
Jam mengajar pun sudah selesai sekitar tiga puluh menit yang lalu.
Namun Tevy tidak langsung pulang, akan tetapi dia masuk terlebih dahulu kedalam ruang kerjanya, ditemani oleh pengawal pribadinya.
Disaat Tevy sedang sibuk mencacat sesuatu dibuku catatannya.
Tiba-tiba saja telinga dia mendengar suara pintu yang diketuk dari luar.
Sang pengawal pribadinya Tevy pun langsung saja membukakan pintu tersebut.
Dan ternyata yang mengetuk pintunya adalah Dosen Cony, Dosen yang masih mencintai Tevy hingga sekarang.
Tadi Dosen Cony yang sedang lewat dikoridor kampus, tidak sengaja mendengar pembicaraan dari para mahasiswa atau mahasiswi yang dilewatinya jika Tevy hari itu mengajar tidak ditemani oleh Denzel.
Cony yang sudah lama ingin membicarakan sesuatu kepada Tevy, akhirnya dia memberanikan diri dan membulatkan tekadnya untuk menemui Tevy didalam ruangannya.
Dan disinilah Cony, sudah berada didalam ruangannya Tevy.
" Oh Mr. Cony, silahkan duduk, dan apakah ada hal yang bisa saya bantu??",, kata Tevy dengan ramah kepada Cony.
Conya tidak langsung menjawab perkataan dari Tevy, melainkan dia melirik kearah pengawal pribadinya Tevy yang selalu setia menunggu Tevy didalam ruangan tersebut.
Tevy yang melihat arah pandang dari Cony pun, dia langsung saja tersenyum tipis.
" Nona Tyra, bisakah tinggalkan kami berdua sejenak?? ",, kata Tevy kepada pengawal pribadinya.
" Tapi Princess?? ",, jawab Tyra kepada Tevy.
" Tidak apa-apa, dia teman saya ",, kata Tevy lagi kepada Tyra.
Cony yang mendengar perkataan dari Tevy yang menganggapnya teman saja dari dulu, dia langsung saja tertawa miris didalam hatinya.
Setelah berfikir sejenak, akhirnya Tyra pun menurut apa kata Tevy, namun dia tetap berdiri didepan pintu ruang kerjanya Tevy.
" Ada apa ya Mr. Cony?? ",, tanya Tevy kepada Cony setelah kepergian dari Tyra tadi.
" Sebelumnya, saya mau mengucapkan selamat Mrs. Tevy yang ternyata anda adalah Princess Moana yang hilang dulu ",, kata Cony kepada Tevy sambil tersenyum formal.
" Iya sama-sama Mr. Cony ",, jawab Tevy kepada Cony sambil tersenyum ramah.
" Dan ini untuk terakhir kalinya saya berbicara kepada anda My Princess, tolong dengarkanlah sejenak saja........... ",, kata Cony kepada Tevy sambil menjeda perkataannya.
__ADS_1
" Saya akan mengatakan sesuatu bukan karena kita sesama Dosen, melainkan sesama dua orang yang saling mengenal dan maafkan saya yang akan menggunakan kata-kata yang tidak baku kepada anda ............ ",, lanjut lagi perkataan dari Cony kepada Tevy.
Tevy pun masih saja diam sambil menatap Cony dengan tatapan bingung plus penasaran.
" Sebenarnya dari dulu aku sudah sangat mencintai kamu Tevy, tapi bodohnya aku yang daridulu tidak berani mengutarakan perasaanku ini kepadamu.......... ",, kata Cony kepada Tevy.
Dan perkataan dari Cony tersebut sukses membuat Tevy langsung saja terkejut sekali.
" Tapi semua ini sudah terlambat Tevy, kamu sudah dimiliki oleh laki-laki lain yang lebih baik dari aku, bahkan derajat aku pun sudah tidak sepadan lagi denganmu ",, kata Cony lagi kepada Tevy.
" Tapi satu hal yang pasti, rasa ini sangat sulit sekali untuk aku hilangkan dari dalam hatiku......... ",, kata Cony lagi dan lagi kepada Tevy.
Setelah berkata seperti itu kepada Tevy, Cony tiba-tiba saja mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong jas yang dipakainya.
" Aku ucapkan selamat Tevy atas kehamilan kembar kamu sekarang, semoga kamu selamat sampai lahiran dan kamu beserta keempat baby kamu sehat-sehat saja ",, kata Cony kepada Tevy yang masih setia diam saja.
" Aku ada hadiah kecil untukmu, jika kamu tidak suka, simpanlah saja tapi saya mohon jangan kamu buang, hadiah itu sebenarnya sudah lama aku persiapkan untuk kamu, tapi aku tidak berani memberikannya kepadamu ",, kata Cony kepada Tevy sambil memberikan sebuah kotak kecil untuk Tevy.
