
Beberapa menit berlalu setelah kejadian Denzel jatuh dari atas brankarnya Tevy.
Denzel lalu memilih mencuci bersih ketiga buah mangga yang belum dikupas kulitnya itu didalam kamar mandi.
Dan tidak disangka oleh Denzel, ketika dia baru saja keluar dari dalam kamar mandi, Cryill yang dia suruh untuk membeli piring sama pisau tadi pun sudah kembali lagi kedalam ruang perawatannya Tevy.
" Ini Kak pisau sama piringnya ",, kata Cryill kepada Denzel sambil menyerahkan pisau dan piring yang dibelinya tadi.
" Kamu beli makanan apa Cryill??, kenapa aromanya sangat tidak enak sekali dihidungku?? ",, tanya Denzel kepada Cryill sambil menerima piring dan pisaunya itu sambil juga dengan sedikit menahan nafasnya.
" Ya Cryill beli makanan untuk kita semualah Kak, Cryill lapar, takutnya nanti jika Cryill makan, Tevy juga ingin ikut makan, ya sekalian saja Cryill belikan makanan untuk Kakak dan Tevy juga ",, jawab Cryill kepada Denzel.
" Sumpah aromanya tidak enak, dan membuat perutku menjadi mual ",, kata Denzel kepada Cryill, dan setelah itu Denzel lalu segera berlari menuju kedalam kamar mandi untuk muntah-muntah.
Namun sebelum berlari menuju kedalam kamar mandi tadi, Denzel menaruh piring dan pisau yang dipegangnya disembarangan tempat.
Tevy yang melihat Denzel muntah-muntah seperti itu, dia berfikir jika Denzel sepertinya sudah menggantikannya mengalami morning sickness.
" Kakak kenapa sih Tevy?? ",, tanya Cryill kepada Tevy dengan nada yang sedikit heran sambil mendengarkan Denzel yang sedang muntah-muntah didalam kamar mandi.
" Sepertinya dia yang akan menggantikan peranku Cryill ",, jawab Tevy sekenanya saja kepada Cryill.
" Maksudnya?? ",, tanya Cryill lagi dengan wajah yang sungguh tidak faham sekali apa makasud dari perkataannya Tevy.
" Dia yang akan menggantikanku mengalami morning sickness Cryill, yang muntah-muntah seperti yang aku alami kemarin ",, jawab Tevy kepada Cryill.
" Hah??!!, apa??!!, apa itu bisa Tevy?? ",, tanya Cryill kepada Tevy dengan sangat penasaran sekali.
" Ya mungkin bisa Cryill, lihat saja buktinya Kakak kamu mengalami sikap yang aneh seperti itu ",, jawab Tevy kepada Cryill.
__ADS_1
Dan Cryill lalu berfikir sejenak ketika mendengar perkataannya Tevy.
" Coba nanti kita tanyakan saja kepada Dokter Khafita, apakah bisa laki-laki mengalami morning sickness atau mengidam, karena masa Kakak kamu itu tiba-tiba saja ingin sekali memakan mangga muda seperti itu ",, lanjut lagi perkataannya Tevy kepada Cryill.
" Aku saja yang sedang hamil muda, melihat mangga muda malah tidak berselera dan sudah mengilu duluan gigi aku ",, sambung lagi perkataannya Tevy kepada Cryill.
" Iya juga ya, dan benar apa kata kamu Tevy, sebab setahu aku, Kakak seumur-umur juga tidak pernah makan apa itu yang namanya mangga muda ",, jawab Cryill kepada Tevy.
Dan ketika mereka sedang mengobrol seperti itu sambil mendengarkan suaranya Denzel yang sedang muntah-muntah, Denzel akhirnya selesai juga muntah-muntahnya, dan lalu keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang sungguh sangat memerah sekali, karena baru saja mengeluarkan isi didalam perutnya.
Denzel langsung saja menghela nafasnya, sambil duduk diatas shofa yang ada disitu sambil juga menunjukkan wajah yang cukup lemas sekali.
" Cryill kamu cuci itu piringnya, dan kupasin juga dua buah mangga itu ",, perintah Denzel kepada Cryill sambil menopangkan kepalanya kesandaran shofa dengan mata yang terpejam.
