My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 254


__ADS_3

Jangan berharap jika kisah cinta akan selalu berakhir dengan indah.


Tidak semua kisah cinta bisa berakhir dipelaminan sesuai dengan keinginan dari kita.


Tapi ada sebagian orang yang tidak seberuntung kita yang bisa menikah dengan orang yang kita harapkan.


Mungkin Tuhan hanya mendatangkan pasangan sesaat kita untuk membuat kita mengenal akan arti cinta dan kedewasaan untuk berfikir tentang mencintai lawan jenis.


Bukan berati jika hubungan kita berakhir dengan dia, dunia kita akan runtuh.


Tidak seperti itu, karena masih banyak laki-laki atau perempuan lain didunia ini yang benar-benar jodoh asli yang sudah Tuhan kirimkan untuk kita semua.


So janganlah terlalu terpuruk dengan apa yang namanya patah hati.


Sebab patah hati bukanlah akhir segalanya, justru patah hati adalah awal bagi kita untuk menata hati supaya bisa mendapatkan yang lebih baik lagi.


Seperti Khafita contohnya, jika cerita cintanya dengan Vince sudah berakhir sampai disini, janganlah menyalahkan Vince, jangan juga menyalahkan Khafita ataupun Cryill yang sudah bahagia dengan Causa.


Semua itu mungkin memang sudah takdirnya, dan supaya Khafita bisa semakin dewasa lagi dalam menjalani kisah cintanya nanti dikemudian hari.


Mungkin tidak bersama Vince maupun Cryill, tapi Khafita nanti bisa memulai kisah cintanya lagi dengan laki-laki lain yang jauh lebih baik dari Vince dan juga Cryill.


Khafita setelah kepergian dari Vince tadi dari dalam Cafe, dia pun langsung saja ikut melangkahkan kakinya untuk pergi dari dalam Cafe menuju kedalam mobilnya sendiri.


Ketika sudah berada didalam mobilnya, Khafita langsung saja menangis sejadi-jadinya untuk meratapi kisah cintanya yang begitu rumit.


Khafita tidak menyangka jika kisah cintanya dengan Vince yang sebentar lagi akan menikah akan berakhir ditengah jalan seperti itu.


Sedang disisi lain, tepatnya dirumahnya Khafita, Ayah Cedro dan Mamah Carla yang baru saja datang dari Barbados sana.


Mereka yang baru saja sampai dirumahnya, dan tidak menemukan Khafita dirumah, Mamah Carla langsung saja bertanya kepada salah satu asisstan rumahnya dimanakah Khafita berada.


Dan ketika sudah mendengar jawaban dari asisstan rumah tangganya jika Khafita sedang pergi menemui Vince, Mamah Carla dan Ayah Cedro memilih untuk beristirahat sejenak terlebih dahulu sambil menunggu Khafita pulang kerumah.


Vince sendiri setelah pergi meninggalkan Khafita didalam Cafe, dia pun langsung saja mengendarai mobilnya menuju kerumah Ayah Iram untuk memberitahukan kabar berakhirnya hubungannya dengan Khafita.


Setelah bermenit-menit lamanya mengendarai mobilnya dan terjebak macet sebentar dijalanan, karena masih jam pulang kantor.


Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Vince sampai juga dirumah mewah milik kedua orang tuanya.


" Vince kamu sudah pulang Nak?? ",, sapa dari Mamah Odelia kepada Vince yang melewati ruang Keluarga.


" Iya Mah, Vince langsung masuk kedalam kamar ya, mau mandi gerah ",, jawab Vince kepada Mamah Odelia.

__ADS_1


" Iya ",, jawab dari Mamah Odelia kepada Vince.


Setelahnya Vince langsung saja masuk kedalam kamarnya untuk menenangkan diri dan bersih-bersih badannya.


Ketika jam makan malam pun tiba, semua keluarga Ayah Iram dan kebetulan juga malam itu ada Christian bersama Milka ikut makan malam juga bersama mereka semua.


Sebab Christian sedang mengidam ingin makan masakan dari Mamah Odelia, membuat Milka menurut saja ketika diajak untuk makan malam dirumah kedua orang tuanya.


" Mah, Yah ada yang ingin Vince bicarakan kepada kalian semua sekarang ",, kata Vince kepada semua Keluarganya.


" Bicara apa Nak??, bicara sajalah ",, jawab Ayah Iram kepada Vince sambil menikmati makan malamnya.


Sebelum berbicara Vince menatap semua keluarganya terlebih dahulu satu persatu.


" Hubungan Vince dan Khafita sudah berakhir Mah, Yah, Vince tidak mau melanjutkan lagi hubungan dengan Khafita, dan itu artinya pernikahan antara Vince dan Khafita tidak akan pernah terjadi ",, kata Vince kepada semua Keluarganya.


Christian, Ayah Iram dan Mamah Odelia yang mendengar perkataan dari Vince mereka bertiga reflek langsung saja menghentikan kegiatan mengunyah mereka secara bersamaan.