Tevy pun langsung saja mengambil hadiah tersebut dan langsung juga membukanya dihadapan Cony.
" Indah sekali gelangnya?? ",, kata Tevy reflek ketika melihat isi dari kotak yang dipegangnya.
Dan ternyata Cony memberikannya sebuah gelang tangan yang sangat indah serta unik bentuknya.
" Memangnya kamu mau kemana Cony?? ",, tanya Tevy kepada Cony.
" Aku akan mengundurkan diri dari kampus ini, dan akan pindah keluar kota untuk menghilangkan rasa ini yang pernah ada untukmu ",, jawab jujur dari Cony kepada Tevy.
Tevy pun yang mendengar jawaban dari Cony dia langsung saja tersenyum tipis.
" Maafkan aku Cony yang dulu tidak pernah menyadari setiap perhatian-perhatian yang kamu berikan kepadaku, semoga kamu sukses diluar sana dan segera bisa mendapatkan wanita yang lebih baik lagi dariku ",, kata Tevy kepada Cony.
" Aamiin, kalau begitu aku permisi dulu ya Tevy ",, kata Cony lagi untuk terkahir kalinya kepada Tevy.
Tevy pun hanya mengangguk dan tersenyum tipis saja kepada Cony.
Setelah itu Cony langsung saja beranjak pergi dari dalam ruang kerja Tevy.
Dan gantian Nona Tyra lagi yang masuk kedalam ruang kerja Tevy, setelah kepergian dari Cony tadi.
Ketika setelah kepergian dari Cony tadi, tiba-tiba saja ponsel dari Tevy berdering dengan cukup kencang sekali.
__ADS_1
" Halo Ayah....... ",, kata Tevy kepada Ayah Marson.
Dan ternyata yang menelfon Tevy adalah Ayahnya, yaitu Ayah Marson.
" Nak, nanti kamu mampir kemansion ya??, ajak suami kamu juga, ada yang ingin Ayah berikan kepadamu ",, kata Ayah Marson kepada Tevy.
" Baik Ayah, nanti Tevy akan kemansion Ayah ",, jawab Tevy kepada Ayah Marson.
" Apakah kamu saat ini masih dikampus?? ",, tanya Ayah Marson kepada Tevy.
" Masih Ayah, dan ini sebentar lagi Tevy akan pulang ",, jawab Tevy kepada Ayah Marson.
" Hati-hati ya Nak kalau pulang nanti ",, kata Ayah Marson lagi kepada Tevy.
" Mamah dimana Yah??, apakah Ayah saat ini juga sedang berada dikantor?? ",, gantian Tevy yang bertanya kepada Ayah Marson.
" Ini Mamah ada disebelah Ayah, dan Ayah hari ini tidak kekantor, apakah kamu mau berbicara dengan Mamah kamu Nak?? ",, jawab Ayah Marson kepada Tevy.
" Mana Mamah Yah?? ",, kata Tevy lagi kepada Ayah Marson.
Ayah Marson pun langsung saja memberikan telefon mansionnya kepada Mamah Jovanka.
" Halo Nak, kamu sehat kan sama Nak Denzel dan keempat cucu Mamah ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy.
" Tevy sehat Mah, siPapi dan keempat baby juga pada sehat ",, jawab Tevy kepada Mamah Jovanka.
" Tevy mau sesuatu dong sama Mamah ", kata Tevy lagi kepada Mamah Jovanka.
" Kamu mau minta apa Nak sama Mamah??, dengan senang hati akan Mamah berikan kepadamu ",, jawab Mamah Jovanka kepada Tevy.
" Nanti jika Tevy kesitu tolong buatkan puding seperti kemarin dong Mah, dikasih full susu putih kental manis ya Mah, Tevy rasanya ingin makan puding yang sama seperti kemarin, sama makanan yang kemarin cukup aneh namanya itu lho Mah, Tevy lupa namanya ",, kata Tevy kepada Mamah Jovanka.
" Siaaap Tuan Putri, Mamah akan menyuruh para koki untuk membuatkannya untuk kamu, kamu segera kesini ya, Mamah sudah kangen sama kamu dan keempat calon cucu Mamah itu ",, kata Mamah Jovanka dengan semangat kepada Tevy.
" Mamah ini ada-ada saja, kita itu baru bertemu kemarin Mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Jovanka sambil tertawa kecil.
Mamah Jovanka langsung saja tertawa ketika mendengar jawaban dari Tevy.
Dan setelahnya ketika mereka berdua sudah pada puas berbincangnya, sambungan telefon mereka pun akhirnya terputus juga.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
...***TBC***...