My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 71


__ADS_3

Ketika sepeninggalan dari Keluarga Carrington didalam ruang perawatannya Tevy.


Mereka berlima, yaitu Tevy, Denzel, Cryill, Mamah Qiara dan juga Papah Carlson, hanya bisa pada saling diam saja sambil saling menatap satu sama lainnya.


Untung didalam ruangan itu masih ada Cryill yang tidak menyukai situasi yang menyeramkan seperti itu.


Jadi akhrinya Cryill membuka suaranya terlebih dahulu untuk mencairkan suasana.


" Pah ....?? ",, panggil Cryill kepada Papahnya.


" Hmm ",, jawab Papah Carlson kepada Cryill sambil mengalihkan pandangannya kearahnya Cryill.


" Papah tidak mau pulang begitu sama Mamah?? ",, kata Cryill kepada Papahnya.


" Memangnya kenapa kalau papah ada disini?? ",, tanya balik Papah Carlson kepada Cryill.


" Iya tidak apa-apa, cuma kalau ada Papah disini membuat Tevy dan Kak Denzel menjadi kaku seperti itu, seperti kerupuk yang lagi dijemur ",, jawab Cryill kepada Papah Carlson sambil tertawa kecil.


Dan perkataannya Cryill membuat Papah Carlson langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Denzel dan juga Tevy.


Sedangkan Tevy dia juga menatap balik kearahnya Papah Carlson, kecuali Denzel, dia malah menatap dengan tatapan maut kepada Cryill.


Tapi Cryill yang ditatap seperti itu oleh Denzel dia tidak takut, malah menunjukkan gigi rapinya itu dengan tanpa dosa seperti biasanya.


" Oh ya, tadi katanya kamu meminta pembalut sama cel4n4 d4l4m Nak, apakah jadi?? ",, tanya Mamah Qiara yang baru teringat lagi dengan permintaannya Tevy yang tadi.


Mendengar perkataannya Mamah Qiara membuat Cryill langsung saja cemberut seketika.


" Yaah Mamah, kenapa harus diingatin lagi sih, sudah bagus Tevy lupa ",, kata Cryill kepada Mamah Qiara.


Mamah Qiara langsung saja tertawa lucu kepada Cryill.


" Minta pembalut, bukannya setahu Papah wanita hamil dia tidak datang bulan ya?? ",, kata Papah Carlson ikut nimbrung juga dalam percakapan itu.


Denzel yang baru faham perkataannya Papah Carlson, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Tevy.


Begitupun dengan Tevy yang langsung mengalihkan pandangannya juga kearahnya Denzel.


" Iya-iya, Mamah baru ingat, kan kamu tidak datang bulan selama hamil Nak, terus pembalut yang kamu minta itu untuk apa?? ",, kata Mamah Qiara juga kepada Tevy.

__ADS_1


" Ya tidak tahu, nanti bisa dikasihkan kepada wanita-wanita yang membutuhkan Mah, tapi cel4n4 d4l4mnya itu untuk Tevy, karena Tevy ingin mempunyai pakaian dalam yang baru Mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Qiara, dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.


" Dan tidak tahu kenapa, rasanya Tevy ingin sekali, dibelikan pakaian dalam sama Denzel, dan pembalut sama Cryill ",, sambung lagi perkataannya Tevy kepada semua orang.


Cryill langsung saja membuka mulutnya ketika mendengar perkataannya Tevy, yang harus membelikan pembalut terus dikasihkan kepada wanita-wanita yang tidak mampu.


" Kurang kerjaan sekali sih itu Tevy mengidamnya ",, gerutu Cryill didalam hatinya untuk Tevy.


Sedangkan Denzel dia sudah cukup santai ketika mendengar permintaannya Tevy yang seperti itu.


Sebab Denzel sudah memikirkan mau membelikan pakaian dalam untuk Tevy dimana.


" Oh seperti itu, ya tidak apa-apa sih, sekarang kan Mamah sudah tahu, sudah sana Denzel, Cryill lakasanakan permintaannya Tevy ",, kata Mamah Qiara kepada Tevy, Denzel dan juga Cryill.


" Ada-ada saja, mengidam ko aneh sekali seperti itu, tapi jika diingat-ingat, mengidamnya Tevy masih tidak seberapa, ketimbang mengidamnya Mamah kalian ketika hamil Cryill dulu, dan itulah yang membuat Cryill jadi aneh begini ketika sudah besar ",, kata Papah Carlson kepada semua orang.


Mamah Qiara yang teringat dengan mengidamnya dulu waktu hamil Cryill, dia langsung saja tertawa lucu sekali.


" Memangnya Mamah dulu waktu hamil Cryill mengidamnya apa Pah?? ",, tanya Cryill dengan mode keponya yang super tinggi sekali seperti biasanya.


