
Masih episode Khafita, Cyill, Causa dan juga Vince.
Khafita yang tadi sudah mengeluarkan air mata kesedihannya didalam mobil.
Ketika dia sudah merasa tenang, Khafita lalu mencoba mengendarai mobilnya menuju kesebuah taman kota untuk menenangkan diri.
Ditaman itu Khafita menatap kosong lurus kedepan sambil melamun dengan mata yang masih mengeluarkan sisa-sisa air matanya.
Tanpa disadari oleh Khafita waktu terus berjalan dan hari pun sudah mulai berganti dengan malam.
Walau hari sudah mulai malam, Khafita masih betah berdiam diri duduk dibangku taman tanpa melakukan apapun.
Hingga ponsel miliknya pun dia matikan juga, karena pada saat itu Khafita sangat membutuhkan waktu untuk sendiri.
Khafita terus teringat dengan kenangannya bersama Vince yang selalu menemaninya disaat dia masih cidera dulu.
Menghabiskan waktu berdua, bercanda, dan kata-kata semangat dari Vince selalu teriang dibenak Khafita.
Tapi entah kenapa ketika Khafita mengingat Vince, tiba-tiba saja bayangan Cryill melintas dibenaknya.
Cryill yang manja, banyak bercanda, lucu, imut, ngangenin dan suka membuat suasana menjadi berwarna, semua itu tiba-tiba terlintas saja dibayangan Khafita.
Sejenak kenangan tentang Cryill membuat hati Khafita menjadi semakin gundah dan juga galau.
Khafita yang merasa hari sudah mulai malam, dia lalu melihat jam yang melingkar apik dipergelangan tangannya yang ternyata sudah menunjukkan pukul delapan malam.
Dan tanpa banyak berbicara juga, Khafita langsung beranjak berdiri dari duduknya untuk berjalan kearah mobilnya yang terparkir tidak jauh dari taman yang dia datangi.
Ketika Khafita baru sepuluh menit berkendara, tiba-tiba saja Khafita melihat Cryill dan Causa sedang menyeberang jalan berdua dengan Cryill yang terus memeluk mesra Causa.
Setelahnya Cryill dan Causa mereka berdua langsung saja masuk kedalam mobil yang terparkir tidak jauh dari pinggir jalan.
Pemandangan itu Khafita lihat dengan jelas didalam mobilnya antara Cryill dan Causa tadi.
Entah setan mana yang membisiki Khafita, hingga Khafita nekat membuntuti mobilnya Cryill dari belakang.
Setelah cukup lama mengikuti mobil Cryill, ternyata mobil milik Cryill masuk kedalam rumah yang sangat mewah sekali penampakannya dari luar.
Dan Khafita menebak jika rumah itu adalah rumahnya Cryill bersama Causa.
" Rumahnya sangat mewah sekali, bahkan lebih mewah dari rumah Ayahku, apa aku masuk saja ya kedalam ",, kata batin dari Khafita sambil menatap pagar kokoh rumah mewahnya Cryill.
" Tapi untuk apa aku masuk kedalam?? '',, kata Khafita lagi pada dirinya sendiri.
" Kenapa ketika melihat Cryill secara tidak sengaja tadi, aku malah ingin melihatnya secara langsung ",, kata Khafita kepada dirinya sendiri.
" Dan rasanya sakit juga melihat Cryill begitu bahagia dengan istrinya ",, kata Khafita lagi kepada dirinya sendiri.
Hingga akhirnya Khafita pun memberanikan diri untuk bertamu kerumah mewah milik Cryill.
Khafita bisa langsung diperbolehkan masuk kedalam rumahnya Cryill oleh para anak buah yang berjaga dipintu gerbang, karena Khafita mengaku sebagai sahabat dari Cryill dan juga Causa.
Cryill dan Causa tadi yang sudah masuk kedalam rumahnya bersama Ayah Mark.
__ADS_1
Ayah Mark langsung saja ingin beristirahat didalam kamarnya, karena entah kenapa badan Ayah Mark malam itu terasa capek sekali.
