My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 24


__ADS_3

Ketika Denzel sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya dan juga sudah tidak tahan dengan percakapan yang tidak dia fahami antara Cyrill dan juga Tevy, akhirnya Denzel angkat bicara juga.


" Sebenarnya apa sih yang kalian bicarakan, jangan membuatku seperti orang bodoh disini!! ",, kata Denzel kepada Tevy dan juga Cryill.


" Tuan, sakit yang dialaminya Tuan Cryill, dan memar-memar yang dialami oleh Tuan Cryill kemarin juga itu akibat ulah dia sendiri yang menjengkelkan dan menguras kesabaran saya ",, jawab Tevy akhirnya kepada Denzel.


" Enak saja kalau berbicara kamu, jangan suka mengadu deh ",, kata Cryill kepada Tevy.


" Cryill kamu diam!! ",, kata tegas dari Denzel kepada Cryill.


Membuat Cryill seperti biasa dia langsung saja menunjukkan wajah cemberutnya kepada Denzel.


" Teruskan Tevy cerita kamu ",, kata Denzel kepada Tevy.


" Waktu itu ketika saya baru saja pulang dari mengajar sekitar jam tujuh malam, saya yang belum ingin pulang keapartemen, dan lagi berjalan santai menikmati suasana malam sambil juga singgah sebentar disebuah taman, tiba-tiba saja saya didekatin dan digoda oleh laki-laki tengil dan juga menyebalkan ",, cerita Tevy kepada Denzel sambil sedikit melototkan matanya kepada Cryill.


Dan Cryill pun juga sama halnya dengan Tevy, dia menunjukkan wajah mengajak perangnya kepada Tevy.


" Dia menggoda, meminta nomor telefon, meminta alamat rumah juga, namun masih saya toleransi dan juga tidak saya tanggapin ",, lanjut lagi ceritanya Tevy kepada Denzel.


" Mungkin dia sebal dan bete ketika tidak saya tanggapin, diwaktu saya berdiri dari duduk saya dan ingin berlalu dari hadapan dia, dia malah dengan sengaja menepuk serta merem45 pelan p***t saya ",, kata Tevy lagi kepada Denzel yang masih dengan setia terus mendengarkan cerita dari Tevy.


" Kelanjutannya anda tahu sendiri Tuan, apa yang terjadi jika dia berbuat seperti itu kepada saya ",, sambung lagi perkataannya Tevy kepada Denzel.


" Kamu memukulinya dan juga membuat kakinya keseleo ",, kata Denzel kepada Tevy.


Dan Tevy langsung saja mengangguk kepada Denzel.


" Sebenarnya bukan kakinya yang ingin saya buat keseleo Tuan, tapi tangannya yang sudah kuran9 ajar berani merem45 p***t saya, eeh tapi malah saya kekerasan ketika menendang kakinya itu ",, jawab Tevy kepada Denzel.


Dan tidak disangka serta didiuga oleh Tevy, ketika sudah mendengar semua ceritanya Tevy, tiba-tiba Denzel langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali untuk mengejek Cryill yang bisa dikalahkan oleh seorang perempuan mungil seperti Tevy.


Cryill yang terkejut melihat Kakaknya bisa tertawa lepas pun dia sangat senang sekali, namun juga sangat sebal secara bersamaan ketika suara tawa sang Kakak sengaja untuk mengejeknya.


" Kenapa tidak kamu buat lumpuh saja kaki dan tangannya Tevy, saya malah lebih suka dia tidak bisa berjalan karena jika dia sehat selalu merecokiku ",, kata Denzel kepada Tevy ketika dia sudah bisa sedikit meredakan suara tawanya itu.

__ADS_1


Tevy sangat bingung sekali, ketika melihat Denzel tiba-tiba tertawa sangat keras sekali seperti itu ketika sudah mengetahui jika adiknya babak belur karena dia pukuli.


Semakin bingung lagi ketika Tevy melihat jika Denzel seperti tidak merasa kasihan kepada adiknya yaitu Cryill.


Sedangkan Cryill dia langsung saja menendang pelan kakinya Denzel yang sedang duduk dipinggiran ranjang didepannya.


Denzel langsung saja terdiam ketika kakinya ditendang seperti itu oleh Cryill.


