
Beralih keCryill untuk sejenak.
Cryill yang biasanya menunjukkan wajah bahagia dan juga Ceria, kali ini tidak ada wajah yang seperti itu yang terlihat diwajahnya.
Yang ada adalah wajah sedih, khawatir dan juga sangat bingung sekali, karena dia belum mengetahui keadaannya Khafita bagaimana.
Cryill yang sudah sampai didepan ruang operasinya Khafita, dia langsung melihat sepasang suami istri yang sedang bersedih, dan sang istri sedang menangis didalam pelukannya sang suami.
Cryill lalu mencoba bertanya kepada sepasang suami istri tersebut..
" Permisi Tuan, Nyonya, kalau boleh tahu siapakah kalian berdua, karena setahu saya didalam yang sedang operasi adalah Khafita kekasih saya?? ",, kata Cryill kepada sepasang suami istri itu.
" Kekasih?? ",, kata laki-laki tua itu kepada Cryill.
" Iya Tuan, saya kekasihnya Khafita ",, jawab Cryill kepada laki-laki tua itu.
" Kalau begitu perkenalkan, saya adalah Ayahnya Khafita dan dia adalah Mamahnya Khafita ",, jawab sepasang suami istri itu yang ternyata adalah Ayah Cedro dan juga Mamah Carla.
Cryill sedikit terkejut ketika berhadapan langsung dengan kedua orang tuanya Khafita dalam keadaan yang tidak dia duga.
" Maaf Tuan, saya tidak tahu ",, jawab Cyrill kepada Ayah Cedro.
Sedangkan Mamah Carla, dia hanya diam saja karena fikiran dia sedang sangat kacau sekali memikirkan nasibnya Khafita yang masih sedang dioperasi oleh para Dokter didalam ruang operasi.
" Tidak apa-apa....., sejak kapan anda menjadi kekasih dari anak saya Khafita?? ",, tanya Ayah Cedro kepada Cryill.
" Sejak semalam Tuan ..... ",, jawab jujur dari Cryill kepada Ayah Cedro.
Ayah Cedro tersenyum lucu dengan sangat tipis sekali, ketika mendengar jawabannya Cryill.
" Tadi pagi jika saya tidak ada meeting penting, pastilah saya yang akan mengantarkan Khafita untuk berangkat kerumah sakit Tuan, tapi sayangnya meeting saya tidak bisa ditinggal, dan mengharuskan Khafita berangkat kerumah sakit sendirian ",, kata Cryill kepada Ayah Cedro, dengan tatapan sedihnya.
Ya walau dia baru semalam jadian dengan Khafita, tapi Cryill tidak main-main dengan perasaannya kepada Khafita.
" Maafkan saya Tuan ",, kata Cryill lagi kepada Ayah cedro.
__ADS_1
" Bukan salah kamu juga Nak, silahkan duduk dulu disini, supaya kita bisa mengobrol sebentar ",, kata Ayah Cedro kepada Cryill yang daritadi masih berdiri sambil bersandar ditiang rumah sakit.
Dan Cryill yang mendengar perkataan dari Ayah Cedro, dia langsung saja duduk dengan berjarak satu kursi dari Ayah Cedro.
" Apa pekerjaan kamu Nak??, dan kalau boleh tahu, siapa nama kamu?? ",, tanya Ayah Cedro kepada Cryill.
" Cryill Marvin Maverick Tuan, dan saya seorang CEO diPerusahaan PT CM Corp ",, jawab Cryill dengan jujur kepada Ayah Cedro.
PT CM Corp adalah Perusahaannya Papah Carlson, alias PT Carlson Maverick Corporation.
Ayah Cedro tersenyum tipis ketika mendengar pekerjaannya Cryill yang tidak main-main, dan bisa dipastikan gaji yang dia punya sangatlah banyak sekali.
Disaat Ayah Cedro ingin bertanya lagi kepada Cryill, tiba-tiba saja pintu ruang operasi terbuka dari dalam, dan salah satu Dokter yang masih memakai pakaian operasi, dia langsung saja keluar sambil mencari keberadaan dari Keluarganya Khafita.
Melihat akan hal itu, Ayah Cedro, Mamah Carla dan juga Cryill, langsung saja berdiri dari duduk mereka dan berjalan mendekati Dokter tersebut.
" Keluarga Nona Khafita?? ",, tanya Dokter itu, kepada Ayah Cedro, Mamah Carla dan juga Cryill, triple C ternyata mereka.
" Iya Dokter, saya Ayahnya ",, jawab Ayah Cedro kepada Dokter tersebut.
" Ayah saja yang ikut sama Dokter, Mamah mau disini saja menunggui Khafita ",, kata Mamah Carla kepada Ayah Cedro.
" Boleh saya ikut juga Tuan?? ",, tanya Cryill kepada Ayah Cedro.
