My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 72


__ADS_3

Tapi sayang, ketika Cryill sudah sampai didepan pintu dan sudah membuka pintu juga untuk keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy.


Cryill tiba-tiba langsung saja dipanggil oleh Tevy lagi, dan Cryill juga langsung saja menghentikan langkah kakinya itu.


" Ada apa lagi sih Tevy?? ",, kata Cryill sambil berbalik badan menghadap kearahnya Tevy.


" Nanti kamu sendiri lho yang benar-benar membelinya, bukan menyuruh orang lain, dan ketika kamu membelinya kamu haru memvideokannya supaya saya bisa percaya jika kamu yang membelinya sendiri ",, kata Tevy dengan mudahnya kepada Cryill.


Cryill seperti sedang kebakaran jenggot, ketika mendengar perkataannya Tevy yang menyuruhnya untuk memvideo ketika dia membeli pembalut.


Sambil membuka sedikit mulutnya karena terkejut, Cryill juga menunjukkan wajah sebalnya kepada Tevy.


Sedangkan Tevy dia hanya tertawa lucu seperti tanpa dosa saja kepada Cryill.


Sedang yang lainnya, mereka hanya mendengarkan saja percakapannya Tevy dan Cryill tanpa mau ikut campur.


" Aku akan memukul pa***t anak-anak kamu nanti jika mereka sudah pada lahir ",, kata Cryill kepada Tevy dengan bibir yang cemberut tampannya itu.


" Dan aku akan memenggal kepalamu, sebelum kamu melakukannya!! ",, bukan Tevy yang menjawab perkataannya Cryill, melainkan Denzel.


" Sudah sana pergi, jangan lupa pesannya Tevy tadi ",, kata Denzel lagi mengusir Cryill untuk segera pergi.


" Dasar 91la ",, kata Cryill kepada Denzel dan juga Tevy dan setelahnya Cryill benar-benar berlalu keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy.


Cryill yang sudah keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy pun, dia langsung saja menggerutu dengan mengidamnya Tevy yang menyebalkan sekali untuknya.


" Dasar Tevy menjengkelkan sekali, tahu saja jika tadi niatku adalah ingin menyuruh sekretaris atau anak buahku untuk membeli pembalutnya, kenapa sekarang aku juga disuruh untuk memvideokannya, memangnya aku mau membuat vlog apa, kalau pun aku membuat vlog ya bukan vlog untuk membeli pembalut ",, gerutu Cryill untuk Tevy.


" Membuat vlog untuk membeli pembalut, kalau malu mukaku harus aku tutupin pakai pembalut begitu, hutf!! ",, gerutu Cryill untuk Tevy lagi dan dia masih berdiri didepan ruang perawatannya Tevy.

__ADS_1


Cryill setelah berkata seperti itu, dia lalu berfikir untuk sejenak, dan ketika sudah berfikir selama beberapa detik, akhirnya Cryill bisa menemukan jalan keluarnya.


" Ahaaa, aku punya ide ",, kata Cryill lagi sambil mengacungkan jari telunjuknya keatas.


Cryill lalu mengambil ponselnya, dan dia langsung saja menelfon sekretarisnya untuk mengajak ketemuan disupermarket.


" Secepatnya saya tunggu, tidak pakai lama!! ",, kata Cryill kepada sekretarisnya itu dengan nada dan gaya seperti para CEO-CEO yang lainnya, namun tidak terlihat garang.


Cryill lalu mematikan sambungan telefonnya tanpa menunggu jawaban terlebih dahulu dari sekretarisnya yang ada diseberang sana.


Setelahnya Cryill dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam rumah sakit menuju keparkiran mobilnya.


Ketika Cryill sudah sampai lantai dasar, dan baru saja melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift, tiba-tiba dia tidak sengaja melihat Dokter Khafita yang sedang berjalan dengan satu orang suster dan dua orang Asisstan Dokter.


Tanpa mau menggangu Dokter Khafita yang sedang berbicara dengan Asisstan Dokter tersebut, Cryill lagsung saja mengikuti langkah kakinya Dokter Khafita dari belakang, padahal arah yang dituju oleh Dokter Khafita tidak keluar dari dalam rumah sakit.


Baik Dokter Khafita dan kedua Asisstan Dokter serta suster yang berjalan saling beriringan itu, mereka langsung saja menolehkan pandangan mereka kebelakang, ketika merasa ada yang mengikuti jalan mereka.


