My Little Dosen

My Little Dosen
CHAPTER 9


__ADS_3

Dihari yang sama ditempat yang berbeda, tepatnya dimansion yang super mewah lebih mewah dari mansionnya Denzel.


Ada sepasang suami istri yang sedang berbincang dengan sangat serius sekali didalam kamar mereka.


Sepasang suami istri itu adalah seorang Pengusaha minyak, tekstil dan bahan pangan yang kesemua cabang perusahaannya sudah tersebar diperbagai negara dan serta sudah mempunyai banyak kerjasama dengan beberapa Perusahaan-perusahaan besar yang ada didunia.


Bahkan tanpa mereka sadari Perusahaan induk mereka juga sedang menjalani kerjasama dengan Perusahaannya Denzel.


Namun mereka tidak mengetahui akan hal itu, sebab bagi mereka, jika Perusahaan yang terkenal baik, bisa diandalkan dan kompeten dalam diajak kerjasama mereka akan langsung menandatangi kontrak kerjasama itu.


Apalagi Perusahaannya Denzel terbilang sudah terkenal sangat baik sekali jika diajak kerjasama dan bisa diandalkan.


Mangkanya Perusahaan dari sepasang suami istri itu bisa bertahan cukup lama bekerjasama dengan Perusahaannya Denzel.


Sepasang suami istri itu yang sedang duduk diatas ranjang mereka sambil menyandarkan punggung mereka disandaran ranjang, mereka sedang berbincang dengan cukup sangat serius sekali.


" Ayah, sampai kapan anak kita bisa ditemukan, Mamah sudah sangat rindu sekali ingin bertemu dengannya ",, kata sang istri yang bernama Mamah Jovanka kepada suaminya sambil memegangi foto anak bayinya yang masih berumur tiga bulan itu.


" Entahlah Mah, kita terus berdoa saja, semoga ada keajaiban datang menghampiri kita, karena sejujurnya Ayah ragu, anak kita itu masih hidup atau sudah ..... ", jawab sang suami yang bernama Ayah Marson kepada Mamah Jovanka.


Mendengar perkataan sang suami Mamah Jovanka dia langsung saja menyelanya sambil meneteskan air matanya.


" Dia masih hidup Ayah!!, Ayah jangan berbicara sembarangan, Mamah masih bisa merasakannya, kalaupun dia sudah tidak ada didunia ini, bagi Mamah dia masih hidup kalau Mamah belum melihat sendiri jasadnya ",, jawab Mamah Jovanka kepada Ayah Marson dengan air mata yang berlinang dipipinya.


Ayah Marson langsung saja membawa istrinya kedalam pelukannya ketika melihat sang istri sudah sangat emosional sekali ketika menyangkut buah hatinya yang hilang sejak dua puluh tujuh tahun yang lalu.


Dulu sepasang suami istri itu, mereka berdua sangat senang sekali, ketika keinginan mereka dikabulkan oleh Tuhan untuk memiliki anak lagi.


Dan mereka berdua dikaruniai seorang anak perempuan yang benar-benar sangat cantik sekali wajahnya, setelah delapan tahun lamanya mereka menanti.


Sepasang suami istri itu adalah Ayah Marson dan Mamah Jovanka.

__ADS_1


Ayah Marson dan Mamah Jovanka mereka berdua bukannya tidak mempunyai seorang anak, hanya saja anak-anak mereka pada waktu itu sudah pada besar-besar jadinya Ayah Marson dan mamah Jovanka ingin menambah anak lagi satu saja dan itu perempuan.


Sebab anak pertama dan keduanya Ayah Marson dan Mamah Jovanka adalah laki-laki semua dan mereka kembar identik.


Sang Kakak ketika mengetahui jika mereka akan mempunyai seorang adik pun, juga sangat senang sekali.


Bahkan mereka juga sudah sangat tidak sabar sekali untuk segera melihat calon adik mereka ketika masih berada didalam kandungannya sang Mamah.


Dan tibalah waktunya Mamah Jovanka melahirkan pada waktu itu.


Ketika bayi yang dilahirkan Mamah Jovanka benar-benar anak perempuan seperti yang diinginkannya bersama sang suami.


Mamah Jovanka dan Ayah Marson mereka berdua sangat senang sekali begitu mengetahui anak mereka adalah perempuan.


Begitu juga dengan kedua Kakak laki-lakinya yang langsung jatuh hati dengan adik perempuannya itu yang wajahnya sungguh sangat cantik sekali dimata mereka.


Ayah Marson dan Mamah Jovanka, ketika umur sang baby sudah menginjak usia ketiga bulan, mereka ingin memperkenalkan baby perempuan mereka yang mereka berinama Tevy Moana Qalesya Carrington untuk mereka kenalkan kepada dunia.


Semua berjalan sangat lancar sekali ketika malam perayaan untuk Nona muda Moana, begitulah panggilan untuk anaknya Mamah Jovanka dan Ayah Marson yang hilang.


