My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 235


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lumayan lama, akhirnya Khafita dan Vince sampai juga diNegara Swedia.


Yaps kita akan membahas Khafita sebentar ya readers.


Khafita awalnya ketika dia berunding dengan kedua orang tuanya kemarin, dia dilarang oleh Ayah Cedro untuk kembali keSwedia lagi, karena takutnya Khafita nanti akan bertemu dengan Cryill, laki-laki yang kemarin sudah berjuang menemuinya diBarbados namun ditolaknya.


Akan tetapi ketika Ayah Cedro terus mendapatkan bujukan dan pengertian dari Mamah Carla, akhirnya Ayah Cedro mengijinkan juga Khafita untuk ikut kembali pulang keNegara asal mereka yaitu Swedia.


Khafita ketika sudah sampai diSwedia, dia langsung saja kembali tinggal dan pulang kerumahnya yang dulu ditempati oleh Keluarganya.


Dirumah itu Khafita tinggal bersama Delania, dan Delania jika berkunjung keSwedia selalu tinggal dirumah masa kecilnya itu.


Didalam rumah itu masih ada beberapa pembantu dan pekerja yang lainnya untuk menjaga dan merawat rumah tersebut.


Dan beruntungnya lagi rumah milik Ayah Cedro itu berada dikomplek yang tidak jauh dari rumah Ayah Iram Ayahnya Milka dan Christian pemberian dari Christian dulu.


Ketika Tevy masih tiga hari dirawat dirumah sakit, Vince pun memberanikan diri mengajak Khafita berkunjung menemui kedua orang tuanya.


" Oh ini ya yang namanya Nak Fita, cantik ko Vince ",, kata Mamah Odelia pada waktu itu kepada Khafita.


Pada waktu itu mereka semua sedang pada duduk diruang tamu rumah Ayah Iram.


" Vince sudah bercerita semua kepada kami Nak, jadi kamu tidak perlu takut atau sungkan dengan keadaan kamu sekarang ",, kata Mamah Odelia lagi kepada Khafita dengan lembut.


" Sungguh saya pribadi merasa salut sekali, kamu mau berjuang ingin sembuh dan kembali seperti semula, karena tidaklah mudah untuk bisa berjalan lagi jika tidak ada tekad yang kuat dari dalam diri ",, kata Mamah Odelia lagi dan lagi kepada Khafita dengan suara lembutnya.


" Terimakasih Nyonya ",, kata Khafita kepada Mamah Odelia dengan malu-malu.


Sedangkan Ayah Iram dan Vince yang ada disitu mereka hanya mendengarkan saja perbincangan dari Mamah Odelia bersama Khafita.


Setelahnya mereka hanya mengobrol ringan saja seputar kehidupan mereka, dan Ayah Iram serta Mamah Odelia juga bertanya-tanya kepada Khafita.


Kembali kemasa sekarang, Vince saat ini setelah pulang bekerja, dia langsung menyempatkan mampir kerumahnya Khafita untuk memberikan roti yang baru saja dibelinya tadi ditoko roti.


Khafita yang mendengar suara mesin mobil milik Vince yang sedang masuk kepekarangan rumahnya, dia langsung saja beranjak berjalan dengan tertatih menuju kearah Vince.


Sungguh Khafita persis sekali seperti seorang baby yang sedang latihan berjalan.


Ketika Vince baru saja masuk kedalam ruang tamu rumah itu, dia melihat Khafita sedang berjalan untuk menyapanya, dan Vince langsung saja tersenyum manis sekali kepada Khafita.

__ADS_1


" Sayang, ini aku bawakan roti kesukaan kamu, dimakan yuk berdua sama aku ",, kata Vince kepada Khafita.


Khafita yang melihat perhatian dari Vince, dia langsung juga tersenyum semakin manis saja kepada Vince.


" Ayo ",, jawab Khafita kepada Vince dengan ekspresi senangnya.


Sedang Delania sendiri dia masih sibuk dikantor Keduataan dan belum pulang kerumah.


" Kamu bau, pasti baru saja pulang bekerja ya?? ",, goda Khafita kepada Vince ketika mereka sudah duduk berdua diruang Keluarga.


" Iya, dan ini tidak bau, masih wangi ko ",, kata Vince sambil mencium bajunya sendiri.


Khafita yang melihat kelakuan dari Vince dia langsung saja tertawa lucu.


Dan ketka Vince melihat jika Khafita hanya menggodanya saja, dia langsung saja membawa Khafita kedalam pelukannya dan memasukkan kepala Khafita kedalam jas yang dipakainya.


Khafita langsung saja meminta ampun kepada Vince, ketika Vince membalas candaannya tadi.


Dan Vince bukannya berhenti, dia terus menggoda Khafita hingga akhirnya tanpa sadar Khafita berada diatas tubuhnya.


Suasan pun akhirnya menjadi awkward ketika mereka berdua berada diposisi yang begitu intim diatas shofa seperti itu.


