My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 207


__ADS_3

Kita bahas Khafita sejenak yuk.


Khafita setelah berkenalan dengan Vince kemarin, hubungan persahabatan mereka semakin dekat saja.


Bahkan Khafita dan Vince mereka berdua sudah pada saling bertukar nomor ponsel mereka masing-masing.


Vince yang bersifat dewasa, dan nyambung bagi Khafita membuat Khafita merasa nyaman jika berbicara dengan Vince.


Begitupun dengan Vince sendiri, dia juga menyukai jika sedang berbicara dengan Khafita.


Senyum yang cukup lama menghilang dibibir Khafita sedikit demi sedikit kembali muncul lagi ketika dia sering mengobrol dengan Vince melalui pesan singkat, telefon atau jika nertemu langsung ditaman.


Yaps ditaman, jika Vince sedang tidak banyak kerjaan, dia dan Khafita akan janjian ditaman.


Namun jika Vince tidak mau ketemuan ditaman, dia pasti akan mengunjungi Khafita dirumah Delania.


Iya, Vince memang sudah mengetahui dimana alamat Khafita tinggal, dan Vince sendiri sudah beberapa kali berkunjung kerumah Khafita untuk sekedar bertemu dengan Khafita atupun cuma ingin mengobrol sebentar dengannya.


Selain Mamah Carla, bahkan Vince sudah pernah berkenalan dengan Ayah Cedro ketika Ayah Cedro tidak ada jadwal kerja dirumah sakit.


Ayah Cedro memang sudah bekerja lagi dirumah sakit, namun bukan dirumah sakit yang dulu tempatnya bekerja, melainkan dirumah sakit yang tidak jauh dari rumah Delania.


Seperti saat ini Vince yang sedang mengobrol dengan Khafita diruang tamu rumah Delania.


Dan Delania sendiri sudah kembali keBarbados untuk bekerja lagi diKedutaan yang ada disitu sejak tiga hari yang lalu.


Baik Delania dan Mamah Carla pun mereka berdua juga sudah mengenal cukup akrab dengan Vince.


" Semoga kebahagiaan segera datang kepadamu Nak ",, kata Mamah Carla untuk Khafita sambil mengintip dibalik tembok.


Mamah Carla sangat senang sekali dengan kehadiran dari Vince yang bisa membuat Khafita ceria lagi.


Dan Mamah Carla akan selalu mengintip mereka berdua dari balik tembok, jika Vince sedang berkunjung seperti sekarang.


" Oh ya Kak Vince, silahkan diminum dulu tehnya ",, kata Khafita kepada Vince.


Dan Khafita sendiri pun dia memanggil Vince sekarang dengan panggilan Kakak.


" Iya terimakasih...... ",, jawab Vince kepada Khafita sambil meminum tehnya.


" Oh ya, ngomong-ngomong jadwal terapi kamu lagi kapan Khafita?? ",, tanya Vince kepada Khafita.

__ADS_1


" Lusa depan Kak, memangnya kenapa?? ",, jawab dan tanya dari Khafita kepada Vince.


" Lusa ya??, bolehkah Kakak ikut?? ", kata Vince kepada Khafita.


" Kakak mau mengantarkan Khafita terapi?? ",, tanya Khafita lagi kepada Vince dengan ekspresi yang sedikit terkejut.


" Iya, tidak boleh ya?? ",, tanya balik dari Vince kepada Khafita.


" Emm, apakah Kak Vince tidak malu berteman dengan wanita cacat seperti Khafita ini Kak?? ",, tanya Khafita lagi dan lagi kepada Vince.


" Untuk apa Kakak malu Fita, justru Kakak ingin melihat kamu sembuh, karena Kakak yakin keinginan serta tekad yang kuat pasti akan membuahkan hasil yang tidak akan mengecewakan untukmu nantinya ",, jawab Vince kepada Khafita.


" Jadi mulai sekarang kamu harus lebih semangat lagi ya, supaya bisa segera sembuh ",, kata Vince lagi kepada Khafita.


" Janji deh jika nanti kamu sudah sembuh aku akan mengajak kamu pergi kemanapun yang kamu mau ",, sambung terus perkataan dari Vince kepada Khafita sambil tersenyum sangat manis sekali.


Khafita yang mendengar perkataan dari Vince dia langsung saja tersenyum manis juga kepada Vince.


Entah kenapa Khafita merasa sangat nyaman sekali dengan kehadiran Vince disisinya.


" Oh ya, nanti beberapa minggu lagi Kakak akan terbang keSwedia Khafita ",, kata Vince kepada Khafita dengan tiba-tiba.


" Swedia?? ",, ulang kata dari Khafita kepada Vince.


