My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 14


__ADS_3

Ketika Denzel sudah berada didalam mobil untuk mengikuti taksi yang ditumpangi oleh Tevy, Denzel tiba-tiba mendapatkan telefon dari anak buahnya yang dia suruh untuk mencari tahu semua informasi tentang Tevy.


Ternyata tadi Denzel tidak cuma memfoto wajahnya Tevy saja, melainkan Denzel setelah mendapatkan fotonya Tevy tersebut, dia langsung saja mengirimkannya kepada anak buahnya yang seorang Hacker.


Denzel yang mendengar ponsel yang ada disaku jasnya berdering pun, dia langsung saja mengambilnya untuk melihat siapa yang menelfonnya.


Ketika nama anak buahnya yang seorang hacker itu tertampang jelas dipanggilan masuk ponselnya, Denzel dengan segera langsung saja mengangkat sambungan telefon itu.


" Halo ",, kata Denzel kepada anak buahnya yang seorang hacker tersebut.


" Halo Tuan ",, kata anak buahnya Denzel yang hacker itu kepada Denzel.


" Bagaimana Ryan apa kamu sudah mengetahui semua informasi untuk foto gadis yang tadi saya kirimkan kepadamu melalui pesan ponsel?? ",, tanya Denzel kepada anak buahnya yang seorang hacker itu dan dia bernama Ryan.


" Mohon maaf Tuan, gadis itu tidak bisa dilacak sama sekali semua informasinya Tuan, yang tertera didalam komputer adalah cuma nama lengkap dari gadis itu saja, dan dia bernama Tevy Moana Qalesya ",, kata Ryan kepada Denzel.


" Bagaimana bisa, kamu kurang teliti mungkin dalam mengeceknya!! ",, jawab Denzel dengan sangat serius sekali kepada Ryan.


" Sudah saya cek berulang kali Tuan, dan ketika saya hampir bisa masuk kejaringan program komputernya, ada seseorang yang langsung saja mengirimkan virus kekomputer saya Tuan ",, jawab Ryan kepada Denzel.


" Sungguh saya menjadi bingung sendiri, sepertinya gadis itu dia bukan gadis sembarangan Tuan, mungkin ada yang melindunginya secara diam-diam ",, lanjut lagi perkataannya Ryan kepada Denzel.


" Kalau begitu kamu terus berusaha mencari tahu semua informasi tentang gadis itu, jika sudah ada kelanjutannya kamu segera beritahukan kepadaku ",, jawab Denzel kepada Ryan sambil terus melihat taksi yang ditumpangi oleh Tevy.


" Baik Tuan, tapi mohon maaf saya harus membersihkan virus-virus ini dulu Tuan, dan saya membutuhkan sedikit banyak waktu ",, jawab Ryan kepada Denzel.


" Iya kerjakan saja ",, jawab Denzel kepada Ryan, dan Denzel langsung saja mematikan sambungan telefonnya Ryan.


Denzel setelah mematikan sambungan telefonnya Ryan, dia menjadi semakin penasaran saja dengan gadis yang bernama Tevy itu.


Selain bisa beladiri, bisa berbahasa asing, kecantikan yang tersembunyi, serta juga ada yang menutupi identitasnya, begitulah apa yang difikirkan oleh benaknya Denzel.

__ADS_1


" Who are you Tevy?? ",, kata Denzel sambil melihat fotonya Tevy yang ada didalam ponselnya.


Wajar saja Denzel tidak dapat menemukan semua informasi tentang data dirinya Tevy, sebab Tevy sendirilah yang menyembunyikannya itu semua dari publik.


Selain bisa beladiri, Tevy ternyata mempunyai bakat alami yaitu menjadi seorang hacker.


Semua itu bermula ketika Tevy mempunyai laptop pertamanya ketika diwaktu kelas dua SMA dulu.


Tevy yang sangat senang sekali bisa mempunyai laptop baru dari hasil jerih payahnya menabung dan bekerja sampingan selama ini.


Tevy terus mengotak atik laptop itu, bermain, membuka situs dan semuanya Tevy coba hingga lama kelamaan Tevy ternyata bisa sampai meretas sebuah situs yang nilainya bisa sampai miliaran rupiah.


Namun Tevy yang pada saat itu, dia tidak mau mengambil keuntungan dari kepintarannya itu.


Tevy bukan tipe orang yang suka mengambil hak orang lain dengan cara seperti itu.