Dan Vince sendiri dia langsung saja merapikan jas yang dipakainya sambil berdeham untuk menetralkan rasa malunya kepada Khafita.


Jika Vince dan Khafita sedang pada merasa malu seperti itu, berbeda lagi dengan siCryill yang sedang merasa pusing sekali dengan permintaan mengidamnya Causa.


Dua hari yang lalu, Causa yang rindu dengan kegiatannya sebagai bodyguard, Causa menyuruh dan mengajak Cryill untuk mengantarkannya melihat para bodgyguard yang sedang pada latihan beladiri.


Sebagai wanita yang sedang hamil muda, Causa juga mengalami morning sicknes, pusing serta lemas badannya sama seperti wanita hamil pada umumnya.


Dan jangan lupakan masa mengidamnya, selama ini mengidam yang Causa inginkan masih wajar-wajar saja dan Cryill masih bisa menuruti serta memenuhi semuanya.


Untung saja Cryill begitu setia mendampingi dan menjadi suami siaga untuk Cauasa.


Jadi ketika Causa sedang merasa lemas sampai tidak bisa beranjak dari atas ranjang kemarin, Cryill pun sampai bela-belain tidak berangkat kekantor hanya karena ingin mengurusi Causa yang sedang seperti itu.


Dan ketika kemarin Causa serta Cryill baru saja pulang melihat para bodyguard berlatih dimansionnya Denzel dan Ayah Marson, Causa tiba-tiba saja mengutarakan mengidamnya kepada Cryill.


Namun mengidamnya Causa kali ini membuat Cryill rasanya ingin mencekik lehernya Causa.

__ADS_1


Sebab Causa mengidam ingin melihat Cryill memotong rambutnya seperti para bodyguard pemula, yah jika diIndonesia adalah potongan rambut ala-ala para tentara yang baru saja masuk kesekolah tentara atau akademi militer yang pelontos dan hanya ada rambut tipis saja.


Sungguh Cryill seharian Cryill dibuat uring-uringan dengan permintaan dari sang istri.


" Ini sekarang istriku yang memintaku memotong rambut seperti mereka, apakabar dengan para keponakaanku nanti jika mereka sudah pada besar, pasti alamat kepalaku lepas dari leherku ",, gerutu Cryill kepada dirinya sendiri.


Cryill yang sedang pusing didalam kamar, karena permintaan sang istri, dia lalu mencoba keluar kamar dan mendekati Causa yang sedang asik menonton televisi diruang Keluarga.


" Emm sayang.......... ",, panggil Cryill sambil duduk dishofa sebelah Causa.


" Apa??!! ",, jawab jutek dari Causa kepada Cryill dengan mata yang terus fokus dengan televisi didepannya.


" Jangan meminta yang itu ya sayang, aku tidak mau, nanti ............. ",, perkataan dari Cryill terpotong dengan perkataannya Causa.


" Nanti apa??!!, nanti ketampananmu akan hilang dan kamu tidak bisa lagi tebar pesona kepada para cewek begitu!! ",, sahut dari Causa kepada Cryill dengan nada merajuknya.


" Eeh bukan begitu sayang maksud aku ",, kata Cryill kepada Causa dengan gelagapan.


" Tidak mau, pokoknya aku mau melihat kamu memotong rambut seperti mereka, jika kamu tidak mau, aku yang akan memotong rambutku seperti mereka ",, kata Causa kepada Cryill.


" Dan jangan harap aku akan memberikan hakmu malam ini dan tiga hari yang akan datang, jika kamu tidak menuruti permintaanku ",, sambung lagi perkataan dari Causa kepada Cryill.


Setelahnya Causa langsung beranjak berdiri dari duduknya dan berlalu masuk kedalam kamar meninggalkan Cryill sendirian diruang keluarga mereka.


" Aaaarrrrggghhh rambut kesayanganku ",, kata Cryill ketika kepergian dari Causa sambil mengacak-acak rambutnya.


" Tapi jika Causa mau potong rambut tidak apa-apa sih, kan dia bisa memakai wig atau rambut palsu, eeeh tidak-tidak......... jika Causa yang potong rambut, alamat burung kakak tuaku tidak bisa berkicau lagi dong selama tiga hari berturut-turut, dan bisa-bisa lebih dari tiga hari nanti ",, kata Cryill lagi sambil berbicara sendiri.


Setelahnya Cryill langsung saja memijat pelan pelipisnya karena sedang merasa pusing dengan permintaan mengidamnya sang istri.


" Anakku sepertinya dia memang keturunanku, belum lahir saja dia sudah bisa membuatku geregetan setengah mati seperti ini ",, sambung lagi perkataan dari Cryill untuk dirinya sendiri.


...πŸ’€πŸ’€πŸ’€πŸ’€πŸ’€πŸ’€πŸ’€πŸ’€πŸ’€πŸ’€πŸ’€πŸ’€πŸ’€...


Tepuk jidat sendiri, begitulah yang akan dilakukan oleh semua orang ketika mendengar perkataan terakhir dari Cryill tadi🀦.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2