
Denzel saat ini sudah sampai dihutan tempat dia akan melakukan pemburuan hewan-hewan yang ingin dia buru.
Bersama puluhan bodyguardnya, Denzel terus menyusuri hutan itu dengan pistol, pisau dan peralatan lengkap seperti yang biasanya dia bawa ketika sedang berburu.
Ketika malam menjelang Denzel dan para anak buahnya, lalu memutuskan untuk berkemah ditepi sungai yang beraliran deras dan juga jernih airnya itu, serta tidak jauh juga dengan mobil yang mereka bawa.
Dengan menikmati alam seperti itu, bagi Denzel, dirinya bisa merasa bebas serta merasa seperti bisa menyatu dengan alam.
Sungguh sangat tenang, hanya suara tiupan angin sunyi sepi yang sangat mententramkan jiwa, itulah hobinya Denzel yang sudah sering dia lakukan dikala jenuh menderanya.
Hari silih berganti, Denzel dan para anak buahnya sudah mendapatkan hasil perburuan yang cukup lumayan banyak dan hewan yang didapatkan oleh Denzel, jika belum mati akan Denzel koleksi sebagai peliharaannya.
Dan jika sudah mati, akan mereka santap sebagai menu makanan mereka ketika masih didalam hutan.
Tidak terasa juga sudah satu minggu Denzel dan para anak buahnya menyusuri hutan yang ada disitu.
Denzel dan para anak buahnya mereka lalu memutuskan untuk kembali pulang kemansion.
Ketika akan pulang, Denzel menyuruh anak buahnya yang mengendarai mobil jeepnya, Denzel menyuruh untuk menyusuri jalanan itu kemana arah jalan itu mengarah.
Dan tidak disangka oleh Denzel beserta anak buahnya, jalanan itu mengarahkan mereka kepada sebuah pedesaan yang berada diatas perbukitan sana, yang masih asri dan terjaga kealamiannya.
" Tuan, sepertinya disana ada pedesaaan yang masih asri dan alami ",, kata anak buahnya Denzel kepada Denzel.
" Iya, coba kita mampir kesana dulu, dan melihat-lihat apakah ada barang antik untuk menambah koleksiku ",, jawab Denzel kepada anak buahnya itu.
Denzel pergi setidaknya mengajak dua puluh orang anak buahnya, dan membawa sekitar lima buah mobil jeep yang berukuran cukup besar.
Ketika sudah sampai didalam pedesaan itu, Denzel dan para anak buahnya mereka lalu turun dari dalam mobil dan menyusuri pedesaan itu dengan santai serta tidak mau menunjukkan sifat keangkuhannya.
Sebab Denzel tidak mau para orang desa melihatnya seperti ketakutan.
Denzel beserta para anak buahnya ketika menyusuri pedesaan itu, mereka tidak sengaja melewati pasar yang ada disitu.
__ADS_1
Dan Denzel lalu memutuskan untuk melihat-lihat terlebih dahulu didalam pasar tersebut.
Namun ketika Denzel sedang melihat-lihat, dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang ibu-ibu yang sudah berumur dan dia langsung saja mengenali Denzel.
Hal itu membuat Denzel sangat terkejut sekali, sebab diDesa terpencil seperti itu masih ada orang yang bisa mengenalinya, padahal dia sudah memakai topi koboynya.
" Nyonya mengenali saya?? ",, tanya Denzel kepada ibu-ibu tersebut yang menyebutkan nama Tuan Denzel tadi.
" Iya, anda Tuan Denzel kan??, suaminya Tevy?? ",, jawab ibu-ibu tersebut kepada Denzel.
Denzel ketika mendengar nama Tevy diseut oleh ibu-ibu tersebut, membuat Denzel langsung saja semakin penasaran saja dengan ibu-ibu itu.
" Nyonya mengenal Tevy??, apakah Nyonya tahu dimana Tevy berada??, karena saya sedang mencari Tevy selama ini ",, kata Denzel kepada Ibu-ibu tersebut.
" Saya mengetahui dimana Tevy berada Tuan, dan perkenalkan nama saya Orlin, Tevy memanggil saya dengan Mamah Orlin, sebab sayalah yang mengasuh dia sejak bayi ",, jawab Ibu-ibu tersebut kepada Denzel dengan ramah.
Dan yaps ibu-ibu itu adalah Mamah Orlin, Mamah Orlin yang pergi kepasar seperti biasanya untuk membeli kebutuhan yang ada dipanti asuhannya.
