My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 262


__ADS_3

Berpindah kerumah sakit lagi tempat Causa sedang dirawat.


Sebelum Vince berangkat bekerja, dia mencoba menyempatkan diri untuk menjenguk Causa dirumah sakit yang sudah diberitahukan oleh Milka tadi.


Dan sesampainya dirumah sakit, Vince langsung saja berjalan menuju keruang perawatan dari Causa yang juga sudah Milka kasih tahu tadi melalui sambungan telefon.


Ketika Vince sudah sampai didepan ruang perawatannya Causa, Vince melihat pintu ruang perawatan itu terbuka sedikit.


Namun bukan itu yang membuat Vince menghentikan langkah kakinya didepan pintu tersebut.


Melainkan percakapan dari Causa bersama Ayah Marklah yang membuat tubuh Vince menjadi kaku tidak bergerak seperti patung.


" Ayah tidak menyangka jika gadis yang bernama Khafita sudah berani mengatakan hal seperti itu kepadamu Nak?? ",, kata Ayah Mark yang didengar langsung oleh Vince.


Dan kata Khafitalah yang membuat Vince langsung menghentikan langkah kakinya karena dia ingin mendengar kata lanjutan dari perkataan tadi.


" Iya Ayah, Causa juga tidak menyangka, Khafita mantan dari Cryill berani mengatakan hal itu kepada Causa yang menyuruh Causa untuk berbagi suami dengannya ",, jawab Causa kepada Ayah Mark dan didengar jelas oleh Vince.


Sungguh Vince langsung saja membuka mulutnya dengan sangat lebar karena merasa sangat terkejut sekali mendengar perkataan dari Causa tadi.


" Jika Kakak ipar kamu Tuan Denzel itu tidak melarang Ayah, sudah Ayah tembak itu kepala Khafita, karena hampir saja membuat calon cucu Ayah keguguran ",, kata Ayah Mark kepada Causa.


" Sudahlah Ayah, Causa yakin Kak Denzel dia sudah melakukan hal yang terbaik untuk rumah tangga Causa ",, jawab Causa kepada Ayahnya.


" Walau Kak Denzel orangnya dingin, kaku dan irit berbicara namun Causa yakin Kak Denzel begitu sangat menyayangi Cryill suami Causa ",, sambung lagi perkataan dari Causa kepada Ayah Mark sambil tersenyum.


" Iya kamu benar sekali Nak, sungguh kamu beruntung mempunyai Kakak ipar seperti Tuan Denzel ",, jawab Ayah Mark kepada Causa.


" Dan kira-kira suami kamu sudah sampai mana ya Causa ",, kata Ayah Mark lagi kepada Causa.


" Tidak tahu Ayah, mungkin sebentar lagi akan sampai rumah, memangnya kenapa Ayah?? ",, kata Causa kepada Ayah Mark.


" Ini tolong telefonin suami kamu pakai ponsel Ayah untuk mengambilkan baju ganti juga beserta dompet Ayah yang masih teringgal dilaci meja, tadi Ayah lupa mengatakannya kepada Nak Cryill ",, jawab Ayah Mark kepada Causa.


" Oh baiklah, mana Ayah ponselnya ",, kata Causa kepada Ayah Mark.


Dan Ayah Mark langsung saja memberikan ponselnya kepada Causa.


Setelahnya Causa langsung saja mencoba menghubungi Cryill yang sedang pulang sebentar untuk mengambil baju ganti untuk Causa dan juga drinya sendiri.


Yaps Cryill setelah sarapan tadi dan setelah kepergian dari Denzel juga, Cryill langsung saja berpamitan kepada Causa dan juga Ayah Mark untuk pulang sebentar untuk mengambil pakaian untuk Causa.


Ayah Mark pun dia langsung mengangguk setuju ketika dirinya disuruh untuk menunggui Causa sebentar.

__ADS_1


Sedang Vince sendiri yang sudah mendengar semua percakapan dari Causa dan Ayah Mark tadi, dia langsung saja mengurungkan niatnya untuk menjenguk Causa.


Vince langsung segera pergi dari depan ruang perawatan Causa dengan perasaan yang semakin kecewa sekali kepada Khafita.


Selain sudah menyandingkan namanya dengan nama Cryill dihatinya, Khafita juga melakukan hal yang tidak pernah dia bayangkan sama sekali, begitulah yang ada didalam fikirannya Vince saat ini.


Vince seperti orang linglung saja ketika berjalan menyusuri lorong rumah sakit itu.


Dan setibanya disebuah taman yang ada dirumah sakit tersebut, Vince memilih untuk duduk sejenak ditaman itu sambil menatap kosong kedepan.


Vince merasa sangat-sangat kecewa, marah, dan juga rindu bercampur menjadi satu didalam hatinya yang dia rasakan kepada Khafita.


Ketika Vince sedang melamun seperti itu, tiba-tiba saja dia mendengar ponsel yang ada didalam saku jasnya berdering dengan cukup kencang sekali.


Suara dering ponsel itu membuat lamunannya Vince langsung saja buyar seketika.


Vince yang melihat nama rekan kerjanya disambungan telefonnya, dia langsung saja segera mengangkat sambungan telefonnya itu.


Ternyata rekan kerjanya menyuruh Vince untuk segera berangkat kekantor saat itu juga, karena ada meeting mendadak yang diperintahkan oleh atasan mereka.