Tevy malah memberitahukan kepada pihak pemilik situs tersebut, dan mengatakan jika pemilik situs harus lebih hati-hati lagi dalam mengamankan situsnya, karena sangat mudah sekali dibobol oleh para hacker.


Bahkan sahabatnya Milka dan orang-orang terdekatnya Tevy saja, tidak ada yang mengetahui bakat terpendam yang dimiliki oleh Tevy.


Sebab Tevy sengaja tidak memberitahukan bakatnya itu kepada orang lain, karena dia tidak mau jika ada banyak orang lain yang tahu jika dia bisa merubah komputer menjadi virus yang susah untuk dibersihkan.


Sama halnya virus yang diterima oleh Ryan. Itu semua adalah ulahnya Tevy.


Tadi ketika Tevy masih didalam Cafe dan sedang mengerjakan pekerjaannya, tiba-tiba Tevy mendapatkan tanda merah seperti notifikasi yang sudah dia ciptakan sendiri yang terhubung diponsel dan laptopnya jika ada yang ingin meretas semua informasi miliknya.


Dengan segera Tevy langsung saja mengunci semakin tersembunyi saja semua informasinya, dan Tevy langsung juga mengirimkan virus yang cukup sulit dibersihkan kepada siperetas akunnya lewat jaringan internet yang Ryan gunakan.


Dan setelah itu Tevy langsung saja beres-beres barangnya untuk pergi dari dalam Cafe tersebut.


Sebab fikir Tevy, tempatnya terlalu ramai jika dia akan membuka situs dari siperetas akunnya tadi.

__ADS_1


Kembali keDenzel, Denzel yang melihat taksi yang ditumpangi Tevy berhenti didepan kampus yang sangat dikenalnya dia menjadi sangat bingung sekali.


" Kenapa Tevy berhenti dikampusku?? ",, kata Denzel kepada dirinya sendiri sambil bertanda tanya.


Tevy yang sudah selesai membayar ongkos taksi pun, dia langsung saja keluar dan kembali masuk kedalam kampus lagi.


Ternyata ketika berada didalam taksi tadi, Tevy yang sedang mencari sesuatu didalam tasnya untuk bahan materinya besok, dia menjadi teringat jika laporannya masih tertinggal diatas meja kerjanya yang ada diruang Dosen.


Tevy yang awalnya ingin kembali keapartemennya pun, akhirnya dia urungkan lagi niatnya itu, dan malah kembali lagi kekampus untuk mengambil laporannya tersebut.


Denzel yang melihat Tevy sudah masuk kedalam kampusnya, dia langsung saja menyuruh anak buahnya untuk bertanya kepada petugas keamanan yang berjaga dipintu gerbang kampusnya tadi.


Setelah beberapa saat akhirnya anak buahnya Denzel kembali lagi kedalam mobil dan dia memberikan informasi kepada Denzel sesuai dengan apa yang dikatakan oleh petugas keamanan yang ditanyainya tadi.


" Gadis tadi ternyata dia seorang Dosen dikampus ini Tuan, dan bukannya kampus ini miliknya Tuan?? ",, lapor anak buahnya Denzel kepada Denzel.


" Apa kamu tidak salah berbicara?? ",, kata Denzel kepada anak buahnya itu dengan nada yang sedikit terkejut sebab Tevy ternyata seorang Dosen.


" Tidak Tuan, memang itu yang dikatakan oleh petugas keamanan tadi, dan katanya gadis tadi, sudah menjadi Dosen dikampus ini selama satu tahun lamanya, serta banyak para mahasiswa yang menyukainya Tuan, selain cantik alami katanya dia juga enak dalam mengajar, begitu Tuan ",, jawab anak buahnya Denzel lagi kepada Denzel.


Mendengar jika Tevy banyak yang menyukai, dan itu adalah para mahasiswa yang tidak selevel dengannya, membuat Denzel entah kenapa ada gejolak marah didalam hatinya.


Namun ada rasa senang juga yang dirasakan Denzel secara bersamaan, sebab dia sudah sedikit mengetahui informasi jika Tevy ternyata menjadi Dosen dikampus miliknya.


" Tunggu saatnya ",, kata Denzel sambil tersenyum miring.


Dan setelahnya Denzel lalu menyuruh anak buahnya untuk pulang kemansionnya, tanpa menunggu Tevy untuk keluar dari dalam kampusnya terlebih dahulu.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2