakaknya menggunakan pisau yang dibawanya, Cryill langsung saja tidak bisa tinggal diam.
" Enak saja kamu mau melukai Kakakku, yang boleh melukainya adalah aku saja, eeh bukan tambah dengan Tevy ",, kata Cryill sambil berfikir ingin membantu Denzel.
Dan disaat Olius sudah sampai didepannya Denzel, Cryill langsung saja memukul tubuhnya Olius dengan kursi kayu yang ada didalam kamarnya Denzel.
Dan suara Brakkk tadi adalah, suara Cryill memukul Olius menggunakan kursi hingga Olius pingsan seketika.
Denzel yang melihat Olius terkapar didepannya, dia langsung saja mengambil alih pisau yang dibawa oleh Olius tadi.
" Huh!!, kamu yang akan mati ditanganku Olius ",, kata Denzel sambil meludahi wajahnya Olius.
Setelah berkata seperti itu, Denzel langsung saja menusukkan pisau miliknya Olius keperut, d4da, dan tubuhnya Olius yang lain sebanyak sepuluh kali, dan itu langsung membuat Olius meninggal seketika.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1