My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 6


__ADS_3

Denzel yang sudah masuk kedalam mobilnya yang lainnya, dia langsung saja mengendarai mobilnya itu untuk keluar dari pelataran mansionnya.


Yang ada didalam fikirannya Denzel saat ini adalah Denzel ingin bertemu lagi dengan gadis kecil yang daritadi selalu melintas dipandangannya itu.


Dan tempat yang dituju oleh Denzel yang pertama adalah taman kota, karena fikir Denzel jika Tevy suka pergi ketaman.


Ketika Denzel tidak melihat ada Tevy ditaman itu Denzel lalu mengendarai mobilnya sambil menyusuri kota.


" Kira-kira gadis kecil itu tinggal dimana ya?? ",, kata Denzel dengan sambil mengendarai mobilnya dengan sangat pelan sekali sambil melihat kesekitar, karena siapa tahu Denzel akan melihat Tevy secara tiba-tiba.


Setelah berkata seperti itu, Denzel sejenak dia langsung saja menepikan mobilnya dipinggir jalan untuk menghubungi anak buahnya.


" Apa kalian sudah menemukan gadis kecilku itu?? ",, tanya Denzel kepada anak buah yang tadi disuruhnya untuk mencari keberadaannya Tevy.


" Maafkan kami Tuan, kami belum menemukannya, dan kami juga saat ini masih terus mencari keberadaannya gadis kecilnya Tuan ",, jawab anak buahnya Denzel kepada Denzel melalui sambungan telefon.


" Cari terus sampai dapat, dan selalu laporkan perkembangannya kepadaku!! ",, jawab Denzel kepada anak buahnya dan Denzel juga langsung mematikan sambungan telefonnya tanpa menunggu jawaban dari anak buahnya.


Setelah menelfon anak buahnya, Denzel lalu menyandarkan punggungnya kesandaran kursi mobilnya untuk sejenak sambil berfikir.


" Jika dilihat-lihat dan aku amatin, gadis kecil itu umurnya sudah dewasa deh, tapi hanya saja penampilannya sangat sederhana sekali dan wajahnya juga sangat baby face sekali makanya dia terlihat seperti anak kecil, apalagi dia begitu pendek sekali jika berada disampingku ",, kata Denzel sambil berbicara sendiri.


" Tapi kenapa aku menjadi penasaran seperti ini sih kepada wanita!! ",, kata Denzel lagi sambil memukul pelan stir mobilnya.


Dan setelah berkata seperti itu dengan sedikit sebal, Denzel langsung saja melanjutkan perjalanannya lagi, namun bukan untuk mencari Tevy, melainkan menuju keclub elite yang ada dikota itu.


Sedangkan Tevy yang sedang melihat jam didinding kamarnya Milka sudah menunjukkan pukul delapan malam lebih, dia langsung saja berpamitan kepada Milka untuk pulang keapartemennya.


" Kenapa tidak menginap disini saja sih Tev, ini kan sudah malam ",, kata Milka kepada Tevy.


" Baru jam delapan, masih sore kali ",, jawab Tevy kepada Milka.


" Ya sudah kalu begitu hati-hati ya dijalan, maaf aku tidak bisa mengantarkanmu keluar, lagi banyak pekerjaan ini aku ",, kata Milka kepada Tevy sambil berpelukan khas perempuan.


" Iya tidak apa-apa ko, santai saja, kayak seperti sama siapa saja kamu ini, sudah aku pulang dulu ya ",, kata Tevy lagi kepada Milka.


" Iya ",, jawab Milka kepada Tevy sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Dan setelahnya Tevy dia langsung saja berlalu keluar dari dalam kamarnya Milka untuk berlalu pulang keapartemennya.


Ketika Tevy baru saja sampai diruang tamu rumahnya Milka, Tevy melihat ada Ayahnya Milka yang bernama Ayah Iram dan Vince Kakaknya Milka sedang mengobrol diruang tamu tersebut.


" Ayah, Kak Vince ",, sapa Tevy kepada Ayah Iram dan Vince.


" Lho Nak Tevy mau pulang, Ayah kira Nak Tevy akan menginap disini ",, kata Ayah Iram kepada Tevy.


" Besok Tevy ada jadwal mengajar Yah, Tevy pamit pulang dulu ya ",, jawab Tevy kepada Ayah Iram.


" Mau Kakak antar Tev?? ",, tawar Vince kepada Tevy.


" Tidak perlu Kak, ini juga belum terlalu malam ko ",, jawab Tevy kepada Ayah Iram dan juga Vince.


" Ya sudah kalau begitu hati-hati dijalan ya, kalau ada apa-apa langsung hubungi Kakak ya Tev ",, kata Vince lagi kepada Tevy.