Sedang Cryill dan Causa sendiri mereka berdua juga memutuskan untuk masuk kedalam kamar mereka sendiri.
Cryill, Causa beserta Ayah Mark tadi mereka bertiga sedang makan malam direstoran mewah karena permintaan dari Causa yang ingin makan diluar.
Tadi Cryill serta Causa yang dilihat oleh Khafita sedang menyeberang jalan, itu karena Causa baru saja membeli coklat panas yang dulu dia sering beli ketika masih menjadi seorang bodyguard.
Dan kedai penjual coklat panas yang biasa Causa beli dulu, tempatnya ada diseberang jalan yang mereka lalui.
Saat ini Cryill dan Causa sedang berada didalam kamar mereka berdua sudah selesai berganti baju dan sudah selesai bersih-bersih badan juga.
Ketika Cryill dan Causa yang sudah selesai berganti baju dan ingin menikmati momen mereka berdua saja bersama calon babynya sudah cukup aktif menendang.
Tiba-tiba saja pintu kamar Cryill dan Causa diketuk dari luar.
Cryill lalu turun dari atas ranjang dan berinisiatif untuk membuka pintu kamarnya.
Ketika pintu kamarnya sudah dibuka oleh Cryill, ternyata yang mengetuk adalah asisstan rumah tangganya.
" Ada apa Bi?? ",, tanya Cryill kepada asisstan rumah tangganya.
" Diruang tamu ada teman anda dan Nyonya Causa Tuan ",, lapor dari asisstan rumah tangga itu kepada Cryill.
" Teman??,........ siapa Bi??, laki-laki atau perempuan?? ",, kata Cryill kepada asisstan rumah tangganya.
" Perempuan Tuan ",, jawab asisstan rumah tangga itu kepada Cryill.
" Baiklah terimakasih ",, kata Cryill kepada asisstan rumah tangganya.
Sedang Cryill sendiri dia langsung saja menutup pintu kamarnya lagi untuk mendekati Causa yang sedang duduk diatas ranjang.
" Siapa sayang?? ",, tanya Causa kepada Cryill yang sedang berjalan kearahnya.
" Bibi Mah, katanya ada teman kita yang sedang berkunjung kesini, dan dia seorang perempuan?? ",, jawab Cryill kepada Causa.
" Perempuan??, atau jangan-jangan mantan kamu itu Yah ",, goda dari Causa kepada Cryill.
" Jangan sembarangan berbicara deh Mah, selama ini dia tidak tahu dimana Ayah tinggal ",, kata Cryill kepada Causa.
" Ya sudah yuk, daripada penasaran, kita temui saja dia ",, kata Cryill lagi kepada Causa.
" Iya ayo ",, jawab Causa kepada Cryill.
Dan akhirnya Cryill bersama Causa keluar juga dari dalam kamar untuk menemui tamu mereka.
Alangkah terkejutnya Cryill dan juga Causa ketika mereka sudah sampai diruang tamu.
Sebab tamu yang mengaku sebagai teman mereka adalah Khafita, mantan dari Cryill.
" Khafita?? ",, kata Cryill dan Causa secara bersamaan dengan ekspresi yang sangat terkejut.
Khafita berusaha tenang dan tidak gugup bertamu kerumah Cryill dan Causa, walau sebenarnya dia merasakan itu semua.
__ADS_1
Sedang Cryill dan Causa sendiri, mau tidak mau sebagai tuan rumah yang baik, akhirnya mereka berdua mempersilahkan Khafita untuk duduk lagi ditempatnya.
" Khafita??, bagaimana kamu bisa tahu alamat rumahku?? ",, tanya Cryill kepada Khafita.
" Itu tidak penting Cryill bagaimana aku bisa tahu dimana alamat rumah kamu ", jawab tenang dari Khafita kepada Cryill sambil melirik Causa.
Sedang Causa sendiri dia masih diam saja sambil terus memperhatikan semua gerak-gerik dari Khafita.
