
Denzel yang tadi berdiri disamping ranjangnya Tevy, dia lalu mencoba duduk dikursi yang ada disitu supaya tidak capek ketika sedang menunggui Tevy.
Dengan sambil mengusap lembut tangannya Tevy, Denzel masih setia menunggui Tevy walau Tevy dia hanya diam saja dengan wajah yang seperti melamun.
Tangannya Denzel yang satunya menganggur pun, dia lalu mencoba menggerakkannya untuk mengusap lembut perutnya Tevy yang sudah terlihat membuncit dari balik selimut itu.
" Denzel ",, panggil Tevy dengan tiba-tiba kepada Denzel.
Dan Denzel langsung saja menghentikan gerakan tangannya, sambil menatap kearahnya Tevy.
" Hmm, ada apa Tevy?? ",, tanya Denzel kepada Tevy.
" Maukah kamu memelukku?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.
Pastilah dengan senang hati, Denzel mau sekali untuk memeluk Tevy.
Perlahan dan pelan-pelan Denzel langsung naik keatas brankar pasiennya Tevy untuk membawa Tevy kedalam pelukannya.
Kebiasaan dari Tevy ya seperti itu, jika dia sedang gundah fikirannya, Tevy paling suka jika mendapatkan pelukan hangat dari orang sekitarnya.
" Denzel, apa yang harus aku lakukan?? ",, tanya Tevy lagi kepada Denzel, ketika dia sudah berada didalam pelukannya Denzel.
" Apa kamu terkejut Tevy dengan semua yang baru saja kamu dengar?? ",, tanya balik dari Denzel kepada Tevy.
" Sangat ",, jawab singkat dari Tevy kepada Denzel sambil mengangguk juga.
" Tenangkanlah dulu fikiran kamu Tevy, supaya kamu bisa berfikir jernih, jangan sampai membuat kamu stres, karena aku tidak mau sampai kehilangan kamu dan calon baby kita ",, jawab Denzel kepada Tevy dengan posisi Tevy masih berada didalam pelukannya.
" Apakah kamu mencintai aku Denzel?? ",, tanya Tevy lagi kepada Denzel.
Dan kali ini pertanyaan dari Tevy membuat Denzel tiba-tiba saja langsung melepaskan pelukannya Tevy dan langsung juga melihat kearahnya Tevy.
Begitupun dengan Tevy, dia juga sedikit mendongak untuk melihat kearah wajahnya Denzel.
__ADS_1
" Apakah aku harus menjawabnya dengan jujur Tevy?? ",, tanya balik lagi dari Denzel kepada Tevy.
" Terserah kamu saja ",, jawab singkat dari Tevy kepada Denzel.
" Apakah perhatian yang selama ini aku tunjukkan kepadamu tidak bisakah membuat kamu berfikir sendiri apakah aku mencintai kamu atau tidak Tevy?? ",, tanya Denzel lagi dan lagi kepada Tevy.
Dan Tevy menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya saja sambil melihat kearahnya Denzel.
Denzel yang melihat gelengan kepala dari Tevy, dia lalu menarik nafasnya dengan sangat panjang sekali, sebelu menjawab pertanyaan dari Tevy.
" Iya Tevy, jika kamu ingin kepastian dari aku, sejujurnya aku sangat mencintai kamu, dan entah kapan rasa cinta ini tumbuh dihati aku untuk kamu, tapi ketahuilah Tevy, aku menginginkan kamu bukan karena kamu sedang mengandung anak aku, justru rasa cinta ini meningkat sejak ada mereka didalam rahim kamu ",, kata Denzel akhirnya mengungkapkan perasaannya juga kepada Tevy dengan jujur.
" Dari begitu banyak wanita yang datang mendekat kepadaku, hanya kamu yang dapat mencuri hatiku, dan dari banyak tubuh wanita yang pernah aku lihat hanya kamu yang bisa membuatku lepas kendali Tevy ",, lanjut lagi perkataannya Denzel kepada Tevy.
" itu artinya aku hanya pernah melakukan hal itu cuma kepada kamu saja Tevy, percayalah,.............. aku tidak berbohong kepadamu, aku sungguh jujur sekali kali ini kepadamu ",, sambung lagi perkataannya Denzel kepada Tevy sambil menatap lekat sekali wajahnya Tevy.
Dan Tevy yang mendengar perkataannya Denzel yang sudah berani jujur kepadanya, dia langsung saja tersenyum manis sekali, sambil memberikan kecupan sekilas dipinggir bibirnya Denzel yang penuh dengan kumis dan jenggotnya yang rapi itu.
