
Ketika Denzel sudah sampai didalam kamarnya, Denzel melihat jika Tevy belum sadar dari pingsannya itu, padahal sudah hampir menunjukkan tiga jam lamanya dia pingsan.
" Hmm dia belum sadar ternyata ",, kata Denzel sambil berdiri didepan pintu kamar yang sudah dia tutup itu dari dalam.
" Lebih baik aku kunci saja pintunya ini, karena aku ingin segera tidur, badan aku rasanya sakit semua ",, kata Denzel sambil berbicara sendiri dengan sambil mengunci pintunya dan dia sembunyikan ditempat yang pastinya tidak dapat terfikirkan oleh Tevy.
Begitu pula dengan pintu balkon kamarnya pun, juga Denzel kuci dan jendela-jendela yang lainnya juga Denzel kunci.
Setelah merasa semuanya sudah dia kunci, Denzel lalu melepaskan kaos rumahan yang dipakainya itu serta celana kainnya yang dipakaianya dan hanya menyisahkan celana kolornya saja untuk ikut berbaring tidur disampingnya Tevy sambil memeluk Tevy dari samping.
Denzel mungkin memang sudah merasa capek sekali, ditambah badan dia juga serasa remuk sekali rasanya karena baru saja mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Tevy.
Mangkanya baru setengah jam saja Denzel dia sudah terlelap dalam tidurnya sambil memeluk Tevy dengan sangat erat sekali dari arah samping.
Tevy tiba-tiba merasa diperutnya seperti ada beban berat yang menimpanya.
Ketika Tevy mencoba meraba perutnya itu, dia malah memegang sebuah tangan kekar yang ada diatas perutnya itu.
" Tangan, tangan siapa ini?? ",, batin Tevy ketika dia memegang sebuah tangan diperutnya.
Tevy lalu berusaha untuk membuka matanya, dengan menahan kepalanya yang sedikit pusing itu, karena efek obat bius yang tadi diberikan oleh Denzel kepadanya.
Dan Tevy yang sudah membuka matanya, dengan samar-samar dia lalu mengalihkan pandangannya kearah sampingnya.
Alangkah terkejutnya Tevy, ketika dia melihat wajahnya Denzel begitu dekat sekali dengannya dengan posisi memeluknya dengan mata yang terpejam karena lelap dalam tidur.
" Tuan Denzel ternyata jika dilihat secara dekat seperti ini, wajah dia tampan juga, dewasa dan juga menyeramkan secara bersamaan ",, kata batinnya Tevy sambil melihat kearah wajahnya Denzel.
" Huh, apa yang tadi aku bicarakan ",, kata batinnya Tevy lagi.
" Aku harus bisa pergi dari dalam mansion ini, entah kenapa dia begitu baik sekali kepadaku, tapi yang pasti aku tidak mau berada didalam mansion ini ",, kata batinnya Tevy lagi dan lagi, sambil menyingkirkan tangannya Denzel dari atas perutnya.
Tevy yang sudah bisa menyingkirkan tangannya Denzel dari atas tubuhnya, dia lalu beranjak turun dari atas ranjang untuk menuju kepintu kamarnya Denzel.
__ADS_1
" Si4l ternyata dikunci oleh Tuan Denzel ",, kata Tevy ketika dia tidak bisa membuka pintunya.
" Aku harus mencari kunci pintu itu, atau aku lewat saja dari balkon kamarnya ",, kata Tevy lagi sambil mencari kunci dan sambil juga berjalan kearah balkon kamarnya Denzel.
" Beren953k dikunci juga sama dia ",, kata Tevy dengan sedikit sebal sekali, karena semuanya sudah dikunci oleh Denzel.
Tevy lalu bergerak mencari kunci kamarnya Denzel dengan mengacak-ngacak kamarnya Denzel.
Sekitar satu jam lamanya Tevy mencari, dia sungguh sudah sangat lelah sekali dan juga tidak membuahkan hasil dari pencariannya itu.
Hingga akhirnya Tevy putuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya itu diatas shofa yang ada didalam kamarnya Denzel.
Tevy tidak tahu saja, jika didalam kamarnya Denzel setidaknya ada tiga kamera CCTV yang tersembunyi disitu, jadi semua aksinya Tevy yang sedang mengacak-acak kamarnya Denzel terekam jelas dilayar CCTV itu.
" Capek sekali, si4lan Tuan Denzel itu, apa aku bunuh saja dia ya?? ",, kata Tevy sambil melihat kearahnya Denzel yang masih tertidur dan tidak terganggu sama sekali dengan aktifitasnya Tevy daritadi.
" Eh tidak-tidak, aku tidak mau menjadi pembunuh ",, kata Tevy lagi dengan sangat lesu sekali sambil memejamkan matanya, hingga tanpa sadar, Tevy yang sudah kecapekan, dia tertidur juga diatas shofa itu.
