My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 139


__ADS_3

Sekarang kita bahas Cryill yuk, sitampan, pemilik bibir pink asli, murah senyum dan juga mudah tertawa.


Eeiittss tidak cuma dinovel ini saja ya karakternya Cryill seperti itu, melainkan didunia aslinya pun dia juga seperti itu lho, murah senyum dan banyak tertawa, karena terlihat dari semua postingannya Cryill semua yang ada diakun IGnya yang asli, ( mau tahu akun IGnya Cryill, ra...ha...si...a )😂😂.


Mobil yang dikendarai oleh Cryill akhirnya sampai juga dipelataran rumah sakit tempat Khafita dirawat.


Dan ketika Cryill sudah memarkirkan mobil sport mewahnya itu dengan rapi diparkiran, dia pun langsung saja bergegas masuk menuju keruangan tempat Khafita dirawat.


Sebelum sampai dirumah sakit tadi, Cryill pun sudah menyempatkan membelikan sebuket bunga yang cantik dan juga harum untuk dia berikan kepada Khafita nantinya.


Dengan berjalan sambil terus menciumin buket bunganya, Cryill pun dengan semangat ingin segera sampai diruang perawatannya Khafita.


Dengan tersenyum ramah dan juga humble, Cryill selalu menjawab sapaan demi sapaan yang orang-orang berikan kepadanya ketika berpas-pasan dengannya tadi, sebab wajah Cryill yang tampan dan juga tidak tidak ingin.


" Sumpah tampan sekali cowok itu, aku mau dong buket bunganya ",, kata seorang wanita yang tadi berpas-pasan dengan Cryill ketika berjalan dilorong rumah sakit.


" Tampan sekali ",, kata batin dari hampir semua wanita yang melihat Cryill.


" Bibirnya mau aku gigit mesra ",, kata salah satu wanita lagi yang melihat wajahnya Cryill.


Dan masih banyak lagi yang kaum hawa ucapkan ketika melihat ketampanan dari Cryill.


Cryill masih terus berjalan kearah ruang perawatannya Khafita dan dia tidak memperdulikan semua perkataan yang samar-samar dia dengar itu.


Sebab Cryill sudah terbiasa mendengar perkataan-perkataan seperti itu ketika berpas-pasan dengan banyak wanita.


Selama beberapa menit berjalan, dan sudah beberapa puluh langkah kaki untuk berjalan menuju keruang perawatannya Khafita.


Cryill akhirnya sampai juga didepan ruang perawatannya Khafita.


Ketika sudah sampai didepan perawatannya Khafita, dan sebelum membuka pintu ruang perawatannya Khafita, Cryill merasa sedikit aneh.


Sebab pasalnya gorden penyekat yang ada dijendela tertutup rapat, dan Cryill pun tidak melihat Ayah Cedro, maupun Mamah Carla.


" Dimana kedua orang tuanya Khafita??, apa dia berada didalam?? ",, kata batinnya Cryill sambil mengalihkan kesemua tempat duduk yang tersedia disitu.


" Mungkin mereka sedang berada didalam ruang perawatannya Khafita ",, kata Cryill tidak mau berfikir yang aneh-aneh.


Setelah berkata seperti itu, Cryill lalu mencoba mengetuk pintu ruang perawatannya Khafita.


Dan selang beberapa detik, pintu pun terbuka dari dalam, namun senyum dibibirnya Cryill langsung saja musnah sudah, sebab yang membuka pintu ruang perawatan itu bukan Ayah Cedro maupun Mamah Carla, melainkan orang lain yang tidak dikenal oleh Cryill.

__ADS_1


" Maaf, anda siapa ya Tuan?? ",, tanya Cryill kepada laki-laki yang seumuran dengan Kakaknya yaitu Denzel yang tadi baru saja membuka pintu.


" Saya Kakak dari adik saya itu Tuan, maaf anda mencari siapa Tuan kalau boleh saya tahu?? ",, jawab laki-laki itu kepada Cryill.


Dan Cryill pun reflek memanjangkan lehernya untuk melihat seseorang yang tidur diatas brankar pasien.


Dan ketika dilihat oleh Cryill, ada seorang pasien laki-laki yang juga tidak dikenalnya.


" Saya sedang mencari pasien yang bernama Khafita yang kemarin malam berada didalam ruangan ini Tuan, tapi ko sekarang ruangan ini adik anda yang menempati?? ",, jawab Cryill kepada laki-laki itu lagi.


