
Sedang kita geser keCryill lagi.
Cryill akhirnya sudah sampai disupermarket tempat dimana dia dan sekretarisnya janjian.
" Tuan Cryill, apakah ada yang bisa saya bantu?? ",, tanya sekretarisnya Cryill kepada Cryill ketika mereka berdua sudah saling berhadap-hadapan didepan pintu masuk supermarket yang cukup besar itu.
" Kamu segera carikan saya pembalut yang superbanyak yang biasa para wanita pakai ",, kata Cryill kepada sekretaris cowoknya itu.
Sekretarisnya Cryill dia langsung saja membuka sedikit mulutnya ketika mendengar perkataan anehnya Cryill.
" Cepat laksanakan, saya akan mengikuti kamu dibelakang kamu, jika ini bukan karena mengidam calon keponakanku saya juga tidak mau ",, kata Cryill lagi kepada sekretarisnya itu.
" Cepat laksanakan!! kamu mau kita dibunuh Kak Denzel!! ",, kata Cryill lagi dengan nada yang sedikit mengejutkan sekretarisnya itu.
Sebab sekretarisnya Cryill, dia malah bengong sambil menatap Cryill dengan tatapan yang sungguh sangat membuat Cryill tambah eneg saja.
" Eh iya Tuan ",, jawab sekretarisnya Cryill dengan nada yang sedikit terkejut.
Setelah itu sekretarisnya Cryill dia lalu masuk kedalam supermarket itu sambil membawa troli belanjaan yang cukup besar dengan diikuti Cryill dibelakangnya.
Dengan menahan rasa malu bertanya kepada karyawan supermarket itu, sekretarisnya Cryill dia tetap melangkahkan kakinya menuju kerak yang khusus untuk pembalut sesuai petunjuk karyawan supermarket tadi.
" Waaah ini semua pembalut apa bantal??, banyak sekali dan beraneka warna pula ",, kata Cryill sambil mengalihkan pandangannya kesemua pembalut yang terpajang didalam rak didepannya.
" Tuan Cryill ini kita mau beli yang mana Tuan?? ",, tanya sekretarisnya Cryill lagi kepada Cryill.
" Ambil saja semuanya saja Evan ",, kata Cryill kepada sekretarisnya yang bernama Evan itu.
Evan yang mendengar perkataannya Cryill dia langsung saja mengambil semua jenis dan merek pembalut yang ada disitu hingga satu troli yang dia bawa sudah penuh dengan pembalut semua.
Bahkan Evan dan Cryill mereka menjadi tontonan para pengunjung supermarket yang melihat aksi mereka itu.
" Sudah stop dulu, sana kamu minggir sebenar, saya mau menelfon Kakak saya dulu untuk sebagai bukti ",, kata Cryill kepada Evan.
__ADS_1
Dengan menurut, Evan langsung saja menyingkir sejenak untuk memberikan ruang kepada Cryill yang sedang ingin menelfon Denzel.
Denzel yang sedang bercanda dan mengajak bercanda Tevy, yang masih saja judes dan jutek kepadanya, tiba-tiba aksinya teralihkan sejenak dengan suara dering ponselnya yang berdering itu.
Melihat nama Cryill dipanggilan video call ponselnya, Denzel langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu.
" Halo Kak, ini lihat sudah aku belikan seperti keinginannya Tevy ",, kata Cryill kepada Denzel, ketika sambungan video callnya sudah diangkat oleh Denzel.
Denzel tidak menjawab perkataannya Cryill, dia langsung saja memberikan ponselnya itu kepada Tevy, supaya Tevy bisa melihat sendiri aksinya Cryill yang sudah menurutinya.
Tevy langsung juga menerima ponselnya Denzel yang Denzel sodorkan kepadanya.
Tevy langsung saja mengalihkan kamera ponselnya Denzel supaya wajahnya bisa terlihatoleh Cryill, dan dia juga bisa melihat apa yang sedang dilakukan oleh Cryill.
" Halo Tevy, sesuai keinginan kamu ini, semua pembalut sudah saya borong, sudah saya mau mematikan sambungan telefonnya dulu ya kalau begitu, mau aku bayar, dan aku malu daritadi dilihatin banyak orang disini ",, kata Cryill kepada Tevy sambil berdiri didepan troli belanjaan yang berisi semua pembalut.
" Waaah hebat kamu Cryill, calon suami idaman sekali kamu, beli satu troli lagi ya ",, kata Tevy kepada Cryill dengan wajah bahagianya.
