My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 92


__ADS_3

Denzel yang melihat Christian datang sambil membawa makanan untuknya dan juga Tevy, dia langsung saja memakannya namun sebelumnya Denzel sudah menawari basa-basi kepada Christian.


Dan Christian dia dibuat sedikit melongo dengan Denzel yang makan tidak cuma satu porsi saja, melainkan sudah hampir empat porsi sekaligus.


Christian yang daritadi tidak melihat Cryill dan Mamah Qiara serta Papah Carlson pun, dia lalu bertanya kepada Denzel.


" Tuan Denzel, ko sepi sekali ini ruangannya Tevy, Tuan Cryill dan Mamah, Papah anda dimana Tuan?? ",, tanya Christian kepada Denzel yang sedang asik makan.


" Cryill dia entah terbang kemana, sedangkan Mamah sama Papah, mereka sudah kembali kemansion mereka sendiri yang ada diIrlandia ",, jawab Denzel kepada Christian disela-sela mengunyah makanannya.


" Memangnya orang tuanya anda tidak tinggal disini Tuan?? ",, tanya Christian lagi kepada Denzel.


" Tidak, mereka memilih menetap diIrlandia, karena menyukai suasana pedesaan dan pegunungan yang ada disana Tuan Christian ",, jawab Denzel kepada Christian dengan sambil menyuapkan satu sendok makanan kedalam mulutnya.


" Jadi itu artinya anda disini berdua saja dengan Tuan Cryill ",, kata Christian lagi kepada Denzel.


" Iya ",, jawab Denzel kepada Christian sambil mengangguk sambil juga mengunyah makanannya.


" Oh ya Tuan Christian, besok sepertinya Tevy dia sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter ",, kata Denzel kepada Christian.


" Hah, cepat sekali, baiklah nanti akan saya sampaikan kepada Mamah dan Ayah ",, jawab Christian kepada Denzel.


" Tuan Denzel, kebetulan Tevy dia sudah tertidur dengan sangat lelap sekali seperti itu, bolehkah saya melihat telapak kakinya Tevy Tuan untuk membuktikan apakah Nona Tevy benar-benar adik kandung saya yang hilang atau tidak ",, kata Christian dengan sangat tiba-tiba sekali kepada Denzel.


Dan Denzel dia langsung saja menghentikan aksi makannya itu, sambil melihat kearahnya Christian.


" Emm, boleh Tuan, tapi jangan sampai membangunkan Tevy ",, jawab Denzel kepada Christian akhirnya setelah berfikir beberapa detik.


" Mari tuan, anda temani saya ",, ajak Christian kepada Denzel.


Dan Denzel langsung saja menghentikan aksi makannya itu, serta Denzel lalu berdiri dari duduknya untuk mendekati brankarnya Tevy bersama Christian.


Perlahan tapi pasti dengan sangat pelan-pelan sekali Denzel menaikan selimut yang menutupi telapak kakinya Tevy.


Ketika selimut sudah terangkat sedikit sampai semata kakinya Tevy, baik Denzel dan juga Christian mereka berdua langsung saja melihat kearah telapak kakinya Tevy.


Dan benar saja, ada tanda lahir berbentuk bulan sabit kecil dipinggir telapak kakinya Tevy yang berwarna cukup hitam itu.

__ADS_1


Baik Denzel dan juga Christian mereka langsung saling pandang ketika mereka sudah melihat ada tanda lahir itu yang ada ditelapak kakinya Tevy.


Christian langsung saja reflek menarik pergelangannya Denzel untuk dia ajak keluar dari dalam ruang perawatannya Tevy.


" Tuan apakah anda lihat tadi, apa gampar yang ada ditelapak kakinya Tevy?? ",, tanya Christian kepada Denzel ketika mereka berdua sudah berada didepan ruang perawatannya Tevy.


" Tanda lahir berbentuk bulan sabit Tuan Christian ",, jawab Denzel kepada Christian.


" Nah, itu artinya jika Nona Tevy dia benar-benar adik kandung saya yang selama ini sudah saya cari Tuan ",, kata Christian kepada Denzel dengan nada yang sangat senang sekali.


" Iya bisa jadi seperti itu Tuan Christian, tapi nanti lebih pastinya kita tunggu saja hasil tes DNAnya keluar ",, jawab Denzel kepada Christian.


" Iya, tapi saya tetap yakin jika Tevy adalah adik kandung saya, Princess Moananya kami yang hilang dua puluh tujuh tahun yang lalu ",, jawab Christian kepada Denzel dengan bibir yang tersenyum sangat lebar sekali.


" Sebentar Tuan, saya mau menghubungi Mamah sama Ayah dulu ",, kata Christian lagi kepada Denzel.