" Maaf anda siapa??, kenapa mengikuti kami?? ",, tanya salah satu Asisstan Dokter tersebut kepada Cryill dengan ramah.


" Perkenalkan, nama saya Cryill, saya calon tunangannya Dokter Khafita ",, kata Cryill memperkenalkan diri kepada Asisstan Dokter tersebut sambil mengajaknya berjabat tangan.


Dokter Khafita dia hanya memasukkan kedua tangannya kesaku jas Kedokterannya, sambil tersenyum miring dengan alis yang dia angkat sebelah sambil menatap Cryill dengan sangat lekat sekali.


Sedangkan kedua Asisstan Dokter tersebut, mereka langsung saja merasa tidak enak dengan Cryill, yang ternyata adalah calon tunangannya Dokter Khafita.


" Oh maafkan saya Tuan, saya tidak tahu ",, jawab Asisstan Dokter yang bertanya kepada Cryill tadi.


" Dokter lebih baik kita bahas lagi nanti saja ya ketika sudah sampai diruangan, kami permisi dulu ",, kata Asisstan Dokter yang satunya kepada Dokter Khafita.

__ADS_1


Dan Dokter Khafita dia hanya mengangguk sambil tersenyum formal saja kepada kedua Asisstan Dokter tersebut dan seorang susternya.


Setelah itu mereka bertiga langsung saja meninggalkan Dokter Khafita sendirian bersama Cryill yang masih setia tersenyum sambil menatap lekat wajahnya Dokter Khafita yang sudah mencuri hatinya itu.


" Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?? ",, kata Dokter Kahfita kepada Cryill dengan ramah.


" Iya saya membutuhkan bantuan anda Dokter ",, jawab Cryill kepada Dokter Khafita.


" Bantuan apa itu Tuan?? ",, tanya Dokter Khafita kepada Cryill.


" Jantungku sepertinya sedang bermasalah,, coba peganglah ",, kata Cryill dengan mendramatisir keadaan sambil tiba-tiba menarik tangannya Dokter Khafita dan dia taruh diatas dadanya.


Dokter Khafita langsung saja tersenyum malu dan tidak enak kepada semua pengunjung rumah sakit yang melihat kelakuannya Cryill kepadanya itu.


Apalagi ada rekan yang sesama Dokter serta suster yang mengenal Dokter Khafita mereka langsung saja menyorakin tingkahnya Cryill yang terlihat begitu romantis kepada Dokter Khafita.


" Berdebar-debar kan??, tolonglah Dokter, hanya Dokter saja yang bisa menyembuhkannya, bahkan Dokter Spesialis Jantung yang disini pun tidak ada yang bisa mengobatinya ",, kata Cryill sambil masih menangkup tangan kanannya Dokter Khafita yang dia tempelkan kedadanya.


" Tuan, maaf, kita sedang dilihatin banyak orang, Tuan jangan seperti ini, saya malu ",, kata Dokter Khafita kepada Cryill sambil menarik tangannya dari genggamannya Cryill tadi.


Namun tanpa diduga oleh Dokter Khafita, tiba-tiba saja Cryill langsung berlutut dihadapannya Dokter Khafita sambil menggenggam tangan kanannya Dokter Khafita, hingga membuat semua pengunjung rumah sakit, Dokter, suster yang sedang berlalu lalang disitu, mereka seperti mendapat hipnotis.


Sebab mereka langsung saja berhenti bergerak dan langsung juga mengalihkan pandangan mereka semua kearahnya Cryill dan juga Dokter Khafita.


" Dokter, kita sudah mengenal cukup lama, dan anda juga sudah mengetahui bagaimana perasaan saya kepada anda, maukah anda menerima lamaran saya?? ",, kata Cryill dengan percaya dirinya kepada Dokter Khafita dengan sedikit berbohong, sebab Cryill mengatakan jika mereka sudah mengenal cukup lama, padahal aslinya baru beberapa jam yang lalu.


Sumpah demi Tuhan Dokter Khafita dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah semua orang dengan wajah bingung, malu dan entah campur aduk yang lainnya, ketika Cryill tiba-tiba berlutut dihadapannya sambil menggenggam tangan kanannya seperti itu.


Semua orang memandang sikapnya Cryill sangat romantis sekali, bahkan semua orang termasuk para Dokter, Asisstan Dokter, serta suster yang ikut berhenti disitu mereka semua langsung memberika semangat kepada Dokter Khafita untuk menerima Cryill.

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2