
Mandi yang Denzel lakukan pun tidak sejenak biasanya, dia seperti terburu-buru ketika membersihkan badannya itu didalam kamar mandi.
" Aku tidak menyangka Tevy yang aku anggap lemah dia tidak selemah yang aku kira ",, kata Denzel sambil bercermin didepan kaca kamar mandinya.
" Yang aku kira bodoh, ternyata dia mempunyai beribu ide untuk mengelabuhiku ",, sambung lagi perkataannya Denzel untuk Tevy.
" Yang aku kira dia sudah pasrah dan kalah ketika bisa aku kalahkan dia diatas ranjangku, ternyata semua yang aku fikirkan tentang dia salah semua ",, lanjut lagi terus perkataannya Denzel sambil berbicara sendiri.
Setelah Denzel puas berbicara sendiri seperti itu, dia lalu keluar dari dalam kamar mandi untuk berganti baju menggunakan baju kerjanya yang mahal itu.
Dan disaat Denzel sedang memakai sepatu kerjanya, tiba-tiba telinganya mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.
Denzel yang sudah selesai memakai sepatu dia langsung saja beranjak bangun dari duduknya untuk membuka pintu kamarnya.
Ketika pintunya sudah dibuka oleh Denzel, ternyata yang mengetuk pintunya adalah Hendy.
" Bagaimana?? ",, tanya Denzel kepada Hendy.
" Emm, maaf Tuan, semua CCTV yang ada dimansion ini sepertinya sudah dihack oleh seseorang Tuan, padahal fitur program CCTV didalam mansion ini sudah saya atur dengan sangat rapi sekali Tuan, tapi orang itu tetap saja bisa membobolnya ",, lapor Hendy kepada Denzel.
Denzel sungguh sangat terkejut sekali mendengar laporan dari Hendy, karena baru kali itu ada yang berani dan bisa membobol program CCTV mansionnya.
" Sepertinya orang itu sangat ahli sekali dalam bermain komputer Tuan, dan orang itu saya yakin yang juga sudah membantu Nona Tevy melarikan diri dari dalam mansion ini, sebab didalam CCTV Nona Tevy tidak terdeteksi sama sekali Tuan ",, lanjut lagi laporannya Hendy kepada Denzel.
" Siapakah orang itu, berani-beraninya dia menghack CCTV mansionku dan juga membantu Tevyku melarikan diri dariku ",, kata Denzel berbicara sendiri, akan tetapi Hendy masih mendengarnya.
" Tuan Denzel, ada lagi yang ingi saya laporkan kepada anda Tuan ",, kata Hendy kepada Denzel.
" Apa ",, tanya Denzel dengan sangat super singkat sekali.
" Tadi ada salah satu anak buah yang melapor kepada saya, jika tadi sekitar pukul sembilan lebih ada mobilnya Tuan Cryill yang keluar dari dalam mansion ini Tuan, mereka kira itu memang Tuan Cryill yang keluar mengendarai mobil itu, tapi ternyata bukan, sebab tadi para anak buah pada melihat Tuan Cryill sedang mengambil sesuatu didalam mobilnya yang terparkir sebelah mobilnya Tuan ",, lapor Hendy kepada Denzel.
" Mobilnya Cryill yang mana yang tadi keluar dari dalam mansion ini?? ",, tanya Denzel kepada Hendy.
" Mobil Ferrari 458 Spider yang warna merah itu Tuan ",, lapor Hendy lagi kepada Denzel.
__ADS_1
" Cari tahu dimana mobil itu berada dengan melihat plat nomor yang tertera dimobilnya, karena saya sangat yakin sekali yang mengendarai mobil itu adalah Tevy ",, kata Denzel dengan sangat tegas sekali kepada Hendy.
" Baik Tuan, kalau begitu saya akan bertanya kepada Tuan Cryill berapa nomor plat mobil Ferrarinya yang itu ",, kata Hendy kepada Denzel.
" Iya ",, jawab Denzel dengan singkat dan setelah itu Denzel masuk lagi kedalam kamarnya untuk mengambil mantel serta jas mahalnya itu.
Sedangkan Tevy tadi yang sudah sedikit jauh dari perkotaan, dia teringat jika dia sedang mengendarai mobilnya Cryill dan belum dia ganti identitas plat nomor yang dipakainya, alhasil Tevy dia lalu mengehentikan sejenak mobilnya dipinggir jalan untuk mengotak-atik laptopnya itu.
" Akan aku sembunyikan sebisaku, tidak akan aku biarkan Denzel bisa menemukanku dengan mudah ",, kata Tevy sambil membuka laptopnya dan menghack data-data mobilnya Cryill.
" Hah ternyata mudah sekali, dasar payah yang membuat aplikasinya ",, kata Tevy ketika dia dengan begitu mudah mengganti identitas pemilik mobilnya Cryill, serta menghack plat nomor mobilnya Cryill supaya tidak mudah dilacak oleh Denzel.
