
Denzel yang sudah sampai diPerusahaannya pun, dia langsung saja melangkahkan kakinya masuk kedalam kantornya diikuti para anak buahnya yang dengan setia terus mengawalnya hingga dia sampai masuk kedalam lift.
Bukannya Denzel takut akan serangan musuh yang tiba-tiba akan datang kepadanya, namun semua itu Denzel lakukan hanya untuk mengantisipasi karena musuh yang dia punya bukanlah satu atau dua, melainkan banyak.
Denzel sendiri dikantornya pun, dia juga mempunyai sekretaris dan tangan kanan yang selalu setia kepadanya, dan dia bernama Halil.
Denzel yang sudah sampai dilantai kantornya yang paling tinggi digedung perusahaannya, dia langsung saja disambut ramah dan sopan oleh Halil dan juga Edric.
Edric sendiri dia adalah sekretaris keduanya Denzel yang cukup lama bekerja juga dengan Danzel dan serta bisa diandalkan oleh Denzel.
" Selamat pagi Tuan Denzel ", sapa Halil dan Edric secara bersamaan.
Denzel hanya mengangguk tipis saja kepada Halil dan juga Edric.
Dan setelahnya Denzel langsung saja masuk kedalam ruang kerjanya yang sangat luas, nyaman, besar dan juga mewah tentunya.
Denzel yang sudah masuk kedalam ruangannya sendiri, dia langsung saja duduk dikursi kebesarannya, namun sebelumnya dia menaruh dan melepas mantelnya terlebih dahulu tadi.
Denzel langsung saja mempelajari berkas-berkas yang ada diatas meja kerjanya, dan juga file-filenya yang ada didalam laptopnya.
Denzel bekerja dia sangat larut sekali, hingga jam berdenting dengan sangat keras pun yang menandakan jika waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, waktunya istirahat dan juga makan siang.
Denzel belum juga selesai, dan belum keluar serta beranjak dari ruangannya.
Halil yang mengetahui jika Tuannya belum keluar dari dalam ruangannya pun, dia lalu mencoba mengingatkan Denzel untuk jangan lupa makan siang.
Denzel hanya mengangguk saja sambil terus membaca berkas-berkas yang ada diatas meja kerjanya ketika Halil sudah mengingatkannya tadi didalam ruangannya.
Hingga lama-kelamaan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore lebih, hampir jam empat sore, dan Denzel baru merasakan jika perutnya terasa sangat lapar sekali.
Denzel yang sudah merasa lapar, dia langsung saja keluar dari dalam ruangannya, untuk pergi kesebuah restoran untuk mengisi perutnya.
Ketika baru saja sampai dimejanya Halil yang sedang berdiri menyapanya, Denzel berpesan kepada Halil, jika dia tidak akan kembali lagi kekantor dan jika ada yang mencarinya mereka disuruh kembali saja besok.
__ADS_1
Disaat Denzel ingin masuk kedalam lift, dia tidak sengaja melihat wanita yang begitu cantik, dan Denzel sangat tahu jika wanita itu sedang mencoba meraih hatinya, tapi Denzel hanya diam saja ketika melihat wanita itu.
Sedangkan wanita itu langsung saja tersenyum dan menanyakan kepada Denzel apakah Denzel akan pergi ketika melihat Denzel.
" Iya saya akan pergi, dan tolong jangan mengikutiku ",, jawab Denzel dengan nada dingin dan santainya seperti biasanya.
" Bolehkan saya ikut denganmu, saya berjanji tidak akan menyusahkanmu nanti ",, kata wanita itu kepada Denzel.
" Silahkan, tapi janji setelah itu, kamu silahkan pergi dari hadapanku ",, jawab Denzel dengan nada dinginnya lagi.
Wanita itu langsung saja senang sekali ketika mendengar jawabannya Denzel.
Dan akhirnya wanita itu langsung saja mengikuti Denzel yang akan makan siang direstoran.
Walau sudah sering diketusin dan didinginin oleh Denzel, namun wanita itu tidak pernah mundur untuk mendapatkan hatinya Denzel.
Dan wanita itu sendiri adalah anak salah satu koleganya Danzel yang bekerja menjadi influencer.
Denzel santai saja kepada wanita itu, karena wanita itu dia tidak pernah menggoda atau berbuat macam-macam dengannya, hanya sering datang kekantornya untuk mencari perhatian kepada dirinya.