Nona muda Moana mereka diculik dengan sangat rapi sekali, hingga tidak menimbulkan kecurigaan dari dalam mansion yang padahal sungguh sangat ketat sekali penjagaannya.


Ayah Marson dan Mamah Jovanka saat itu mereka berdua langsung sangat terpuruk sekali ketika harus kehilangan baby Moana mereka, kehilangan putri tercintanya yang sudah sangat diharapkan oleh mereka berdua.


Ayah Marson bahkan menerjunkan beribu-ribu personel bodyguard, polisi, mata-mata dan juga para mafia yang dikenalnya untuk mencari keberadaan sang putri tercintanya.


Tapi sayang selama satu sampai dua bulan lamanya nihil tidak ada perkembangan sama sekali, sebab baby Moana masih kecil sekali badannya, tapi itu tidak menyurutkan tekadnya Ayah Marson untuk terus menemukan sang putri yang baru beberapa bulan ditimangnya itu.


Ketika satu bulan kemudian, tepatnya umur dari baby Moana yang sudah menginjak usia keenam bulan, sang pencuri baby Moana akhirnya tertangkap.


Dan dia adalah hanya masyarakat biasa yang disuruh oleh saingan bisnisnya Ayah Marson untuk menculik baby Moana dengan diiming-imingi bayaran uang sebanyak dua miliar rupiah.

__ADS_1


Dulu dia bisa dengan sangat mudah sekali bisa menculik baby Moana tanpa ketahuan CCTV dan para penjaga karena pada saat itu dia juga membawa seorang baby yang sengaja dia bawa untuk mengantarkan beberapa barang yang biasa digunakan untuk keperluan yang ada dimansion bersama sang kurir yang ternyata sudah diajak kerjasama olehnya juga.


Ketika situasi didalam mansion lengah, orang suruhan itu langsung saja menukar baby Moana dengan baby yang tadi dibawanya dari luar.


Dan baby yang menjadi penukar baby Moana, saat itu juga Ayah Marson langsung saja menyuruh anak buahnya untuk mengantarkan baby itu kepanti asuhan.


Sebab jika Ayah Marson melihat baby itu, dia menjadi sangat sakit sekali hatinya karena teringat dengan baby Moana.


Ayah Marson yang sudah bisa menangkap penukar dan penculik anaknya, dia langsung saja mencerca perbagai pertanyaan kepada orang tersebut.


Orang tersebut mengaku dengan sangat jujur sekali kepada Ayah Marson, dan hadiah dari kejujurannya tersebut adalah tembakan mati ditempat yang dilakukan oleh anak buahnya Ayah MArson, karena disuruh oleh Ayah Marson yang sudah sangat marah sekali.


Dan ketika sudah mengetahui informasi tersebut Ayah Marson beserta semua anak buahnya dan juga polisi setempat langsung saja mendatangi kekediamannya sang saingan bisnisnya itu.


Namun sayang ketika Ayah Marson sudah sampai disana, ternyata baby Moana sudah dibuang dan diletakkan oleh saingan bisnisnya itu, didepan pintu panti asuhan yang jaraknya sangat jauh sekali bisa terbilang masih berada dipedesaan yang pastinya akan sulit ditemukan oleh Ayah Marson dan para anak buahnya.


Ayah Marson yang murka pun, dia langsung saja menembak saingan bisnisnya itu dengan sangat membabi buta keseluruh tubuh saingannya itu.


Para polisi yang ada disitu bahkan tidak ada yang berani menghentikan aksinya Ayah Marson, sebab mereka sangat mengetahui bagaimana keadaannya Ayah Marson.


Walau mereka para polisi melihat sendiri Ayah Marson sudah membunuh saingan bisnisnya itu, mereka tidak ada yang berani memenjarakan Ayah Marson kejeruji besi.


Entah kebetulan atau tidak, kenapa nama anaknya Ayah Marson dan Mamah Jovanka yang hilang bisa sama dengan namanya Tevy, semua itu masih tanda tanya.


Dan kunci utamanya adalah Mamah Orlin ibu panti asuhan yang sudah mengasuh Tevy sejak bayi, apakah namanya Tevy dibelakangnya ada Marga Carrison atau tidak.


Semua itu pasti suatu saat akan terungkap juga seiring berjalannya waktu.


Ayah Marson yang sudah menenangkan Mamah Jovanka, dia lalu mengajak Mamah Jovanka untuk tidur supaya lebih tenang dan tidak kefikiran dengan baby mereka yang belum ditemukan itu, dan pastinya saat ini sudah dewasa jika masih hidup.


Serta setiap waktu, setiap saat dan setiap malam sebelum tidur, Ayah Marson dan Mamah Jovanka berdoa semoga dikeesokan harinya mereka berdua bisa menemukan titik terang dari hasil pencarian mereka yang sudah dilakukan selama ini.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...***TBC***...


__ADS_2