
Beralih keDenzel dan juga Tevy lagi.
Ayah Marson, dan juga Mamah Jovanka yang mendengar perkataannya Tevy, mereka berdua langsung saja meneteskan air matanya karena saking terharunya sekali.
Bahkan mereka semua sampai lupa jika mereka belum pada sarapan sama sekali untuk pagi itu, hingga hari pun sudah mulai berganti dengan siang.
" Boleh Nak, boleh sekali ",, jawab Mamah Jovanka kepada Tevy sambil menangis terharu.
" Iya Nak, tentu saja boleh, dan kalaupun kamu bukan anak kandung kami, kamu tetap boleh memanggil kami Ayah dan juga Mamah ",, jawab Ayah Marson juga kepada Tevy sambil tersenyum manis sekali.
" Bolehkah Mamah memeluk kamu Nak?? ",, tanya balik dari Mamah Jovanka kepada Tevy.
Dan Tevy langsung saja ingin berusaha duduk dari rebahannya ketika mendengar perkataannya Mamah Jovanka, dan langsung juga dibantu oleh Denzel.
" Boleh Mah, Yah ",, jawab Tevy kepada Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka sambil tersenyum diwajahnya yang sedikit pucat ketika dia sudah duduk dari rebahannya.
Mamah Jovanka dan juga Ayah Marson mereka berdua langsung saja bergantian memeluk Tevy dengan sangat erat sekali.
Bagaikan mengobati rasa rindu mereka yang selama dua puluh tujuh tahun lamanya tidak tersampaikan untuk memeluk putri tercintanya.
" Mamah begitu merindukan pelukan dari anak perempuan Mamah sayang ",, kata Mamah Jovanka kepada Tevy sambil memeluknya dengan sangat erat sekali.
Dan ketika Mamah Jovanka sudah puas dalam memeluk Tevy, dia langsung saja melepaskan pelukannya Tevy, serta langsung juga memberikan ciuman bertubi-tubi diwajahnya Tevy, bagai ungkapan rasa bahagia dia yang sedang dia rasakan saat itu.
Setelah itu gantian juga Ayah Marson yang memeluk Tevy dengan sangat erat sekali seperti Mamah Jovanka.
" Princess Ayah, Ayah senang sekali bisa memeluk Princess Ayah yang selama ini Ayah cari segenap jiwa dan raga ",, kata Ayah Marson kepada Tevy ketika dia sudah melepaskan pelukannya Tevy sambil menangkup wajahnya Tevy dengan tangan keriputnya itu.
Dan setelah itu Ayah Marson langsung saja mencium dahinya Tevy dengan sangat lama sekali.
" Slruuuuppppp ",, suara seseorang sedang mengusap ingusnya karena dia sedang menangis menyaksikan Tevy yang sedang seperti itu.
Dan orang itu adalah Milka, yang mengusap ingusnya menggunakan kemejanya Christian yang sedang memeluknya.
Christian dibuat melongo akan ulahnya Milka kepadanya.
__ADS_1
" Iiiih jorok sekali si Milka, jika para pengawal tahu, kalau Pangerannya sedang dikasih ingus seperti ini, pastilah hidungnya Milka akan dicolok pakai tombak ",, kata batinnya Christian sambil melihat kearahnya Milka yang ada disampingnya sambil terus mengusap ingusnya menggunakan lengan kemejanya.
Sedangkan Denzel sendiri, dia hanya tersenyum saja daritadi melihat Tevy sedang berpelukan dengan mamah Jovanka dan juga Ayah Marson.
Ketika Denzel sedang senang dengan Tevy, tiba-tiba saja ponselnya yang dia taruh diatas meja samping brankarnya Tevy berdering dengan cukup kencang sekali.
Suara dering ponselnya Denzel mengalihkan pandangan dari semua orang kearahnya Denzel.
Melihat nama anak buahnya menelfonnya, Denzel langsung saja mengangkat sambungan telefon tersebut sambil sedikit menjauh dari mereka semua.
" Halo ",, kata Denzel sambil duduk dishofa yang ada disitu.
" Halo Tuan Denzel ",, kata anak buahnya Denzel kepada Denzel.
" Ada apa?? ",, tanya Denzel dengan tenang.
" Tuan kekasih dari Tuan Cryill, dia sedang mengalami kecelakaan pagi tadi, dan saat ini kekasihnya itu sedang dibawa kerumah sakit dan Tuan Cryill juga baru saja datang kerumah sakit Tuan ",, lapor dari anak buahnya Denzel yang dia tugaskan untuk mengawasi Cryill secara diam-diam.
Denzel yang mendengar laporan dari anak buahnya yang dia tugaskan untuk melindungi Cryill secara diam-diam, dia sedikit terkejut sebab setahunya, jika Cryill belum mempunyai kekasih.
" Kekasih yang mana Lexi?? ",, tanya Denzel kepada Lexi.
Semakin terkejut lagi ketika Cryill ternyata benar-benar serius dengan Dokter Khafita, begitulah yang ada didalam fikirannya Denzel.