Tidak sengaja tadi bertabrakan dengan Denzel, dan ketika Mamah Orlin melihat Denzel, sungguh dia sangat terkejut sekali, sebab tidak menyangka bisa melihat orang yang diberitakan menjadi suaminya Tevy didalam televisi kemarin.
Membuat Mamah Orlin lalu memanggil namanya Denzel, dan hal itulah yang membuat Denzel menjadi sangat penasaran dengan Mamah Orlin yang bisa mengenalinya.
Denzel yang mendengar perkataannya Mamah Orlin, dia mengira jika Mamah Orlin adalah Mamah kandungnya Tevy.
" Nyonya apakah Mamahnya Tevy?? ",, tanya Denzel kepada Mamah Orlin.
" Oh bukan Tuan, Tevy saya temukan didepan panti asuhan saya, dan saya pemilik panti asuhan itu, hingga sampai saat ini Tevy sudah saya anggap sebagai anak kandung saya sendiri ",, kata Mamah Orlin kepada Denzel.
Semakin terkejutlah Denzel ketika mendengar jika Tevy adalah anak yatim piatu, sampai Denzel menunjukkan wajah keterkejutannya itu dihadapannya Mamah Orlin.
" Sekarang dimana Tevy Nyonya, tunjukan kepada saya, saya sudah mencarinya kemana-mana, dan saya sungguh sangat merindukannya ",, kata Denzel dengan reflek dan Mamah Orlin bisa melihat jika dimatanya Denzel terlihat ada cinta yang begitu besar untuk Tevy.
" Mari Tuan ikut saya, dan sebenarnya Tevy selama dua minggu ini dia sedang sakit, bahkan dia saat ini hanya bisa berbaring saja diatas ranjangnya ",, kata Mamah Orlin kepada Denzel, dan mereka berdua masih berdiri berbincang ditengah keramaian pasar yang ada disitu.
__ADS_1
Mendengar jika Tevy sedang sakit, semakin tidak sabaran pula Denzel ingin cepat-cepat melihat keadaannya Tevy.
" Ayo Nyonya, segera antarkan saya untuk menemui Tevy ",, kata Denzel kepada Mamah Orlin.
Dan Mamah Orlin dia hanya mengangguk saja kepada Denzel.
Setelah itu Denzel lalu mengajak Mamah Orlin untuk naik mobil bersamanya dengan dia sendiri yang mengendarainya, sedangkan anak buah yang satu mobil dengannya tadi Denzel suruh ikut satu mobil dengan anak buahnya yang lain.
Tidak membutuhkan waktu lama dari pasar menuju kepanti asuhannya Mamah Orlin, hanya sepuluh menit saja jika menggunakan kendaraan.
Dan Ketika sudah sampai didepan panti asuhan tersebut, Denzel melihat mobil Ferrari miliknya Cryill terparkir rapi didepan pelataran panti asuhan tersebut.
Dan itu meyakinkan Denzel jika Tevy benar-benar ada didalam panti asuhan tersebut.
Dengan tergesa-gesa, Denzel langsung saja masuk kedalam panti asuhan tersebut dan langsung ditunjukkan oleh Mamah Orlin dimanakah letak kamarnya Tevy.
Disaat Denzel sudah menemukan pintu kamarnya Tevy, Denzel langsung saja membukanya dengan sangat kasar sekali.
Sungguh perasaannya Denzel serasa sesak sekali, ketika melihat keadaannya Tevy terlihat sangat pucat sekali wajahnya, serta tubuhnya terlihat semakin kurus saja dari terakhir dia melihatnya.
" Aah panas sekali ",, kata Denzel ketika dia memegang tubuhnya Tevy yang sungguh sangat panas sekali.
" Denzel ",, kata Tevy dengan tanpa suara ketika melihat Denzel membuka kamarnya dengan paksa.
Dan laki-laki yang tadi menerobos masuk kedalam kamarnya Tevy adalah Denzel, seperti yang sudah diceritakan diatas.
Setelah itu tanpa menunggu waktu lama, Denzel langsung saja membawa Tevy kedalam mobilnya bersama Mamah Orlin, untuk mereka bawa menuju keklinik seperti yang diceritakan sebelumnya.
Disaat Tevy sudah selesai diperiksa oleh Dokter, dengan Denzel yang selalu setia berada didalam ruang pemeriksaan tersebut.
Denzel dibuat sangat super terkejut sekali, dengan penjelasan Dokter tersebut mengenai keadaannya Tevy.
Begitu pun dengan Tevy yang juga mendengar sendiri apa kata Dokter kepada Denzel, itu membuat Tevy dan Denzel langsung saling pandang dengan wajah yang sama-sama terkejutnya.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...