
Masih dihari yang sama, lebih tepatnya dimansion Denzel.
Kepulangan dari Cryill dan Papah Carlson kemansion milik Denzel, langsung saja disapa hangat oleh Causa.
" Selamat sore Tuan Cryill dan Tuan Carlson ",, sapa dari Causa kepada Cryill dan Papah Carlson.
" Iya sore ",, sapa balik dari Papah Carlson kepada Causa.
Sedangkan Cryill dia hanya diam saja sambil mengangguk tipis kepada Causa.
Papah Carlson langsung saja melangkahkan kakinya menuju kedalam kamarnya, sedangkan Cryill dia masih mencuri-curi pandang kemana arah pergi dari Causa.
Sang bodyguard cantik, yang pemberani dan juga tangguh, sesuai sekali dengan namanya yaitu Causa.
Causa setelah menyapa ramah dan sopan kepada Cryill dan Papah Carlson, ternyata dia langsung saja menuju kemobil milik Ayah Marson untuk mengambilkan sesuatu milik Mamah Jovanka yang tertinggal didalam mobil tadi.
Sedang Cryill yang masih mengintip dibalik tembok, dia masih terus memperhatikan siCausa itu.
" Itu wajah dia apa belum pernah mendapatkan pijatan ya??, kaku sekali ",, kata Cryill sambil terus mengintip Causa.
" Kak Denzel adalah orang yang mempunyai wajah kaku yang pernah aku temui, ternyata ini juga ada lagi orang yang mempunyai wajah kaku serta dingin namun versi perempuan ",, kata Cryill lagi masih sambil berbicara sendiri.
" Cantik sih, tapi terlalu dingin untukku.........eeeh lha ko jadi untukku?? ",, kata Cryill sambil memukul pelan mulutnya.
Yaps Causa bodyguard cantik memang wajah dia cantik, bahkan para bodyguard laki-laki yang ada dimansion Denzel banyak yang mencoba mendekati bahkan mencari perhatian dengan Causa.
Namun Causa hanya menanggapinya dengan biasa saja, terlebih lagi wajah cantik Causa tertutup dengan casing wajah dia yang dingin, dan juga kaku khas wajah para bodyguard yang lainnya.
" Sudah ah, jadi melantur sendirikan perkataanku ",, kata Cryill lagi dan kali ini Cryill langsung saja berlalu pergi menuju kedalam kamarnya.
Sedang Causa sendiri dia langsung saja masuk juga kedalam mansion untuk memberikan barang dari Mamah Jovanka yang baru saja diambilnya tadi didalam mobil.
Ketika Mamah Jovanka, Ayah marson dan juga Tevy sedang mengobrol ringan, pandangan mereka semua termasuk Causa yang sudah berdiri dibelakang Tevy, terlaihkan dengan kedatangan dari Denzel yang baru saja pulang dari kantor.
" Ayah, Mamah .......... ",, sapa dari Denzel kepada Ayah dan Mamah mertuanya itu.
" Apakah kalian berdua sudah lama disininya?? ",, tanya Denzel kepada Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka sambil duduk dishofa seberang mereka.
" Cukup lumayan lama Nak, dari jam sembilan pagi tadi ",, jawab Ayah Marson kepada Denzel.
" Sudah daritadi pagi ternyata ",, kata Denzel lagi kepda Ayah Marson.
Ayah Marson langsung saja mengangguk kepada Denzel.
" Iya Nak, dan rencananya kami akan pulang nanti malam bersama kalian berdua, kan kalian berdua besok mau resepsi dimansion Ayah, jadi kalian malam ini mau menginap dimansion Ayah Marson kan?? ",, kata Mamah Jovanka kepada Denzel dengan wajah senangnya.
__ADS_1
Denzel yang mendengar perkataan dari Mamah Jovanka, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Tevy.
Sebab Tevy dan juga Denzel, mereka berdua belum membicarakan akan hal itu.
Namun karena Denzel tidak mau membuat Mamah Jovanka merasa bersedih diwajahnya yang sedang bahagia itu, akhirnya Denzel memutuskan mengiyakan saja perkataan dari Mamah Jovanka.
" Emm, baiklah Mah, tapi nanti saja ya, sekalian selesai makan malam, jika sekarang Denzel masih capek ",, jawab Denzel kepada Mamah Jovanka dengan wajah yang tanpa ekspresi sama seperti biasa.
Dan untuk berbagai ekspresi yang Denzel punya hanya Tevy seoranglah yang bisa melihatnya.
Mamah Jovanka langsung saja tersenyum sangat sangat senang sekali mendengar perkataan dari Denzel.
Dan Denzel yang melihat wajah bahagia dari Mamah Jovanka, dia hanya tersenyum tipis, sebab keputusannya mengiyakan perkataan dari Mamah Jovanka adalah tepat sekali.
" Mah, Yah, sayang, Denzel masuk kedalam kamar dulu ya, mau mandi, gerah ",, kata Denzel kepada semua orang.
" Sana Nak, masuk dulu sama suami kamu ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy.
" Iya Mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Jovanka.
Dan setelah itu Tevy serta Denzel melangkah bersama menuju kedalam kamar mereka sendiri.