Sedangkan semua orang mereka masih bercengkerama sendiri-sendiri dengan Tevy, sambil menunggu Denzel selesai menerima telefon.
Dan Milka sendiri, dia baru saja sadar, ketika dia merasa diperhatikan oleh Ayah Marson, Mamah Jovanka dan juga Tevy ketika dia sedang asik berpelukan dengan Christian dengan sambil terus mengusap ingusnya yang keluar itu.
Milka langsung saja malu kepada Ayah Marson dan juga Mamah Jovanka ketika dia baru sadar jika sedang dipeluk oleh Christian.
Dan Milka langsung saja tersenyum garing, ketika dia tanpa sadar malah mengusapkan ingusnya kebajunya Christian.
Kelakuan dari Milka membuat Ayah Marson, Mamah Jovanka dan juga Tevy langsung saja tertawa lucu mentertawakan wajahnya Christian yang sedang menatap Milka dengan tatapan gemas yang tidak bisa tersalurkan.
Setelah itu Christian langsung saja melepaskan kemejanya yang kotor itu, hingga akhirnya dia hanya bertelanjang dada dan memperlihatkan perut batu batanya itu.
__ADS_1
Reflek lagi Milka yang masih berdiri disampingnya Christian, dia langsung saja mengusap lembut dan juga sambil menusuk-nusuk perut kotak-kotaknya Christian menggunakan jarinya.
" Eeh keras, saya kira empuk Tuan, karena siapa tahu anda memakai baju yang berbusa begitu, karena perutnya bisa berbentuk seperti roti kesukaannya doraemon ",, kata Milka kepada Christian sambil menusuk-nusuk perut kotak-kotaknya Christian mengunakan jari telunjuknya.
Perkataannya Milka membuat Ayah Marson tertawa yang paling keras sendiri, hingga mengalihkan pandangannya dari Denzel yang masih menerima telefon dari Lexi.
Sedangkan Christian dia semakin gemas saja dengan tingkahnya Milka yang menyamainya dengan roti yang tidak nyambung dengan perut kotak-kotaknya, sebab roti kesukaannya doraemon kan berbentuk bulat dan sedikit gepeng, jauh berbeda dengan perutnya yang berbentuk kotak, bukannya bulat.
" Baiklah, kamu pantau terus kondisinya Dokter Khafita itu dan jaga Cryill, serta jangan lupa terus kabari saya Lexi ",, kata Denzel kepada Lexi, dan setelahnya itu, Denzel langsung saja mematikan sambungan telefonnya ketika sudah mendengar jawaban dari Lexi.
Denzel yang sudah mematikan sambungan telefon dari Lexi, dia langsung saja ikut bergabung dengan yang lainnya lagi.
" Kenapa baju anda dilepas seperti itu Tuan Christian?? ",, tanya Denzel kepada Christian ketika Denzel sudah berdiri disamping brankarnya Tevy lagi.
" Tidak apa-apa, saya hanya kegerahan saja Tuan Denzel ",, jawab Christian kepada Denzel.
" Apanya yang kegerahan, disini itu malah dingin sekali, karena ACnya begitu kecil sekali suhunya ",, bukan Denzel yang menjawab melainkan Milka.
" Tuan Christian ini melepaskan bajunya, karena tadi kena ingus saya Tuan, hehehehe ",, kata Milka kepada Denzel sambil tertawa kecil dan juga lucu.
" Sepertinya kalian berdua cocok ",, kata Tevy dengan tiba-tiba kepada Christian dan juga Milka.
" Tapi aku tidak mau Tevy memiliki suami seperti Tuan Christian ",, jawab Milka dengan tiba-tiba kepada Tevy, membuat Christian sedikit terkejut dibuatnya ketika mendengar jawabannya Milka seperti itu.
Dan sedangkan yang lainnya juga sangat penasaran sekali, kenapa Milka malah menolak Pangeran seperti Christian padahal jelas-jelas banyak sekali wanita yang antre ingin mendapatkan Christian.
" Kenapa?? ",, tanya Tevy akhirnya kepada Milka.
" Iya, karena dia anak orang kaya, sedangkan aku cuma anak orang miskin, jika aku benar-benar berjodoh dengan Tuan Christian dan dikira cuma ingin hartanya saja, aku sungguh sangat tidak mau Tevy, aku tahu diri Tevy, lebih baik aku mencari laki-laki yang sepadan denganku, daripada harus mendapatkan gunjingan serta cibiran dari semua orang yang jelas-jelas tidak aku lakukan ",, jawab jujur sejujurnya dari Milka kepda Tevy dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.
Mamah Jovanka dan Ayah Marson, mereka berdua langsung saling pandang ketika mendengar jawaban dari Milka yang seperti itu kepada Tevy.
Dan arti pandangn dari Mamah Jovanka bersama Ayah Marson, hanya mereka berdua saja yang tahu.
Sedangkan Christian, entah kenapa dia semakin tertantang untuk menakhlukan Milka dan merubah mindsetnya Milka tentang dirinya sendiri.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
...***TBC***...