Sedang Milka sendiri dia malah langsung tersedak ketika mendengar hubungan dari Kakaknya bersama Khafita sudah berakhir ditengah jalan seperti itu.


" Minum sayang, minum dulu '',, kata Christian kepada Milka yang sedang tersedak.


Milka pun langsung saja meminum air putih yang disodorkan oleh Christian tadi untuk meredakan rasa tersedaknya tadi.


" Kakak tidak bercanda Milka, memang itu kenyataannya ",, jawab Vince kepada Milka dengan tenang.


" Jadi mulai sekarang jangan pernah lagi ada yang bertanya kepada Vince tentang Khafita, karena Vince tidak mau mendengar nama Khafita lagi ditelinga Vince, permisi ",, kata Vince lagi kepada mereka semua.


Dan setelahnya Vince langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk pergi dari ruang makan menuju kedalam kamarnya sendiri meninggalkan semua orang dimeja makan dengan wajah kebingungan mereka masing-masing.


Sebab Ayah Iram, Mamah Odelia, Christian dan Milka sangat penasaran sekali perihal apa yang membuat Vince sampai mengakhiri hubungannya dengan Khafita yang terlihat baik-baik saja selama ini, begitulah yang difikirkan oleh semua orang sepeninggalan dari Vince.


Setelah selesai makan malam, Christian, Ayah Iram, Mamah Odelia dan juga Milka mereka semua langsung saja berkumpul sejenak diruang Keluarga untuk membahas Vince.


Namun bagaimanapun mereka membahas, tetap saja hanya rasa penasaran yang didapat.


" Milka mau menemui Kak Vince saja Mah, Yah, siapa tahu dengan Milka Kak Vince mau berkata jujur kenapa dia sampai mengakhiri hubungannya dengan Nona Khafita yang selangkah lagi akan menikah ",, kata Milka akhirnya kepada kedua orang tuanya dan masih didengar oleh Christian.


" Iya Nak, bicaralah baik-baik dengan Kakak kamu, ajak Kakak kamu mengobrol berdua, karena Mamah lihat tadi Kakak kamu sedang begitu banyak fikiran ",, jawab Mamah Odelia kepada Milka.


" Iya Mah ",, jawab Milka kepada Mamah Odelia dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.


Setelahnya Milka pun langsung saja beranjak berdiri untuk menuju kedalam kamar Vince.

__ADS_1


Dan disinilah Milka sekarang sudah berada didalam kamar Vince.


" Ada apa Milka??, apa kamu ingin menanyakan kepada Kakak, kenapa Kakak putus dengan Khafita?? ",, kata dari Vince kepada Milka yang belum sempat membuka mulutnya.


" Iya Kak, kenapa??, apa tidak sayang dengan hubungan yang selama ini kalian jalani?? ",, kata Milka kepada Vince.


" Tidak semua permasalahan bisa dijelaskan dan dijabarkan dengan mudah kepada semua orang Milka, jadi lebih baik kamu tidak perlu ikut campur permasalahan dari Kakak, karena bagaimanapun juga kamu membujuk Kakak untuk mempertahankan hubungan ini, Kakak tetap tidak mau ",, jawab Vince kepada Milka sambil menatap kosong keluar jendela kamarnya.


" Milka bukannya mau menggurui Kakak, tapi jika memang ini sudah jalan yang dipilih oleh Kakak dan menurut Kakak memang ini yang terbaik, Milka hanya bisa mendukung Kakak saja ",, kata Milka kepada Vince.


Vince pun hanya mengangguk saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari dalam mulutnya kepada Milka.


Setelah itu Milka lalu memilih berpamitan keluar dari dalam kamar Vince.


Dan ketika Milka sudah sampai diruang Keluarga, Milka langsung saja ditanya oleh semua orang, bagaimana hasilnya.


Karena Milka tidak mendapatkan hasil apa-apa, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya saja kepada Ayah Iram, Mamah Odelia dan juga Christian.


Ayah Iram, Mamah Odelia dan juga Christian yang melihat gelengan kepala dari Milka, mereka semua hanya bisa pasrah saja karena bagaimanapun juga itu sudah keputusan dari Vince.


Yang bisa mereka semua lakukan sekarang adalah berdoa semoga Vince bisa segera bangkit dan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik lagi dari Khafita.


Sedang berpindah tempat disuatu tempat, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang baru saja menampar seseorang dan suara tamparannya pun begitu keras sekali.


Plaaaaaaaaaaaaaaakkk!!!


" Tidak aku sangka kamu serendah itu Khafita!! ",, kata seseorang kepada Khafita yang baru saja ditamparnya tadi dengan nada yang sangat tegas sekali.


" Cryiiilllllllll ",, kata Khafita dengan wajah terkejutnya sambil memegangi pipinya karena baru saja ditampar oleh Cryill.


...πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«...


Iya Cryill, dan bagaimana Cryill tiba-tiba bisa menampar Khafita seperti itu??πŸ€”.


Lanjut part selanjutnyaπŸ˜‰.


Adakah disini yang belum mampir?? mampir dulu yuk disiniπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ€­



...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2