Dan Ayah Cedro dia hanya mengangguk saja kepada Cryill, sedangkan Dokter itu dia hanya memperhatikan saja ketiga orang yang berada didepannya sedang saling berunding.
" Ayo Dokter ",, kata Ayah Cedro kepada Dokter tersebut.
Dan setelahnya mereka bertiga langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Mamah Carla yang sedang setia menunggui didepan ruang operasinya Khafita.
Singkat cerita, saat ini Ayah Cedro dan juga Cryill mereka berdua sudah berada didalam ruang kerjanya Dokter tadi, dan juga sudah duduk dikursi yang ada didepan meja kerjanya Dokter itu.
" Bisa tolong jelaskan kepada saya Dokter, bagaimana keadaan dari anak saya Khafita?? ",, tanya Ayah Cedro kepada Dokter yang tadi menangani Khafita.
" Perkenalnya sebelumnya Tuan, nama saya adalah Dokter Abilio Tuan, dan saya adalah Dokter Ahli Bedah yang tadi mengoperasi Nona Khafita ",, kata Dokter Abilio kepada Ayah Cedro dan juga Cryill.
__ADS_1
" Keadaannya Nona Khafita cukup memprihatinkan, mohon maaf Tuan-tuan ............... ",, kata Dokter Abilio kepada Ayah Cedro sambil menjedanya sejenak, sambil menatap lekat kepada orang yang duduk didepannya itu.
" Cepat Tuan katakan kepada kami ",, kata Ayah Cedro kepada Dokter Abilio dengan tidak sabaran.
" Nona Khafita kemungkinan besar dia akan mengalami kelumpuhan kaki permanen seumur hidupnya Tuan, sebab Nona Khafita dia mengalami patah tulang serta keretakan ditulang kaki dan lututnya, dan juga kerusakan dari sumsum tulang belakangnya Tuan ",, jawab Dokter Abilio kepada Ayah Cedro dan juga Cryill.
Cryill dan juga Ayah Cedro mereka berdua sangat syok sekali mendengar perkataannya Dokter Abilio tentang keadaannya Khafita.
" Dokter tidak bercanda kan Dokter kepada saya??, karena saya sendiri dan anak saya Khafita juga bekerja sebagai Dokter!! ",, kata Ayah Cedro kepada Dokter Abilio dengan sangat sedih sekali.
" Mohon maaf Tuan, memang begitu kenyataannya, dan jika anda sebagai Dokter, seharusnya juga sudah tahu, seburuk apapun kondisi pasiennya, pihak keluarga berhak tahu akan hal itu ",, jawab Dokter Abilio kepada Ayah Cedro dan masih didengar oleh Cryill.
Bahkan Cryill dia sampai tidak bisa berkata apa-apa, mulut dia bagaikan dikunci rapat oleh sesuatu.
Ayah Cedro dia langsung saja terduduk lemas dikursi yang didudukinya, sambil menangis dengat cukup pilu sekali.
Dan Cryill yang melihat Ayah Cedro seperti itu, dia langsung saja menenangkan Ayah Cedro sambil mengusap lembut pundaknya Ayah Cedro.
" Apakah tidak ada jalan Dokter untuk mengobati kelumpuhan kaki dari anak saya Khafita?? ",, tanya Ayah Cedro kepada Dokter Abilio dengan berderai air mata.
" Mohon maaf Tuan, setahu saya walau pun ada pastilah akan membutuhkan waktu yang sangat lama sekali ",, jawab Dokter Alibio kepada Ayah Cedro.
" Sebab yang dialami oleh Nona Khafita adalah kedua lututnya dan tulang kakinya patah serta retak cukup parah sekali Tuan, apalagi sumsum tulang belakangnya Nona Khafita juga mengalami kerusakaan karena kecelakaan yang tadi baru saja dialaminya ",, sambung dan serta dijelaskan lagi perkataannya Dokter Abilio kepada Ayah Cedro dan juga Cryill.
Ayah Cedro benar-benar lemas sekali, ketika harus mendengar penjelasan dari Dokter Abilio lagi.
Dan sebagai sesama Dokter, dia juga tahu, pasti akan sangat sulit menyembuhkan kelumpuhan kaki yang dialami oleh anaknya itu.
Kalaupun bisa dan juga ada, pastilah membutuhkan waktu tidak cuma satu atau dua tahun saja lamanya, dan Khafita juga pasti akan sering menjalani operasi untuk mengoperasi kakinya yang yang patah dan retak itu serta kerusakan dari sumsum tulang belakangnya.
Runtuhlah sudah dunia dari Ayah Cedro, dan dia menjadi bingung bagaimana menjelaskannya kepada sang istri yaitu Mamah Carla Mamahnya Khafita, tentang keadaannya Khafita, putri kedua mereka.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1