" Tanya saja sama Mamah kamu itu!! ",, jawab Papah Carlson kepada Cryill, sambil berlalu menuju kearah shofa yang ada disitu dengan nada yang sedikit bete karena teringat dengan mengidamnya Mamah Qiara dulu.


Sedangkan Cryill yang mempunyai tingkat kekepoan yang sangat tinggi sekali seperti itu, dia terus mendesak sang Mamah untuk bercerita kepadanya.


" Mah, Mamah dulu mengidam apa sih, cerita dong sama Cryill ",, kata Cryill kepada Mamahnya dengan mode memasang wajah memelasnya.


" Sudah sana nanti saja ceritanya, kamu kan harus segera membelikan pembalut untuk Tevy ",, jawab Mamah Qiara kepada Cryill dan tidak mau langsung menceritakan masa mengidamnya dulu.


" Aah Mamah tidak yes ah sama Cryill ",, kata Cryill dengan nada manja imutnya kepada Mamahnya seperti biasanya.


Sedangkan Denzel dia masih anteng diam dengan wajah kaku dan dinginnya sambil terus menggenggam dan mengusap lembut tangannya Tevy yang ada didalam genggamannya.


Dan Tevy pun yang merasakan telapak tangannya Denzel seperti itu, dia hanya membiarkannya saja, tanpa ada niatan ingin menarik tangannya dari genggamannya Denzel.


" Sudah sana cepat laksanakan, sekalian beli makanan ya, Mamah sudah lapar ",, kata Mamah Qiara lagi kepada Cryill.


" Tidak mau, Mamah pokoknya harus cerita dulu sama Cryill ",, kata Cryill kepada Mamahnya dengan merajuk, persis seperti anak perempuan.


Dan Papah Carlson yang melihat tingkahnya Cryill yang seperti itu kepada istrinya, dia hanya melihatnya saja dan tidak memperdulikan sambil terus mengecek ponselnya.

__ADS_1


" Ya sudah terserah kamu saja, kan bukan Mamah yang menyuruh kamu, tapi Tevy ",, kata Mamah Qiara dengan cuek kepada Cryill dan sambil berlalu juga menuju kearah shofa untuk duduk disampingnya Papah Carlson.


" Oh ya Tevy, lebih baik pembalut yang dibeli Cryill nanti, untuk para asisstan mansionnya Denzel semua saja, kan kebanyakan dari mereka itu perempuan semua, dan masih muda-muda, pastinya mereka semua masih membutuhkan pembalut disetiap bulannya ",, kata Mamah Qiara kepada Tevy ketika Mamah Qiara sudah duduk dishofa yang ada disebelahnya Papah Carlson.


" Waaah Mamah benar sekali Mah, boleh juga itu idenya ",, jawab Tevy kepada Mamah Qiara dengan nada senangnya.


" Ya sudah sana Cryill beli yang banyak ya untuk mereka semua ",, kata Tevy kepada Cryill.


" Iya nanti tak belikan sama pabriknya juga!! ",, jawab Cryill dengan nada ketus kepada Tevy.


Namun Tevy hanya tertawa kecil saja menanggapi nada ketusnya Cryill kepadanya tadi.


" Ayo Kak kita pergi ",, ajak Cryill dengan tiba-tiba kepada Denzel, ketika sudah menjawab perkataannya Tevy tadi.


" Untuk apa?? ",, tanya Denzel kepada Cryill dengan nada tenangnya seperti biasanya.


" Ya kan Kakak harus membeli pakaian dalam untuk Tevy ",, jawab Cryill kepada Denzel.


Denzel bukannya menjawab perkataannya Cryill, dia langsung saja menelfon seseorang.


" Kirimkan kemansion saya sepuluh lusin lingerie yang terbaik dan termahal sekarang juga ",, kata Denzel kepada orang yang ditelefonnya itu sambil melirik angkuh kepada Cryill.


Yang mana membuat Cryill langsung saja menatap sebal sekali kepada Denzel.


" Berapa ukuran kamu?? ",, tanya Denzel kepada Tevy, ketika sipenelfon tanya size kepada Denzel.


Tevy langsung saja menyebutkan sizenya kepada Denzel, dan Denzel langsung saja menyampaikan kepada orang yang ditelefonnya.


Setelah selesai bertransaksi, sambungan telefonnya Denzel terputus juga dengan butik yang sedang ditelefonnya itu.


Denzel memasukkan ponselnya kesaku celananya dia sambil menunjukkan senyum miringnya kepada Cryill.


Dan butik yang ditelefon Denzel, bukan butik sembarangan, melainkan butik yang menjual barang-barang branded berkualitas dan juga mahal-mahal.


Cryill yang sebal dengan semua orang langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy dengan wajah yang sedikit ditekuk tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada yang lainnya.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2