My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 250


__ADS_3

Jika Khafita dan Vince sedang seperti itu keadaannya, berbeda lagi dengan Cryill dan Causa.


Yaps Cryill dan Causa.


Cryill yang tadi sudah mengajak pulang Causa, didalam mobil Causa terus saja diam sambil menunjukkan wajah dinginnya seperti ketika dia sedang menjadi seorang bodyguard dulu.


Jika dulu Causa menjadi bodyguard terlihat dingin tapi masih ramah, tapi tidak sekarang, dia dingin tapi terlihat jutek dimata Cryill.


Cryill yang daritadi sudah mencoba mengajak berbicara kepada Causa pun tidak ditanggapi sama sekali oleh Causa.


Hingga membuat Cryill sedikit merasa jengkel kepada Causa yang daritadi hanya diam saja.


" Kamu kenapa sih Causa daritadi hanya diam saja ",, kata Cryill mencoba bertanya lagi kepada Causa.


Dan masih sama seperti yang tadi juga, Causa hanya menjawab singkat dengan wajah datarnya.


" Tidak apa-apa ", jawab Causa kepada Cryill.


Cryill yang sudah lelah daritadi bertanya kepada Causa pun akhirnya membiarkan saja sikap dari Causa yang seperti itu kepadanya.


Fikir Cryill padahal tadi ketika masih berada dipesta sikap Causa tidak seperti itu, tapi kenapa sekarang berubah seperti ini, begitulah apa yang ada didalam uneg-unegnya Cryill didalam hati.


Disaat mobil yang Cryill kendarai sudah sampai dirumah mewah mereka, Causa tidak banyak berbicara dia pun langsung saja turun dari dalam mobil meninggalkan Cryill sendirian.


Ketika Causa baru saja masuk kedalam rumah, dia langsung teringat jika didalam rumahnya masih ada Ayah Mark yang menginap dirumah.


Alhasil Causa pun berjalan menuju kedalam kamarnya, langsung juga merubah mimik mukanya seperti biasa saja walau Ayah Mark sudah tidur didalam kamarnya.


Sedang Cryill sendiri yang meihat sikap dari Causa, dia sudah menebak jika sikap dari Causa pasti ada hubungannya dengan pertemuan mereka dengan Khafita tadi.


Dan benar saja ketika Cryill sudah ikut masuk juga kedalam kamar, dia sedang melihat Causa yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dan juga sudah berganti pakaian tidur hanya diam saja tidak menyapa ataupun meliriknya sama sekali.


Cryill yang belum berganti baju dan bersih-bersih badannya, dia juga mendiamkan Causa saja tanpa menyapanya sama sekali.


Begitupun dengan Causa, dia pun sama ketika melihat Cryill baru saja masuk kedalam kamar tadi, dia sama sekali tidak mau mengajak berbicara atau melirik kearah Cryill.


Causa yang sudah selesai bersih-bersih badannya, dia langsung saja melangkahkan kakinya menuju kearah ranjang untuk tidur.

__ADS_1


Dengan hati yang sedikit marah dan masih ada rasa cemburu dengan Khafita, Causa pun terus mencoba memejamkan matanya untuk tidur walau sulit.


Dan Cryill sendiri yang sudah selesai bersih-bersih badannya serta ganti baju, dia langsung saja menyusul Causa untuk tidur diranjang sampingnya Causa.


" Mamah Causa sayang............... ",, panggil Cryill dengan lembut kepada Causa yang sedang tidur membelakanginya sambil menggoyangkan pundak dari Causa.


" Maafkan Ayah Mamah, jika dipesta tadi membuat Mamah merasa cemburu ",, kata Cryill lagi kepada Causa yang masih diam saja.


" Ayah tahu Mamah belum tidur, jadi daripada masih ada rasa sesak dihati, kita selesaikan saja permasalahan kita malam ini ",, kata Cryill kepada Causa.


Causa pun yang mendengar perkataan dari Cryill dia langsung saja berusaha untuk duduk dari rebahannya dan bersandar disandaran ranjang.


" Apa yang ingin Ayah bicarakan kepada Mamah?? ",, tanya Causa kepada Cryill.


Dan Cryill sebelum menjawab pertanyaan dari Causa, dia mencari posisi duduk yang nyaman terlebih dahulu sambil ikut-ikutan bersandar disandaran ranjang.


" Tentang Khafita.............. ",, jawab Cryill kepada Causa.


" Jujur Ayah tidak tahu jika Khafita adalah calon istri dari Vince, serta Ayah juga tidak menyangka jika dia sudah sembuh secepat ini dan terlebih dia menjadi calon istri dari laki-laki yang sangat Ayah kenal ",, kata Cryill lagi kepada Causa.


" Terus jika Ayah sudah tahu Khafita ada disini dan dia juga sudah sembuh, apa itu artinya Ayah mau kembali lagi kepada dia!! ",, kata pelan namun tersirat ketegasan dari Causa kepada Cryill.


