My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 189


__ADS_3

Denzel yang sedang dipelototin matanya oleh Cryill, dia pun berpura-pura cuek sambil meminum teh yang tersedia didepan mejanya.


Sedangkan Mamah Qiara dia langsung saja menatap Cryill dengan tatapan yang menurut Cryill cukup horor sekali.


" Bisakah tolong jelaskan kepada Mamah Denzel apa maksud dari perkataanmu tadi?? ",, kata Mamah Qiara kepada Denzel.


Sedang yang lainnya mereka hanya diam saja sambil terus mendengarkan pembicaraan dari Mamah Qiara, Denzel dan juga Cryill, sambil juga menikmati hidangan pencuci mulut atau menikmati teh mereka masing-masing.


" Kenapa Mamah tanya sama Denzel, tanya sama Cryill itu kan dia yang baru saja mengalami ",, jawab Denzel dengan santai kepada Mamah Qiara.


" Itu siubur-ubur laut jika Mamah tanya, pasti dia tidak akan mau menjawab ",, kata Mamah Qiara lagi kepada Denzel.


" Nanti jika Denzel menjawab disini, apakah siubur-ubur laut itu tidak malu Mah kepada kita semua??, apalagi disini ada Mamah Jovanka dan Ayah Marson lho ",, kata Denzel lagi sambil menyindir Cryill.


Cryill yang disindir dan menjadi bahan perbincangan dari Mamahnya dan juga Kakaknya, dia langsung saja menatap kedua orang itu dengan tatapan maut yang dibuat-buat.


" Kita nanti akan berpura-pura tidak mendengar ko Nak Denzel ",, sahut dari Ayah Marson kepada Denzel sambil melirik Cryill.


" Iya Mamah juga tidak mau mendengarkan ko ",, kata Mamah Jovanka juga sambil tersenyum lucu.


Dan Tevy yang melihat mata dari Cryill yang melotot seperti itu, dia pun ikut-ikutan menggoda Cryill.


" Matanya tidak begitu juga kali Cryill ",, goda dari Tevy kepada Cryill.


" Sudah katakan saja Cryill kamu sedang apa dengan Nona Causa, Mamah kamu jika tidak segera mendapatkan informasinya, dia akan seperti badak mengamuk ",, kata Papah Carlson kepada Cryill.


" Sembarangan saja siPapah mengatai Mamah ",, kata Mamah Qiara kepada Papah Carlson.


Mamah Jovanka yang melihat dan mendengar pembicaraan dari Mamah Qiara dengan Papah Carlson dia langsung saja tersenyum lucu.


" Mamah sama Kakak stop bullying me, because I will be angry with you both!! " ( stop membulliku, karena aku akan marah pada kalian berdua!! ) ",, kata Cryill kepada Mamah Qiara dan juga Denzel.


Mamah Qiara yang mendengar perkataan dari Cryill dia langsung saja tertawa dengan sangat lucu sekali.


" Ya elah, si kecebong laut sok-sokan mau marah, memangnya kamu apa bisa marah, coba Mamah mau lihat kemarahan dari kamu?? ",, kata Mamah Qiara kepada Cryill.


Mamah Jovanka pun langsung juga ikut-ikutan tertawa ketika mendengar perkataan dari Mamah Qiara yang memanggil Cryill dengan kecebong laut.


" Jeng, jika Nak Cryill kecebong laut, berarti anda Mamahnya kecebong dong ",, sahut dari Mamah Jovanka kepada Mamah Qiara sambil tertawa lucu.

__ADS_1


Dan Cryill yang mendengar perkataan dari Mamah Jovanka kepada Mamahnya dia langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali.


Sedangkan Mamah Qiara dia langsung tersenyum malu dan juga sebal karena mendengar perkataan dari Mamah Jovanka dan juga mendengar suara puas dari Cryill.


Semua terhibur dengan sikap kekonyolan dari Mamah Qiara dan juga Cryill.


Dan belum ada yang bisa menyeimbangi kekonyolan dari Cryill kecuali Mamah Qiara.


Bahkan Denzel yang biasanya cuek, dia pun ikut tersenyum mendengar candaan dari Mamah mertuanya tadi kepada Mamahnya.


Ayah Marson pun sangat senang sekali ketika bisa melihat istri tercintanya sudah ceria lagi seperti pertama kali dia mengenal Mamah Jovanka dulu setelah sekian tahun lamanya terpuruk karena memikirkan Princess mereka yang hilang.


Namun sekarang Princess mereka sudah mereka temukan, dan saat ini sedang duduk dikursi seberang mereka, yaitu Tevy.


Ayah Marson berdoa semoga dikedepannya tidak ada halangan dan rintangan menghadang untuk kebahagiaan semua anak-anaknya serta para cucu-cucunya dan juga untuk Keluarga besarnya.


Sedang Tevy sendiri pun dia juga tidak menyangka, pertemuannya dengan Denzel dulu disebuah taman secara tidak sengaja, akan mengantarkannya bisa menemukan kedua orang tua kandungnya yang sudah lama dia cari, sekaligus bisa menemukan cinta sejatinya yaitu Denzel.


Tevy tidak bisa membohongi hatinya sendiri, jika selama dia bersama Denzel perasaan suka dan cinta tumbuh dengan sendirinya dari dalam lubuk hatinya untuk Denzel.