Denzel ketika bangun nanti, dia pastinya akan sangat terkejut sekali, jika melihat kamarnya sangat berantakan sekali, dan itu karena ulahnya Tevy yang sedang mencari kunci kamarnya.
Cryill saat ini dia sudah pulang kemansionnya Denzel sekitar jam sepuluh malam lebih, hampir jam sebelas malam.
Ketika Cryill baru saja sampai didalam ruang keluarga mansion sang Kakak, dia lalu memanggil Hendy, tangan kanan Kakaknya itu.
" Iya Tuan Cryill, ada apakah Tuan memanggil saya?? ",, kata Hendy dengan sangat sopan sekali kepada Cryill.
" Tuan Hendy apakah mengenal siapa perempuan yang sedang dekat dengan Kakakku itu, karena saya tidak mau jika Kakakku salah memilih wanita dan wanita itu hanya memanfaatkan harta dari Kakakku saja ",, kata Cryill kepada Hendy.
Sungguh Cryill sangat pandai sekali merangkai kata-katanya hanya cuma ingin mengetahui lebih lanjut lagi semua informasinya Tevy.
Sebab Cryill sangat yakin, jika Hendy pasti dia sudah tahu siapa itu Tevy.
" Tahu Tuan, saya ada salinan data-data dari Nona Tevy ",, jawab Hendy kepada Cryill tanpa curiga sama sekali.
__ADS_1
Cryill langsung saja menunjukkan wajah cerah senangnya ketika mendengar jawabannya Hendy tadi.
" Bawa sini, saya mau melihatnya Tuan Hendy ",, kata Cryill lagi dengan nada memerintahnya dengan menyembunyikan wajah senangnya tadi.
" Tapi Tuan, Tuan Denzel menyuruh saya untuk tidak memberikannya kepada siapa pun ",, jawab Hendy kepada Cryill.
" Kamu kan tahu saya ini adik kandungnya Kak Denzel, kenapa kamu takut sekali sih memberikan infomasi itu kepada saya, sudah sana ambil saya tunggu disini ",, kata Cryill kepada Hendy lagi sambil menunjukkan wajah tegasnya.
Hendy akhirnya mau tidak mau dia lalu beranjak pergi dari hadapannya Cryill untuk mengambilkan salinan semua informasi yang dia punya tentang Tevy untuk dia berikan kepada Cryill.
Cryill dia masih menunjukkan wajah tegas dan galaknya itu walau Hendy sudah tidak ada dihadapannya.
Dan ketika map yang berisi semua informasi tentang Tevy sudah berada ditangannya, Cryill setelah mengucapkan terimakasih kepada Hendy, dia langsung saja berlalu masuk kedalam kamarnya dengan wajah tengilnya seperti biasanya.
Dan disaat Cryill sudah masuk kedalam kamarnya, dia langsung saja membaca semua informasi tentang Tevy, yang semua isinya membuat Cryill langsung reflek memegangi jantungnya, sebab dia tidak menyangka jika Tevy seorang Dosen, dan juga jago beladiri.
" Terkena amukan dari Kakak, aku masih bisa mengatasinya, tapi apakah aku bisa mengatasi amukan dari Tevy yang bisa saja mematahkan tulang-tulangku ini?? ",, kata Cryill ketika sudah menutup map yang dibacanya itu, sambil berfikir ulang untuk mengerjai Kakaknya dan juga Tevy.
Namun setelah berfikir untuk beberapa saat, Cryill memutuskan dia tetap ingin mengerjai sang Kakak yaitu Denzel, sekalian ingin membalas perbuatannya Tevy yang kemarin sudah membuatnya sakit dan keseleo kakinya.
Cryill tertawa seperti setan sambil membayangkan kegemparan yang akan dirasakan oleh Denzel dan juga Tevy karena ulahnya.
" Akhirnya selesai sudah, kita lihat saja besok ",, kata Cryill lagi sambil terus berbicara sendiri ketika sudah menjalankan rencanya itu untuk mengerjai Denzel dan juga Tevy.
Cryill tidak sadar, apa yang dia lakukan itu malah membuat Denzel dan Tevy nantinya akan semakin dekat saja serta kemungkinan membuat Tevy semakin tidak bisa lepas dari dekapannya seorang Denzel Chevalier Maverick.
...π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·...
Untuk keluarga Ayah Marson Carrington belum author keluarkan ya readers, ada saatnya, author mengikuti alurnya duluπ
Nanti ada saatnya keluarga Ayah Marson Carrington akan keluar terus dibab-bab berikutnyaβΊ
...π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»...
__ADS_1
...***TBC***...