Dengan langkah gontai dan kurang bersemangat, Vince akhirnya beranjak juga dari kursi taman tersebut untuk menuju ketempat kerjanya.


Sedang Causa sendiri yang sudah menelfon Cryill tadi, dia memilih mengobrol santai dengan Ayahnya sambil menunggu semua Keluarganya yang katanya akan datang untuk menjenguknya.


Semua Keluarga Causa tadi siang juga sudah pada berdatangan kerumah sakit untuk menjenguknya, silih berganti, gantian Milka dan Christian yang datang menjenguknya juga pada malam harinya.


Dan saat ini waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, dan hanya tersisa Cryill saja bersama Ayah Mark yang menunggui Causa, sebab kedua Kakak dari Causa beserta istri mereka sudah pada pulang sejak satu jam yang lalu bersamaan dengan Milka dan juga Christian.


Ketika Milka dan Christian tadi berkunjung untuk menjenguk Causa.


Cryill sangat mentertawakan Christian yang sedang menggantikan Milka yang sedang mengidam.


Dan Cryill juga mengakui apa yang diidamkan oleh Christian bukan kaleng-kaleng, karena semuanya berkelas serta mahal harganya.


Kedatangan dari Milka dan Christian tadi membuat Cryill dan Causa sedikit terhibur karena sikap kocak yang Cryill dan Christian lakukan, sebab mereka berdua selalu bercanda ria seperti tidak ada beban saja.


Bahkan Ayah Mark juga ikut-ikutan tertawa lucu melihat dan mendengar lawakan dari Cryill bersama Christian tadi.


Ketika Causa ditanya oleh Milka kenapa dia bisa sampai pendarahan seperti itu, baik Cryill dan Causa kompak menjawab hanya kelelahan saja.


Cryill dan Causa sudah diwanti-wanti dengan tegas oleh Denzel supaya mereka tidak mengatakan hal apapun kepada semua orang, jika Khafitalah penyebabnya.


Karena Denzel tidak mau jika Papah Carlson serta Mamah Qiara sampai mendengarnya.

__ADS_1


Jika Papah Carlson sampai mendengar Causa mengalami pendarahan karena ulah Khafita, pastilah Papah Carlson akan memberikan hukuman yang lebih berat seperti apa yang sudah Denzel katakan kepada Ayah Cedro tadi.


Dan untuk Denzel sendiri, dia tidak kembali kerumah sakit, setelah berkunjung kerumah Khafita tadi, karena Denzel ingin kembali kemansionnya sendiri.


Denzel sudah merasa sangat rindu dengan tingkah polah dari keempat babynya beserta sang istri juga yang membuatnya selalu merindukan kelucuan dari mereka semua.


Untuk Mamah Jovanka, serta Ayah Marson, mereka berdua belum menjenguk Causa, sebab ada hal penting yang tidak bisa mereka tinggalkan.


Mungkin Ayah Marson dan Mamah Jovanka akan menjenguk Causa nanti bersama Tevy ketika Causa sudah diijinkan pulang oleh Dokter.


Bergeser kerumah mewah milik Ayah Cedro yang sekarang sudah menjadi milik Denzel.


Malam itu Ayah Cedro, Mamah Carla dan juga Khafita mereka semua sedang bersiap-siap mengemasi semua barang-barang yang mereka punya untuk mereka bawa, supaya besok bisa segera pergi dari rumah kesayangan mereka itu.


Mamah Carla dan juga Ayah Cedro sendiri mereka berdua sudah menelfon dan mengabari Delania jika mereka akan pindah keBarbados lagi.


Namun baik Ayah Cedro dan Mamah Carla belum ada yang mengatakan masalah yang sebenarnya kepada Delania anak sulung mereka.


Khafita sendiri yang daritadi berada didalam kamarnya, dia terus mencoba menghubungi Vince, namun ternyata nomor kontak miliknya sudah diblock oleh Vince.


Dan hal itu membuat Khafita semakin hancur saja perasaannya, karena tidak bisa berpamitan kepada Vince.


Khafita tidak mungkin datang kerumah Ayah Iram, karena dia merasa malu sekali kepada mereka semua.


Akhirnya hanya air mata saja yang bisa Khafita keluarkan semalaman untuk meratapi kehidupannya yang cukup berantakan karena cinta satu malamnya dengan Cryill dulu.


Niat hati ingin bertemu dan berbicara kepada Vince untuk terakhir kalinya harus pupus sudah, karena Vince sudah benar-benar tidak mau melihat dan berhubungan lagi dengan Khafita.


Sampai malam pun tiba, Mamah Carla serta Ayah Cedro belum mau berbicara sama sekali dengan Khafita, karena rasa kecewa yang begitu mendalam yang mereka rasakan kepada Khafita.


Dan untuk keesokan harinya, Khafita beserta kedua orang tuanya, sudah akan pergi meninggalkan Swedia dan tidak akan kembali lagi keSwedia karena perintah dan larangan dari Denzel tadi.


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


TAMAT


Dan selamat tinggal Khafita, kisah cintamu dengan Vince harus berakhir sampai disini sajaπŸ™‚.


Tidak semua kisah cinta harus berakhir dengan indah, begitulah yang Khafita alami bersama VinceπŸ™‚.


Tenang saja readers masih ada Bonus ChapternyaπŸ˜‰πŸ‘.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC BONCHAP***...


__ADS_2