Lima menit setelah kepergian dari Denzel dan juga Tevy, datanglah Mamah Qiara yang baru saja selesai mandi.
" Maaf Jeng lama, tadi menyiapkan baju dulu untuk siPapah ",, kata Mamah Qiara kepada Mamah Jovanka dan masih didengar oleh Ayah Marson.
" Iya tidak apa-apa Jeng ",, jawab ramah dari Mamah Jovanka kepada Mamah Qiara.
" Saya sudah tidak sabar untuk acara besok, pasti sangat meriah sekali ya nanti pesta resepsinya Denzel dan juga Tevy ",, kata Mamah Qiara kepada Mamah Jovanka dan juga Ayah Marson.
" Iya pastinya Nyonya Qiara, saya akan membuatkan pesta yang meriah untuk Princess saya satu-satunya itu ",, jawab Ayah Marson kepada Mamah Qiara.
Dan setelahnya mereka bertiga langsung saja mengobrol ringan masalah pesta resepsi untuk Denzel dan Tevy besok.
Sedang kita geser keCryill lagi, Cryill yang tadi sudah selesai mandi dan berganti baju dengan baju rumahannya, dia memutuskan ingin keluar saja dari dalam kamar menuju keruang Keluarga untuk bergabung dengan Ayah Marson, dan juga Mamah Jovanka yang tadi disapanya sepulang dari kantor.
Namun ketika Cryill ingin turun melewati tangga, dari jauh dia sudah melihat Causa berdiri didepan tangga mansion Denzel.
" Ehem .......... ",, deham dari Cryill untuk mengalihkan pandangan dari Causa.
Causa pun langsung saja mengalihkan pandangannya kearah sumber suara.
" Tuan Cryill ",, sapa ramah dari Causa dengan wajah dan nada yang dingin seperti biasanya.
" Bolehkah saya bertanya kepada anda?? ",, tanya Cryill kepada Causa.
__ADS_1
" Silahkan Tuan ",, jawab Causa kepada Cryill dengan tanpa ekspresi.
Setelah mendengar jawaban dari Causa, tiba-tiba saja Cryill ingin memegang pipi dari Causa menggunakan jari telunjuknya.
Dan Causa yang sudah terlatih dengan kesigapan, dia reflek langsung saja memegang jari telunjuk Cryill dengan sedikit meremasnya.
Hingga membuat Cryill langsung saja mengaduh kesakitan karena ulah dari Causa.
" Sakit tahu ",, kata Cryill sambil memegangi jarinya yang diremas oleh Causa tadi.
" Maaf Tuan, kenapa anda ingin menyentuh saya?? ",, tanya Causa sambil menatap Cryill dengan tatapan dingin bak es kutub utara.
" Saya itu cuma ingin tahu, anda itu manusia atau robot, kenapa tidak ada ekspresinya sama sekali, datar seperti talenan untuk masak, dan juga kaku seperti spageti yang belum direbus ",, kata Cryill kepada Causa.
" Lebih baik saya memegang pipi anda, daripada memegang yang lainnya hayo ",, lanjut lagi perkataan dari Cryill kepada Causa.
Sekuat tenaga Causa menahan senyumannya ketika mendengar perkataan dari Cryill.
Dan Cryill sendiri, dia sedikit tertarik dengan Causa, sebab Cryill itu seperti anak kecil yang akan penasaran dengan hal-hal baru yang baru saja dia temui.
Apalagi siCausa adalah tipe wanita yang belum pernah Cryill temui, dingin dan seperti tidak bisa tersentuh.
Makanya Cryill seperti tertantang ingin membuat Causa tersenyum atau tertawa, sama seperti Kakaknya.
" Saya manusia Tuan ",, jawab singkat dari Causa kepada Cryill dengan ekspresi yang sama tenang dan kaku.
Cryill pun yang mendengar perkataan dari Causa, dia langsung saja melihat Causa dari atas hingga kebawah, dari depan hingga belakang.
Sedangkan Causa, dia masih diam saja ketika Cryill melihat kearahnya seperti itu.
Walau sedikit risih, Causa hanya memperlihatkan wajah datar dan tanpa ekspresi sama sekali seperti biasanya dihadapannya Cryill.
" Iya anda memang terlihat seperti manusia, tapi wajah anda lebih dingin dari Kakak saya, itu dia sedang berjalan kesini sama Tevy ",, kata Cryill kepada Causa.
Dan Causa langsung saja mengalihkan pandangannya kearah yang ditunjuk Cryill.
Namun itu hanya trik saja dari Cryill, sebab tidak ada Denzel dan Tevy sama sekali, akan tetapi ketika Causa mengalihkan lagi pandangannya kearah Cryill, bibir Causa langsung saja mencium pipi Cryill dengan sempurna.
Causa yang tidak terima, dia langsung saja memelintir tangan kanan Cryill, dan membanting tubuh Cryill kelantai.
Setelahnya Causa tanpa meminta maaf dengan Cryill, dia langsung saja melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Cryill yang sedang mengaduh kesakitan sambil memegangi pinggangnya.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...
__ADS_1