
Denzel yang sudah mematikan sambungan telefonnya itu, dia langsung saja membuka kotak masuknya yang ternyata sudah cukup banyak pesan masuk kedalam ponselnya.
Denzel lalu mencoba scroll kebawah dan Denzel langsung saja menemukan pesan dari Garvyn dijam satu lewat sekian menit.
Denzel langsung saja membuka pesan yang dikirimkan oleh Garvyn tersebut, dan membaca pesannya dengan teliti sekali.
" Denzel ini ada musuh yang ingin menyerang markasmu, cepat basmi mereka ",, begitulah isi pesan yang dikirimkan oleh Garvyn sambil mengirimkan video yang tadi direkamnya.
Tevy yang merasa Denzel kenapa tidak masuk lagi kedalam kamar padahal sambungan telefonnya sudah terputus, dia lalu mencoba membuka ponselnya lagi untuk melihat sedang apakah Denzel diatas balskon itu.
Tevy yang sudah menghack ponsel dari Denzel lagi, dia langsung tahu, jika Denzle ternyata sedang membuka pesan video yang dikirimkan oleh Garvyn tadi.
" Oh jadi mereka yang sudah ingin menyerang markas suamiku, coba aku cari wajah dia diinternet ",, kata Tevy sambil memperhatikan dengan seksama wajah dari ketiga musuh Denzel.
Setelahnya Tevy langsung saja beranjak turun dari atas ranjang untuk mengambil laptopnya yang dia taruh diatas meja riasnya.
Ketika Tevy sudah mengambil laptopnya, dia langsung saja membawa laptopnya itu kemeja yang dekat dengan shofa.
Sedangkan Denzel sendiri, dia setelah melihat video yang dikirimkan oleh Garvyn tadi, Denzel langsung saja masuk kedalam kamarnya untuk berganti baju terlebih dahulu.
Namun ketika Denzel sudah masuk kedalam kamar, dia langsung melihat Tevy sedang mengotak atik laptopnya, padahal Denzel mengira jika Tevy sedang tidur.
Akan tetapi Tevy tidak menyadari jika Denzel sudah masuk kedalam kamar lagi dan sedang berjalan kearahnya.
" Sayang, kamu sedang apa?? ",, tanya Denzel kepada Tevy.
" Eehh Papi, mengejutkan Mami saja ",, jawab Tevy kepada Denzel dan hanya melirik sekilas kearah Denzel.
" Sedang apa Mami, ditanya sama Papi ko tidak menjawab, hmm ",, tanya Denzel lagi dengan lembut sambil duduk disamping Tevy.
Denzel sama sekali tidak memperlihatkan wajah tegang maupun banyak fikiran didepan Tevy, sebab Denzel tidak mau membuat Tevy kefikiran dengannya.
" Ini sedang mencari seseorang ",, jawab singkat dari Tevy kepada Denzel dengan mata yang terus fokus kearah laptopnya.
" Siapa?? ",, tanya Denzel sambil melihat kearah laptop juga.
Namun Denzel tidak begitu faham situs dan web atau jaringan apa yang sedang dibuka oleh Tevy.
__ADS_1
" Ssst sudah diam!! ",, kata Tevy kepada Denzel.
" Sana cepat ganti baju, mataku teralihkan melihat itu ",, kata Tevy lagi kepada Denzel, sambil mengkode roket jumbo milik Denzel yang terlihat, sebab handuk yang dipakai oleh Denzel sudah terlepas dari lilitannya.
Denzel langsung saja tertawa lucu ketika disindir oleh Tevy tentang roket jumbonya itu, dan setelahnya Denzel beranjak bangun dari duduknya melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam ruang walk in closet dengan bertelanjan9 bulat seperti itu.
Tevy yang melihat kelakuan dari Denzel yang malah meninggalkan handuk dishofa sebelahnya, dia hanya menggelengkan kepalanya saja.
Setelahnya Tevy langsung saja fokus lagi kearah laptopnya.
Dengan sangat serius sekali, dan sudah mempunyai cukup banyak pengalaman, tidak membutuhkan waktu lama, Tevy langsung bisa melacak keberadaan dari ketiga musuh Denzel itu yang sudah melukai Garvyn sahabat Denzel.
" Nah ketemu!!, huh kita lihat seberapa susahnya membobol aset serta menghack ponsel kalian bertiga ",, kata Tevy sambil berbicara sendiri ketika bisa menemukan ketiga musuh Denzel.
" Ternyata nama mereka, Tuan Zo, Tuan Guin, dan Tuan Yen, yang satu orang China ",, kata Tevy lagi ketika melihat biodata dari ketiga musuh Denzel.
" Aaah ternyata mudah sekali, membobol semua yang mereka milik ",, kata ejek dari Tevy ketika dia sudah bisa membobol semua harta atau aset yang ketiga musuh Denzel miliki.