" Siap Kak ",, jawab Tevy kepada Vince.


Dan setelah itu Tevy langsung saja benar-benar keluar dari dalam rumahnya Milka untuk menuju keapartemennya sendiri.


Tevy langsung saja menyetop salah satu taksi yang banyak lewat didepan rumahnya Milka.


Tevy yang sudah berada didalam taksi pun, dia hanya diam saja sambil meredakan perasaannya yang entah kenapa daritadi merasa sangat tidak enak sekali.


Sedang kita berpindah keDenzel.


Denzel yang sudah berada didalam club sambil menikmati minuman wine yang dipesannya pun, dia meminum wine itu sambil menikmati musik yang berdentum sangat keras sekali itu.


Sesekali Denzel dia menggerakkan kakinya mengikuti irama music yang sedang diputar didalam club itu.


Ketika Denzel sedang asik menikmati minuman serta suasana club, tiba-tiba ada dua jalan9 yang mencoba mendekati dan merayu Denzel.


Namun Denzel selalu menolaknya, dan selalu tidak suka jika didekatin oleh para jalan9, karena bagi Denzel para jalan9 itu adalah sampah.


" Hei-hei Nona-nona janganlah kamu mendekati dia, dia itu tidak suka pada wanita, mending kalian berdua bersamaku ",, kata seseorang kepada kedua jalan9 tadi.


Dan Denzel ketika sudah melihat wajah dari orang yang berkata seperti itu kepadanya, dia hanya cuek saja tidak memperdulikannya.

__ADS_1


Orang itu dia langsung saja duduk dikursi depannya Denzel sambil memangku kedua jalan9 tadi dikedua pah4nya.


" Kamu mengotori pemandanganku Dinosaurus ",, kata Denzel kepada temannya yang bernama Dino itu.


Dan Denzel sukanya memanggil Dino dengan panggilan Dinosaurus.


Dino yang sedang mabuk itu pun, dia hanya tertawa saja ketika mendengar Denzel memanggilnya Dinosaurus.


" Mari kita pergi saja dari sini Nona-nona, jangan mengganggu dia, Tuan Dinosaurus ini siap untuk menerkam kalian berdua, mari kita bersenang-senang ",, kata Dino kepada kedua jalan9 itu dengan keadaan yang sudah sangat mabuk sekali.


Dan setelah itu Dino langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Denzel bersama kedua jalan9 tadi.


Dino sendiri dia adalah salah satu temannya Denzel yang setia, dan dia juga sangat tahu apa saja pekerjaannya Denzel, cuma yang jelek dari Dino adalah dia suka bermain dengan jalan9.


Setelah kepergian dari Dino, Denzel langsung saja berdiri dari duduknya untuk pergi dari dalam club itu.


Denzel yang sudah mengendari mobilnya pun, dia langsung saja ingin pulang kembali kemansionnya.


Namun ketika dipertengahan jalan lagi, Denzel melihat ada seorang gadis yang sangat dikenalnya sedang berjalan sendirian digelapnya malam perkotaan.


Ketika Denzel mengikuti gadis itu menggunakan mobilnya dengan sangat pelan-pelan sekali untuk melihat lebih jelas lagi wajah dari sang gadis, ternyata benar tebakannya Denzel, jika gadis itu adalah Tevy yang sedang dicarinya.


Ternyata tadi taksi yang ditumpangi oleh Tevy mengalami sedikit masalah dengan bannya yang tiba-tiba saja bocor.


Tevy yang sudah keluar dari dalam taksi, dia memutuskan untuk jalan kaki saja menuju keapartemennya, sebab fikir Tevy jarak apartemennya pun, hanya tinggal tiga ratus meteran saja.


Namun alangkah terkejutnya Tevy, ketika Tevy sedang asik berjalan sendirian, tiba-tiba dia dihadang oleh beberapa orang berpakaian jas rapi yang berdiri tepat didepannya.


Denzel yang melihatnya pun, dia sejenak memperhatikan dulu siapa semua laki-laki yang menghadang jalannya Tevy.


Ketika sudah diamati oleh Denzel, ternyata para laki-laki itu adalah para anak buahnya sendiri yang sedang dia tugaskan untuk mencari keberadaannya Tevy.


Denzel masih terus mengamati Tevy dari jauh yang sedang berbincang dengan para anak buahnya itu dari dalam mobilnya.


Dan ketika Denzel sedang sibuk mengamati Tevy beserta anak buahnya, tiba-tiba Denzel dibuat sangat terkejut sekali dengan apa yang dilakukan oleh Tevy kepada para anak buahnya yang berjumlah empat orang itu.


Sungguh diluar ekspetasi Denzel sekali apa yang sedang dilihat oleh Denzel saat itu.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2