Apalagi sifat Denzel sesungguhnya sangat jauh berbeda dari image yang terkenal diluaran sana, itulah yang membuat cinta tumbuh dari dalam hatinya Tevy.


Akhirnya setelah saling tawa mentertawakan, makan malam mereka pun usai.


Ayah Marson, Mamah Jovanka, Denzel dan juga Tevy mereka berempat langsung saja berpamitan kepada Mamah Qiara, Papah Carlson dan juga Cryill untuk berangkat menuju kemansion Ayah Marson.


Dan dimansion Ayah Marson pun sudah sangat sibuk sekali untuk mempersiapkan persiapan pesta mewah perayaan pesta resepsi dari pernikahan Denzel dan Tevy sekaligus mengenalkan Tevy kepada dunia, jika dia adalah anak kandung dari Keluarga Carrington yang hilang dulu alias Princess Moana Carrington.


Pengawalan mobil beriringan dengan sangat ketat sekali, untuk mengawal dua mobil yang berada ditengah-tengah mereka, yaitu mobil milik Denzel dan mobil milik Ayah Marson.


Perjalanan yang mereka lakukan hanya memakan waktu sekitar tiga puluh lima menitan saja, sebab mereka mendapatkan hak istimewa dijalan raya tadi.


Ketika mobil milik mereka semua sudah sampai didepan pintu gerbang, para penjaga pintu gerbang langsung saja membukakan pintu gerbang dengan sangat lebar sekali, sebab para penjaga sangat tahu sekali mobil milik siapakah yang baru saja pada datang.


Dan mobil milik mereka semua disambut ramah oleh para penjaga pintu gerbang.


Mamah Orlin yang sudah dikabari Mamah Jovanka jika mereka semua sedang pada perjalanan pulang menuju kemansion, Mamah Orlin pun sudah menunggu sejak tadi kedatangan para rombongan mobil.


" Mamah ",, kata Tevy dengan nada manja seperti biasanya ketika sudah turun dari dalam mobil.

__ADS_1


" Tevy sayang, perut kamu sudah terlihat cukup buncit sekali ya ",, kata Mamah Orlin sambil membalas pelukan dari Tevy.


" Iya Mah, sudah jalan empat bulan, jadi ya sudah seperti hamil sembilan bulan, maklumlah isinya empat kecebong milik siPapi ",, sahut Tevy kepada Mamah Orlin sambil tertawa lucu.


Dan Denzel yang berdiri disamping Tevy, dia langsung saja mencubit gemas hidung mancung milik Tevy.


" Ko pada mengobrol disini, ayo kita pada masuk, anginnya cukup dingin dan tidak baik untuk keempat calon cucu Opa lho ",, tegur dari Ayah Marson kepada mereka semua.


" Ayo sayang kita masuk ",, kata Mamah Jovanka juga kepada Tevy.


Dan akhirnya mereka semua langsung saja melangkahkan kaki mereka untuk masuk kedalam mansion.


" Apa kamu mau langsung masuk kedalam kamar Nak, jika capek istirahatlah, karena besok kita ada acara penting, dan kamu harus sehat, sebab ini acara yang khusus kami persembahkan untuk kalian berenam ",, kata Mamah Jovanka sambil melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam mansion.


" Iya Tevy tahu Mah, kita mengobrol sebentar diruang Keluarga tidak apa-apa ko Mah ",, jawab Tevy kepada Mamah Jovanka.


" Dan ko berenam, yang empat siapa saja Mah, kan Tevy sama Papi Denzel cuma dua saja?? ",, kata Tevy lagi sambil duduk dishofa ruang keluarga.


Sebab mereka sudah sampai didalam ruang keluarga.


" Yang keempat ya kecebong yang ada didalam perut kamu itu Tevy, apa kamu tidak hitung juga?? ",, sahut dari Mamah Orlin kepada Tevy.


" Oh ya Tevy lupa Mah ",, jawab Tevy sambil tertawa lucu.


" Awas saja jika mereka sudah lahir malah kamu lupain ",, kata Denzel menyindir Tevy.


" Ya kalau mereka sudah lahir, tentunya yang Mami lupain ya si Papi ",, jawab Tevy kepada Denzel.


Denzel pun langsung saja melototkan matanya ketika mendengar perkataan dari Tevy.


Dan Ayah Marson yang mendengar perkataan dari Tevy, dia pun langsung saja tertawa lucu, begitupun Mamah Jovanka serta Mamah Orlin.


" Itu memang benar adanya Nak Denzel, jika istri kita baru saja melahirkan, kita sebagai suami pasti sering dilupakan oleh istri kita, karena istri kita dia lebih sibuk mengurusi anak-anak kita, dan pastinya anak-anak kita mereka lebih lucu daripada kita ",, jawab Ayah Marson kepada Denzel sambil tertawa lagi.


" Betul sekali Ayah ",, kata Tevy mendukung perkataan dari Ayah Marson.


" Waduh bisa gawat nanti, sebab anakku tidaklah satu, melainkan empat sekaligus, terus kapan dong roket jumboku bisa mendapat belaian dari Tevy jika mereka sudah pada lahir ",, kata batin dari Denzel dengan sedikit parno ketika sudah mendengar perkataan dari Ayah Marson tadi.


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2