
Ketika Denzel melihat Dokter tersebut sudah selesai memeriksa keadaannya Tevy, Denzel langsung saja bertanya kepada Dokter itu.
Begitu pun dengan Dokter itu, dia juga langsung berbalik badan dan mendekati Denzel.
" Apa Tuan, suami dari Nyonya ini?? ",, tanya Dokter tersebut kepada Denzel.
" Iya Dokter saya suaminya, bagaimana keadaan dari istri saya ",, jawab Denzel dengan tenang kepada Dokter tersebut.
Dan perkataannya Denzel membuat Tevy langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Denzel.
Namun Denzel hanya melirik saja kearahnya Tevy yang sedang melihatnya itu.
Sedangkan Mamah Orlin sendiri dia masih setia menunggu didepan ruang pemeriksaannya Tevy.
Untuk panti asuhannya Mamah Orlin sendiri, Denzel sudah menugaskan beberapa anak buahnya untuk menjaga disitu, dan beberapa lagi anak buahnya untuk ikut bersamanya.
" Istri anda dia tidak kenapa-kenapa Tuan, dan sakit yang dia alami adalah hal wajar karena dia sedang mengandung, untuk lebih jelasnya lagi anda bisa memeriksakannya kepada Dokter kandungan yang ada dirumah sakit, sebab disini tidak ada Dokter Spesialis kandungan Tuan, adanya Dokter umum biasa ",, jawab Dokter tersebut kepada Denzel.
Dan sungguh perkataannya Dokter itu membuat Denzel dan juga Tevy langsung saling pandang dengan tatapan yang sama-sama terkejutnya.
" Ha..... Hamil Dok?? ",, hanya kata itu yang keluar dari dalam mulutnya Tevy kepada Dokter yang memeriksanya.
" Iya Nyonya, anda sedang hamil ",, jawab Dokter laki-laki itu kepada Tevy dengan ramah dan juga sopan.
" Dan apakah Nyonya tahu, sudah berapa lama Nyonya tidak datang bulan?? ",, tanya Dokter itu kepada Tevy.
Tevy lalu terdiam sejenak karena dia baru menyadari jika dia belum kedatangan tamu bulanannya sudah beberapa hari belakangan ini.
Sedangkan Denzel dia masih terus menatap kearah wajah pucatnya Tevy yang sangat dia rindukan itu.
" Nanti jika Nyonya sudah ingat, Nyonya katakan saja kepada Dokter Kandungannya ya Nyonya, sementara saya akan memberikan vitamin dan juga obat yang baik dikonsumsi ibu hamil untuk mengurangi panas ditubuhnya Nyonya sekaligus rasa pusing yang Nyonya rasakan ",, kata Dokter itu lagi kepada Tevy, ketika Tevy hanya diam saja seperti sedang melamun.
" Iya Dokter ",, bukan Tevy yang menjawab melainkan Denzel.
" Kalau begitu saya permisi sebentar Tuan, Nyonya, saya akan mengambilkan obat untuk anda ",, kata Dokter itu berpamitan pergi kepada Denzel dan juga Tevy.
__ADS_1
Denzel hanya mengangguk formal saja, sedangkan Tevy dia masih terdiam karena sedang memikirkan banyak hal difikirannya.
Mamah Orlin yang melihat Dokter itu keluar dari dalam ruang pemeriksaannya Tevy bersama suster, dia langsung saja ikut masuk kedalam ruang perawatannya Tevy juga.
" Tevy, Nak, bagaimana keadaan kamu, apa yang Dokter katakan tentang sakit kamu Nak?? ",, kata Mamah Orlin dengan sangat khawatir sekali kepada Tevy.
Namun Tevy belum sempat menjawab, sudah keduluan Denzel yang berbicara kepada Mamah Orlin.
" Nyonya anda bilang jika Tevy sudah sakit selama kurang lebih dua minggu ini, kenapa Nyonya tidak membawanya keDokter selama itu?? ",, tanya Denzel dengan mode dinginnya seperti biasanya, karena mengira Mamah Orlin tidak mau membawa Tevy berobat keDokter.
" Sudah saya bujuk berulang kali Tevynya Tuan untuk periksa keDokter atau Dokternya saya panggilkan kepanti, namun dia tetap kekeh tidak mau, dan keras kepalanya Tevy ini sungguh daridulu tidak bisa saya tangani ",, jawab Mamah Orlin kepada Denzel.
Membuat Denzel langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Tevy dengan tatapan marahnya.
Sebab kali ini Denzel mengira jika Tevy tidak mau diperiksa Dokter karena tidak menginginkan anak yang sedang dikandungnya.
" Apa maksud kamu Tevy tidak mau dibawa keDokter, apa kamu mau menggugurkan anak yang ada didalam rahim kamu itu, yang jelas-jelas dia adalah anak saya, darah daging saya??!! ",, kata Denzel kepada Tevy dengan nada tegas dan juga marah.