" Lihat kan Tevy, dia itu sungguh sangat menyebalkan sekali ",, kata Denzel kepada Tevy ketika baru saja ditendang oleh Cryill dan seperti mengadu juga kepada Tevy.


" Kalian berdua sangat cocok sekali, sama-sama menyebalkan!! ",, kata Cryill kepada Denzel dan juga Tevy sambil menunjuk Denzel dan Tevy secara bergantian.


" Ku doakan semoga kalian berjodoh dunia akherat!! ",, kata Cryill lagi kepada Denzel dan juga Tevy dengan reflek dan dia langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Denzel dan juga Tevy.


Tevy langsung sedikit membuka mulutnya ketika mendengar perkataannya Cryill yang terakhir itu.


Sedangkan Denzel dia langsung mengucapkan kata aamiin dengan suara yang cukup keras sekali kepada Cryill yang sedang berjalan kearah pintu kamarnya.


Cryill yang sudah berlalu pergi dari hadapannya Denzel dan juga Tevy, dia keluar dari dalam kamarnya Denzel, dengan langsung menutup pintunya dari luar dengan sangat keras sekali.


Cryill yang sudah teringat dia mengucapkan apa saja kepada Denzel dan juga Tevy, Cryill langsung menepuk dahi dan mulutnya secara bergantian.


" Bodoh!!, kenapa aku malah mendoakan mereka berjodoh dunia dan akherat ",, kata Cryill sambil menepuk dahinya dengan sangat keras sekali.


" Dasar ini mulut!! ",, lanjut lagi perkataannya Cryill kali ini dia memukul mulutnya sendiri.


" Tapi kalau dilihat-lihat siTevy itu memang cantik juga, dan tadi dia juga bisa membuat Kakakku terlihat sangat bahagia, bahkan bisa sampai tertawa dengan begitu lepas sekali ",, kata Cryill lagi dengan masih berdiri didepan kamarnya siDenzel.


" Walau Tevy sangat menakutkan dan sedikit kasar sebagai perempuan, tapi aku merestui mereka jika Tevy bisa membuat Kakak aku bahagia ",, lanjut terus perkataannya Cryill dengan tulus untuk kebahagiaan sang Kakak.


Setelah berkata seperti itu, Cryill lalu melanjutkan langkah kakinya menuju kedalam kamarnya sendiri yang juga berada dilantai dua untuk mengistirahatkan badannya yang sungguh sangat capek sekali karena baru saja pulang dari luar negeri.


Sedangkan Denzel dan Tevy sepeninggalan dari Cryill, suasana diantara mereka berdua menjadi sangat canggung sekali.


Bahkan Denzel dia langsung saja berdeham dengan cukup sangat keras sekali sambil melepaskan kancing kemeja yang dipakainya itu.

__ADS_1


" Tuan, bolehkah saya bertanya kepada anda?? ",, kata Tevy kepada Denzel untuk memecah kecanggungan diantara mereka berdua.


" Iya boleh ",, jawab Denzel kepada Tevy dan kembali lagi kemode dingin serta angkuhnya.


" Nama anda siapa Tuan, kenapa Tuan bisa mengetahui nama lengkap saya?? ",, tanya Tevy kepada Denzel.


" Nama saya Denzel, panggil saya Denzel saja, jangan pakai Tuan, dan bagaimana saya bisa mengetahui nama lengkap kamu, itu tidaklah penting ",, jawab Denzel kepada Tevy sambil menatap Tevy dengan tatapan yang sangat sulit diartikan oleh Tevy, sebab Denzel selalu melirik kearah bibir tipisnya Tevy yang tadi tidak jadi diciumnya karena ulahnya Cryill adiknya.


" Terus kapan saya boleh pulang Tuan, saya juga sudah merasa lebih baik dibandingkan tadi ",, tanya Tevy lagi kepada Denzel.


" Nanti setelah kamu sudah benar-benar sembuh ",, jawab Denzel tanpa melihat kearahnya Tevy sambil berusaha melepaskan kemeja yang dipakainya.


Tevy langsung saja sedikit takut ketika dia melihat Denzel sedang ingin melepaskan kemejanya.


Dan Tevy langsung saja memasang sikap waspadanya walau tubuhnya belum pulih sepenuhnya sambil terus memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Denzel.


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲...





Ini perkenalkan, visualnya Cryill readers, VERSI authorπŸ˜‰





...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2