
Ketika Cryill sedang enak-enaknya menikmati pemandangan wajah cantik nan ayunya Dokter Khafita, tiba-tiba pintu ruang perawatannya Tevy diketuk dari luar.
Salah satu suster yang datang bersama Dokter Khafita dia langsung saja berinisiatif beranjak berjalan untuk membukakan pintu tersebut.
" Maaf, apakah disini benar ruang perawatannya Nona Tevy suster?? ",, tanya orang itu kepada suster itu.
" Benar Nona, silahkan masuk ",, jawab ramah dari suster itu kepada orang yang bertanya tadi.
Suster itu langsung saja mempersilahkan masuk orang itu, dan orang itu langsung saja masuk kedalam ruangannya Tevy diikuti suster tadi.
" Tevy ",, kata orang itu sambil sedikit teriak ketika melihat Tevy sedang tiduran diatas brankar pasiennya.
" Milkaaaa ",, jawab Tevy kepada orang yang memanggilnya dengan sedikit berteriak juga, dan orang itu ternyata sahabatnya Tevy yaitu Milka yang sudah datang kerumah sakit.
" Berisik Nona, ini itu rumah sakit, bukan hutan ",, kata Cryill menyindir Milka yang sedikit berteriak tadi.
Milka langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Cryill dan juga Denzel yang sedang duduk dishofa yang ada didalam situ.
" Anda!! ",, kata Milka kepada Cryill sambil menunjuk wajahnya Cryill.
" Ada apa!! ",, jawab Cryill dengan mode judesnya kepada Milka.
" Apa kamu sudah mengenal Cryill Milka?? ",, tanya Tevy kepada Milka.
Sedang Dokter Khafita dan dua orang suster yang ada disitu mereka semua malah asik memperhatikan Milka dan juga Cryill.
" Laki-laki banci ini yang tadi ketika naik mobil mencipratkan kubangan air kebajuku Tevy ketika aku sedang berjalan mencari taksi untuk pulang kerumah, dan apakah ini yang namanya Cryill adiknya Tuan Denzel?? ",, kata Milka kepada Tevy.
Dan Tevy hanya mengangguk saja kepada Milka.
" Kakaknya saja berkharisma, adiknya melambai, dia sudah tahu bersalah, bukannya meminta maaf kepadaku, malah cuma membuka kaca mobilnya saja sambil menatap remeh kepadaku ",, kata Milka kepada Tevy dengan nada sebalnya.
Dan Cryill yang mendengar perkataannya Milka, dia reflek langsung saja berdiri dari duduknya ingin mencekik lehernya Milka. Tapi langsung saja ditegur oleh Denzel.
" Duduk Cryill!! ",, kata tegas dari Denzel kepada Cryill.
Dan Dokter Khafita yang melihat interaksinya Cryill dengan Milka, dihatinya entah kenapa ada sedikit rasa tidak suka saja.
Tapi Dokter Khafita tidak bisa menjelaskannya, kenapa dia sampai tidak suka ketika melihat Milka seperti sudah dekat seperti itu kepada Cryill.
" Tapi Kak, dia!!! ",, jawab Cryill kepada Denzel sambil menunjuk Milka.
__ADS_1
Namun Denzel hanya menatap Cryill dengan tatapan mautnya, dan Cryill langsung saja diam ketika ditatap seperti itu oleh Denzel, sambil memperlihatkan mata melototnya kepada Milka.
" Tuan Denzel, Nyonya Milka, kami pamit mau kembali melanjutkan tugas kami, silahkan nikmati saja waktu kebersamaan kalian semua ",, kata Dokter Khafita dengan tiba-tiba kepada Denzel dan juga Tevy dengan nada ramahnya.
Mendengar perkataannya Dokter Khafita, Cryill langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Dokter Khafita, sebab tadi dia sedikit lupa jika didalam ruangan itu masih ada Dokter Khafita.
" Eeh calon istriku jangan salah faham ya sama wanita galak itu, dia itu bukan tipeku ko ",, kata Cryill kepada Dokter Khafita sambil menunjuk Milka yang sudah duduk dikursi samping brankarnya Tevy.
" Enak saja kalau berbicara, memangnya anda itu tipe saya, anda itu bagi saya laki-laki banci!! ",, jawab Milka yang tidak terima dengan perkataannya Cryill.
" Sudah-sudah Milka, malu dilihatin sama Dokter ",, kata Tevy kepada Milka.
Namun Milka tidak menjawab perkataannya Tevy, tapi malah langsung menunjukkan wajah cemberutnya.
Dokter Khafita dia mencoba tersenyum ketika berada disituasi seperti itu.