" Oh mungkin anda salah ruangan Tuan, atau mungkin juga dia sudah dipindahkan oleh Dokter keruangan lain, sebab dari tadi pagi ketika adik saya dipindahkan keruangan ini, ruangan ini sudah kosong Tuan ",, jawab juga laki-laki itu kepada Cryill.


Cryill pun langsung saja menunjukkan wajah yang sungguh sedikit tidak enak dilihat.


" Oh bisa jadi Tuan, terimakasih atas waktunya, dan maaf saya sudah menganggu anda, kalau begitu saya mau bertanya kepada Dokter dulu dimana kekasih saya dipindahkan ",, kata Cryill dengan ramah dan juga sopan kepada laki-laki itu.


" Iya tidak apa-apa Tuan, sama-sama ",, jawab laki-laki itu juga kepada Cryill dengan ramah.


Setelah itu Cryill langsung saja berlalu pergi dari hadapan laki-laki itu untuk menuju kemeja resepsionis yang berada tidak jauh dari ruang perawatannya Khafita itu.


Disana Cryill bertanya tentang Khafita kepada suster jaga, kenapa Khafita sudah tidak ada didalam ruang perawatannya.


Dan Cryill pun hanya mengangguk saja kepada suster tersebut.


Beberapa detik kemudian, suster tadi yang sudah mengecek tentang namanya Khafita dikomputer, dia pun langsung saja memberitahukan kepada Cryill.


" Untuk Nona Khafita dia sudah keluar dari dalam rumah sakit ini sejak pagi tadi sekitar jam setengah delapan tadi Tuan ",, kata suster tadi kepada Cryill.


Dan Cryill yang mendengar jawaban dari suster itu tentang Khafita, sungguh wajah dia langsung saja menunjukkan keterkejutannya, begitupun dengan hatinya Cryill yang seperti mendapatkan sebuah pukulan yang sangat mematikan sekali.


" Suster jangan bercanda kepada saya suster, coba dicek ulang lagi??!! ",, kata Cryill kepada suster tersebut dengan nada yang sangat tidak percaya sekali.


" Benar Tuan, disini tertulis jika Nona Khafita dipindahkan keluar Negeri oleh Keluarganya ",, jawab suster itu lagi kepada Cryill.


" Kalau boleh tahu, dirumah sakit manakah Khafita dipindahkan suster?? ",, tanya Cryill lagi kepada suster itu.


" Mohon maaf Tuan, kami tidak bisa memberikan informasi itu kepada sembarangan orang, terlebih lagi Keluarga dari Nona Khafita sudah menyuruh pihak rumah sakit untuk jangan memberikan semua informasi apapun tentang Khafita kepada siapapun ",, jawab suster itu lagi dengan ramah kepada Cryill.


Cryill pun langsung saja merasa sesak sekali didadanya ketika mendengar jawaban dari suster itu.


" Baiklah suster terimakasih ",, kata Cryill dan dia langsung saja berbalik badan dari depan meja respsionis tersebut.

__ADS_1


Namun ketika Cryill baru saja selangkah berjalan, tiba-tiba saja suster tadi memanggil namanya Cryill lagi.


" Tuan tunggu!! ",, panggil suster itu kepada Cryill.


Dan Cryill pun langsung saja membalikkan badannya lagi kemeja resepsionis itu.


" Iya suster ",, jawab Cryill dengan wajah sedihnya.


" Kalau boleh tahu siapa nama anda Tuan??, apakah anda bernama Tuan Cryill?? ",, kata suster itu kepada Cryill.


" Iya suster, nama saya Cryill ",, jawab Cryill dengan suara lemas dan lesunya.


" Oh ini Tuan, ada titipan dari Nona Khafita tadi untuk anda Tuan, katanya jika nanti ada laki-laki yang bernama Cryill mencarinya, Nona Khafita menyuruh kami memberikan ini kepada anda Tuan ",, kata suster itu kepada Cryill sambil memberikan sebuah amplop surat.


" Surat?? ",, kata Cryill untuk dirinya sendiri.


Dan Cryill pun langsung saja mengambil surat itu dengan segera dari tangan suster tadi.


" Terimakasih suster, kalau begitu saya permisi dulu ",, kata Cryill kepada suster tersebut.


" Sama-sama Tuan ",, jawab suster tadi sambil sedikit membungkukkan badannya kepada Cryill.


Setelahnya Cryill langsung saja bergegas pergi dari dalam rumah sakit untuk menuju kedalam mobilnya untuk membaca surat terakhir yang Khafita berikan kepadanya.


Sebab Cryill membutuhkan ketenangan dalam membaca setiap kata dan kalimat yang tertera diatas kertas itu.


...💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐...




...




...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2