
" Ayah, Mamah sangat menyukai mansionnya Mamah, sama Papah, boleh ya jika kita disininya lebih lama jangan tiga hari saja, karena Mamah masih ingin disini dulu ",, begitulah perkataan dari Causa kepada Cryill ketika mereka berdua sudah melihat-lihat isi dalam mansion Papah Carlson.
" Terus kita pulangnya bagaimana Mah, jika Mamah masih ingin disini?? ",, kata Cryill kepada Causa.
Saat ini Causa dan Cryill sedang berada didalam kamar pribadinya Cryill sendiri.
Dan Causa yang mendengar perkataan dari Cryill, dia reflek langsung saja menjewer gemas telinganya Cryill.
" Ayah jangan membuat Mamah gemas deh, Papah kan mempunyai pesawat jet pribadi ",, kata Causa kepada Cryill.
Cryill langsung saja tertawa ketika mendengar perkataan dari Causa tadi.
" Dan jika kita tidak bisa pulang lagi keSwedia, ya tidak apa-apa, Mamah lebih suka tinggal disini ko, daripada disana ",, kata Causa lagi kepada Cryill.
" Eeeh enak saja Mamah kalau bicara, tidak-tidak kita pokoknya harus kembali keSwedia ",, kata Cryill kepada Causa.
" Tapi nanti saja ya Ayah, satu minggu lagi kita disininya ",, kata Causa kepada Cryill.
" Iya-iya, apa sih yang tidak untuk istri tercantikku ini ",, kata Cryill kepada Causa.
Causa langsung saja tersenyum sangat manis sekali kepada Cryill mendengar Cryill mau menuruti perkataannya.
Sedang dibeda ruangan, tepatnya didalam kamarnya Denzel.
Saat ini Denzel dan Tevy mereka berdua juga sedang berbincang hangat sama seperti Cryill dan Causa.
" Papi, Mami mau tanya dong,......... ",, kata Tevy kepada Denzel yang sedang berdiri didekat jendela sambil melihat hamparan air laut yang terlihat dari kamar itu.
" Tanya saja Mami, pasti akan Papi jawab ",, kata Denzel kepada Tevy.
" Papah sama Mamah sejak kapan Papi tinggal disininya??, ataukah mereka memang asli orang Irlandia?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.
" Tidak, Papah sama Mamah asli orang Swedia sama seperti kita Mah, dan mereka tinggal diIrlandia sekitar beberapa tahun ini, karena mereka ingin menikmati masa tua mereka disini ",, jawab Denzel kepada Tevy.
Tevy hanya beroh ria saja menanggapi perkataan dari Denzel tadi.
" Dan Papi, sekarang Khafita sudah tidak lagi mengganggu hubungan dari Cryill dan Causa kan setelah Papi suruh mereka pergi dari Swedia?? ",, tanya Tevy lagi kepada Denzel.
" Sepertinya sudah tidak Mi, karena dari laporan anak buah Papi, Khafita dan Keluarganya memang benar-benar pergi dari Swedia dan tidak kembali sampai sekarang ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil mengalihkan pandangannya kearah Tevy.
" Ya syukurlah kalau begitu Papi, Mami senang mendengarnya ",, kata Tevy kepada Denzel.
__ADS_1
Sedang berpindah lagi keChristian dan juga Milka.
Saat ini mereka berdua masih menikmati pemandangan yang disuguhkan dimansion Papah Carlson.
Christian dan Milka sangat menyukai pemandangan yang sedang mereka lihat itu.
Dan Milka serta Christian sepertinya mereka berdua sama seperti Causa yang sangat menyukai berada dimansion Papah Carlson.
Berbicara tentang Papah Carlson, saat ini Papah Carlson masih asik bermain dengan para cucu-cucunya diruang Keluarga.
Baby Adelio yang daritadi asik bermain sendiri, tiba-tiba saja dia menjadi rewel dan menangis terus.
" Mungkin baby Adelio sedang mengantuk Papah ",, kata Mamah Qiara kepada Papah Carlson.
" Iya mungkin juga ",, jawab Papah Carlson kepada Mamah Qiara.
" Sini babynya, biar Mamah berikan kepada Tevy ",, kata Mamah Qiara lagi kepada Papah Carlson.
" Tidak perlu, biarkan mereka beristirahat saja, biar baby Adelio Papah saja yang menidurkannya ",, kata Papah Carlson kepada Mamah Qiara.
Ayah Marson dan Mamah Jovanka yang ada disitu, mereka juga mendengar perkataan dari Papah Carlson.
" Bisa, kan dulu Denzel sama Cryill siapa yang momong jika bukan Papah kalau Mamah sedang ada arisan sama teman-teman Mamah ",, kata Papah Carlson kepada Mamah Qiara sambil menimang-nimang baby Adelio.