Dan Causa sendiri dia masih setia menanti jawaban dari Cryill.


" Ayah tidak mau kembali kepada dia Mamah, hanya saja Ayah merasa sedikit marah dengan sikap dari Khafita yang tidak bisa Ayah jabarkan ",, jawab dari Cryill kepada Causa.


" Tapi percayalah, Ayah benar-benar sudah tidak mencintainya lagi Mah, cinta dan hati Ayah sudah sepenuhnya milik Mamah ",, sambung lagi perkataan dari Cryill kepada Causa.


" Mamah tadi melihat adegan Ayah didepan kamar mandi bersama dia ",, kata dari Causa dengan jujur kepada Cryill.


Cryill sungguh sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Causa.


" Apa Mamah sengaja mengikuti Ayah?? ",, tanya Cryill kepada Causa.


" Iya ",, jawab singkat dari Causa kepada Cryill.


" Mamah memang sengaja mengikuti Ayah, satu karena takut Ayah berbelok arah, kedua karena Mamah penasaran apakah Khafita akan mengikuti Ayah ",, kata Causa lagi kepada Cryill.

__ADS_1


" Ternyata tebakan Mamah yang pertama salah, yang benar justru yang kedua ",, sambung lagi perkataan dari Causa kepada Cryill.


" Mamah sangat berharap jika gadis itu tidak mendekati Ayah, tapi ternyata harapan Mamah tidak terkabulkan ",, lanjut lagi perkataan dari Causa kepada Cryill yang masih setia diam untuk mendengarkan perkataan dari Causa.


" Sungguh sikap dari gadis itu membuat Mamah semakin membencinya, dan terlihat sekali jika dia belum bisa move on dari Ayah, walau dia sudah akan menikah dengan laki-laki lain ",, kata Causa lagi kepada Cryill.


" Tapi apakah harapan Mamah kepada Ayah terkabul?? ",, tanya dari Cryill kepada Causa.


" Terkabul, dan Mamah berdoa semoga sampai seterusnya sikap Ayah akan tegas seperti itu lagi ",, jawab dari Causa kepada Cryill.


" Dan jika suatu saat Ayah sampai mengecewakan Mamah, ada Kak Denzel yang siap membantu Mamah untuk pergi jauh dari Ayah, terlebih lagi sekarang Kak Tevy bukanlah majikan Mamah, melainkan Kakak ipar Mamah, jadi Mamah bisa dengan mudah juga meminta bantuan kepada Kak Tevy untuk menjauh dari Ayah dan Mamah pastikan Ayah akan sulit menemukan Mamah!! ",, ancam dari Causa kepada Cryill.


Dan ancaman dari Causa bukanlah isapan jempol belaka untuk Cryill.


" Percayalah Mamah, Ayah tidak mungkin menduakan Mamah, Ayah sudah begitu mencintai Mamah, terlebih disini ada calon buah hati kita yang sudah sangat Ayah tunggu-tunggu kehadirannya ",, kata Cryill kepada Causa sambil memegang tangan Causa dan juga sambil mengusap lembut perutnya Causa.


" Iya Mamah percaya, sudah yuk kita tidur saja sudah malam, perut Mamah masih sedikit tidak nyaman rasanya, gara-gara melihat gadis itu mendekati Ayah tadi ",, kata Causa kepada Cryill sambil merebahkan badannya lagi.


" Maafkan Ayah ya Mah, dan iya baiklah ayo kita tidur, sini Ayah peluk ",, kata Cryill kepada Causa.


Dengan masih sedikit marah, Causa pun hanya diam saja ketika tubuh berisinya dipeluk mesra oleh Cryill.


Causa sebenarnya bukan marah kepada Cryill, hanya saja dia teringat terus dengan sikap dari Khafita kepada Cryil ketika masih berada dipesta tadi, itulah yang membuat Causa jadi melampiaskan amarahnya kepada Cryill.


Terlebih Causa yang tadi secara diam-diam mengikuti Cryill kekamar mandi dan melihat sendiri jika Khafita sengaja menunggui Cryill keluar dari dalam kamar mandi.


Semua itu membuat moodnya yang sebagai wanita hamil langsung saja naik turun dengan tidak beraturan sekali.


Dan karena hal itu juga yang membuat perut Causa tadi sedikit merasa kram, karena Causa merasa marah dengan Khafita tapi tidak bisa tersalurkan.


Kenapa Causa dan Vince saling mengintip Cryill dan Khafita tapi mereka tidak saling melihat.


Itu karena Causa dia mengintip disisi yang berbeda dengan Vince.


Cryill dan Causa pun akhirnya tertidur malam itu dengan Cryill yang memeluk mesra Causa sambil mengusap lembut perut buncitnya Causa supaya Causa semakin rilax fikiran serta perutnya.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2