Mamah Orlin yang mendengar perkataannya Denzel, jika Tevy sedang hamil, sungguh Mamah Orlin sangat senang sekali, karena itu artinya dia akan mempunyai cucu, walau bukan cucu kandungnya sendiri.
Sedang Tevy dia hanya bisa diam saja tidak tahu mau menanggapi Mamah Orlin bagaimana.
" Iya Nyonya, dia hamil anak saya, dan hari ini juga saya akan membawanya kembali pulang supaya dia tidak bisa mencoba menggugurkan kandungannya itu!! ",, jawab Denzel kepada Mamah Orlin dengan nada yang masih salah sangka kepada Tevy.
Tevy yang sudah tidak tahan dengan perkataannya Denzel, dia lalu mencoba turun dari atas brankar pasiennya sambil memegangi kepalanya yang sangat pusing sekali.
Sedangkan Denzel dia masih terus memperhatikan apa yang ingin dilakukan Tevy, tanpa ada niat membantu Tevy turun dari atas brankar pasien tersebut, karena Denzel masih dikuasi rasa amarah salah sangkanya itu.
Ketika Tevy sudah berada didepannya Denzel, dengan sambil mendongakkan kepalanya menatap wajahnya Denzel.
Tiba-tiba Tevy melayangkan tamparan yang cukup keras kewajah tampannya Denzel.
Dan hal itu membuat Mamah Orlin dia menjadi terkejut sekali, dengan tindakannya Tevy yang tiba-tiba menampar Denzel.
" Satu hal yang harus anda tahu Tuan Denzel yang terhormat!!, saya tidak tahu jika saya sedang hamil, dan kalaupun saya membenci anda, saya tidak mungkin menggugurkan kandungan saya yang jelas-jelas dia adalah darah daging saya, walau Ayahnya sungguh sangat saya benci sekali didunia ini!! ",, kata Tevy sambil mendongak menatap wajahnya Denzel yang sedang menunduk menatapnya dengan nada yang sangat marah sekali.
__ADS_1
" Dan jikalau pun anda tidak mau mengakui anak ini, saya tetap akan membesarkan anak ini sendirian tanpa adanya anda disisinya, serta saya masih sanggup berjuang merawatnya sendirian dengan kedua tangan dan kaki saya!! ",, kata Tevy lagi kepada Denzel sambil menunjuk wajahnya Denzel.
Denzel hanya diam saja sambil terus mendengarkan perkataannya Tevy.
Sedangkan Mamah Orlin yang juga ada disitu, dia hanya bisa diam saja karena tidak mau ikut campur dengan permasalahannya Tevy dan juga Denzel.
Dan Denzel merasa bersalah ketika Tevy berkata seperti itu kepadanya, sebab dia tadi sudah salah sangka kepadanya.
Setelah berkata seperti itu kepada Denzel, Tevy lalu ingin berlalu pergi dari dalam ruang pemeriksaan itu.
Namun ketika Tevy baru saja membuka pintu ruangan tersebut, kepalanya Tevy yang sudah teramat sangat pusing sekali, membuatnya langsung kehilangan kesadaran.
Untung saja Denzel langsung cepat menangkap tubuh kurusnya Tevy itu, dan langsung juga menaruh Tevy keatas brankar pasien itu lagi.
Sedang Mamah Orlin dia langsung saja segera memanggil Dokter untuk memeriksa keadaannya Tevy yang sedang pingsan tersebut.
" Tuan, Nyonya Tevy jangan sampai dibuat stres, karena ini tidak baik untuk psikisnya yang sedang hamil, dan akan berpengaruh juga kepada janin yang sedang dikandungnya ",, kata Dokter yang sudah memeriksa keadaannya Tevy.
Denzel hanya masih diam saja sambil terus mendengarkan perkataan Dokter tersebut.
" Dan ini obatnya Tuan untuk Nyonya Tevy ",, lanjut lagi perkataannya Dokter itu kepada Denzel.
Denzel langsung saja menerima obat yang diberikan oleh Dokter itu untuk Tevy
Dan setelah berbincang sebentar dengan Dokter tersebut, Denzel langsung saja membawa Tevy kembali lagi kepanti asuhan untuk mengemas barang-barangnya Tevy yang ada disitu. Walau Tevy masih dalam keadaan pingsan sekalipun.
Namun kali ini yang mengendarai mobilnya adalah anak buahnya, sedangkan Denzel dia duduk dibelakang sambil mendekap erat tubuhnya Tevy dengan selimut yang dia bawa untuk berburu kemarin.
Sedang Mamah Orlin dia duduk didepan bersama anak buahnya.
" Maafkan aku Tevy ",, kata batinnya Denzel kepada Tevy yang ada didalam dekapannya itu.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1