Jika Tevy yang mengajar para mahasiswa dan mahasiswi mereka semua pada bersemangat, soalnya kata mereka semua, mereka semua bukan seperti diajar oleh dosen, melainkan oleh teman mereka sendiri.
Apalagi Tevy mengajarnya dengan bahasa santai seperti sedang berbincang dengan para teman-temannya, dan Tevy sendiri menganggap murid-muridnya sebagai teman, maka dari itu banyak dari muridnya yang suka dengan cara mengajarnya.
Ketika ada mata pelajaran Sastra dan Bahasa Asing dan yang mengajar Tevy, semua murid pasti pada datang semua serta kelasnya sangat full sekali.
Bahkan tidak sedikit dari para mahasiswa laki- laki yang menyukai Tevy.
Ketika jam mata kulaih sudah selesai, Tevy tadi memutuskan untuk pulang terlebih dahulu keapartemennya untuk beristirahat sebentar sebelum dia mengajar lagi nanti dijam dua siang.
Tevy yang sudah sampai diapartemennya pun, dia langsung saja menghela nafasnya karena dia merasa sangat capek sekali tubuhnya.
Tevy yang sungguh sangat capek sekali hari itu, dia hanya membersihkan muka dan melepaskan baju kerjanya saja, setelahnya Tevy langsung saja merebahkan badannya diatas ranjang empuknya itu cuma menggunakan bra serta cel4n4 d4l4mnya saja.
__ADS_1
Sekitar pukul satu siang, Tevy sudah terbangun dari tidurnya karena alarm yang ada diponselnya berbunyi.
Dengan malas-malasan, Tevy langsung saja beranjak bangun dari atas ranjangnya untuk mandi dan bersiap-siap mengajar lagi.
Singkat cerita Tevy sudah sampai dikampus lagi sekitar pukul dua kurang lima belas menit.
Ketika baru saja sampai dikampus, Tevy yang malas menuju keruang Dosennya, dia langsung saja melangkahkan kakinya menuju kedalam kelas yang akan diajarnya nanti.
Namun ketika akan sampai dikelasnya, Tevy tidak sengaja berpas-pasan dengan Dosen laki-laki yang terkenal tampan dikampus itu, dan dia bernama Cony.
" Hai Ms. Tevy, apa kamu akan mengajar sekarang?? ",, kata Cony dengan sangat ramah sekali kepada Tevy.
" Hai Mr. Cony, iya saya akan mengajar lagi sekarang, apakah anda mau pulang?? ",, jawab Tevy kepada Cony dengan menggunakan bahasa yang cukup formal, karena mereka masih berada dilingkup kampus.
" Oh, iya silahkan kalau begitu, saya kebetulan baru saja selesai mengajar, dan akan mau pulang ",, jawab Cony dengan bibir yang terus tersenyum kepada Tevy.
" Ya sudah kalau begitu hati-hati dijalan ya Mr. Cony ",, jawab Tevy lagi kepada Cony, dan Cony hanya mengangguk saja kepada Tevy sambil tersenyum.
Setelahnya mereka lalu berpisah untuk menuju ketujuan masing-masing.
Ada banyak pasang mata yang melihat ketika Tevy berbicara dengan Cony, dan kebanyakan dari mereka adalah para perempuan yang menyukai Dosen Cony.
Bahkan para Dosen wanita selain Tevy pun yang belum mempunyai pasangan, mereka juga mengidolakan Cony, tapi mereka tidak ada yang berani menegur Tevy ketika melihat Tevy berbicara dengan Cony, sebab mereka semua sudah tahu, jika Tevy sudah bergelar sabuk hitam.
Mereka takut jika tangan, atau salah satu dari anggota tubuh mereka akan dipatahkan oleh Tevy jika mereka menegur ataupun berbuat macam-macam dengan Tevy.
Sama seperti dikelas sebelumnya, Tevy yang mengajar dikelas itu pun, disambut meriah oleh para mahasiswa atau mahasiswinya yang menjadi muridnya.
Kelas yang santai dan juga nyaman, serta jangan lupakan jika Tevy tidak pernah marah, membuat mereka semua betah dan tidak terasa sudah dua jam saja ternyata kelas berlangsung.
Dan Tevy yang sudah selesai mengajar dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kelas dan pulang menuju keapartemennya.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
...***TBC***...