
Setelah pemeriksaannya Tevy selesai, Dokter Khafita lalu memberikan edukasi sedikit kepada Denzel yang sebagai calon ayah dan juga sebagai suami siaga.
Denzel merasa kaku ketika mendengar semua masukan dari Dokter Khafita, apalagi tentang hubungan suami istri yang tidak boleh dilakukannya dengan Tevy, karena keadaannya Tevy masih lemah seperti itu.
Sedangkan Tevy sendiri dia sudah tidak bisa berfikir apa-apa, sungguh Tevy sendiri bingung apa yang sebenarnya dia fikirkan, hingga membuatnya menjadi tidak berfikir seperti itu.
Ketika Tevy dan Denzel sudah mendapatkan penjelasan dari Dokter Khafita mengenai kehamilan kembarnya Tevy.
Dan Tevy juga sudah mendapatkan obat, vitamin, suplemen dan apa pun untuk menunjang kehamilannya Tevy.
Denzel dan yang lainnya langsung saja berpamitan dengan Dokter Khafita untuk kembali kedalam ruang perawatannya Tevy.
Melihat semua orang sudah pada berlalu cukup jauh dari depan ruang kerjanya Dokter Khafita, Cryill dia malah membelokkan kakinya lagi menuju kedalam ruang kerjanya Dokter Khafita.
Dan didalam ruang kerjanya Dokter Khafita cuma ada Dokter Khafita seorang, sedangkan susternya Dokter Khafita tadi, dia sudah kembali lagi kemeja kerjanya sendiri.
Dokter Khafita sangat terkejut sekali ketika dia tiba-tiba melihat ada Cryill yang langsung masuk kedalam ruang kerjanya lagi.
" Maaf Tuan, apakah ada yang tertinggal didalam sini?? ",, tanya Dokter Khafita dengan ramah kepada Cryill yang sudah masuk kedalam ruangannya.
" Ada Dokter ",, jawab Cryill kepada Dokter Khafita sambil berdiri didepan meja kerjanya Dokter Khafita.
" Oh silahkan diambil Tuan, mana barangnya yang tertinggal ",, jawab Dokter Khafita kepada Cryill.
" Ini bukan barang Dokter ",, kata Cryill lagi kepada Dokter Khafita.
" Lha terus apa Tuan??",, tanya Dokter Khafita kepada Cryill sambil mengalihkan pandangannya kesemua penjuru ruangannya.
" Tapi hatiku Dokter ",, jawab Cryill kepada Dokter Khafita sambil memegangi dad4nya lagi.
Dokter Khafita langsung saja tersenyum dan tertawa lucu, sebab memang Cryill daritadi dipandangannya Dokter Khafita terlihat lucu dan menyenangkan orangnya.
" Hatiku yang tertinggal disini, dan anda tadi mengatakan boleh mengambilnya, apakah sekarang boleh saya ambil?? ",, kata Cryill lagi kepada Dokter Khafita yang sedang tersenyum itu.
__ADS_1
" Caranya?? ",, tanya Dokter Khafita kepada Cryill, sambil menyandarkan punggungnya disandaran kursi kerjanya dengan menatap Cryill dengan lekat.
Melihat Dokter Khafita duduk seperti itu, Cryill langsung saja memajukan badannya dengan kedua tangan yang dia taruh diatas meja kerjanya Dokter Kahfita sebagai tumpuan badannya.
" Berikan nomor telefonnya Dokter, dan apakah Dokter sudah mempunyai kekasih atau suami?? ",, jawab Cryill kepada Dokter Khafita sambil memajukan badannya seperti itu.
Dokter Khafita dia langsung saja menegakkan tubuhnya lagi dari duduk bersandarnya tadi, sambil menatap wajah tampannya Cryill dengan lekat sekali.
" Akan saya berikan nomor telefon saya kepada anda, jika kita bertemu lagi, dan akan saya jawab pertanyaan anda, apakah saya sudah mempunyai kekasih atau sudah bersuami, jika kita bertemu lagi tanpa sengaja diluar rumah sakit ini ",, jawab Dokter Khafita kepada Cryill dengan sambil sedikit mendongakkan wajahnya menatap wajahnya Cryill.
Cryill yang mendengar perkataannya Dokter Khafita, dia langsung saja menampilkan senyum miringnya sambil memegang dagunya Dokter Khafita yang mulus itu.
" Ok, kita lihat saja nanti Dokter, anda pasti bisa akan saya dapatkan ",, kata Cryill dengan suara berbisik mesra didepan wajahnya Dokter Khafita.
