My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 225


__ADS_3

Singkat cerita tidak terasa usia pernikahan dari Cryill bersama Causa sudah menginjak dua bulan saja.


Cryill dan Causa sangat menikmati masa-masa pengantin baru mereka, setiap hari hanya kemesraan yang mereka tunjukkan baik didalam kamar hanya berdua saja ataupun didepan umum.


Cryill dan Causa tidak sungkan atau malu lagi untuk mengumbar kemesraan mereka berdua dihadapan semua Keluarga besar mereka.


Saat ini Cryill sudah berangkat bekerja kekantor, dan Causa seperti biasa dia dirumah sendirian bersama para asisstan rumah tangga mereka serta para anak buah yang akan selalu menjaga rumah mewah milik Cryill.


Causa sendiri sejak menikah dengan Cryill, dia tidak boleh bekerja lagi oleh Cryill, dan cuma Cryill saja yang mencari nafkah untuk mereka.


Cryill menyuruh Causa untuk menjadi ibu rumah tangga saja dan mengurus suami dan anak-anak mereka kelak.


Entah kenapa sejak dua hari yang lalu Causa sering merasa pusing dikepalanya.


Causa belum bercerita kepada Cryill jika dia sering merasa pusing akhir-akhir ini, karena fikir Causa dia hanya kecapekan biasa.


Jika biasanya kalau Causa merasa pusing kepala dia akan langsung buat tidur atau beristirahat untuk menghilangkan rasa pusingnya itu.


Akan tetapi rasa pusing yang dirasakan oleh Causa kali ini, setelah dia buat istirahat dan juga sudah dia minumin obat bukannya hilang malah semakin menjadi, bahkan bayangan benda yang ada didepannya seperti berputar-putar menjadi satu.


Causa yang sudah tidak tahan dengan rasa pusing dikepalanya itu, dan wajahnya juga terlihat sangat pucat sekali, dia berusaha mencoba memanggil asisstan rumah tangganya.


" Biiiiii..... Bibi........ ",, panggil-panggil dari Causa kepada asisstan rumah tangganya sambil bersandar didepan pintu kamar.


Asisstan rumah tangga yang mendengar jika Nyonya mereka memanggil pun, hampir sekitar tiga orang asisstan langsung saja berjalan menghadap Causa.


" Iya Nyonya, astaga wajah Nyonya pucat sekali ",, kata ketiga asisstan rumah tangga itu kepada Causa.


" Tolong telefonkan suami saya untuk segera pulang ",, kata Causa kepada asisstan rumah tangganya sambil memejamkan matanya.


Causa sengaja menyuruh para asisstannya untuk menelfonkan Cryill, karena rasanya jika dia melihat cahaya layar ponsel membuat kepalanya semakin pusing saja.


" Baik segera akan saya telefonkan Nyonya, tapi sebelumnya, mari Nyonya saya bantu dulu untuk beristirahat lagi didalam kamar ",, kata salah satu asisstan rumah tangga itu kepada Causa.


Causa pun akhirnya dituntun oleh dua orang asisstan rumah tangga untuk kembali keatas ranjang lagi, sedangkan salah satu dari mereka langsung saja menelfon Cryill untuk mengabari keadaan dari Causa yang sedang sakit.


Cryill yang sedang sibuk memeriksa berkas-berkas didepannya, dia pun langsung saja mengalihkan pandangannya kearah ponsel miliknya yang sedang berdering.


" Tumben Causa menelfonku menggunakan telefon rumah ",, kata Cryill ketika melihat nomor telefon rumahnya.


Setelahnya Cryill langsung saja mencoba mengangkat sambungan telefonnya itu.


" Halo Causa?? ",, kata Cryill ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya.


" Halo Tuan, ini saya bibi, Nyonya sedang sakit Tuan, dia menyuruh saya untuk menghubungi anda ",, kata asisstan rumah tangga tadi kepada Cryill.


Cryill yang mendengar perkataan dari asisstan rumah tangganya dia langsung saja cukup terkejut sekali.

__ADS_1


Sebab pasalnya ketika tadi pagi dia tinggal berangkat bekerja Causa masih baik-baik saja.


" Apaaa??!!, iya baiklah saya akan segera pulang sekarang ",, kata Cryill kepada asisstan rumah tangganya.


" Baik Tuan Cryill ",, jawab asisstan rumah tangga itu kepada Cryill.


Setelahnya Cryill langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu.


Cryill tanpa membereskan meja dan pekerjaannya, dia langsung saja bergegas keluar dari dalam kantornya.


Namun ketika Cryill sampai dimeja kerja milik sekretarisnya yaitu Evan, dia langsung menyuruh Evan untuk membereskan meja kerjanya yang berantakan tadi.


" Baik Tuan ",, jawab Evan kepada Cryill.


" Dan jika nanti ada yang mencariku, katakan saja saya ada urusan penting yang tidak bisa ditinggal, karena saya tidak akan kembali lagi kekantor sampai jam pulang kantor ",, kata Cryill lagi kepada Evan.


" Iya Tuan Cryill '',, jawab Evan lagi dengan sopan kepada Cryill.


Setelahnya Cryill langsung saja pergi dari hadapan Evan untuk segera menuju kedalam mobilnya.


Dan ketika sudah berada didalam mobil, Cryill pun langsung saja menyalakan mesin mobilnya serta langsung juga mengendarainya dengan kecepatan yang cukup tinggi supaya bisa cepat sampai dirumah.