Tevy juga bisa melihat dari tatapannya Denzel kali ini kepadanya, terlihat sangat jujur sekali.
Dan setelahnya, Tevy langsung saja menenggelamkan wajahnya lagi kedadanya Denzel dan langsung juga memeluk Denzel dengan sangat erat sekali.
" Apakah kamu juga mencintai aku Tevy?? ",, gantian tanya balik dari Denzel kepada Tevy sambil membalas pelukannya Tevy.
" Tidak tahu Denzel, karena hatiku masih samar-samar, apakah aku juga mencintai kamu, atau aku hanya cuma senang saja jika berada didekat kamu ",, jawab Tevy kepada Denzel sambil melepaskan pelukannya untuk melihat wajahnya Denzel.
" Tidak apa, perlahan.......... cobalah untuk mencintaiku, karena aku jujur tidak bisa hidup tanpamu ",, jawab tulus dan mesra dari Denzel kepada Tevy sambil membawa Tevy kedalam pelukannya lagi.
Sedangkan untuk kondisi diluar ruangannya Tevy, Ayah Marson, Mamah Jovanka, Christian dan juga Milka, mereka semua masih saja berdiri didepan ruangan itu, sambil menatap pemandangan yang ada dibawah sana yang terlihat dari pagar pembatas kaca yang besar itu.
" Nak, bolehkah saya bertanya kepada kamu?? ",, tanya Mamah Jovanka kepada Milka.
" Boleh Tante, silahkan mau tanya apa?? ",, jawab Milka dengan sopan kepada Mamah Jovanka.
__ADS_1
" Apakah kamu sudah mengenal lama dengan Tevy Nak?? ",, tanya Mamah Jovanka kepada Milka, dan Ayah Marson dan juga Christian, mereka berdua langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Milka.
" Iya Tante, saya sudah mengenal lama dengan Tevy, sejak kami masih SMP ",, jawab Milka kepada Mamah Jovanka, dan masih didengar oleh semua orang.
" Apakah kamu tahu soal panti asuhan yang Tevy bicarakan tadi Nak?? ",, tanya Mamah Jovanka lagi kepada Milka.
" Sangat tahu sekali Tante, dipanti asuhan itu Tevy tumbuh, dan baru pindah kekota ini belum terlalu lama, karena Tevy ingin serius mencari kedua orang tua kandungnya ",, jawab Milka kepada Mamah Jovanka.
Mamah Jovanka, Ayah Marson dan juga Christian mereka bertiga sangat sedih sekali, karena Tevy harus tumbuh kembang didalam panti asuhan.
" Apakah kamu juga tahu soal foto baby ini Nak?? ",, tanya Mamah Jovanka lagi kepada Milka sambil memperlihatkan foto babynya Princess Moana yang ada didalam ponselnya.
" Tahu juga Tante, itu fotonya Tevy waktu dia masih baby ",, jawab Milka lagi kepada Mamah Jovanka.
" Yah, Mamah semakin yakin, jika Tevy memang benar anak kita yang hilang dulu Yah, Princess Moana kita ",, kata Mamah Jovanka kepada Ayah Marson ketika dia sudah mendengar jawaban dari Milka tadi.
" Iya Mah, Ayah juga sangat yakin, jika Tevy itu adalah Princess Moana kita yang hilang dulu, dan supaya lebih yakin lagi, kita tunggu esok pagi saja, karena esok katanya tes DNAnya Tevy akan keluar dan kita akan segera mengetahui hasilnya ",, jawab Ayah Marson kepada Mamah Jovanka, sambil merangkul pundaknya Mamah Jovanka untuk memberikan ketenangan kepadanya.
" Jika memang benar, itu artinya Tevy adalah adik kandung Tian, Mah, Yah ",, jawab Christian juga kepada kedua orang tuanya.
Milka sungguh sangat terkejut sekali, ketika mendengar Christian mengatakan jika Tevy adik kandungnya.
Dan semakin terkejut lagi ketika Christian memanggil orang tua yang daritadi berbicara dengannya panggilan Ayah dan juga Mamah.
" Apakah Nyonya dan Tuan ini adalah orang tua kandung anda Tuan Chris?? ",, tanya Milka dengan sangat terkejut sekali kepada Christian.
Dan entahlah kemana saja daritadi fikiran Milka, hingga dia baru sadar jika Christian adalah anak kandung dari Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka.
...πππππππππππππ...
CHAPTER 100 pengungkapan rasa cintanya Denzel kepada Tevyπ€π€
...π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»...
__ADS_1
...***TBC***...