" Because I'm not a coward or easily unyielding if only bullied like this "
" ( Karena aku bukan laki-laki pengecut atau mudah pantang mundur jika cuma digertak seperti ini ) ",, sambung lagi perkataannya Cryill kepada Dokter Khafita.
" I will really step down, if you really prove to be another man's wife "
Dan Cryill langsung saja berdiri dengan tegap sambil menatap wajahnya Dokter Khafita dengan lekat sekali.
" I will get you " ( aku akan mendapatkanmu ) ",, kata Cryill lagi kepada Dokter Khafita sebelum dia benar-benar pergi dari dalam ruang kerjanya Dokter Khafita.
Dan setelah berkata seperti itu kepada Dokter Khafita, Cryill langsung saja meninggalkan ruang kerjanya Dokter Khafita dan menyusul masuk kedalam ruang perawatannya Tevy.
Sedang Dokter Khafita sendiri ketika sepeninggalan Cryill, dia langsung saja tersenyum dengan sangat lebar sekali dan juga sangat bahagia sekali.
Sebab Cryill sudah berhasil memikat hatinya dengan sifat, dan sikapnya yang seperti itu daritadi.
" Ok, kita lihat saja Tuan, kamu jodohku atau tidak, karena aku juga tidak mau asal sembarangan menerima laki-laki yang nantinya akan membuatku menyesal ",, kata Dokter Khafita untuk Cryill sambil memainkan bolpoinnya dengan bibir yang tersenyum senang sekali.
Sedangkan kita berpindah keruang perawatannya Tevy lagi.
__ADS_1
Denzel saat ini sudah memindahkan Tevy keatas brankar pasiennya lagi.
Dengan Tevy yang masih diam saja tidak mau berbicara sama sekali dengan siapa pun.
Mamah Qiara yang juga ikut masuk kedalam ruang perawatannya Tevy, dia baru menyadari jika Cryill tidak ikut masuk juga kedalam ruang perawatannya Tevy.
" Ini anak gorila kemana??, ko tidak ada disini sendirian?? ",, kata Mamah Qiara yang mencari keberadaannya Cryill.
" Biar sajalah Nyonya, palingan dia sedang mendekati Dokter tadi ",, jawab Christian yang mendengar perkataannya Mamah Qiarra.
" Dasar anak itu, tidak bisa berpaling sedikit melihat wajah yang bening-bening seperti Dokter tadi ",, kata Mamah Qiara kepada Christian dan masih didengar oleh semua orang.
Denzel dan Tevy mereka berdua sepertinya sedang sariawan, karena mereka berdua masih saling diam, dan terlihat sekali diwajah mereka ada rasa kaku, bingung, senang, sedih, dan masih banyak yang lainnya lagi bercampur menjadi satu.
Dan untuk Ayah Marson sendiri, dihatinya juga sama bahagianya seperti Mamah Jovanka, namun dia juga tidak mau memperlihatkan rasa bahagianya itu dengan berlebihan juga.
Sebab takut juga jika Mamah Qiara merasa aneh dengan dirinya yang notabennya cuma rekan bisnisnya Denzel saja.
Dan Cryill yang sudah sampai didalam ruang perawatannya Tevy, dia langsung saja masuk dengan bibir yang terus tersenyum senang sekali.
Mamah Qiara yang melihat anak bungsunya seperti itu, dia langsung saja menanyai Cryill sambil menyindir dan menggodanya juga.
" Ehem sepertinya sedang bahagia sekali anak Mamah?? ",, kata Mamah Qiara kepada Cryill.
" Bagaimana sudah bisa kamu dapatkan hatinya Dokter cantik tadi?? ",, tanya Mamah Qiara lagi kepada Cryill.
Namun Cryill dia tidak menjawab perkataannya Mamah Qiara, malah langsung duduk disebelahnya Christian sambil menaikkan alisnya keatas sebelah kepada Mamah Qiara.
" Dasar cicak satu ini, selalu seperti itu, tidak sopan jika ditanya orang tua ",, kata Mamah Qiara yang sedikit gemas kepada Cryill.
Namun Cryill dia malah tertawa lucu ketika melihat Mamahnya sedang gemas seperti itu kepadanya.
Dan semua orang sedikit terhibur dengan tingkahnya Cryill serta Mamah Qiara, kecuali Denzel dan juga Tevy yang melihat saja tanpa ada ekspresi sama sekali.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...