Dan Khafita ketika mendengar Negara Swedia dia langsung teringat dengan Cryill yang namanya masih tersimpan didalam lubuk hatinya yang paling dalam.


" Emm kalau Fita boleh tahu, Kak Vince keSwedia ada acara apa Kak??, apakah Kak Vince tidak akan kembali lagi kesini?? ",, tanya Khafita kepada Vince.


" Kakak ingin menghadiri acara pernikahan dari adik perempuan Kakak yang akan menikah, dan pekerjaanku disini masih banyak, tentu saja aku akan kembali kesini Fita ",, jawab Vince kepada Khafita


Dan Khafita sendiri ketika mendengar jika Vince akan kembali lagi keBarbados, hati dia entah kenapa merasa senang dan lega sekali.


" Tapi jika pekerjaanku sudah selesai, tentunya aku akan kembali keNegara asalku lagi dong Fita ",, sambung lagi perkataan dari Vince kepada Khafita.


Dan senyum dari Khafita langsung saja menghilang ketika mendengar perkataan lanjutan dari Vince.


" Kakak tidak menetap disini?? ",, tanya Khafita dengan wajah terkejutnya itu.


Vince langsung saja menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kepada Khafita.


Karena memang baik Khafita maupun Vince sendiri mereka belum pada mengetahui dari Negara mana mereka berasal.

__ADS_1


Hati Khafita langsung bersedih ketika melihat gelengan kepala dari Vince tadi.


" Makanya ayo kamu cepat sembuh, jika kamu sudah sembuh akan Kakak ajak berkunjung keNegara Kakak, mau ya?? ",, kata Vince kepada Khafita.


" Memangnya Kakak asli orang mana?? ",, tanya Khafita kepada Vince.


" Kakak asli orang Swedia Khafita ",, jawab Vince dengan jujur kepada Khafita.


Khafita tidak bisa membohongi perasaannya, jika dia langsung saja terkejut ketika mendengar Vince ternyata orang Swedia sama seperti dirinya.


Vince yang melihat wajah terkejut dari Khafita, dia langsung saja bertanya kepada Khafita.


" Kamu kenapa Khafita, sepertinya kamu sedang terkejut mendengar aku asli orang Swedia ",, tanya Vince kepada Khafita.


" Khafita juga asli orang Swedia Kak......... disini Khafita sedang berobat, tapi entahlah jika Khafita sudah sembuh apakah Khafita akan kembali keSwedia lagi atau tidak ",, jawab Khafita kepada Vince.


Gantian Vince yang terkejut ketika mendengar jika Khafita ternyata juga orang Swedia sama seperti dirinya.


Namun Vince dia langsung saja menetralkan lagi mimik wajahnya dihadapan Khafita.


" Waah bagus dong, kita ternyata sama-sama orang Swedia, kalau begitu ayo kamu lebih semangat lagi terapinya, supaya bisa cepat sembuh, biar nanti jika pekerjaan Kakak sudah selesai, kita bisa sama-sama kembali keSwedia ",, kata Vince menyemangati Khafita lagi.


Mendengar perkataan dari Vince, entah kenapa Khafita langsung saja menggelengkan kepalanya karena teringat dengan Cryill.


" Kenapa kamu menggelengkan kepala kamu Khafita??, apakah kamu tidak mau kembali lagi kesana?? ",, tanya Vince kepada Khafita.


" Sepertinya Fita memilih tinggal disini saja Kak ",, jawab Khafita kepada Vince.


" Apakah disana ada laki-laki yang kamu cintai?? ",, tanya Vince lagi kepada Khafita.


Dan pertanyaan dari Vince itu membuat Khafita langsung saja mengalihkan pandangannya kesemua ruangan.


" Tidak apa jika tidak mau menjawab, Kakak juga tidak mau memaksa ",, kata Vince yang melihat wajah sedih dari Khafita.


" Kakak hanya bisa memberi saran, tunjukan kepada laki-laki yang sudah meninggalkanmu itu jika kamu bisa sembuh dari cidera kaki yang kamu alami sekarang Fita ",, kata Vince kepada Khafita.


Khafita langsung saja mengalihkan lagi pandangannya kearah Vince.


" Bukan dia yang meninggalkan Fita Kak, justru Fitalah yang menyuruh dia untuk pergi meninggalkan Fita dan menyuruh dia untuk mencari perempuan lain yang lebih sempurna dari Fita ",, jawab Khafita kepada Vince sambil sedikit melamun.


Vince yang mendengar jawaban dari Khafita, ada nilai tersendiri didalam hatinya untuk Khafita, yang membuat Vince tiba-tiba semakin tertarik saja ingin mengenal lebih jauh dengan Khafita.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2