" What the hell ",, kata Cryill kepada Tevy dengan wajah terkejut dan sebalnya secara bersamaan.
Denzel dia hanya diam saja sambil terus memperhatikan wajahnya Tevy yang sedang tertawa seperti itu.
" Sudah, aku tutup telefonnya, kamu segera beli satu troli besar seperti itu lagi ya sampai penuh dan bawa kemansion secepatnya ",, kata Tevy lagi kepada Cryill.
Dan Tevy langsung saja mematikan sambungan video callnya dengan Cryill tanpa menunggu Cryill menjawab perkataannya terlebih dahulu.
" Cryill pasti dia menggerutu lucu deh, dan aku suka melihat Cryill uring-uringan seperti itu ",, kata Tevy tanpa sadar, sambil mematikan sambungan video callnya Cryill.
Tevy tanpa sadar setelah mematikan sambungan video callnya Cryill dia malah memainkan ponselnya Denzel dan membukai semua ponselnya Denzel dengan begitu mudahnya, padahal ponselnya Denzel sudah terkunci otomatis walau sambungan telefon masih tersambung sekalipun.
Denzel sengaja mendiamkan dan membiarkan saja ketika Tevy memainkan ponselnya.
Sebab fikir Denzel, Tevy tidak bakal bisa mengotak atik ponselnya hingga kedalam-dalamnya.
__ADS_1
Namun Denzel tidak tahu saja, jika Tevy adalah hacker sejati, bahkan anak buahnya yang seorang hacker pun, belum bisa menandingi kepintarannya Tevy dalam menciptakan sebuah program diperangkat lunak.
Lama-kelamaan Tevy tersadar jika ponsel yang dia pegang adalah ponselnya Denzel, namun Tevy tidak memperdulikannya, dia terus asik mengotak-atik dan melihat semua isi ponselnya Denzel.
" Hah, payah, isinya hanya email bisnis, dokumen bisnis, dan foto-foto tidak penting, namun lebih banyak foto-fotoku ",, kata Tevy sambil menyindir Denzel dan meliriknya juga.
Denzel yang mendengar perkataannya Tevy, dia sudah mulai curiga apakah Tevy bisa melihat file dokumen penting yang ada didalam ponselnya.
" Jika file dokumen ini aku kirimkan kePerusahaan lain, bisa kaya aku ",, sindir Tevy lagi sambil melirik Denzel lagi.
Denzel langsung saja merebut ponselnya dari dalam tangannya Tevy ketika mendengar perkataannya Tevy yang terakhir.
Membuat Tevy langsung saja tersenyum miring kepada Denzel.
Sedangkan Denzel, dia sungguh sangat terkejut sekali, jika Tevy bisa mengetahui hal-hal penting yang ada didalam ponselnya.
" Kamu sangat ceroboh, hingga menyimpan file penting seperti itu didalam ponsel kamu, walau itu cuma salinannya saja ",, kata Tevy kepada Denzel yang sedang mengecek isi semua ponselnya.
" Bagaimana kamu bisa mengetahui semua isi didalam ponselku, apa kamu seorang hacker Tevy?? ",, kata Denzel kepada Tevy dengan to the point.
" Hacker apanya, bahkan anak kecil pun, bisa dengan mudah membuka ponsel kamu itu ",, jawab Tevy dengan mudahnya kepada Denzel.
Dan tidak mungkin juga Tevy menjawab iya jika dia memang seorang hacker, itu sama saja dia membocorkan rahasia yang selama ini belum ada yang mengetahuinya.
Antara percaya dan tidak percaya Denzel hanya diam saja ketika Tevy berkata seperti itu kepadanya.
Namun didalah hatinya Denzel, dia masih meragukan perkataannya Tevy, sebab Denzel menyimpan file-file penting didalam ponselnya pun, juga meminta tolong kepada anak buahnya yang seorang hacker supaya ponselnya tidak bisa disadap oleh orang lain.
" Memangnya aku bisa kamu bohongi Tevy, kamu membuatku semakin penasaran saja, dan sepertinya kamu masih ada yang ditutupin dariku serta masih ada yang belum aku ketahui darimu ",, kata Denzel sambil memainkan ponselnya sambil juga melirik kearahnya.
Sedangkan Tevy setelah menyindir dan menjawab pertanyaannya Denzel dengan mudah, dia lalu mencoba memejamkan matanya untuk beristirahat.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
...***TBC***...