My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 25


__ADS_3

Tevy masih terus memasang sikap waspada dengan mata yang terus melihat kearahnya Denzel.


Sedangkan Denzel sendiri dia tidak peduli ketika Tevy sedang menatap tajam kearahnya.


Denzel langsung saja melemparkan kemejanya yang sudah dilepaskannya itu keatas ranjang dengan santainya sambil melirik kearahnya Tevy.


" Kamu kenapa Tevy, menatapku seperti itu?? ",, tanya Denzel kepada Tevy.


" Tuan, kenapa anda melepaskan kemeja anda?? ",, tanya Tevy kepada Denzel dengan terus memasang sikap waspada takutnya Denzel akan berbuat macam-macam kepadanya.


" Ya terserah saya, ini kamar-kamar saya, apa hak kamu melarangku, jika saya mau saya juga bisa melepaskan celanaku ini sekarang juga disini",, jawab Denzel kepada Tevy sambil berdiri dari duduknya.


Tevy langsung saja kebingungan sendiri mendengar perkataannya Denzel.


" Jangan Tuan!!, jangan lakukan itu dihadapanku, atau ..... ",, kata Tevy kepada Denzel dan langsung terpotong oleh perkataannya Denzel.


" Atau apa Tevy, hmm ??",, kata Denzel memotong perkataannya Tevy.


" Sudah pokoknya jangan Tuan, saya bilang jangan lakukan itu, jika anda ingin berganti celana, sana didalam ruang walk in closet miliknya Tuan, atau didalam kamar mandi saja ",, jawab Tevy kepada Denzel.


Melihat wajah tegang dan sedikit takutnya Tevy, membuat Denzel mempunyai rencana ingin mengerjai Tevy.


Sebab Tevy terlihat semakin cantik ketika sedang ketakutan dan malu bercampur menjadi satu seperti itu.


" Terserah saya dong, kenapa kamu daritadi melarangku, ini itu kamar saya, bukan kamar kamu ",, jawab Denzel sambil melepaskan ikat pinggang celananya.


" Tuan, stop, hei stop Tuan!! ",, kata Tevy ketika dia melihat Denzel semakin menjadi ingin melepaskan celana kain yang sedang dipakainya.


Denzel hanya tersenyum miring saja sambil menampilkan alisnya yang dia naikan keatas satu dengan terus bergerak melepaskan zipper celananya itu.


Tevy langsung saja menutup wajahnya mengggunakan kedua telapak tangannya itu ketika Denzel sudah menurunkan kebawah celana kainnya.


Denzel yang sudah melepaskan celana kainnya itu, dia langsung saja tertawa dengan sangat puas sekali ketika sudah bisa mengerjai Tevy.

__ADS_1


Dan ini kali kedua Denzel bisa tertawa begitu lepasnya dihari itu bersama Tevy.


Tevy yang mendengar suara tawanya Denzel, dia langsung saja dengan perlahan membuka kedua tangannya yang sedang menutupi wajahnya.


Dengan mata yang mengintip sedikit, Tevy akhirnya langsung saja membuka semua kedua telapak tangannya ketika melihat Denzel ternyata memakai celana pendeknya.


" Kamu kenapa ketakutan sekali seperti itu Tevy, lagi pula sah-sah saja jika saya bertelanjan9 didalam kamarku ini ",, kata Denzel kepada Tevy ketika sudah melihat Tevy membuka matanya.


" Yang tidak sah itu jika anda membukanya dihadapanku Tuan ",, jawab Tevy kepada Denzel sambil mendongak melihat wajahnya Denzel yang sedang berdiri didepannya.


Denzel lalu menunduk untuk bisa lebih dekat menatap wajahnya Tevy sambil menjawab perkatannya Tevy.


Sedangkan Tevy langsung saja memundurkan sedikit badannya keatas ranjang ketika Denzel menunduk seperti itu.


" Aku tidak perduli mau sah atau tidak sah, saya tetap mau melepaskannya disini, sebab saya merasa gerah didalam kamar ini bersamamu ",, kata Denzel kepada Tevy dengan suara pelan serak-serak basahnya yang sangat seksi sekali ketika didengar.


" Tuan, jika anda sampai berani melepaskannya, saya akan kabur dari dalam kamar ini ",, ancam Tevy kepada Denzel.


" Silahkan saja jika kamu bisa dan berani Tevy ",, kata Denzel kepada Tevy sambil menegakkan tubuhnya lagi.


Sedangkan Tevy dia sudah memegangi jarum infus yang ada ditangannya untuk siap-siap dia cabut dengan paksa.


Denzel melakukan gerakan seperti itu, sambil menunjukkan wajah sok tampannya dengan bibir yang terus tersenyum miring dengan alis yang dia naikkan keatas sebelah sambil juga menatap wajahnya Tevy.