Sedangkan dirumah Causa meminta tolong kepada salah satu asisstan rumah tangganya untuk membuatkannya teh herbal hangat serta untuk asisstan rumah tangga yang satunya lagi Causa suruh untuk memijat kepalanya yang masih terasa sangat pusing sekali.


Setelah beberapa menit bekendara, akhirnya Cryill sampai juga dirumah super mewahnya itu.


" Causa......... ",, panggil Cryill sambil membuka pintu kamar mereka.


Para asisstan rumah tangga yang melihat Cryill sudah pulang, mereka semua langsung saja ijin keluar dari dalam kamar.


" Kamu kenapa??, astaga muka kamu pucat sekali sayang?? ",, kata Cryill sambil duduk dipinggir ranjang.


" Tadi pagi sepertinya kamu tidak kenapa-kenapa ketika aku tinggal berangkat bekerja Causa ",, kata Cryill lagi sambil memeriksa keadaan dari Causa.


" Aku memang tidak kenapa-kenapa Cryill, ini aku ada sesuatu untuk kamu, lihatlah ",, kata Causa sambil memberikan bungkusan kertas kecil kepada Cryill yang dia sembunyikan dibawah bantalnya tadi.


Cryill pun langsung saja mengambil dan membuka kertas tersebut.


" Ini........... ?? ",, kata Cryill dengan ekspresi terkejutnya ketika sudah melihat benda yang ada didalam bungkusan kertas tadi.


" Iya, aku hamil......... itu positif hamil artinya sayang..... ",, kata Causa kepada Cryill sambil tersenyum.


Yaps Causa ternyata sedang hamil, dan rasa pusing yang dirasakannya itu karena efek kehamilannya.


Tadi ketika Causa sebelum memanggil para asisstan rumah tangganya, dia menyempatkan diri untuk mengetes didalam kamar mandi, apakah dirinya sedang hamil atau tidak.


Sebab selama menikah dengan Cryill, Causa merasa belum mendapatkan tamu bulannya.

__ADS_1


Dan benar saja, ketika sudah dicek oleh Causa, garis yang ada ditespack langsung menunjukkan dua garis yang artinya Causa sedang positif hamil.


Setelahnya Causa tadi langsung saja memanggil para asisstan rumah tangganya untuk menelfon Cryill.


" Itu artinya aku akan segera menjadi seorang Ayah?? ",, kata Cryill dengan wajah terpakunya.


Causa pun langsung saja mengangguk sambil tersenyum manis kepada Cryill.


Cryill yang sudah bisa mengontrol rasa emosional yang ada didalam dirinya, dia pun langsung saja memeluk erat tubuh lemasnya Causa.


" Ayo bersiap-siap aku akan segera mengantarkanmu untuk periksa kedokter kandungan sekarang ",, kata Cryill dengan nada sangat bersemangat sekali kepada Causa.


" Aku akan mengambilkan pakaian yang pantas untukmu, kamu tunggu disini saja ya ",, kata Cryill lagi kepada Causa.


Dan setelahnya Cryill langsung saja beranjak berdiri menuju keruang walk in closetnya.


Causa tersenyum senang ketika melihat perhatian yang Cryill tunjukkan kepadanya ketika baru mengetahui jika dirinya sedang hamil.


" Ini bajunya, kurasa ini baju yang pas untuk kamu pakai sayang, ayo sini aku bantu melepaskan pakaian kamu ",, kata Cryill lagi kepada Causa sambil membawa sebuah dress yang dia ambil dari dalam lemari tadi.


Causa pun langsung saja mencoba duduk dari rebahannya, setelahnya Cryill langsung membantu Causa untuk melepaskan baju yang dipakai oleh Causa.


" Sudah cantik ",, kata Cryill lagi ketika Causa sudah memakai dress yang diambilkannya tadi.


Dan tanpa diduga oleh Causa Cryill langsung saja menggendongnya ala bridal style untuk dia bawa keluar kamar menuju kemobilnya.


" Aku tidak akan membiarkanmu kecapekan sayang, pegangan ya, karena wajah kamu sangat pucat sekali ",, kata Cryill ketika sedang menggendong Causa.


Causa pun langsung tersenyum dan langsung juga menyandarkan kepalanya kedada Cryill.


Dan ketika sudah sampai didepan mobil, Cryill pun langsung membantu Causa untuk memakai sabuk pengamannya.


Setelahnya Cryill langsung saja mengendarai mobilnya untuk menuju keklinik atau rumah sakit terdekat dari rumahnya.


'' Sungguh perasaan ini belum pernah aku rasakan selama ini Causa, dan entah bagaimana aku menggambarkan perasaanku ini sayang ",, kata Cryill kepada Causa sambil mengendarai mobilnya dengan bibir yang terus tersenyum.


" Iya aku juga Cryill, rasanya aku masih tidak percaya jika sebentar lagi kita akan segera dikarunia seorang anak oleh Tuhan '',, jawab Causa kepada Cryill sambil tersenyum manis kepada Cryill.


Cryill pun tidak menjawab perkataan dari Causa, namun dia langsung memilih mengambil tangan kirinya Causa untuk dia cium dengan mesra.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Ko Khafita jarang dibahas, tenang........... nanti ada saatnya😁😁.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2