" Aku yakin jika saat ini Denzel sibajin94n itu sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencariku ",, kata Tevy lagi sambil menutup laptopnya dan setelah itu Tevy lalu melanjutkan perjalanannya lagi menuju ketujuannya sejak awal.
.........>>>>><<<<<.........
Sedangkan Hendy yang saat ini sedang mengetuk pintu kamarnya Cryill pun, daritadi tidak dibukakan oleh Cryill.
Hingga Denzel yang sudah keluar dari dalam kamarnya dan ingin pergi, melihat Hendy yang masih berdiri didepan pintu kamarnya Cryill.
" Apa kamu daritadi hanya berdiri disini terus Hendy??!! ",, tanya Denzel kepada Hendy.
" Iya Tuan, daritadi pintunya sudah saya ketuk namun tidak dibukakan oleh Tuan Cryill ",, jawab Hendy kepada Denzel.
Denzel yang mendengar jawabannya Hendy, dia lalu mengusir Hendy menggunakan telapak tangannya untuk pergi dari hadapannya.
Sedangkan Denzel dia langsung saja masuk kedalam kamarnya Cryill seperti biasanya tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Ketika sudah masuk kedalam kamarnya Cryill, Denzel melihat Cryill sedang mendengarkan musik menggunakan headphonenya sambil menghadap jendela kamarnya.
Tanpa aba-aba Denzel langsung saja melepas kasar headphonenya Cryill, membuat Cryill langsung saja marah sambil mengumpat kasar kepada sipelepas paksa headphonenya.
" What the hell, eeh Kakak ",, kata Cryill ketika terkejut karena headphonenya dilepaskan kasar oleh Denzel.
" Katakan kepada Kakak, apa kamu yang membantu Tevy keluar dari dalam mansion ini!! ",, kata Denzel dengan sangat to the point kepada Cryill.
__ADS_1
Cryill yang sangat tahu sifat dari Kakaknya dia lalu menjawab dengan lantang supaya terlihat jika dia tidak bersalah, sebab jika Cryill menjawabnya dengan gugup pastilah Denzel akan curiga serta akan mencercanya dengan sangat keras sekali, sampai Denzel mendapatkan jawaban yang dia inginkan.
" Kenapa Kakak menuduh Cryill, kan Kakak tahu sendiri jika Cryill daritadi berada didalam kamar ",, jawab Cryill kepada Denzel dengan sangat tegas sekali.
" Huh aku tidak boleh takut!! ",, lanjut lagi perkataannya Cryill namun didalam hatinya.
" Apakah kamu tahu jika mobil kamu dibawa pergi oleh Tevy?? ",, kata Denzel mencoba menyelidiki Cryill.
" Mobil yang mana??, memangnya Tevy dia bisa mengendarai mobilku Kak, kan mobilku semuanya mobil sport ",, jawab Cryill kepada Denzel dengan nada santainya.
" Ferrari 458 Spider yang warna merah ",, jawab Denzel dengan singkat kepada Denzel.
" Mobil itu kan berada didalam garasi Kak ",, jawab Cryill lagi dengan nada yang berpura-pura tidak tahu.
" Mobil itu sudah dibawa kabur oleh Tevy, dan Kakak meyakini jika kamu yang memberikan kunci mobilnya itu kepada Tevy ",, kata Denzel dengan wajah marahnya kepada Cryill.
Cryill langsung saja berpura-pura marah juga kepada Denzel ketika dia dituduh membantu Tevy keluar dari dalam mansion itu.
" Enak saja Kakak kalau berbicara, jika Tevy bisa bawa kabur mobil itu ya wajar saja Kak, kan kunci mobilnya tidak pernah Cryill jabut, masih tertancap itu didalamnya ",, jawab Cryill kepada Denzel sambil menunjukkan wajah cemberutnya yang dia buat-buat untuk lebih meyakinkan aktingnya.
Walau Denzel cukup yakin dengan jawabannya Cryill, namun Denzel masih sedikit curiga kepada Cryill.
" Awas saja jika kamu berbohong kepada Kakak Cryill, kamu tahu sendiri bagaimana jika Kakak marah!! ",, kata Denzel kepada Cryill dengan sambil menunjukkan wajah tegas, dingin, angkuh dan kejamnya seperti biasanya.
" Iya-iya tahu, sudah sana pergi, menggangguku saja yang sedang bersantai ",, jawab Cryill dengan santai sekali kepada Denzel, dan juga mengusirnya pula sambil memakai headphonenya lagi.
" Dasar adik lakn4t!! ",, kata Denzel sebelum pergi sambil memukul kepalanya Cryill dengan cukup kuat.
" Issshhh ",, jawab Cryill seperti biasanya kepada Denzel sambil mengusap kepalanya yang dipukul oleh Denzel tadi.
Dan setelah itu Denzel langsung saja berlalu pergi dari dalam kamarnya Cryill untuk menuju kantor jika tidak ya kemarkasnya, sambil menyuruh anak buahnya untuk terus mencari keberadaannya Tevy.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1