" Sudah Papah mau jalan-jalan sebentar diluar sambil menidurkan baby Adelio ",, kata Papah Carlson lagi kepada Mamah Qiara dan masih didengar oleh Ayah Marson serta Mamah Jovanka.
" Bolehkah saya ikut Tuan Carlson?? ",, kata Ayah Marson kepada Papah Carlson.
" Oh mari tentu saja Tuan Marson, ayo saya bisa menunjukkan daerah sekitar sini kepada anda ",, jawab Papah Carlson kepada Ayah Marson.
" Ayo baby Vernon, ikut sama Opa ",, kata Ayah Marson kepada baby Vernon yang sedang berada dipangkuannya.
Setelahnya Ayah Marson, dan Papah Carlson bersama baby Adelio serta baby Vernon mereka semua pergi keluar dari dalam mansion untuk melihat-lihat hal-hal apa saja yang ada diluar mansion Papah Carlson.
Tinggallah Mamah Qiara dan juga Mamah Jovanka bersama baby Zuriel saja didalam ruang Keluarga itu.
" Kamu sama Nenek dan Oma saja ya sayang, bisa main sepuasnya dengan mainan itu semua ",, kata Mamah Qiara kepada baby Zuriel.
Baby Zuriel yang tidak mengerti apa-apa, dia hanya diam saja sambil terus memainkan mainan yang sedang dpegangnya.
Papah Carlson jalan-jalan dengan Ayah Marson menyusuri padang rumput nan hijau itu sambil membicarakan hal hangat diantara mereka berdua.
__ADS_1
Disekitar mansion Papah Carlson sudah cukup banyak rumah mewah atau mansion yang didirikan disitu, akan tetapi jaraknya masih cukup jauh sekali, namun mereka saling mengenal satu sama lainnya.
" Tuan Carlson lihatlah baby Adelio sudah mulai memejamkan matanya ",, kata Ayah Marson kepada Papah Carlson.
Papah Carlson langsung saja mencoba mengintip wajah dari baby Adelio yang sedang digendongnya.
" Iya, mungkin karena udara sejuk yang daritadi menerpanya, membuat dia langsung mudah tertidur ",, jawab Papah Carlson kepada Ayah Marson sambil semakin mendekap tubuh mungil dari baby Adelio.
Denzel yang masih berdiri didepan jendela kamarnya, tidak sengaja dia melihat sang Papah dan Ayah mertuanya sedang jalan-jalan keluar sambil menggendong para babynya.
" Mami lihatlah Papah sama Ayah sedang jalan-jalan bersama para baby, tapi ko dua saja, dimana yang satunya?? ",, kata Denzel kepada Tevy.
Tevy yang baru saja selesai menyu5ui baby Hyuna dia langsung saja beranjak berdiri dari atas ranjang menuju kearah jendela.
" Iya dan itu sepertinya baby Adelio sama baby Vernon Papi ",, jawab Tevy kepada Denzel.
" Mungkin baby Zuriel sedang bersama para Mamah Papi ",, lanjut lagi perkataan dari Tevy kepada Denzel.
" Iya mungkin juga ",, jawab Denzel kepada Tevy.
Kembali keChristian dan Milka yang sedang menikmati terpaan angin sepoi-sepoi dari segala penjuru arah dibelakang mansion Papah Carlson.
Tiba-tiba saja mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan kawanan burung yang sedang terbang menembus langit yang ada diatas permukaan air laut.
" Waah Daddy burungnya sangat banyak sekali, indah sekali ",, kata Milka kepada Christian sambil menunjuk semua burung yang sedang terbang.
" Iya Mommy, lihatlah sepertinya mereka ingin pulang kesarangnya ",, jawab Christian kepada Milka.
Tidak cuma Christian dan Milka saja yang melihat kawanan burung tersebut, melainkan Ayah Marson, Papah Carlson, Tevy dan Denzel pun juga melihat tapi dari tempat yang berbeda.
Tevy bahkan sangat terpukau sekali dengan pemandangan yang baru saja dilihatnya itu dengan Denzel sambil memeluk pinggang ramping dari sang istri.
" Seperti itulah pemandangan yang sering saya lihat setiap hari disini Tuan Marson ",, kata Papah Carlson kepada Ayah Marson sambil melihat semua kawanan burung yang sedang terbang diatas mereka.
" Sungguh indah sekali Tuan Carlson ",, jawab Ayah Marson kepada Papah Carlson.
Dan Papah Carlson hanya mengangguk saja kepada Ayah Marson.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC BONCHAP***...
__ADS_1