Denzel yang sudah selesai berganti baju, dia langsung saja kembali duduk lagi dishofa sebelah Tevy.
" Tevy, itu mereka??!! ",, tanya Denzel kepada Tevy sambil menunjuk kelayar laptop.
" Iya Mami sedang mencari mereka, dan sebentar Papi, Mami sedang ingin menghack ponsel ketiganya ",, jawab Tevy kepada Denzel.
Denzel langsung saja speechles ketika melihat Tevy sedang menghack ponsel dari para musuh-musuhnya, padahal Denzel tidak memberitahukannya sama sekali kepada Tevy.
Bahkan Denzel sampai membuka mulutnya dengan cukup lebar sekali dengan melihat kemampuan dari Tevy yang tidak pernah dia bayangkan.
" Akhirnya bisa, lihat Tuan Zo sedang berada diMiami, Tuan Yen kembali keNegaranya yaitu China dan Tuan Guin sedang berada diAmerika ",, kata Tevy kepada Denzel.
Dan perkataan dari Tevy langsung saja menyadarkan keterkejutan dari Denzel tadi.
" Ba.........bagaimana Mami bisa tahu jika mereka adalah musuh dari Papi?? ",, tanya Denzel kepada Tevy dengan sedikit tergagap.
Dan terlihat bukan, lebih pintar siapa disitu, Denzel ataukah Tevy.
" Dari ponsel Papi, kan ponsel Papi juga terhubung dengan ponsel Mami, Papi lupa ya ",, jawab Tevy kepada Denzel.
__ADS_1
Denzel yang mendengar perkataan dari Tevy, dia langsung saja menutupi mukanya menggunakan kedua telapak tangannya sambil mengucapkan sebuah perkataan di dalam hatinya.
" Istriku menyeramkan sekali, lebih menyeramkan dari pada menghadapi seratus musuh sendirian ",, kata batin dari Denzel untuk Tevy.
" Sudah beres, yuk kita keluar Papi, dan katakan kepada anak buah Papi sekarang untuk segera menangkap mereka bertiga diNegara yang sudah Mami sebutkan tadi dan jika sudah ketangkap langsung saja masukkan mereka semua kedalam penjara ",, kata Tevy dengan tiba-tiba kepada Denzel dan langsung membuat Denzel mengalihkan lagi pandangannya kearah Tevy.
" Apanya yang sudah beres Mami?? ",, tanya Denzel dengan ekspresi kebingungan kepada Tevy.
" Ya mereka bertiga, sebab ponsel mereka sudah Mami sadap, kartu kredit, ATM, semua aset milik mereka bertiga sudah Mami bekukan semuanya, jadi mereka tidak akan bisa bersenang-senang lagi, mereka miskin mulai detik ini, atau apakah Papi mau semua harta mereka Mami ganti atas nama Papi?? ",, jawab Tevy kepada Denzel dengan tenang sekali.
" Aa........aapa yang Mami katakan??, dibekukan??, apa Mami bisa juga melakukan hal itu?? ",, tanya Denzel dengan nada yang super duper terkejut sekali dengan suara yang sangat tergagap.
Dan Tevy dengan percaya dirinya dia langsung saja mengangguk dengan semangat sekali kepada Denzel.
Denzel yang melihat anggukan dari Tevy, dia langsung saja mengeluarkan nafasnya dengan sangat cepat sekali, seperti baru saja melakukan lari maraton bermil-mil rasanya.
Sebab Denzel tidak menyangka jika Tevy bisa sehebat itu menjadi seorang Hacker.
Sungguh kejahatan Cyber atau biasa dikenal dengan istilah Cyber Crime atau juga Computer Crime sangat merugikan sekali bagi Negara.
Dan jika kemampuan itu berada ditangan yang tepat, pastilah dia tidak akan menggunakan untuk hal-hal yang sembarangan.
Namun jika kemampuan itu berada diorang yang salah, kita tidak perlu ditanyakan lagi apa dampaknya.
Untung saja Tevy walau dulu dia miskin dia tidak mau menggunakan kemampuannya itu untuk membajak sesuatu yang bukan miliknya, walau dia mampu.
" Makanya Papi jangan macam-macam dengan Mami, Mami bisa membuat Papi bankrut dalam sekejap, dan semua kekayaan Papi bisa langsung pindah tangan menjadi atas nama Mami ",, kata Tevy kepada Denzel.
" Dan setelah itu Papi langsung Mami tendang dan Mami akan hidup bahagia menikmati harta rampasan dari Papi bersama sikembar ",, lanjut lagi perkataan dari Tevy kepada Denzel sambil tertawa terbahak-bahak.
Denzel yang mendengar perkataan dari Tevy, dia langsung merasa gemas sekali dengan Tevy.
Dan Denzel yang gemas dengan Tevy, dia langsung saja mencoba menggelitikin perut buncitnya Tevy, hingga membuat Tevy meminta ampun kepada Denzel.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1