" Terus apa yang membuat kamu datang kesini Khafita, dan jika tidak ada kepentingan lebih baik kamu pergi darisini, karena kami ingin beristirahat ",, kata dingin dari Cryill kepada Khafita.
" Aku akan menjawab perkataan kamu Cryill, namun jawabanku ini aku tujukan kepada istri kamu ",, jawab Khafita kepada Cryill dengan menunjukkan wajah yang tidak pernah dilihat oleh Cryill.
Dan Causa yang mendengarnya dia langsung saja menatap Khafita semakin intens saja.
" Cepat katakan!! ",, kata Causa kepada Khafita.
" Nona, aku tidak meminta Cryill darimu, tapi aku cuma meminta kerendahan hatimu supaya kamu mau berbagi suami denganku, bolehkah aku menjadi istri keduanya Cryill Nona........... ",, kata Khafita dengan sangat mudahnya kepada Causa.
Causa yang mendengar perkataan dari Khafita dia langsung saja melototkan matanya hingga sampai seperti mau keluar dari dalam tempatnya.
Hati yang sudah tidak suka karena kedatangan dari Khafita kerumahnya, semakin membara saja rasa sakit hatinya ketika Causa mendengar perkataan enteng dari Khafita.
Sungguh Causa sangat-sangat terkejut sekali, karena Khafita berani mengatakan hal itu kepadanya.
Wanita mana yang dengan suka hati merelakan suaminya dibagi dengan wanita lain, pastilah mereka pada tidak mau!! itulah yang ada difikirannya Causa.
Dan entah apa yang difikikan oleh Khafita hingga dia sampai berani berkata seperti itu kepada Causa.
Apa sebegitu putus asanyakah, hingga Khafita rela mengemis kepada Causa dan juga Cryill seperti itu.
Sedang Cryill yang juga sama terkejutnya seperti Causa ketika mendengar perkataan dari Khafita tadi, reflek Cryill langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung juga menampar pipinya Khafita dengan sangat keras sekali.
Plaaaaaaaaaaaakkk!!
" Tidak aku sangka kamu serendah itu Khafita!! ",, kata Cryill kepada Khafita yang baru saja ditamparnya tadi dengan nada yang sangat tegas sekali.
" Kamu itu sudah berstatus calon istri orang Khafita, dan aku pun sudah bahagia dengan istriku, sungguh aku menyesal dulu pernah mencintai kamu Khafita!! ",, kata Cryill dengan nada yang masih sama.
" Lebih baik kamu pergi dari sini, dan jangan pernah lagi kamu menunjukkan muka kamu lagi dihadapan semua Keluargaku Khafita!!, serta jangan pernah lagi kamu berani datang kerumahku, karena rumahku tidak menerima wanita seperti kamu!! ",, kata Cryill kepada Khafita yang hanya diam saja sambil terus menangis karena baru saja ditampar olehnya.
Sungguh Cryill sangat marah sekali kepada Khafita, karena Khafita seperti tidak punya hati meminta Causa untuk membagi dirinya bersamanya.
Sedang Khafita sendiri hanya air mata yang bisa dia keluarkan saat ini, serta rasa malu yang tidak bisa diajabarkan karena sudah ditolak oleh Cryill.
Cryill baru pertama kali itu dia bermain tangan kepada seorang wanita, dan Cryill pun tidak menyangka orang yang pertama kali dia pukul adalah Khafita.
Khafita yang sudah diusir oleh Cryill, dia pun langsung saja pergi dari dalam rumah Cryill dalam keadaan rasa marah, sedih, malu bercampur menjadi satu.
Dan setelah kepergiaan dari Khafita tadi, Cryill semakin dibuat terkejut sekali, karena tiba-tiba saja Causa mengaduh kesakitan sambil memegangi perutnya.
Terlebih Cryill melihat ada darah sedikit yang mengalir dari kakinya Causa.
Tanpa banyak berfikir, Cryill langsung saja membawa Causa kerumah sakit yang terdekat dari rumah mewahnya.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...