Padahal aslinya hatinya entah kenapa dia merasa sedikit cemburu dengan Milka.
Sedang Denzel, dia hanya diam saja dengan mode acuhnya seperti biasanya kepada orang yang tidak begitu dekat dengannya.
" Oh ya Tuan Cryill, ini kartu black card anda, saya kembalikan ",, kata Dokter Khafita dengan tiba-tiba sambil menyerahkan kartu black cardnya Cryill diatas meja depannya Cryill.
" Kakak itu kepo, ini itu urusan anak muda, orang tua seperti Kakak tidak perlu ikut campur ",, jawab Cryill kepada Denzel.
Membuat Dokter Khafita dia sedikit lega ketika sudah diwakili oleh Cryill.
Denzel yang mendengar perkataannya Cryil, dia reflek langsung saja melempari Cryill dengan biji mangga yang tadi dagingnya sudah habis dimakannya.
Dan Cryill langsung saja tertawa lucu dibuatnya.
" Dokter jika ingin dibawa untuk memenuhi kebutuhannya Dokter silahkan, saya tidak masalah ko, saya masih ada dua lagi kartu yang seperti ini ",, kata Cryill kepada Dokter Khafita sambil menyerahkan kartu blacknya lagi.
" Maaf Tuan, saya juga punya, malahan saya punya lima sekaligus ",, jawab Dokter Khafita kepada Cryill sambil menolak kartu black cardnya Cryill.
" Waah banyak sekali, nanti jika kita menikah, Dokter saja ya yang bekerja, saya yang dirumah saja mengurus anak dan rumah ",, kata Cryill kepada Dokter Khafita.
Denzel yang sungguh sangat gemas sekali mendengar jawabannya Cryill, dia langsung saja berdiri dari duduknya dan lalu berjalan mendekati Cryill.
Ketika sudah sampai didepannya Cryill, Denzel langsung saja menjambak dan juga menjewer telinganya Cryill dengan cukup kuat sekali.
Membuat Cryill langsung saja mengaduh kesakitan sekali, karena ulahnya Denzel.
__ADS_1
" Kakak sakit tahu!! ",, kata Cryill kepada Denzel, dengan sambil mengusap telinganya yang tadi baru saja dijewer oleh Denzel.
Sedang Denzel dia sudah kembali duduk lagi dishofa yang tadi dia dudukin, setelah menjewer Cryill.
" Kamu itu membuat Kakak malu Cryill ",, kata Denzel kepada Cryill.
" Iya Tuan, buang saja laki-laki banci itu, malu-maluin keluarga saja, masa sebagai laki-laki malah menyuruh perempuan yang mencari uang, sedangkan dia malah enak-enakan dirumah ",, kata Milka yang menimpali perkataannya Denzel.
" Saya permisi dulu Tuan Denzel ",, kata Dokter Khafita lagi kepada Denzel dengan tiba-tiba.
Dan Dokter Khafita dia hanya tersenyum tipis saja kepada Cryill.
Sedangkan Denzel, dia hanya mengangguk saja kepada Dokter Khafita yang sedang berpamitan kepadanya.
Setelah itu Dokter Khafita dia langsung saja berlalu pergi dari ruang perawatannya Tevy.
" Lho-lho ko pergi sih, calon istriku ",, kata Cryill kepada Dokter Khafita yang ingin berlalu dari dalam ruang perawatannya Tevy.
Namun Dokter Khafita tidak memperdulikan perkataannya Cryill, dia terus berlalu keluar dari dalam ruangannya Tevy.
" Yaah pergi kan siDokter incaranku, gara-gara kamu ini perempuan jadi-jadian ",, kata Cryill menyalahkan Milka.
" Ya jika kamu mengincar dia, kejar dong ",, jawab Denzel dengan santai kepada Cryill sambil menyilangkan kakinya kesebelah kaki yang satunya.
Tanpa banyak berbicara, Cryill langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk mengejar Dokter Khafita yang sudah berlalu keluar itu.
Menyisahkan Denzel, Milka dan juga Tevy saja didalam ruang perawatan itu.
" Denzel kamu tidak keluar juga?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.
" Kenapa memangnya?? ",, tanya balik Denzel kepada Tevy.
" Sudah sana keluar, kamu membuat kami tidak nyaman untuk mengobrol ",, jawab Tevy kepada Denzel.
" Tidak mau nanti kamu malah kabur lagi dariku bersama Milka ",, jawab Denzel juga kepada Tevy.
Dan jawabannya Denzel itu membuat Tevy langsung saja menunjukkan muka cemberutnya kepada Denzel yang malah sekarang sedang merebahkan badannya diatas shofa yang sedang didudukinnya itu.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1