Mau tidak mau walau Cryill sebagai adik yang cukup menjengkelkan untuk Denzel, Cryill tetaplah adik yang sangat penurut sama Denzel.
Dan akhirnya Cryilllah yang mencuci piring serta pisau yang dia beli tadi, setelah itu, Cryill juga langsung saja mengupasin kulit mangga yang dipetik oleh Denzel tadi.
" Ya ",, hanya itu jawaban yang diberikan oleh Denzel kepada Tevy dengan posisi yang masih sama.
" Ini Kak, mangganya, dan ini juga cabai kering super pedas yang Kakak minta tadi ",, kata Cryill lagi kepada Denzel sambil menyerahkan dua buah mangga muda yang sudah dia kupasin kulitnya.
Denzel langsung saja menegakkan duduknya dan sambil menunjukkan wajah senangnya ketika mendengar Cryill sudah selesai mengupas kulit mangganya itu.
Dengan semangat, Denzel langsung saja memotong sendiri mangga muda itu dan langsung juga dicampurin dengan cabai kering yang pedas itu.
Denzel memakan mangganya sungguh terlihat sangat nikmat sekali, bahkan dia menikmatinya seperti tidak merasakan apa itu yang namanya asam dari buah mangga itu.
Tevy dan Cryill yang melihat Denzel memakan buah mangga seperti itu, mereka hanya bisa menelan air liurnya sambil terus memperhatikan Denzel.
__ADS_1
" Kamu mau Cryill??, ambil saja, ternyata mangga muda dicampur dengan cabai kering yang super pedas seperti ini, rasanya sangat enak sekali lho ",, kata Denzel kepada Cryill yang sedang melihatnya yang duduk tidak jauh dari shofa yang didudukinnya.
" Tidak-tidak, itu untuk Kakak saja, Cryill tidak suka, giginya Cryill ngilu, Cryill mau makan makanan ini saja ",, jawab Cryill kepada Denzel sambil menarik salah satu makanan yang ada diatas meja didepannya.
" Ya sudah kalau tidak mau ",, jawab Denzel kepada Denzel, dan Denzel lalu lanjut makan lagi, hingga satu mangga sudah habis dilahapnya sendiri.
Ketika Denzel sudah selesai memotong-motong mangga yang keduanya, dia lalu menawari Tevy untuk ikut makan mangga mudanya juga.
" Tidak mau Denzel, itu untuk kamu saja, aku mau makan makanan yang dibeli Cryill tadi, mana Cryill aku kasih satu ",, jawab Tevy kepada Denzel, dan juga Cryill.
Cryill yang mendengar jawabannya Tevy, dia lalu menawari Tevy ingin makan makanan yang mana.
Dan setelah Tevy sudah menjawab, Cryill langsung saja memberikan makanan yang dipilih oleh Tevy.
Walau Tevy sudah mendapatkan jatah makan dari rumah sakit, dan sudah habis dimakan oleh Tevy tadi disuapin oleh Denzel.
Namun Tevy tetap masih ingin memakan makanan yang dibeli oleh Cryill itu, apalagi makanan dari rumah sakit, rasanya tidak enak sekali menurut Tevy.
Ketika Denzel, Tevy dan juga Cryill mereka bertiga sedang asik makan makanan mereka sendiri-sendiri, tiba-tiba pintu ruang perawatannya Tevy terbuka dari luar.
Dan otomatis Denzel, Tevy dan Cryill mereka langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah pintu dan orang yang sudah membukanya.
Ternyata orang yang sudah membukanya adalah Dokter Khafita yang datang bersama kedua susternya untuk visit terakhir hari itu didalam ruang perawatannya Tevy, sebelum Dokter Khafita pulang kerumahnya sebab waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam.
Cryill yang melihat Dokter Khafita masuk kedalam ruang perawatannya Tevy pun, dia langsung saja tersenyum sangat manis dan lebar sekali.
Sedangkan Denzel, dia masih saja menikmati mangga mudanya, dan tidak memperdulikan Dokter Khafita yang ingin memeriksa keadaannya Tevy.
Dan Tevy sendiri, ketika melihat Dokter Khafita ingin memeriksanya, dia langsung saja menghentikan makannya untuk bisa diperiksa terlebih dahulu kondisinya oleh Dokter Khafita.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...