Ketika celana pendeknya Denzel benar-benar sudah diturunkan oleh Denzel, Tevy langsung saja menutup matanya dan juga langsung melepas paksa selang infus yang ada ditangannya.


Denzel belum menyadari dengan apa yang dilakukan oleh Tevy ditangannya.


Denzel sedang asik terus menggoda Tevy ingin menurunkan celan4 d4l4mnya itu, yaps memang Denzel saat ini hanya cuma memakai celan4 d4l4mnya saja.


Dengan mengintip sedikit dimatanya yang dia tutup rapat itu, Tevy langsung saja beranjak berdiri dari atas ranjang untuk segera berlari menuju kearah pintu kamarnya Denzel.


Denzel yang terkejut dengan gerakannya Tevy yang tiba-tiba seperti itu, dia reflek langsung saja menghentikan aksinya yang sedang menggoda Tevy dan langsung juga menangkap tubuhnya Tevy yang sudah berhasil membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Denzel yang sudah menangkap tubuhnya Tevy, dia langsung saja menutup pintu kamarnya lagi dengan sedikit kencang.


Cryill yang baru saja keluar dari dalam kamarnya dan sedang melewati kamarnya Denzel ingin menuju kesalah satu ruangan yang ada dilantai dua, dia sedikit terkejut ketika mendengar pintu kamarnya Denzel tiba-tiba terbuka dari dalam dan tiba-tiba juga langsung tertutup dengan cukup kencang sekali seperti itu.


Jiwa kepo yang ada didalam dirinya Cryill langsung saja mengirimkan sinyal kepada Cryill untuk ingin tahu lebih lanjut kegiatan sang Kakak bersama perempuan yang bernama Tevy itu.


" Kira-kira mereka sedang apa ya?? ",, kata Cryill ketika sedang menghentikan langkah kakinya.


" Aku harus menuntaskan rasa kepingin tahuku itu, jika tidak, aku tidak bakal bisa tidur nyenyak malam ini ",, kata Cryill lagi dan dia lalu berputar haluan menuju kedepan pintu kamarnya Denzel.


Dengan sangat super perlahan sekali, Cryill lalu membuka pintu kamar sang Kakak dengan menampilkan wajah yang sangat takut ketahuan sekali.


Ketika pintu kamar sudah bisa terbuka sedikit oleh Cryill, Cryill langsung saja memasukkan kepalanya sedikit kedalam kamarnya Denzel untuk melihat aktifitas dari sang Kakak yaitu Denzel bersama Tevy.


Denzel walau ketus dan jutek kepada Cryill, tapi dia tidak pernah bisa marah kepada adiknya itu, walau adiknya terkadang cukup menguras kesabarannya.


Cryill yang sudah memanjangkan leher kepalanya untuk melihat sang Kakak, dia dibuat sangat terkejut sekali, ketika dirinya melihat Kakaknya yaitu Denzel dalam keadaan yang hampir telanjan9 dan hanya menggunakan cel4n4 d4l4mnya saja sedang menindih badannya Tevy diatas ranjang.


" Omo-omo-omo, oh my good, mataku ternodai pemandangan yang sangat bagus sekali ",, kata Cryill dengan tanpa suara.


Tidak cuma mata saja yang terus mengintip sang Kakak, tapi Cryill juga menajamkan telinganya untuk mendengarkan percakapan antar Denzel dan juga Tevy.


" Kenapa kamu lari Tevy, padahal banyak dari wanita diluar sana yang ingin melihat tubuhku ini, hingga mereka rela tidak dibayar asal bisa bermalam satu malam denganku ",, kata Denzel dengan posisi menindih badannya Tevy dipinggiran ranjang, dengan keadaan yang hanya memakai celan4 d4l4mnya saja.


" Maaf Tuan, saya tidak termasuk dengan para wanita itu, bagi saya tubuh anda tidak menggiurkan sama sekali, malah menakutkan, karena bisa membuat saya khilaf ",, jawab Tevy kepada Denzel.


Cryill langsung saja tertawa kecil ketika mendengar jawabannya Tevy kepada Denzel, namun sayang suara tawanya terdengar oleh Denzel dan juga Tevy.


Denzel dan Tevy langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah pintu kamar, dan langsung juga melihat Cryill sedang mengintip mereka berdua.


Denzel langsung berdiri dari tubuhnya Tevy dengan menampilkan wajah marahnya itu kepada Cryill, sedangkan Cryill yang sudah ketahuan jika dia sedang mengintip Kakaknya, dia langsung saja berlari pergi meninggalkan pintu kamarnya Denzel secepat kilat.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2