
" Bweeeehhh cantik sekali bodyguard pribadinya Nyonya Tevy ",, yah begitulah yang tadi sekilas didengar oleh telinganya Cryill disaat Cryill ingin ketaman belakang mansion.
Dan membuat Cryill langsung saja menghentikan langkah kakinya dan lalu memutuskan ingin menguping lebih jelas lagi pembicaraan dari beberapa bodyguard laki-laki yang sedang pada berkumpul itu.
" Iya, body dia sangat wuiiihhhh seksi dan juga terawat sekali ",, lanjut lagi pembicaraan dari bodyguard Y kepada temannya.
" Apakah kamu tahu, jika siMark sudah mengutarakan perasaannya kepada Nona Causa?? ",, kata bodyguard K kepada teman-temannya.
" Ah masa??, kan Nona Causa baru tadi pagi dia sampai disininya??, kapan si Mark mengutarakan perasaannya itu kepada Nona Causa ",, tanya dari bodyguard W kepada teman-temannya juga.
" Beneran, siMark sudah mengutarakan perasaannya kepada Nona Causa ya tadi dijam istirahat makan siang, karena siMark langsung jatuh cinta dengan Nona Causa sejak pandangan pertama, tapi sayang siMark ditolak oleh Nona Causa ",, jawab dari bodyguard K kepada semua teman-temannya sambil mentertawakan siMark.
Para bodyguard yang lainnya pun juga sama-sama ikut tertawa ketika mendengar suara tawa dari bodyguard K tadi.
" Iya mau sambil tutup matapun kita masih bisa melihat jika Nona Causa memang sangat antik sekali, dan dia menurut saya tidak pantas menjadi seorang bodyguard ",, sahut dari bodyguard Y tadi.
" Iya pantasnya menjadi seorang model atau istri dari seorang CEO seperti Tuan Denzel ",, kata bodyguard C kepada teman-temannya juga.
" Apakah ada yang mau mendekati Nona Causa lagi selain siMark??, kalau aku sih tidak mau ",, kata bodyguard Y lagi.
" Kenapa memangnya bro?? ",, tanya dari bodyguard W kepada bodyguard Y.
" Aku takut hidungku patah, sebab dia mempunyai beladiri yang sangat mematikan seperti Nyonya Tevy ",, jawab dari bodyguard Y kepada bodyguard W namun masih didengar teman-teman mereka yang lain.
" Waaaah, sudah cantik jago beladiri pula, paket komplit, sama seperti Nyonya Tevy ",, jawab dari bodyguard K kepada semua teman-temannya.
Dan perkataan dari bodyguard K langsung saja dianggukin oleh semua teman-temannya.
Cryill yang daritadi mendengarkan perghibahan dari para bodyguardnya Denzel, dia langsung saja tertawa sendiri didalam hatinya.
" Hah!!, apa aku tidak salah dengar?? ",, kata Cryill sambil berlalu dari tempat mengupingnya.
" Bahkan tidak aku saja yang tertarik dengan siCausa, melainkan hampir semua bodyguard laki-laki yang ada disini ",, kata Cryill lagi sambil berjalan menuju kekursi taman yang ada disitu.
" Mungkin mata mereka semua sudah lama tidak pernah melihat wanita cantik, jadi siCausa dikatakan cantik oleh mereka, tapi memang cantik sih...... ",, kata Cryill masih berbicara sendiri sambil duduk dikursi taman tersebut.
Sungguh aneh sekali bukan perkataan dari Cryill tadi, jika ada Mamah Qiara disitu, pastilah mereka berdua akan beradu perkataan aneh dan tidak akan pernah ada habisnya jika tidak dihentikan oleh seseorang.
Cryill entah kenapa rasanya dia semakin tertantang ingin mengetahui lebih jauh lagi bagaimana karakter dari siCausa itu.
__ADS_1
Sambil tertawa miring, sepertinya Cryill sudah mempunyai sebuah rencana untuk mendekati Causa.
Sedang kita geser keDenzel dan juga Tevy sejenak yuk.
Denzel dan Tevy yang tadi sudah masuk kedalam kamar mereka sendiri.
Denzel langsung saja melepaskan semua pakaian yang melekat dibadannya, kecuali celana kolor miliknya.
Tevy yang melihat Denzel menaruh semua barang-barang yang itu diatas ranjang, dia langsung saja mengambilnya tanpa banyak berbicara dan langsung juga menaruhnya didalam keranjang baju kotor.
" Papi mau mandi dulu ya sayang ",, kata Denzel kepada Tevy.
" Iya ",, jawab Tevy kepada Denzel sambil mengangguk.
Denzel langsung saja berlalu masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Tevy dia langsung saja berlalu masuk kedalam ruang walk in closetnya untuk mengambilkan pakaian untuk dipakai oleh Denzel.
Hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit saja Denzel sudah selesai dari mandinya, dan dia langsung saja keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk sepinggangnya saja.
" Ini Papi bajunya ",, kata Tevy kepada Denzel sambil memberikan baju yang tadi baru saja diambilkannya.
" Pakaiin dong Mami ",, kata manja dari Denzel kepada Tevy.
" Bercanda sayang ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil tersenyum manis.
" Sudah pakai, ayo cepat keluar, kasihan Mamah sama Ayah, dan pasti itu Mamah Qiara sama Papah Carlson sudah ikut bergabung juga diruang Keluarga ",, kata Tevy kepada Denzel.
" Tidak mau.......... ",, kata Denzel dan dengan tiba-tiba Denzel langsung saja menggendong Tevy ala bridal style menuju kearah ranjang.
Tevy langsung saja menjerit terkejut dengan tingkah dari Denzel yang seperti itu kepadanya.
" Papi membuat Mami takut dan terkejut saja ",, kata Tevy kepada Denzel ketika Tevy sudah ditaruh diatas ranjang oleh Denzel.
" Kita main petak umpet dulu sebentar yuk sayang, lihat sudah siap bersembunyi ini ",, kata Denzel kepada Tevy sambil melepaskan handuk yang dipakainya itu, dan langsung terlihatlah roket jumbo milik Denzel yang siap melesat jauh.
" Ini masih sore Papi, nanti saja kalau sudah malam ",, jawab Tevy kepada Denzel.
Namun Denzel tidak mempedulikan perkataan dari Tevy, dia malah langsung saja mencium bibirnya Tevy dan juga m3ncumbunya dengan penuh nafsu.
Sedikit kewalahan Tevy mengimbangi ciuman dari Denzel, sebab Denzel dia sangat lihai sekali dalam memainkan lidah dan juga bibirnya itu.
__ADS_1
Tangan dari Denzel pun juga sudah mendarat sempurna dibukit mochi milik Tevy yang sudah semakin kenyal saja karena efek kehamilannya.
Tapi sayang, kegiatan indah yang sedang Denzel dan Tevy lakukan terhentikan dengan suara dering ponsel dari Denzel yang berdering dengan kencang sekali itu.
" Angkat saja Papi, siapa tahu penting ",, kata Tevy ketika melepaskan ciuman dari Denzel.
" Biar saja, dan akan Papi bunuh orang itu karena sudah berani mengganggu kegiatan indahnya Papi sekarang ",, jawab Denzel kepada Tevy.
" Ssssttt mulutnya, sudah angkat dulu Papi ",, kata Tevy lagi kepada Denzel.
Dengan malas-malasan, Denzel langsung saja beranjak bangun dari atas ranjang, dan melilitkan handuk lagi untuk mengambil ponselnya itu yang berada diatas meja dekat shofa.
Dan ketika Denzel melihat nama anak buahnya yang dia tugaskan untuk menjaga markasnya sedang menelfonnya.
Denzel langsung saja melirik Tevy yang masih rebahan diatas ranjang sambil melihat kearahnya.
" Papi angkat telefon ini dulu ya Mami ",, kata Denzel kepada Tevy.
" Iya ",, jawab Tevy dengan tenang kepada Denzel.
Dan Denzel langsung saja melangkahkan kakinya menuju kebalkon kamarnya untuk mengangkat sambungan telefonnya itu.
Sedangkan Tevy yang sudah melihat Denzel melangkah kebalkon, dia langsung saja menghack telefon masuk keponselnya Denzel dari ponsel pribadinya.
Jadi Tevy walau tidak berada disamping Denzel, dia bisa mendengar dengan jelas pembicaraan apa saja yang sedang Denzel bicarakan dengan orang yang sedang menelfonnya itu.
Sungguh Denzel tidak bisa bergerak sama sekali mempunyai istri seperti Tevy.
Jika Denzel berulah, Tevy akan menghilang dari hadapannya sejauh mungkin dan Denzel pastinya akan cukup sulit menemukannya.
Kalau Denzel akan berselingkuh melalui telefon, tidak akan mungkin bisa terjadi, sebab Tevy bisa menghack ponselnya Denzel.
Bahkan tanpa sepengetahuan dari Denzel, Tevy bahkan bisa membekukan kartu ATM, black card, kartu kredit serta aset milik Denzel atau membuat Denzel langsung jatuh miskin dengan sekejap, semua bisa Tevy lakukan kepada Denzel.
Jadi untuk Denzel dia harus mikir dua kali jika untuk menyakiti Tevy, sebab hukuman dan resiko yang akan dia terima lebih berat dari serangan musuh yang menyerang secara mendadak.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1