" Silahkan, kalau begitu saya tinggal masuk lagi ",, jawab Denzel kepada Christian.


Dan Denzel lalu masuk lagi kedalam ruang perawatannya Tevy.


Ketika Denzel sudah masuk kedalam ruang perawatannya Tevy, dia langsung saja mendekat kearah brankarnya Tevy lagi untuk melihat lebih jelas telapak kakinya Tevy itu yang belum dia tutup lagi.


" Apa benar kamu keturunan bangsawan Tevy?? ",, kata batinnya Denzel sambil terus memperhatikan telapak kakinya Tevy.


" Biarlah..... mau kamu keturunan bangsawan atau keturunan pemulung pun, kamu akan tetap menjadi milikku, tidak boleh ada yang memilikimu selain aku!! ",, kata batinnya Denzel lagi sambil menutup telapak kakinya Tevy menggunakan selimut.


Setelah itu Denzel langsung saja kembali keshofa yang didudukinnya tadi untuk meneruskan makannya yang sempat tertunda tadi.


" Ini banyak sekali bekas makanannya, satu, dua, tiga, empat??!! ",, kata Denzel ketika melihat ada banyak bekas makanan dimeja didepannya.


" Hah empat!!, apakah benar ini aku semua yang sudah menghabiskannya sendiri??, tapi kan memang aku yang daritadi makan, sedangkan Tuan Christian dia hanya melihatku saja ",, kata Denzel sambil berbicara sendiri.


" Ini semua gara-gara anak-anakku, huuh!!, setelah pulang dari rumah sakit aku harus lebih giat lagi berolahraganya, begini amat ya rasanya mengidam ",, kata Denzel lagi sambil memasukkan satu sendok makanan kedalam mulutnya untuk yang kesekian kalinya.


Sedangkan Christian tadi yang sudah ditinggal masuk oleh Denzel kedalam ruangannya Tevy lagi.


Sambungan telefonnya, kepada Ayah Marson langsung juga diangkat oleh Ayah Marson.

__ADS_1


Ayah Marson yang belum tidur dan sedang membaca buku bisnisnya padahal waktu sudah menunjukkan tengah malam seperti itu.


Dia langsung mengangkat sambungan telefonnya, ketika tertera nama Christian dipanggilan masuk diponselnya.


" Halo Tian ",, kata Ayah Marson kepada Christian.


" Halo Ayah ",, jawab Christian kepada Ayah Marson.


" Ayah tadi Tian sudah berhasil melihat telapak kakinya Tevy, dan benar sekali Ayah ada tanda lahir berbentuk bulan sabit ditelapak kakinya Tevy ",, sambung lagi perkataannya Christian kepada Ayah Marson dengan sangat bahagia sekali.


Ayah Marson yang mendengar perkataannya Christian dia sungguh sangat terkejut sekali, hingga Ayah Marson reflek berteriak dengan cukup kencang, dan langsung juga membangunkan Mamah Jovanka yang sedang tertidur diranjang sampingnya.


" Ada apa Ayah??, kenapa Ayah berteriak-teriak seperti itu??, membuat Mamah terkejut saja?? ",, kata Mamah Jovanka kepada Ayah Marson.


Ayah Marson dia tidak menjawab pertanyaan dari Mamah Jovanka, namun dia mengkode Mamah Jovanka untuk diam sejenak.


" Tevy juga besok dia sudah diperbolehkan pulang Ayah ",, kata Christian lagi kepada Ayah Marson.


" Apa??, cepat sekali ",, jawab Ayah Marson kepada Christian.


" Iya Yah, ya begitulah yang tadi dikatakan oleh Tuan Denzel kepada Tian ",, kata Christian kepada Ayah Marosn.


" Kalau begitu Ayah mau kesana malam ini juga, Ayah ingin menunggui Tevy malam ini juga, tolong sampaikan kepada Tuan Denzel Tian ",, kata Ayah Marson lagi kepada Christian.


Dan Mamah Jovanka yang mendengar nama Tevy dibawa-bawa oleh Ayah Marson pun, Mamah Jovanka dia semakin penasaran saja.


" Baik Ayah, nanti akan Christian sampaikan kepada Tuan Denzel, kalau begitu Tian tutup dulu telefonnya ya Aya ",, jawab Christian kepada Ayah Marson.


" Iya ",,jawab singkat Ayah Marson kepada Christian.


Dan setelah itu sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.


...๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ...


Hayo masih pada setia tidak nih sama siDenzel dan Tevy๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Maafkan tidak bisa Up kemarin dan Upnya tidak beraturan begini, karena author sedang๐Ÿค’๐Ÿ˜ท๐Ÿค•

__ADS_1


...๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป...


...***TBC***...


__ADS_2